Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 63 S2


__ADS_3

Jonathan Wijaya anak angkat dari Tuan Wijaya dan Rita. Adik dari si cantik Berliana Anastasia. Jo bukanlah pria remaja gendut dan jelek. Sekarang Jo berubah, menjadi sosok pria dengan bakat yang luar biasa. Jo juga memiliki wajah rupawan dengan tubuh atletis.


Jonathan seorang pewaris dari wijaya corp. Tuan Wijaya sama sekali tidak membedakan anak kandung dan anak angkat. Semua miliknya akan menjadi milik Jo juga.


Jo menjabat sebagai CEO di perusahaan papanya. Perusahaan yang di pimpinnya kini semakin berkembang. Hanya saja Jo belum mau menikah. Jo masih menunggu kekasihnya Jessica yang meniti karir sebagai seorang model.


Jo berpacaran bersama Jessica saat mereka sama-sama tinggal di Inggris. Jo akan menikah setelah kekasihnya itu menyelesaikan kontrak modelnya.


Jessica Simpson wanita cantik asal inggris. Sudah menjalin hubungan dengan Jo selama 6 tahun lamanya. Mereka selama tiga tahun menjalin hubungan jarak jauh. Jo berada di Indonesia sedang Jessica berada di Inggris.


******


Mama Rita menemani suaminya ke rumah sakit. Setiap sebulan sekali atau tiga bulan, Tuan Wijaya selalu melakukan pemeriksaan rutin kesehatan.


Tuan Wijaya dan istrinya tengah duduk di kursi antrian. Meski kaya tetapi mereka juga harus antri dengan pasein lain.


"Ma... coba kamu tanya Jo, kapan dia akan menikah," ucap Tuan Wijaya.


"Ish... papa, itu melulu yang di bahas. Jo akan menikah setelah Jessica menyelesaikan kontraknya," tutur Mama Rita.


Tuan Wijaya mendengus. "Apa sih kelebihan Jessica, anak gak tahu sopan santun. Papa gak bakal setuju jika Jo menikahi dia."


Mama Rita hanya diam saja. Memang benar Jessica kurang sopan santun pada orang tua. Jessica mempunyai sifat sombong. Saat Jo memperkenalkan Jessica kepada orang tuanya, kesan pertama sudah di nilai buruk.


Tuan Wijaya juga tidak menyukai pekerjaan Jessica. Menurutnya, Jessica yang seorang model, tidak akan memberinya cucu. Seorang model biasanya akan berpikir akan bentuk tubuhnya. Begitu pikiran dari Wijaya terhadap Jessica.


Mama Rita setuju saja dengan pilihan Jo. Asal anaknya saling mencintai, kenapa tidak di persatukan. Mama Rita memang memiliki pikiran terbuka di banding suaminya. Mama Rita menyerahkan semua keputusan menikah pada Jo saja.


Nomor antrian untuk Tuan Wijaya di panggil. Sepasang suami istri itu masuk ke dalam ruangan Dokter. Tuan Wijaya sedikit kaget saat melihat Dokter wanita. Biasanya yang memeriksa dirinya adalah Dokter pria.


"Selamat pagi, Tuan," ucap Hera.


"Pagi... di mana Dokter Dimas?" tanya Tuan Wijaya.


"Dokter Dimas sedang cuti, saya yang akan mengantikannya," ucap Hera.


"Kamu masih muda sudah jadi Dokter. udah gitu kamu juga sangat cantik," ucap Mama Rita.


Hera tersipu malu akan pujian yang di lontarkan mama Rita. Tuan Wijaya juga kagum melihat Hera. Wanita berparas cantik dan berprofesi sebagai Dokter. Sepertinya sangat cocok untuk Jo.

__ADS_1


"Ayo... kita periksa," ucap Hera.


Tuan wijaya gelagapan, tersadar akan lamunannya. Tuan wijaya naik ke ranjang pasein untuk di periksa. Hera memeriksa kondisi kesehatan Tuan Wijaya dengan seksama.


Tuan Wijaya terus memperhatikan Hera. Setelah semua selesai di periksa, Tuan Wijaya kembali duduk. Hera mulai memberitahu perihal kondisi kesehatannya.


"Tuan... kondisinya baik-baik saja. Semua sehat, jaga terus pola makan dan olahraga ringan," ucap Hera.


Tuan Wijaya mengangguk. "Terima kasih, Dokter."


Tuan Wijaya menyenggol lengan istrinya. Dia sengaja memberi isyarat agar istrinya itu bertanya masalah pribadi Hera. Istrinya tidak mengerti akan kode dari suaminya.


