
Berli menunggu Alex di depan gerbang mansion rumahnya. Sudah 20 menit berlalu tapi Alex belum juga tiba. Padahal malam setelah Alex mengantar Berli pulang, Alex berjanji akan menjemput Berli untuk berangkat bersama ke kampus.
Lelah menunggu Berli mengunakan mobilnya saja untuk ke kampus. Berli tentu saja takut terlambat mengingat ada jadwal kelas pagi.
Disisi lain Alex ternyata mengantar Rania ke kampus wanita itu. Mobil yang diberikan Alex kepada Rania ternyata mogok.
Alex mengantar Rania dulu, Alex bahkan lupa akan menjemput Berli.
"Astaga... aku lupa untuk menjemput Tasia." Sial umpatnya.
Berli telah sampai ke kampus disana Serly sudah menunggunya di parkiran. Berli heran ada apa dengan temannya ini, yang sedari tadi menunggu kedatangan dirinya.
"Berli... dari tadi aku tungguin kamu, kox lama banget sih," ujar Serly.
"Emang ada apa sih?" tanya Berli heran.
"Aku... cuma mau nanyak hubungan kamu sama kak Alex?" tanya Serly.
"Aku sama kak Alex baik-baik saja," ujar Berli.
"Semalam... aku lihat kak Alex bareng cewek di club," ujar Serly.
"Mungkin itu temannya, semalam Alex bilang mau ke club bareng kak Brian," ucap Berli.
Tidak ada rasa curiga dari dalam diri Berli akan perkataan Serly.
"Tapi... kamu nggak ada curiga gitu sama kak Alex. Apalagi sekarang aku perhatikan kalian jarang banget bareng. Ingat Berli, kak Alex itu ganteng dan mapan pasti banyak cewek yang suka." Terang Serly mengingatkan.
"Aku percaya sama kak Alex," ucap Berli. Tersenyum.
"Serah kamu deh, tapi aku kasih saran aja sama kamu buat hati-hati sama pelakor."
"Iya... makasih udah ngingetin Aku,"ucap Berli.
Memang beberapa bulan ini aku merasa jauh sama Alex tapi itu mungkin karna kesibukan Alex, batin Berli.
Aku harap hubungan kamu sama kak Alex baik-baik saja Berli, batin Serly.
Jam istirahat kampus Berli tidak menemukan keberadaan Alex. Nomor ponsel Alex pun tidak aktif bahkan chat dari Berli belum juga di baca.
Berli pergi menemui Brian dan Vino ke lantai 3 ruangan pribadi Alex beserta temannya.
Berli ingin menanyakan kabar tentang Alex kepada sahabat pria itu.
"Hai... Kak Brian dan Kak Vino," sapa Berli.
"Oh... hai Tasia, tumben kesini?" tanya Vino.
"Kak Vino sama Kak Brian, tau Alex kemana gak sih. Di kampus gak ada, di chat sama telepon nomor gak aktif." Kesal Berli.
__ADS_1
"Alex sibuk kali Tas, nanti juga alex bakal hubungin kamu," jawab Brian.
Bre**k kamu Alex, pasti kamu sama Rania, umpat Vino dalam hati.
Sia***n kamu Alex, umpat brian.
"Tasia... kamu main bareng kita aja, yuk mending kita ke cafe buat makan siang," ajak Vino.
"Boleh... juga idenya," ucap Berli. Tersenyum.
Berli menerima tawaran Vino dan Brian untuk makan siang bersama.
*****
Malam ini tepat 2 tahun Alex dan Berli jadian.
Alex telah menyiapkan dinner romantis di tepi pantai untuk mereka berdua.
Berli mengunakan gaun malam berwarna merah maroon. Penampilannya memukau dengan punggung belakang terbuka dan rambut di sanggul rapi.
Alex menatap kagum, tuhan begitu sempurna menciptakan makhluk indah seperti Berli dan betapa beruntung dirinya bahwa wanita di depannya ini adalah kekasihnya.
"Kau selalu cantik sayang," puji Alex.
Alex dan Berli berdansa di iringi lagu romantis. Alex menyiapkan semua hal ini sedetil mungkin agar Berli merasa senang.
"Tutup matamu sayang," titah Alex.
"Kenapa?" tanya Berli heran.
"Tutup saja," titah Alex kembali.
Alex memposisikan tubuhnya di belakang tubuh berli.
Berli memejamkan matanya, di rasakanya sesuatu benda yang melingkar di sekitar lehernya itu. Berli membuka matanya, matanya membulat melihat kalung indah yang sudah melekat di lehernya.
