
Pagi harinya, kedua pasangan suami istri Brian dan Jo sarapan bersama. Selesai sarapan mereka akan pergi jalan-jalan. Brian dan Jo berserta pasangan akan pergi membeli oleh-oleh khas kota B.
"Kalian sudah sarapannya?" tanya Brian pada Jo, Hera dan Jessica.
"Sudah ... kita berangkat saja sekarang," jawab Jo.
Ke-empatnya langsung meninggalkan hotel dan pergi berbelanja. Jessica sangat senang akan pernak-pernik unik yang di buat oleh pengrajin. Hera juga membeli banyak barang khas kota itu.
Jo dan Brian kebagian membawa belanjaan para istri mereka. Meski keduanya agak kesal karna tangan mereka sudah penuh tapi istri mereka seakan tidak ingin berhenti.
Hera dan Jessica sibuk memilih tas rotan yang di jual. "Jes ... apa warna dan gambarnya bagus?" tanya Hera yang sedang bingung memilih.
"Semuanya cantik-cantik dan bagus. Aku bingung memilih yang mana," jawab Jessica.
"Ambil saja semuanya," jawab Jo.
"Kalian ambil saja semua. Setelah itu kita pulang ke hotel," sahut Brian.
"Kalian capek?" tanya Hera.
"Tentu saja ... dari tadi kalian asyik berdua. Tangan kami sudah penuh dengan plastik belanjaan," Kata Jo kesal.
"Pulang saja dulu, kami masih ingin di sini," sahut Jessica.
"Tidak bisa ... nanti kalian di culik," protes Brian.
Hera dan Jessica akhirnya membeli beberapa tas. Nantinya tas itu juga di berikan untuk keluarga mereka. Selesai belanja mereka lalu berwisata kuliner. Semua jajanan hampir di coba oleh mereka.
Hera makan dengan lahap semua jajanan yang dia jumpai. Jessica terkesiap karna Hera yang tak kunjung kenyang juga. Jo mengeleng karna Hera tiada henti makan.
"Her ... kamu makan sebanyak itu?" tanya Jessica.
Hera memesan banyak sekali makanan. Ayam, ikan bakar, semua itu hanya dia sendiri yang menghabiskan.
"Aku lapar ... capek habis belanja tadi," jawab Hera.
Jo dengan setia mengelap bibir Hera yang belepotan. "Pelan-pelan makannya!"
Selesai dari belanja dan makan. Mereka kembali ke hotel. Brian dan Jo tidak ikut masuk. Mereka duduk di kursi pantai. Hera dan Jessica kembali ke kamar hotel menyimpan belanjaan mereka.
"Jo ... kamu capek tidak?" tanya Brian.
"Capeklah ... kita duduk saja dulu disini," sahut Jo.
Maxim datang dengan menghampiri Brian dan Jo. Di sisi kanan dan kirinya ada wanita yang cantik dan sexy. Mereka bertiga memakai pakaian pantai.
__ADS_1
"Brian, Jo," panggil Max.
"Max ... datang juga kamu," ujar Jo.
Max duduk di kursi pantai dengan di apit oleh dua wanita sexy. Kedua wanita itu adalah rekan kerja Maxim yang berprofesi sebagai model.
Dua wanita itu bernama Kate dan Mily. Mereka juga bekas pacar semalam Brian. Kate mendekat pada Brian.
"Brian ... sudah lama kita tidak bermain," ucap Kate.
"Menjauh dariku ... aku sudah punya istri," sarkas Brian.
"Di mana istri kalian?" tanya Max.
"Sebentar lagi mereka ke sini. Kami baru dari belanja dan wisata kuliner. Kami istirahat sebentar disini," sahut Jo.
"Gimana ... kalau kita bareng cewek-cewek cantik disana. Lumayan cuci mata," kata Max.
Maxim menunjukan para wanita sexy yang tengah berkumpul. Ada juga para pria yang berkumpul di sana.
"Tidakkkk," pekik Jo dan Brian.
Maxim kaget mendengarnya. Begitu juga Kate dan Mily. Maxim lalu menyuruh Kate dan Mily untuk pergi meninggalkan mereka bertiga. Max ingin bicara dengan para temannya itu. Kate dan Mily pergi meninggalkan Maxim dan lainnya.
"Malam ini ... aku tidak ingin tidur di sofa," kata Jo.
"Aku juga ... malam ini harus ada adegan panas," jawab Brian.
