Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 80 S2


__ADS_3

Jo dan Hera masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan khusus untuk, sepasang pengantin baru. Kamar itu juga sudah di hias dengan taburan bunga mawar.


Jo langsung membuka jas yang dia kenakan lalu merebahkan dirinya di ranjang tempat tidur. Jo menutup wajah dengan lengan tanganya.


Saat ini dia masih terbayang-bayang akan wajah Jessica. Hera langsung membuka lemari untuk mengambil perlengkapan mandi.


Di dalam lemari itu sudah tersedia semua perlengkapan Jo dan juga Hera.


"Jo ... tolong buka resleting gaunku," pinta Hera.


Jo membuka matanya lalu bangkit dari tidur. Hera mendekat pada Jo dan membalik tubuhnya. Jo lalu membuka resleting gaun Hera. Setelah itu dia langsung berbaring lagi.


Hera langsung saja menuju kamar mandi membersihkan diri. Setelah beberapa saat, Hera keluar dari kamar mandi.


Hera memakai handuk kimono dan handuk yang melilit di kepalanya. Jo menatap Hera yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Jo bangkit dari tidurnya. Dia lalu membuka satu persatu kancing kemeja yang dia kenakan.


Jo lalu menarik tangan Hera dan menghempaskannya ke atas ranjang tempat tidur. Dia lalu melepas handuk yang berada di atas kepala Hera.


Hera bicara dengan terbata-bata. "K-k-kamu ... mau apa?"


Jo sudah membuka bajunya. "Apa lagi ... tentu saja malam pertama."


Hera mendelik mendengarnya. Tetapi dia harus memberikanya pada Jo yang sudah menjadi suaminya. Jo mulai membuka ikatan kimono handuk itu.


Jo sudah beberapa kali melihat tubuh polos Hera. Kali ini dia akan melakukanya secara benar. Jo mulai melepas seluruh pakaian yang dia kenakan.


Jo membelai rambut Hera dan menghirup harumnya. "Wangi sekali ...."


Jo lalu mencium seluruh wajah istrinya. Hera juga membalas semua perlakuan itu. Jo lalu mencium bibir Hera. Ciuman itu lama- kelamaan menjadi memanas.


Lalu ciuman panas itu turun ke bawah. Hera mencengkram kuat rambut Jo. Napas Jo sudah memburu. Dia sudah tidak dapat menahannya lagi.


Jo mulai di permainan inti. Hera mencakar pundak polos Jo karena menahan rasa sakit. Air mata lolos di pipinya. Jo yang melihat itu lalu mencium kembali bibir Hera.

__ADS_1


"Pelan-pelan ... ini sakit," lirih Hera.


"Sebentar lagi juga hilang sakitnya," jawab Jo.


Hera mengeluarkan Suara-suara indah yang mendayu di telinga Jo. Keringat sudah bercucuran di seluruh tubuh mereka. Hera menarik napas karena sudah sampai pada puncaknya. Lalu kemudian di susul oleh Jo.


Jo tumbang di atas tubuh Hera. Dia masih belum melepasnya. Napas keduanya masih belum beraturan. Jo lalu pelan-pelan melepas mil*knya.


Jo membaringkan tubuhnya di samping Hera. Sekarang dia sudah melakukanya untuk yang pertama kali bersama Hera. Begitu juga dengan Hera. Dia sudah melepas mahkotanya pada suaminya sendiri.


Jo mencengkram rambutnya dengan kuat. Lalu dia mengusap wajahnya. Jo mengambil handuk Hera yang tergeletak di lantai untuk menutupi tubuhnya.


Jo mengambil ponsel miliknya. Lalu dia mendial nomor Jessica. Cukup lama dia menunggu. Namun Jessica tidak juga mengangkat panggilan darinya.


Jo melempar ponsel miliknya ke atas sofa. Tidak lama kemudian ponsel miliknya berdering. Ada pesan chat dari Jessica.


~ Jonathan ... lupakan aku. Aku tahu ini adalah malam pertamamu. Jangan sakiti hati istrimu, Jessica.