"Kau menyukainya?" tanya Alex. Berbisik di telinga Berli.
"Indah sekali kalung ini, buah kalung ini biru seperti warna matamu Alex. Aku sangat menyukainya," ujar Berli. Tersenyum simpul.
Alex merubah posisinya menghadap Berli.
Di gengamnya kedua tangan Berli lalu di kecupnya.
"Kalung ini hanya ada satu di dunia namanya kalung Pemilik Hati. Kau adalah pemilik hatiku saat ini dan untuk selamanya. Lihatlah di buah mata kalung ini, aku sengaja meminta perancang perhiasan ini mengukir inisial nama kita berdua. A dan B, Alexander dan Berliana." Terang Alex.
"Terima kasih sayang... aku sangat bahagia," ucap Berli. Lalu berhambur memeluk Alex.
Keduanya saling tatap penuh cinta. Alex mencium kening, mata, hidung lalu turun ke bibir Berli. Melu**t bibir ranum itu dengan lembut. Keduanya bercumbu mesra dengan di iringi deruan ombak yang syahdu.
__ADS_1
*****
Dua bulan setelah perayaan hari jadi Alex dan Berli, sikap Alex mulai berubah kembali. Alex seolah-olah mengabaikan keberadaan wanita itu. Alex seolah sibuk dengan dunianya sendiri.
Saat bersama Berli maka Alex sibuk dengan ponselnya. Alex tidak lagi perhatian, kadang berhari-hari Alex tidak memberi kabar kepada Berli. Jika bertemu di kampus Alex hanya menyapa sebentar setelah itu pergi entah kemana.
Sudah satu minggu ini ponsel Alex tidak bisa di hubungi, Berli berinisiatif untuk berkunjung ke apartemen Alex.
Berli menekan tombol password yang memang sudah dia ketahui. Berli melihat sekeliling ruangan tidak ada siapa-siapa. Di dalam apartemen itu sepertinya sudah lama ditinggalkan.
Sudah sejak 8 bulan Berli tidak berkunjung ke flat Alex ini. Karna selain intensitas bertemu Alex berkurang dan juga Alex seperti enggan lagi untuk mengajak Berli menghabiskan waktu di dalam apartemen seperti sebelumnya.
Saat ini Alex dan Rania tengah berlibur di Bali. Dalam satu minggu ini Alex lupa akan kekasihnya. Alex bersenang-senang, bercinta bersama Rania.
Rania tentu merasa bahagia akan hal ini. Rania begitu di manjakan oleh Alex, tidak ada rasa bersalah sedikitpun di hati Rania terhadap sahabatnya Berli. Tidak bukan lagi sahabat tapi saingan.
Rania tidak pernah menanyakan kabar Berli sejak pertemuan terakhir mereka di pesta Elena.
"Alex... bisakah aku menjadi kekasihmu?" lirih Rania.
Rania bersandar di bahu Alex yang polos. Setelah sebelumnya mereka melakukan aktifitas panas.
"Itu tidak mungkin Rania, aku sudah memiliki Tasia," ujar Alex.
Alex tengah membalas pesan dari Berli. Dirinya memikirkan alasan yang harus dibuat agar kekasihnya itu tidak marah karna terlalu sering mengabaikanya.
Alex akan mengajak Berli ke pesta teman bisnisnya lusa.
"Alex... aku mencintaimu," ucap Rania.
"Tapi... aku tidak mencintaimu. Aku hanya mencintai Tasia dan apa harus ku perjelas statusmu itu!" bentak Alex.
"Pergilah Rania, kau menggangguku berbalas pesan bersama Tasia," usir Alex.
"Alex... aku selalu ada di sisimu, bahkan aku melayanimu seperti seorang istri. Sedangkan Tasia tidak bisa memberikan apa yang kau mau. Tasia hanya bisa kau pamerkan saja pada dunia, Tasia hanya bisa memuaskan matamu saja akan kecantikannya itu.
Sedangkan aku, wanita yang kau sembunyikan ini bisa memuaskan raga dan juga bathinmu Alex."
Terang Rania dengan isak tangis.
"Cukup Rania, kau jangan keterlaluan!" bentak Alex.
Alex bingung dengan hatinya sendiri. Di satu sisi Alex mencintai Tasia tapi disisi lain Rania mencintainya. Alex tidak ingin melepas Tasia tapi Alex juga tidak ingin meninggalkan Rania.
Egois
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1