
Malam pertemuan keluarga, di mana Berli akan memberikan syarat pra nikah kepada Alex agar bisa menikahi dirinya.
Tuan Wiliam dan juga Alex sudah berada di kediaman Tuan Wijaya, tak lupa Daniel dan Indri juga datang. Pertemuan ini membahas penjanjian pra nikah sekaligus penentuan tanggal pernikahan.
Berli menuruni anak tangga dengan di gandeng oleh Jo. Mata Alex menatap Berli tidak berkedip, melihat penampilan Berli malam ini. Berli duduk di samping mama Rita lalu di ikuti oleh Jo yang duduk di sebelahnya.
"Malam Ayah, Alex," sapa Berli. Tersenyum.
"Malam... juga, Nak."
"Malam... ini kau sangat cantik. Benarkan, Alex."
Puji Tuan William.
"Benar... Ayah, Tasia sangat cantik dari dulu," ucap Alex. Tanpa sadar keceplosan.
Mereka yang berada disana heran akan ucapan Alex. Mata Berli melotot melihat ke arah Alex.
"Dari dulu?"
"Apa... kau sudah mengenal Berli?" tanya Tuan Wijaya kepada Alex.
"Ah... maksudnya, jika Tasia sekarang cantik pasti dari dulu dia kecil pasti cantikan?"
Alex terbata-bata menjelaskan maksud dari ucapannya.
Pake keceplosan lagi, batin Alex.
Dasar Alex main ceplas-ceplos, untung gak ketahuan, batin Berli.
"Kau memang benar, Adikku memang dari dulu cantik," ucap Daniel. Menyengir.
"Wiliam... kenalkan, ini adalah saudara laki-laki Berli. Namanya Jonathan Wijaya," ucap Tuan Wijaya. Seraya memeperkenalkan Jo.
"Aku... tidak tahu, kau punya anak lagi Jay," ujar Tuan William.
"Selama ini, Jo tinggal di luar negeri bersama Berli," ujar Tuan Wijaya.
Tanpa ingin menjelaskan lebih lanjut soal Jo.
"Jo sayang, ini adalah Tuan Wiliam calon mertua kakakmu. Dan ini Alexander, calon kakak iparmu," ucap Tuan Wijaya.
"Halo... 'Om, Alexander, kenalkan aku Jonathan Wijaya," ucap Jo.
Seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1
Bukankah Alexander William mantan kekasih Berli, kenapa jadi calon suaminya, tanya Jo dalam hati.
"Aku... perlu penjelasan darimu Berli," ucap Jo. Berbisik ke telinga Berli.
"akan... aku jelaskan setelah ini," balas Berli. Berbisik.
"Ehemm... !"
Alex berdehem untuk memulai pembicaraan serius.
"Jadi... Tasia, syarat apa yang ingin kau berikan kepadaku agar aku bisa menikah denganmu?" tanya Alex.
Wanita ini, memberi syarat seperti aku yang mengemis akan menikahi dia, batin Alex.
"Syarat pertama, aku tidak ingin di poligami. Kedua, jika seandainya kita bercerai kau harus membagi hartamu sebesar 50 persen. Ketiga, jika aku melahirkan anak, aku menginginkan seluruh harta yang kau miliki menjadi milik anakku," jawab Berli.
Tasia, sejak kapan kau menjadi matre, batin Alex.
"Pufff... Hahahaha Berli, apa kau kekurangan uang? syarat pertama aku bisa paham kalau kedua dan ketiga. Kita tidak kekurangan uang sayang," ujar Daniel. Yang tertawa.
Tuan Wijaya beserta keluarga heran akan persyaratan kedua dan ketiga yang di ucapkan Berli.
"Honey... jangan tertawa, coba dengarkan dulu penjelasan Berli," ujar Indri.
"Aku... hanya berjaga-jaga saja jika seandainya ada pelakor yang merebut suamiku. Aku tidak mau jika pelakor itu mendapatkan harta kekayaan suamiku. Apalagi sampai pelakor itu punya anak. Aku tidak ingin berbagi harta." Terang Berli.
"Seratus buat kamu," ujar Berli.
