Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 43


__ADS_3

Semua berkumpul di ruang keluarga sambil berbincang. Berli terlihat sibuk dengan ponsel di tangannya. Berli membaca semua pesan yang di kirim Rania. Hari ini Alex akan menemui Rania dan menghabiskan waktu bersama simpanannya itu.


Berli mencubit keras paha Alex, sontak itu membuat Alex kesakitan dan juga kaget. "Awww...."


Semua terkejut karena Alex tiba-tiba saja menjerit kesakitan. Alex mengelus paha kanannya yang di cubit Berli. Alex memberi tatapan seolah bertanya kenapa istrinya itu mencubitnya. Sedang Berli hanya menunjukan gigi putihnya saja.


"Alex... ada apa?" tanya Mama Rita.


"Ti-tidak... ada apa-apa Ma," ucap Alex.


"Kenapa... kamu menjerit?" tanya Tuan Wijaya.


Alex tersenyum. "Itu... ada serangga tadi yang mengigit."


Para orang tua hanya menggeleng kepala saja. Sepertinya mereka paham kenapa menantunya itu menjerit secara tiba-tiba.


"Kalian... ingin bulan madu kemana?" tanya Tuan Wijaya.


"Kita... akan ke pulau pribadi Pah," ucap Berli.


"Kalian... punya pulau?" tanya Mama.


"Iya... Ma, Alex memberikan pulau untuk Berli," ucap Berli.


"Alex... kamu sangat romantis," ucap Mama.


"Alex... memang romantis, coba lihat ini Mah," ucap Berli.


Berli menunjukan cincin di jari manisnya kepada mama dan juga papanya. Mama Berli berdecak kagum melihat cincin langka itu. Mereka semakin yakin Alex sangat mencintai putri mereka.


"Ini... cincin berlian langka, kan?" tanya Mama.


"Alex... kamu benar pria romantis," ucap Tuan Wijaya.


"Itu... hanya hal biasa saja. Berli pantas mendapatkan itu semua," ucap Alex.


Alex dan Berli kembali ke kamar mereka setelah berbincang hangat kepada orang tua. Berli membuka kado hadiah pernikahan dari para tamu undangan, sedang Alex sibuk bermain ponsel sambil bermain ponsel.


Alex memikirkan alasan agar dirinya di izinkan keluar hari ini. Hari ini dia sudah berjanji pada Rania untuk menemui kekasihnya itu.


Aku ingin menemui Rania sekarang tapi alasannya apa, kenapa mesti pusing Tasia tahu aku punya simpanan, batin Alex.


Alex berdehem. "Ehem...."


Berli menoleh pada Alex. "Kenapa?"


Alex sedikit gugup bicara pada istrinya. "A-a-aku ingin keluar."

__ADS_1


Berli bangkit berdiri kemudian menghampiri Alex. "kamu... ingin menemui Rania?"


"Iya... aku sudah berjanji ingin menemuinya," ucap Alex.


Berli mengulurkan tangannya pada Alex. "Berikan !"


Alex seolah tidak mengerti apa yang di maksud Berli. "Apa?"


"Berikan... dompet kamu," ucap Berli.


Alex paham akan maksud Berli lalu memberikan dompetnya. Berli mengambil beberapa kartu kredit, ATM, dan kartu debit. Berli hanya menyisakan satu kartu untuk Alex.


Alex membelalak melihat kartu di dalam dompetnya habis di ambil Berli. "Kamu... hanya memberiku satu kartu?"


Berli tersenyum. "Iya... satu kartu cukup, kan?"


Alex terlihat kesal. "Yang... benar saja, ini tidak akan cukup Tasia,"


Berli tersenyum smirk. "Mulai... saat ini, aku memberi kamu jatah lima puluh juta sebulan,"


Alex semakin kesal. "Kamu... jangan keterlaluan Tasia, itu tidak akan cukup. aku juga harus memberikan Rania uang."


Berli berkacak pinggang. "Oh... jadi, tidak cukup karna harus memberi simpanan kamu uang."


"Dari awal kamu sudah tahu, bukan?" ucap Alex.


"Tapi... setidaknya kembalikan kartu black itu," tukas Alex.


"Jika... kamu masih membantah tidak terima, tidak ada uang bulanan untukmu," ucap Berli.


"Aku... terima seratus juta perbulan," ucap Alex.


