
Berli dan Alex sudah berada di ruang tunggu Dokter kandungan. Berli terus saja menempel pada suaminya. Banyak dari pasein yang kagum dan iri pada mereka berdua.
Nama Berli telah di panggil oleh suster. Alex berserta Berli masuk ke dalam ruangan Dokter. "Selamat siang, Tuan dan Nyonya," ucap Dokter.
Dokter menyapa dengan senyum ramahnya. Berli langsung saja di suruh berbaring di atas ranjang. Dokter mulai memberikan gel dingin di perut Berli. Dokter mulai meletakan alat USG di perut Berli dan mengerakannya.
Dokter melihat titik hitam kecil di layar monitor. Dokter itu tersenyum begitu juga Berli. Suster membersihkan perut Berli dari sisa gel pendingin.
Dokter duduk di kursinya berhadapan dengan Alex. Berli juga menyusul Alex untuk duduk. Berli tidak bisa mengambarkan kebahagianya. Dia langsung saja memeluk Alex tanpa peduli akan tatapan Dokter dan suster.
Dokter dan suster ikut tersenyum melihat sepasang suami istri itu begitu bahagia. Dokter menyerahkan hasil USG pada Alex.
"Selamat... Tuan, istri Anda hamil. Usia kandungannya sudah memasuki 4 minggu," ucap Dokter.
Bahagianya Alex mendengar kata Dokter. Inilah yang dia tunggu-tunggu. Akhirnya kehidupan kecil bersama Berli terwujud. Alex memeluk Berli dan mencium kening istrinya.
"Makasih sayang," ucap Alex.
"Terima kasih, Dokter," ucap Berli dan Alex.
Berli dan Alex keluar dari ruangan Dokter kandungan. Alex terus saja merangkul istrinya. Tak henti-henti bibirnya mengecup puncak kepala Alex.
"Kita harus bilang kepada ayah,papa dan mama," ucap Berli.
"Kita akan buat makan malam keluarga. Kamu setuju, kan?"
"Tentu saja, kita harus buat makan malam saat kita pindah di mansion," celetuk Berli.
Mereka tertawa bersama, Alex dan Berli begitu bahagia.
*****
8 Bulan kemudian
Alex dan Berli sudah tinggal di mansion. Perut Berli sudah membesar. Tinggal menghitung hari saja, Berli akan segera melahirkan. Alex sudah mendekorasi kamar dengan nuansa serba pink.
Berli dan Alex sudah tahu jenis kelamin dari anak mereka. Berli mengandung anak perempuan. Alex begitu antusias menyambut kelahiran putri pertama mereka.
Alex begitu tidak sabar, menunggu detik-detik Berli melahirkan. Alex bahkan sudah mengambil cuti. Dia ingin menjadi suami siaga. Alex ingin dia lah yang akan menjadi orang pertama melihat anaknya lahir.
Alex tengah sibuk menempel sticker bertema princes. Berli yang melihat itu hanya mengeleng. Alex sendiri yang mendesign kamar calon anaknya.
"Al... kamar anakmu sudah penuh dengan stiker. Mata anak kita akan sakit melihat stiker di kamarnya," celetuk Berli.
"Anak kita akan merasa senang, sayang. Kamarnya jadi cantik, aku akan menjadikan dia seorang putri," ujar Alex.
__ADS_1
"Iya... terserah saja," ucap Berli.
Berli merasakan mulas di perutnya. Dia memang tidak ingin melahirkan secara cesar. Berli ingin melahirkan secara normal. Sakit perut Berli mulai teratur.
"Al... perutku terasa sakit," rintih Berli.
Alex segera menghentikan kegiatan menempel sticker. "Kenapa sayang?"
"Sakitnya sudah menghilang," ucap Berli.
Alex bingung sendiri, tadi Berli merasa sakit dan sekarang tidak. Berli mulai kembali merasakan sakit di perutnya. "Al... sakit lagi."
Alex memapah Berli turun ke bawah. "Kamu duduk dulu di sofa. Aku akan siapkan mobil, kita kerumah sakit sekarang."
Alex kembali ke atas mengambil semua perlengkapan melahirkan istrinya. Alex menyuruh pelayannya untuk menyiapkan mobil. Alex memapah Berli masuk ke dalam mobil.
"Tahan dulu sakitnya, kita akan segera sampai," ujar Alex.
"Iya... sakitnya hilang lagi," ucap Berli.
Mobil Alex sudah sampai di rumah sakit. Akex memapah istrinya untuk masuk ke dalam. Berli di tempatkan di ruang VVIP rumah sakit. Dokter masuk memeriksa kondisinya.
