
Berli pergi menemui Alex di kantornya dengan membawa makan siang. Para staf karyawan heran melihat mantan kekasih bos mereka telah kembali. Pasalnya sejak tiga tahun Berli tidak pernah lagi ke kantor Alex. Para karyawan Alex tidak tahu jika Berli dan Alex telah menikah. Mereka hanya tahu jika Berli pergi meninggalkan Alex.
Berli langsung saja masuk ke dalam lift menuju lantai atas di mana kantor Alex berada. Berli berhenti dan tersenyum di depan meja sekretaris Alex.
"Maaf... ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya sekretaris Alex.
"Siapa nama kamu?" tanya Berli.
"Saya selena... sekretaris Tuan Alex," jawab Selena.
Berli mengulurkan tangan pada Selena. "Kenalkan... Berliana Anastasia Alexander William, istri dari Alexander William."
Selena kaget, ternyata wanita cantik yang berdiri di depannya adalah istri atasannya. Selena menerima uluran tangan Berli dan menunduk dengan sopan. "Maaf... selamat datang Nyonya."
Berli tersenyum. "Santai saja, jangan terlalu tegang begitu. Apa Alex ada di dalam?"
Selena tersenyum. "Tuan Alex, ada di dalam. Mari saya antar Nyonya."
Berli menggeleng. "Tidak usah... kamu lanjutkan saja pekerjaanmu."
Selena mengangguk seraya tersenyum. Berli pergi meninggalkan meja Selena menuju ruangan Alex. Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Berli melenggang masuk ke dalam ruangan Alex.
Alex kaget pintu ruangannya tiba-tiba saja terbuka. Saat di lihatnya Berli yang datang, Alex bangkit dari kursi kebesarannya dan menghampiri Berli.
"Tasia... kamu kenapa kesini?" tanya Alex.
Berli meletakan makanan yang di bawanya di meja. "Kenapa, kamu gak suka aku datang?"
Alex membawa Berli duduk di sofa. "Bukan begitu, kamu gak ke kantor kamu?"
Berli membuka kotak makanan lalu menata makan siang untuk Alex dan dirinya. "Aku ingin makan siang bersamamu. Untuk urusan kantor sudah ada Jo. Kalau aku pikir-pikir, aku tidak ingin bekerja saja, suamiku sangat kaya jadi untuk apa aku datang ke kantor lagi."
Untuk apa kau bekerja lagi, uang di dalam dompetmu itu akan pernah habis. Aku yang bekerja tapi uangku tidak ada, batin Alex.
Berli mengernyit melihat Alex yang melamun. "Alex... kamu memikirkan apa?"
__ADS_1
Alex kaget. "Ti-tidak ada."
Berli memperhatikan raut wajah Alex. "Kamu... bekerja lebih giat lagi, agar istri cantikmu ini bahagia."
Alex mencebik. "Apa uang yang aku berikan kurang?"
Berli tersenyum. "Tidak... tapi kamu harus membiayai dua wanita, kan?"
Alex terdiam mendengar kata-kata Berli. Lagi-lagi istrinya itu menyindirnya. Alex makan makanan yang di berikan Berli padanya dengan lahap.
Berli membereskan sisa makanan yang ada di meja. "Alex... kapan kita liburan?" tanya Berli.
"Minggu depan saja, kalau minggu ini aku sedikit sibuk," jawab Alex.
Berli merangkul Alex. "Oke... sayang."
Alex mulai tergoda pada istrinya. Saat Alex ingin mengecup bibir Berli, istrinya malah menghindar. Berli menutup bibir Alex dengan jari telunjuknya.
"Sayang... jangan sekarang, ini kantor," ucap Berli.
Alex menghela napas, istrinya itu seperti bermain tarik ulur padanya. Berli mengoda Alex dengan suara manis dan kelakuannya. Tetapi saat Alex menginginkannya malah istrinya itu menolak.
Berli mengambil tasnya lalu beranjak untuk pergi dari kantor Alex. "Sayang... aku pulang dulu, yah!"
"Cepat sekali, sini dulu temani aku," ucap Alex.
"Nanti... kalau aku disini terus, kamu gak bakal fokus," ucap Berli.