Alex pasrah harus di jatah uang bulanan. Dia akan bicara pada Rania agar berhemat mulai sekarang. Berli tersenyum manis melihat raut wajah Alex yang menyedihkan. Berli memasukan semua kartu Alex ke dalam dompetnya.


Berli terlihat bahagia di dompetnya penuh dengan kartu. "Yeah... aku kaya," teriak Berli.


Berli berjingkrak bahagia di depan Alex karna mendapat banyak uang. Sedang Alex menatap nanar istrinya.


"Aku sudah miskin sekarang... " ucap Alex lirih.


*****


Alex pergi menemui Rania di Apartemen. Rania memeluk Alex tak kala pria itu baru sampai di depan pintu. Alex berjalan gontai masuk ke dalam Apartemen. Rania terlihat heran melihat Alex yang lesu tidak bergairah.


Alex mendaratkan tubuhnya di sofa. Rania memeluk Alex meluapkan rasa rindu karna sudah dua hari tidak bertemu.


"Baby... kita jadikan hari ini mau ke Mall?" ucap Rania. "Hari ini... aku, mau belanja tas sama sepatu."

__ADS_1


Alex semakin pusing mendengar Rania ingin belanja tas dan juga sepatu. "Rania... mulai sekarang kita harus berhemat,"


Rania mengernyit. "Maksud kamu!"


Alex menghela. "Hah... aku akan menjatah uang bulanan untukmu."


"Kenapa," tanya Rania.


"Bulan ini, aku memberimu jatah tiga puluh juta saja. Berbagilah pada ibumu juga uang itu," ucap Alex.


Rania mendelik. "Apa... kenapa begitu, itu tidak cukup Alex... " lirih Rania.


"Semua... uang yang aku punya, Tasia yang mengaturnya," ucap Alex.


Rania geram mendengar Berli mengatur keuangan Alex. Baginya tiga puluh juta itu tidak cukup untuk satu bulan. Apalagi harus berbagi pada ibunya. Harga bajunya saja seharga puluhan juta, belum lagi tas dan sepatu.


Jika Alex memberi jatah bulanan hanya tiga puluh juta saja, itu artinya Rania tidak bisa belanja barang-barang mewah limited edition. Belum lagi ibunya yang gemar akan perhiasan mahal. Ini tidak baik bagi Rania.


Keterlaluan kamu Berli, awas saja kamu, batin Rania.


Rania mengepal tangan geram, Berli membuat Rania yang terbang tinggi kini mulai untuk turun ke bawah. Tapi itu hanya sementara karena hati Alex masih di kuasai olehnya.


"Aku... menerima uang itu Alex, biar saja Berli mengambil uang milikmu asal jangan hatimu," ucap Rania.


Alex menatap Rania lalu membawa kekasihnya itu ke dalam pelukan. "Terima kasih... Baby."


"Lebih baik, kita bersenang-senang sekarang," ucap Rania.


Rania sudah ingin membuka pakaian atasannya, tapi Alex menghentikan Rania. "Aku... sedang tidak ingin Rania."


Rania terlihat heran akan penolakan Alex. "Kenapa... Baby?"


Alex menggeleng. "Jangan sekarang Rania...!"


Rania menatap sebal Alex, baru satu hari menjadi suami dari Berli tapi Alex sudah mulai berubah. Rania tidak bisa menerima ini semua, dia akan merencanakan sesuatu untuk memisahkan Alex dari Berli.


Maaf Rania, aku tidak ingin menyentuh dirimu. Aku tidak ingin Tasia juga tidur dengan pria lain, batin Alex.


Alex tidak ingin menyentuh Rania karna teringat akan perkataan dari Berli. Jika Alex menyentuh Rania maka Berli akan melakukannya dengan pria lain. Padahal Berli tidak bisa melihat apa yang di lakukan Alex dan Rania di Apartemen. Tapi entah mengapa Alex merasa setiap tingkah lakunya selalu di awasi. Menurut Alex selalu ada CCTV berjalan yang akan terus membuntuti dirinya.


Dering ponsel milik Alex berbunyi, sebuah pesan chat masuk dari istrinya. Alex membaca isi pesan dari Berli.


~ Dalam 15 menit tidak ada dirumah, aku akan pergi keluar bertemu kekasihku ♡♡.


Alex membelalak membaca kata terakhir chat itu. istrinya akan bertemu kekasihnya jika dirinya tidak pulang dalam lima belas menit lagi.


Tbc

__ADS_1


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.


__ADS_2