Jessica tahu dari media sosial kalau hari ini adalah hari pernikahan Jo. Dia juga bersedih akan hal itu. Jessica hanya berusaha untuk tetap tegar dan tidak mau lagi berhubungan dengan Jo.


Jessi tidak mau di anggap menjadi perusak rumah tangga Jo dan Hera. Meski Jo ingin berteman denganya, dia tetap harus menjaga jarak.


Dia lalu mengambil obat yang di berikan Alex untuknya. Jo membuka kulkas yang memang sudah tersedia di dalam kamar hotel.


Dia mengambil air minum lalu meminum obat itu. Hera sudah tertidur karena lelah. Satu harian menjadi pengantin dan malamnya harus melayani Jo.


Setelah 15 menit berlalu. Obat yang di minum Jo mulai bereaksi. Jo membuka handuknya. Lalu dia mendekat pada Hera.


Jo membuka selimut yang menutupi tubuh polos Hera. Dia juga menepuk-nepuk pipi Hera agar terbangun.


"Hera ... bangun. Belum saatnya kamu tidur," kata Jo.


Hera mengeliat dan membuka matanya. Dia kaget karena Jo sudah berada di atas tubuhnya. "Jo ... kamu kenapa?"


Hera melihat wajah Jo yang sudah di selimuti oleh gelora panas. Jo menekan pipi Hera. "Aku ingin lagi ... layani aku sampai puas."

__ADS_1


Jo memulai aksinya sebagai suami. Malam ini Hera benar-benar dia lahap habis. Suasana kamar menjadi panas kembali. Hera masih merasa sangat kesakitan.


"Sudah Jo ... aku tidak sanggup lagi," kata Hera.


Jo masih menghujam Hera. Kali ini dia melakukanya sedikit kasar. Jo meluapkan perasaanya yang sakit pada Hera.


"Kamu harus tahan ... aku tidak mau berhenti. Awas saja kalau kamu tertidur," kata Jo.


Entah berapa kali Jo dan Hera melakukanya. Hera sudah tidak kuat lagi. Dia benar-benar sudah sangat lelah. Dia juga merasakan sakit yang sangat di bagian sensitifnya.


"Jessica ... aku mencintai kamu," pekik Jo.


Jo tumbang setelah mencapai puncaknya. Dia lalu berkata lirih dengan memeluk Hera. "Jessica ... aku cinta kamu."


Jo mengecup kening Hera lalu memejamkan matanya dan tertidur. Mendengar hal itu, Hera meneteskan air mata.


Jo ternyata membayangkan dirinya bercinta bersama Jessica. Bahkan saat mencapai puncak dan dalam tidur, Jo menyebut nama Jessica.


Hera menatap wajah Jo yang tertidur di sampingnya. Dia belai wajah suaminya itu. "Apa kamu sungguh mencintai Jessica?"


Hera bangkit dari tempat tidur lalu mengambil ponsel milik Jo. Ponsel itu terkunci tetapi wallpaper ponsel Jo adalah foto Jessica.


Hera berjalan dengan tertatih-tatih. Dia lalu mengambil ponsel di dalam tasnya. Hera mulai mencari berita dan foto-foto Jessica.


Hera hanya tahu kalau Jessica seorang model terkenal. Tetapi dia belum pernah melihatnya. Hera melihat foto Jessica yang sangat cantik dan sexy.


"Pantas saja Jo begitu mencintainya. Mantan pacarnya cantik begini," lirih Hera.


Hera mengambil handuk kimononya dan segera menuju kamar mandi. Dia lalu membersihkan tubuhnya dari kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan.


Hera menatap tubuhnya yang penuh dengan tanda-tanda cinta dari Jo. Hera lalu keluar dari kamar mandi dan mengambil obat dari dalam tasnya.


Untung saja Hera sudah ada persiapan. Dia sudah membawa obat pereda nyeri dan juga salep. Hera lalu meminum obat pereda nyeri itu dan mengoleskan salep pada luka di bagian sensitifnya.


Hera memakai piyama tidurnya. Hera naik ke atas ranjang tidur lalu memejamkan mata dan terlelap.

__ADS_1


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.


__ADS_2