
Alex pulang ke apartemennya dengan raut wajah lesu. Alex menyesal telah mengajak Rania untuk berlibur bersamanya. Haruskah Alex bicara pada Berli agar istrinya itu tidak terkejut dengan kedatangan Rania nanti.
Alex harus merahasiakan perihal Rania yang akan ikut bersamanya. Alex tidak ingin jika Berli tahu maka istrinya itu pasti akan mengajak Maxim juga. Tetapi Alex tidak memikirkan perasaan istrinya. Jika Berli sampai tahu Rania ikut pasti istrinya itu akan sakit hati.
Biarlah kali ini Alex menjadi egois, Alex tidak ingin jika istrinya bermesraan nanti bersama Maxim. Alex akan berusaha adil kepada Berli dan juga Rania. Alex masuk dengan menekan tombol password pintu.
Pintu terbuka dan sudah ada istrinya yang cantik menunggu kepulangannya. Alex mengecup kening Berli lalu memberikan tas kerja serta jas yang dia kenakan. Berli memperhatikan raut wajah Alex yang terlihat sedikit lesu.
"Alex... ada apa?" tanya Berli.
"Tidak ada apa-apa," jawab Alex.
Berli mengedikan bahu lalu masuk ke kamar. Berli menyiapkan air hangat untuk suaminya membersihkan diri. Berli juga menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Berli sudah memasak makan malam untuk mereka berdua.
Malam ini adalah malam perdana Alex mencoba masakan yang telah di buatnya. Sejak dulu mereka berpacaran, Berli tidak pernah memasak untuk Alex karena Berli tidak tahu caranya memasak. Tetapi sekarang berbeda, semenjak tiga tahun di luar Negeri Berli menjadi sosok yang bisa segalanya termasuk memasak.
Alex keluar kamar setelah membersihkan diri. Alex menyusul Berli yang sudah duduk di ruang makan. Alex menarik kursi lalu duduk, Alex heran di meja makan ada begitu banyak makanan. Semua makanan yang tertata di meja itu adalah makanan kesukaan Alex. Berli memang tidak pernah melupakan kebiasaan Alex sejak dulu.
Berli mengambilkan makanan untuk Alex dan tidak lupa air minumnya. Alex melahap makanan itu dan hal pertama yang dia rasakan adalah makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya terasa saat enak.
"Apa... kamu memesan makanan ini di restoran?" tanya Alex.
Berli menghentikan makannya. "Semua ini aku yang masak."
Alex tidak percaya istrinya itu pandai memasak. "Bukannya... kamu tidak pandai memasak?"
"Itu dulu, sekarang aku bisa melakukan segalanya," ucap Berli.
__ADS_1
Alex semakin kagum pada istrinya, sudah cantik, pintar, pandai masak lagi. Tidak sia-sia Alex dulu mengejar cinta Berli. Betapa beruntungnya Alex mendapatkan Berli sebagai istrinya. Tetapi Alex tidak menyadari perbuatannya. Alex sendiri yang akan membuang keberuntungan itu di dalam hidupnya.
Selesai makan Alex dan Berli berada di ruang TV. Alex tengah membaringkan kepalanya di pangkuan istrinya. Alex ingin bermanja seperti dulu saat bersama Berli. Berli mengelus kepala Alex, dan Alex menikmati setiap sentuhan yang di berikan istrinya. Alex memejamkan matanya kemudian membenamkan wajahnya di perut Berli.
Berli hanya tersenyum melihat tingkah Alex yang seperti itu. Alex paling suka jika di perlakukan seperti itu. Alex merasa yang mengelus kepalanya adalah ibunya. Berli segera menyuruh Alex untuk bangkit saat pria itu malah ingin tidur di pangkuan istrinya.
"Al... ayo kita pindah ke kamar," ucap Berli.
Alex mengangguk lalu bangkit berdiri menuju kamar tidur. Alex dan Berli merebahkan tubuh di atas tempat tidur. "Tasia... elus lagi kepalaku," ucap Alex.
