Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 100 EXTRA PART JO DAN HERA


__ADS_3

Kebahagian di rasakan oleh Jo dan Hera. Kelahiran baby Jason membawa berkah dalam hidup mereka. Jo masih tidak percaya mantan kekasih yang dia benci, akhirnya menjadi wanita yang sangat dia cintai.


Apalagi dengan adanya baby Jason yang sangat mirip dengan Jo. Putranya memiliki bobot tubuh gendut. Siapa pun yang melihatnya, akan merasa sangat gemas.


Jason juga sangat anteng. Putranya hanya menangis ketika merasa lapar. Sayangnya, lapar Jason membuat Hera dan Jo kelimpungan.


Belum beberapa menit menyusu, Jason sudah merasa lapar lagi. Hera juga mengunakan susu formula agar terbantu.


Jo keluar dari kamar mandi. Dia mengeleng karna Jason masih saja menyusu. Saat dia masuk ke kamar mandi, Jason menyusu dengan Hera. Sekarang, Jason meminum susu botol.


Jo mendekat pada putranya. "Jason ... dari tadi kamu minum susu terus. Tubuhmu sudah sangat gendut. Leher kamu saja sudah tenggelam karna lemak."


Hera terkekeh. "Biar saja ... anak bayi memang begitu."


"Apa akan terus begitu?" Jo menoel-noel pipi Jason. "Habis makan dia tidur."


"Sesuai umur ... nanti juga tubuhnya menyusut," ujar Hera.


Setelah menyusu, baby Jason tertidur. Jo segera memindahkan anaknya ke dalam boks ranjang bayi. Jo mendekat pada Hera. Dia mengosok-gosok pipinya ke pipi Hera.


"Sayang ... aku juga mau minum susu," ucap Jo.


Hera mendelik. "Kamu mau minum susu?"


Jo mengangguk. "Iya ... aku mau!"


"Nih ... kamu minum susu Jason." Hera memberi botol susu Jason kepada suaminya.


Jo memeluk Hera dari belakang. "Aku maunya punya kamu."


"Ya sudah ... lakukan saja," ucap Hera.


Jo senang mendengarnya. Dia membalikkan tubuh Hera dan merebahkan istrinya itu agar berbaring. Jo membuka kancing baju Hera satu persatu.


Belum juga bibirnya menyentuh bagian sensitif itu, Jason merengek. Hera mendorong kepala suaminya. Dia segera bangkit melihat Jason.


Jo mendengus, dia berkacak pinggang. "Jason ... ganggu saja."


Hera membawa Jason ke dalam gendongannya. Dia lalu menyusukan Jason. Baby Jason langsung saja menyedot dengan rakus. Jo menelan ludahnya, dia juga ingin seperti baby Jason.


"Sayang ... aku sebelahnya yah?"


Hera mengangguk dan mengeluarkan bagian satunya lagi. Belum juga kepala Jo sampai, tangan Jason sudah berada di sebelahnya. Jo mengusap wajahnya. Jason sudah memonopoli mamanya sendiri. Dia tidak mau berbagi dengan papanya.


"Jason ... kali ini Papa maafkan kamu. Nanti malam ... mama kamu punya Papa," ucap Jo.

__ADS_1


Jo menuju lemari pakaian. Dia mengambil pakaian ganti. Jason sudah selesai menyusu. Hera meletakan Jason di atas tempat tidur.


"Jo ... kamu jaga Jason. Aku mau ke kamar mandi," ujar Hera.


"Iya ... biar aku yang jaga saja," sahut Jo.


Hera masuk ke dalam kamar mandi. Jo mendekat kepada anaknya. Jo mengendong Jason dan membawanya keluar kamar. Jo menuruni anak tangga dan duduk di ruang keluarga.


Mobil berhenti di depan pintu rumah Jo. Tuan Wijaya, mama Rita serta Liora datang berkunjung ke rumah baby Jason.


"Jason ... Granpa datang," pekik Tuan Wijaya.


Jo segera menemui papanya. "Papa, mama ... gak bilang-bilang mau datang."


Tuan Wijaya langsung meraih baby Jason. "Wah ... Jason, kamu semakin montok saja."


Liora sudah meminta gendong pada Jo. Mereka duduk di sofa ruang keluarga. Tuan Wijaya membawa banyak hadiah untuk Jason.