Alex pasrah istrinya itu akan pulang. "yah sudah, tunggu aku di apartemen."
Berli mengangguk lalu mendaratkan ciuman di pipi Alex. "Aku pulang, bye."
Berli ke luar dari ruangan kantor Alex. Alex hanya menatap nanar kepergian istrinya. Berli dan Alex memang sudah pindah ke apartemen mereka.
Berli masuk ke dalam mobil mewahnya lalu pulang menuju apartemen. Alex kembali mengerjakan perkerjaan yang sempat tertunda makan siang dan bicara pada Berli. Baru beberapa saat kembali bekerja, pintu ruangannya kembali di ketuk.
__ADS_1
Kali ini Selena yang masuk setelah Alex mempersilakannya. Selena masuk lalu sedikit ragu untuk bicara. "Tuan... Nona Rania ingin bertemu dan sudah menunggu di luar."
Alex mengusap wajahnya, ada apa lagi sampai Rania datang menemui dirinya. "Suruh masuk saja."
Selena mengangguk lalu mempersilakan Rania untuk masuk ke dalam ruangan Alex. Rania menatap tajam wajah Alex, emosi dalam dadanya ingin segera dia keluarkan. Bagaimana tidak kesal, Alex mengabaikan dirinya dan Berli juga sudah mengancam dia.
Alex mempersilakan Rania untuk duduk. "Duduklah, ada apa kamu kemari Rania?"
"Apa begini, cara kamu memperlakukan kekasih yang kamu cintai," ucap Rania.
Rania mulai terisak, itu adalah senjata andalannya saat Alex mulai menjauh. Alex bingung tidak tahu berbuat apa. Biasanya untuk menenangkan Rania, dia akan memeluk dan menciumnya. Sekarang Alex merasa enggan untuk melakukannya.
Alex menepuk pundak Rania pelan. "Jangan menangis, ku mohon...."
"Kenapa kamu berubah Alex, selama tiga tahun aku berada di sisimu. Tetapi saat Tasia mu itu kembali, kamu berubah. Hanya baru beberapa hari saja, kamu sudah seperti melupakan diriku," ucap Rania.
Alex merasa iba pada Rania, selama ini memang Rania yang berada di sisinya. Alex bingung dengan perasaannya sendiri. Antara Berli dan Rania mana yang harus dia pilih. Jika memilih Berli maka Rania akan kecewa. Jika memilih Rania maka Alex akan kehilangan Berli. Alex terjebak sendiri ke dalam permainan yang telah dia ciptakan.
"Sudahlah Rania, aku minta maaf padamu. Aku tidak mengabaikan kamu, tapi aku sibuk saat ini," ucap Alex.
Rania masih terisak. "Aku akan memaafkan kamu, tapi kamu harus bersama denganku malam ini."
Alex mendelik, tidak mungkin dia bersama Rania malam ini. Istrinya akan menghukumnya jika menginap bersama Rania. "Maaf... aku tidak bisa Rania."
Rania terlihat marah, Alex tidak mau bermalam dengannya. "Lihat... kamu berubah Alex. Aku membenci dirimu."
Rania menangis, air matanya sudah tumpah ruah di pipinya. Alex mengusap wajah kasar. "Jangan menangis lagi Rania, minggu depan ikutlah denganku dan Tasia liburan."
Rania mengusap air mata di pipinya. "Kenapa... kita tidak liburan berdua?"
"Aku dan Tasia akan liburan ke pulau pribadi di Negara J. Kamu pergi saja dulu, nanti kami akan menyusul," ucap Alex.
Rania terlihat bahagia, kali ini dia tidak akan membiarkan Berli menguasai Alex. Dia akan menunjukan siapa sebenarnya wanita yang di cintai Alex. Meski statusnya menjadi simpanan tetapi statusnya nomor satu di hati Alex.
Alex merasa menyesal setelah mengajak Rania liburan. Alex telah mengali lubang kehancurannya sendiri. Hanya karena Rania menangis, Alex menghancurkan hubungannya kembali pada Berli. Alex frustrasi membayangkan bagaimana mereka bertiga liburan bersama.
__ADS_1
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.