Maxim tertawa mendengarnya. "Hahaha ... apa yang kalian lakukan sampai tidur di sofa?"
"Ini semua karna Brian. Dia mengajakku untuk party bersama," ungkap Jo.
Brian mendelik akan ucapan Jo. Dia tidak terima di salahkan begitu saja. Pada hal Jo sendiri yang menginginkan ikut party semalam.
Brian menoyor kepala Jo ke samping. "Enak saja kamu menyalahkan-ku. Kamu juga ingin berpesta semalam!"
Jo menyengir kuda menampilkan gigi rapinya. Sedang Max mengeleng kepala akan tingkah keduanya. Ternyata temannya ini sudah pada bucin akut kepada istri mereka.
"Jangan saling menyalahkan. Kalian sama saja," ucap Max.
Maxim beranjak ingin pergi. Sebenarnya dia menyusul Jo dan Brian selain ingin liburan, Max juga ada pemotretan di pantai.
"Aku pergi dulu. Kalian kembali saja ke kamar," ujar Maxim.
"Oke ... kapan kamu pulang?" tanya Brian pada Max.
__ADS_1
"Lusa ... aku ada pekerjaan disini," sahut Max.
Maxim pergi meninggalkan keduanya. Brian dan Jo juga kembali ke kamar mereka masing-masing.
...****************...
Jo memeluk istrinya yang tengah memandang pantai dari balkon kamar hotel. Malam ini begitu banyak bintang di langit. Bulan bersinar terang dengan indahnya. Suasananya menambah kesan romantis bagi setiap pasangan.
Jo menepikan rambut panjang Hera di ke sisi bahu sebelah kiri. Bibirnya sudah menjelajah di sana. Hera membalikan dirinya menghadap pada sang suami. Dia mengalungkan kedua tangannya di leher Jo.
Mata keduanya saling menatap. Mata mereka saling memancarkan perasaan cinta juga gelora yang membara. Bibir keduanya saling menyatu. Jo mengangkat tubuh istrinya dalam gendongan.
Jo membawa Hera jatuh di atas ranjang kasur yang empuk. "Kita lakukan sekarang!"
Hera mengangguk. "Lakukan sepuasmu!"
Dengan senang hati Jo melakukan tugasnya sebagai seorang suami. Malam ini tiada ampun bagi Hera. Jo akan melakukannya sampai dia benar-benar merasa puas. Hitung-hitung sebagai balasan karna semalam dia tidak mendapat jatahnya.
Mereka terengah-engah. Napas mereka tidak beraturan. Jo bangkit dari atas tubuh Hera. Dia mengambil pil yang di berikan oleh Alex. Pil itu masih ada karna Jo baru mengunakannya sekali.
Jo sengaja membawa pil itu karna ingin mengempur Hera semalaman. Jo meminum pil itu. Jo kembali naik di atas ranjang. Dia melakukan for*play dulu selagi menunggu reaksi dari obat.
Obat itu sudah menunjukan reaksinya. Jo kembali menghujam Hera. Suara lirih Hera terdengar mengema. Cengkraman, suara d*citan mulai saling beradu.
Di sisi kamar Brian juga sama. Brian tidak memberi ampun pada Jessica. Dia mengempur Jessi habis-habisan. Segala macam gaya dia pratekkan pada Jessi.
"Apa aku bisa istrirahat sebentar?" tanya Jessica.
"Nanti dulu ... aku belum kelar," jawab Brian.
"Kapan selesainya ... ini sudah yang ke-sekian kali kamu melakukannya. Apa kamu tidak lelah?" kesal Jessica.
Brian terkekeh. "Tidak ... aku bahkan ingin lagi dan lagi!"
Brian menengadahkan kepala ke atas saat sudah mencapai puncaknya. Dia bangkit dari atas tubuh Jessi. Brian mengambil pil obat lalu meminumnya.
Brian mengecup kening Jessica. "Kamu istirahat sebentar. Habis ini kita lakukan lagi. Ini hukuman karna semalam aku tidur di sofa."
Jessica mengerutu di dalam hati. Kalau tahu begini jadinya. Sudah pasti dia tidak akan membiarkan Brian tidur di sofa. Brian kembali mengempur Jessica.
Malam ini akan menjadi malam panas antara Jo dan Hera lalu Brian dan Jessica. Kedua pasangan itu saling beradu menikmati surga dunia. Kedua pria itu berharap ada benih yang akan segera tumbuh di rahim para istrinya.
TBC
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1