Tinggal menunggu waktu beberapa jam lagi, Berli akan melahirkan. Alex sudah menelepon ayah dan juga mertuanya. Alex mengusap lembut kening Berli. Dia juga mengelus pinggang Berli agar sakit yang di rasa istrinya itu sedikit berkurang.
Dokter mulai bersiap-siap, Berli sudah merintih sakit. "Nyonya... tarik napas lalu buang.
Alex memberi semangat pada istrinya. "Kamu kuat, sayang!"
Berli mengejan, keringat sudah bercucuran di keningnya. Alex mengelap keringat di kening istrinya. Para orang tua juga harap-harap cemas menunggu di luar.
Berli masih berusaha untuk mengejan. Tenaganya sudah habis, tetapi anaknya juga belum keluar. Dokter terus memberikan intruksi agar Berli kuat.
"Sayang... ayo sedikit lagi, kamu pasti bisa," ucap Alex.
Berli mengangguk lalu mengenjan sekuat tenaga. Berli bernapas lega saat mendengar suara tangisan bayi mungilnya. Napas Berli masih belum teratur. Suster membersihkan bayi yang masih berdarah itu.
Alex mencium kening istrinya. "Terima kasih sayang!"
Suster memberikan bayi perempuan yang sudah di bersihkan. Bayi berkulit putih itu sangat cantik. Berli segera menyusui anaknya yang baru lahir. Alex begitu bahagia, anak dan istrinya selamat dan juga sehat.
Berli sudah di pindahkan ke dalam ruang perawatan. Bayi kecilnya juga sudah berada di ruangan bayi. Di dalam ruangan sudah ada keluarga Alex dan Berli.
Sahabat Alex juga datang untuk menjenguk Berli. Mama Rita, mengecup kening anaknya. "Selamat sayang."
Brian, Vino dan Maxim juga memberikan selamat pada Berli dan Alex. Mereka datang dengan membawa hadiah untuk putri kecil Alex.
__ADS_1
Suster datang dengan kereta dorong bayi. Suster memberikan bayi mungil itu pada Berli. Semua kagum akan bayi yang sangat cantik itu. Berkulit putih, bibir merah, rambut hitam pekat.
"Cantiknya," ucap Vino.
"Al... untukku saja putrimu," kata Brian.
"Kau sudah tua, untukku saja," sahut Maxim.
"Apa pesona kalian sudah memudar, bayi saja kalian rebutkan," ujar Jo.
"Sudah... jangan bertengkar lagi, Aku tidak akan setuju anakku bersama kalian. Tidak ingat umur semua," ucap Alex.
"Siapa nama cucu Grandpa ini?" tanya Tuan Wijaya.
Berli dan Alex seolah lupa memberi nama sang putri. Mereka sudah mempersiapkan nama putri mereka jauh-jauh hari.
"Namanya... Liora putri Alexander.
Alex sengaja tidak memakai marga dari kedua keluarganya. Dia sendiri ingin namanya berada di belakang nama putrinya. Berli juga setuju akan perihal nama itu.
Semua bahagia, kehidupan Alex dan Berli kini sudah lengkap. Ada putri kecil yang menjadi pelengkap itu. Alex akan menjaga dan berusaha untuk memberikan semua cinta dan kasih pada Liora dan Berli.
Orang tua, sahabat yang selalu ada serta putri kecil mereka. Semua itu menjadi pelengkap bagi kebahagian Alexander dan Berliana.
Season 1 tamat
Tunggu season 2 yah... !
Dengan cerita yang berbeda, mengisahkan kisah Jo dan Hera yang di jodohkan. Hera mantan kekasih Jo saat sekolah. Hera memutuskan hubungan dengan Jo dengan alasan Jo itu jelek.
Jo yang bertampang gendut, berpacaran dengan gadis populer bernama Hera. Hanya karena sebuah taruhan, Hera menjadikan Jo sebagai kekasihnya.
Hera memanfaatkan Jo sebagai pelayannya saat di sekolah. Saat Jo tahu kebenarannya, Hera membuat malu Jo di depan semua teman sekolahnya.
Saat sudah dewasa Jo dan Hera bertemu lagi. Hera sudah menjadi Dokter dan Jo seorang pengusaha. Ayah Jo yaitu Tuan Wijaya menjodohkan mereka berdua.
Bagaimana nasib Hera menghadapi Jo yang dingin?
Lalu bagaimana dengan nasib cinta Jo pada Jessica?
Hanya di season 2
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1