Tuan Wijaya berbisik pada mama Rita. "Cepat... kamu tanya Dokter itu. Apa dia sudah menikah," ucap Tuan Wijaya.


Hera terlihat heran melihat sepasang suami istri yang tengah berbisik. Mama Rita sedikit kesal, suaminya masih saja berniat mencari jodoh untuk Jo. Sudah jelas jika anaknya itu punya kekasih.


"Nak... apa kamu sudah menikah?" tanya Mama Rita. Mama Rita berkata dengan lemah lembut.


Hera tersenyum lalu mengeleng. "Belum... saya belum menikah."


"Kalau kekasih," sahut Tuan Wijaya.


Tuan Wijaya tersenyum puas. "Anak lelaki saya juga belum menikah."


Mama Rita menepuk jidat. Suaminya seperti tidak sabaran untuk punya menantu. Mama Rita memasang senyum tidak enak. Hera malah senyam-senyum. Hera malah merasa lucu akan sepasang suami istri itu.


"Kami boleh minta nomor teleponmu?" tanya Tuan Wijaya.


"Boleh," jawab Hera.


Hera memberikan nomor teleponnya kepada Tuan Wijaya. Mama Rita segera membawa suaminya itu untuk keluar. Mama Rita tidak ingin suaminya membuat malu. Tuan Wijaya terang-terangan meminta nomor ponsel Hera.


Tuan Wijaya dan mama Rita menunggu Jo yang katanya akan menjemput. "Papa itu buat malu, masa langsung minta nomor Dokter Hera!"


"Kenapa... papa suka gadis itu. Nanti kita ketemukan saja saat Jo kesini," ucap Tuan Wijaya.


"Ya ampun Pah... suka sekali sih main jodohin anak," kata Mama kesal.


"Papa... cuma mau anak kita dapat jodoh yang terbaik," ujar Tuan Wijaya.

__ADS_1


Jo datang menghampiri mama dan papanya. "Pah... ayo kita segera pulang. Jo ada urusan lagi nih."


Tuan Wijaya langsung menarik tangan Jo agar mengikutinya. Jo merasa heran saat papanya menarik tanganya menuju satu ruangan. Mama Rita hanya pasrah mengikuti kemauan suaminya.


"Pah... kita mau kemana sih?" tanya Jo.


"Kamu ikut saja, papa mau kenalkan kamu sama gadis cantik," ujar Tuan Wijaya.


Jo menatap mamanya untuk menjelaskan. Mama Rita hanya mengedikan bahu. Jo menghela dan mengikuti kemauan papanya itu. Tuan Wijaya langsung saja masuk ke ruangan Hera.


Untung saja tidak ada pasein yang sedang di periksa. Hera saat itu sedang ingin pulang berganti shift. Hera kaget saat melihat sepasang suami istri yang tiba-tiba masuk membawa anaknya.


"Dokter Hera... ini anak saya Jonathan Wijaya," ucap Tuan Wijaya.


Jo mendelik saat melihat Hera berada di hadapannya. Hera juga sangat kaget melihat Jo. Hera terkesima bahkan tidak mengenal Jo yang tampan. Jo yang berkulit putih bersih di tambah tubuh berbalut jas.


"Ka-kamu Jonathan," kata Hera.


"Iya... aku Jonathan!"


"Kamu yang dulu-"


"Iya... aku yang dulu satu sekolah denganmu. Aku yang dulu gendut dan kutu buku," ujar Jo.


Hera terdiam, dia masih mengingat kejadian dulu. Kejadian yang membuat penyesalan mendalam untuknya. Hera tidak menyangka jika Jo anak dari sepasang suami istri yang kaya. Hera juga tidak menyangka, Jo berubah menjadi seorang executive.


Tuan Wijaya dan mama Rita tidak menyangka jika anaknya mengenal Dokter Hera. Mereka bahkan satu sekolah saat remaja. Mama Rita juga kaget saat mengetahui Jo pernah gendut. Jo selama ini sangat menjaga bentuk tubuh proposionalnya.


"Kalian saling kenal ternyata," ujar Tuan Wijaya.


"Iya Pah... ayo kita keluar dan pulang," ujar Jo.


"Dok... kami permisi. Datanglah malam ini kerumah, kami mengadakan makan malam. Aku akan memberikan alamatnya untukmu lewat pesan," ucap Tuan Wijaya.


Hera mengangguk, dia melongo saat melihat kepergian Jo. Hera tidak pernah menduga akan bertemu Jo lagi setelah lulus sekolah. Hera akan meminta maaf atas semua perlakuan dirinya pada Jo.


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

__ADS_1


__ADS_2