"Alex... jangan sampai kau punya kekasih lain. Jika sudah menikahi Berli, kekasihmu akan menderita," ujar Daniel.
"Kak... kenapa tidak kau tambahkan saja kalau sehabis menikah, maka keuangan alex kau yang mengaturnya." Saran Jo.
"Boleh... juga syarat itu, Alex aku menambahkan syarat yang baru saja dikatakan Jo. Kalau aku akan mengatur seluruh keuanganmu," ujar Berli.
Satu keluarga ini membuat aku menjadi miskin, batin Alex.
"Alex... kau, tidak keberatan bukan akan syarat-syarat itu?" tanya Tuan Wiliam.
"Baiklah... aku setuju," sahut Alex.
"Lalu... tanggal berapa pernikahannya?" tanya Tuan Wiliam.
"Aku... ingin tanggal XX-XX-XXXX sebagai tanggal pernikahanku dan aku ingin pernikahan ini dibuat secara Private saja." Pinta Berli.
"Sayang... jika tanggal yang kau maksudkan tadi sebagai hari pernikahan, itu artinya tinggal 2 minggu lagi, bukan?" ujar Mama Rita.
__ADS_1
"Tidak masalah Rita, lebih cepat lebih baik bukan?"
"Aku... ingin secepatnya alex menikahi Berli," ujar Tuan Wiliam.
"Baiklah... jika semua sudah setuju maka kita akan siapkan pernikahan 2 minggu lagi," ucap Tuan Wijaya.
Tanggal itu bukannya tanggal hari dimana aku jadian dengan Tasia, huff... Tasia kau benar-benar membuat sejarah terulang, batin Alex.
*****
Jo masuk ke dalam kamar Berli tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Jo ingin meminta penjelasan dari Berli kenapa mantannya itu bisa menjadi calon suaminya.
"Berli... cepat jelaskan, kenapa pria bres**k itu menjadi calon suamimu?" tanya Jo. Yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Kau ini, ketuk dulu pintunya, bagaimana kalau aku sedang ganti pakaian," gerutu Berli.
"Maaf... ayo jelaskan!"
Pinta Jo.
"Apa yang harus di jelaskan? kau sudah tahu bukan, kalau aku jodohkan. Awalnya aku tidak tahu kalau Alex yang jadi calonnya. Aku sudah berjanji kepada orang tua kita akan menerima lamaran itu."
"Apa... Alex masih bersama Rania?" tanya Jo lagi.
"Aku tidak tahu, kau cari tahu tentang Alex saat ini, dan jika dugaanku benar Alex masih berhubungan bersama Rania. Cari tahu apa yang sudah pria itu berikan padanya," titah Berli.
"Kakakku... sayang, kau jangan khawatir masalah itu. Hanya dalam 1 hari Adikmu ini akan mencari tahu segalanya," sahut Jo.
******
Alex diam berdiri di balkon kamarnya. Angin malam berhembus mengenai wajahnya, dua minggu lagi statusnya akan berubah. Pikirannya saat ini begitu kalut akan syarat yang diberikan Berli.
Syarat itu tentu memberatkan baginya. Bukan masalah harta yang menjadi soal, tapi soal dirinya tidak bisa menikahi Rania. Walaupun menikahi Rania secara siri, maka Rania tidak berhak atas harta maupun dirinya apalagi jika sampai mempunyai anak. Anak mereka akan tidak sah secara hukum, anak itu tidak akan bisa menuntut warisan.
"Tasia... kau benar-benar membuatku gila," gumam Alex.
Alex berjalan menuju lemari pakaian. Dibukanya laci kecil yang berada di dalam lemari itu, diambilnya cincin berlian yang belum sempat diberikannya untuk Berli.
"Sebentar... lagi, kau akan menemui pemilikmu," gumam Alex. Menatap cincin berlian itu.
"Tasia... kau lihat saja apa yang akan ku lakukan kepadamu. Aku akan mematahkan sayapmu itu agar kau tidak bisa terbang tinggi. Setelah pernikahan terjadi statusmu akan berkebalikan dari Rania. Sejak dulu kau memang nomor satu tapi sekarang kau akan menjadi yang kedua."
Aku akan tetap menjadi yang pertama.
Tbc
__ADS_1
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.