Berli terkekeh kecil, Alex begitu manja. "Kemarilah... mendekat padaku."
Alex mendekat pada Berli membenamkan wajahnya di pangkuan istrinya. Berli mulai mengelus-elus kepala Alex hingga Alex tertidur. Berli memindahkan kepala Alex ke bantal lalu menyelimuti suaminya. Berli juga ikut menyusul Alex yang sudah tertidur itu.
*****
Selesai membuat sarapan, Berli menyiapkan segala keperluan kantor Alex. Mulai dari baju, dasi, jas dan sebagainya. Berli membangunkan Alex yang masih tertidur lelap. "Al... ayo bangun, nanti terlambat ke kantor," ucap Berli.
Alex mengeliat dan masih mengeratkan pelukannya pada guling. Berli hanya tersenyum Alex masih tidak ingin bangun. Berli membelai wajah Alex lalu memencet hidung suaminya itu.
"Aawwww...."
Alex membuka matanya lalu mengosok hidung yang di pencet Berli. "Aku... tidak bisa bernapas kalau kamu memencet hidungku."
Berli terkekeh geli. "Dari tadi susah sekali di bangunkan. Makanya aku pencet hidung kamu supaya cepat bangun."
Alex bangun dari tidurnya lalu mencium sekilas bibir Berli. "Morning kiss."
__ADS_1
Alex langsung bangkit mengambil handuk lalu ke kamar mandi. Berli hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah suaminya itu. Berli menunggu di meja makan seraya Alex bersiap untuk ke kantor.
Alex telah rapi dengan setelan jas di tubuhnya. Berli mengambilkan sarapan berupa roti lapis dengan segelas susu untuk Alex. Alex menggeleng saat Berli menyodorkan segelas susu padanya. "Aku tidak mau minum susu, sayang."
Berli tahu sejak dulu Alex memang tidak menyukai susu, tapi jika Berli menyuruhnya maka Alex tidak ada pilihan lain selain meminumnya. "Minum... susu baik untukmu!"
Alex menghela pasrah jika sudah Berli menyuruhnya. Dengan sekali teguk Alex segera menghabiskan susu di gelasnya. Berli memberi kecupan di pipi sebagai hadiah Alex telah menghabiskan susu untuk di minum.
"Anak pintar," ucap Berli.
Alex tersenyum lalu bangkit untuk segera pergi ke kantor. Berli mencium tangan Alex dan Alex mengecup kening Berli. Alex keluar dari apartement menuju mobilnya yang terparkir di lobby apartemen. Alex masuk ke dalam dan menyalakan mesin mobil kemudian berlalu menuju kantornya.
Berli membereskan meja makan sehabis sarapan. Berli masuk ke kamar mengecek ponselnya. Ada banyak sekali chat yang masih belum di bacanya. Mata Berli membulat saat membaca chat masuk dari ponsel Alex. Jo sudah menyadap ponsel Alex agar semua chat dan panggilan juga masuk ke dalam ponsel milik Berli.
Berli terlihat geram saat membaca chat dari Rania. Rania mengirim pesan pada Alex untuk mengirimkannya uang. Rania ingin berbelanja pakaian renang saat mereka akan liburan di pulau. Itu artinya Alex juga mengajak Rania untuk liburan bersama mereka.
"Alex... kamu telah menantangku. Kamu sungguh ingin aku selingkuh dengan pria lain. Kita lihat nanti apa yang akan aku lakukan padamu dan juga Rania," gumam Berli.
Berli kesal ternyata Alex masih tidak sadar akan perbuatannya. Jika Alex memang mencintai dirinya makan Alex seharusnya mengakhiri hubungannya bersama Rania. Tetapi ini tidak, Alex masih berhubungan dengan Rania. Alex telah menantang Berli dan Berli akan menerima itu.
Berli akan memberikan kejutan yang tidak bisa di lupakan Alex. Berli akan membuat Alex merasa, kalau dia juga bisa melakukan apa yang di lakukan Alex padanya.
"Tunggu tanggal mainnya suamiku," ucap Berli.
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1