Mama Rita meraih Jason dari gendongan suaminya. "Jason ... kamu sangat mengemaskan."


Mama Rita tiada henti menciumi pipi gembul Jason. Liora turun dari pangkuan Jo. Dia juga sangat menyukai Jason.


"Jas ... love u," ucap Liora dengan suara khasnya.


Liora mencubit kedua pipi Jason. Sontak saja Jason menangis. Jo segera mengambil Liora agar menjauh dari Jason.


"No," jawab Liora.


Jo membelalak. "Kalau tidak ... Paman akan mencium kamu!"


Liora bersedekap dada. Jo semakin geram melihatnya. Dia menciumi pipi Liora hingga Lio menjadi tertawa. Jo juga mengelitiki perut Liora.


Jo memberikan ponsel miliknya kepada Liora. Dia beralih berbicara kepada orang tuanya. Hera juga sudah turun ke bawah menemui mertuanya.


Liora memainkan ponsel Jo. Entah apa saja yang dia buka. Liora terdiam saat melihat seorang foto model tampan. Dia beranjak turun menghampiri Jo.


Liora menunjukan foto itu kepada Jo. "Call!"


Jo mengambil ponselnya. Dia melihat foto yang di tunjukan oleh Liora. Ternyata Liora membuka media sosial instagr*m. Dia menunjukkan foto Maxim.


"Lio ... ini paman Maxim," ucap Jo.


Liora merengek. "Call ... please!"


"No ... paman Max sibuk sekarang," ucap Jo.

__ADS_1


Jo memasukan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia membawa Liora ke taman agar Lio tidak jadi menangis. Jo mengajak keponakannya itu bermain.


Tuan Wijaya, mama Rita serta Liora pulang setelah puas bermain dengan baby Jason. Hera membawa Jason ke dalam kamar bayi. Di dalam kamar bayi sudah di pasang CCTV.


Hera kembali ke kamarnya. Jo juga sudah berada di dalam. Suaminya itu tengah sibuk berkutat dengan laptop.


"Apa Jason sudah tidur?" tanya Jo.


"Sudah," jawab Hera.


Jo menutup laptopnya. Dia beranjak naik ke atas tempat tidur. Jo memeluk Hera dengan erat. Dia juga mendusel wajahnya di dada Hera.


"Sayang ... aku sangat bahagia sekali," ucap Jo.


"Bahagia kenapa?" tanya Hera.


"Karna memiliki kamu dan Jason," jawab Jo.


"Aku juga bahagia karna memiliki kamu dan Jason," sahut Hera.


Keduanya saling menatap mesra. Jo mendaratkan ciuman di bibir Hera. "I love u."


"I love u too," ucap Hera.


Jo sudah berada di atas tubuh Hera. Keduanya melakukan adegan sebagai sepasang suami istri. Ini untuk pertama kalinya Jo menyentuh Hera setelah hampir 2 bulan puasa.


Jo mengempur Hera semalaman. Beruntungnya Jason tidak menganggu malam ini. Jason tertidur lelap di dalam kamar. Baby Jason juga mengerti kalau papa dan mamanya juga butuh waktu untuk bersama.


"Terima kasih sayang, aku puas malam ini," ucap Jo.


Hera tersenyum. "Sama-sama, sayang!"


Keduanya saling terlelap setelah lelah berolahraga. Jason terbangun dan merengek. Jo memang memasang alat agar bisa mendengar Jason yang menangis.


Jo bangun dan segera menuju kamar Jason di sebelahnya. "Jason ... kamu hausnya?"


Jo membuatkan Jason susu formula. Dia lalu memberikan Jason susu. Jason langsung terdiam karna mendapat susu. Jo menepuk-nepuk belakang Jason pelan sehabis menyusu.


Jo juga menganti popok Jason yang basah. "Jason ... habis ini kamu tidur."


Jo menepuk-nepuk pelan bok*ng Jason agar tertidur. Sudah 20 menit, Jason belum juga tidur. Jo sudah menguap karna mengantuk.


"Jas ... ayo tidur! Papa sudah mengantuk," ucap Jo.


Tangan Jason bergerak-gerak. Dia masih ingin bermain. Mau tidak mau Jo membawa Jason ke dalam kamarnya bersama Hera. Jo meletakan Jason di tengah-tengah.

__ADS_1


Jo juga sudah memberi penghalang guling untuk berjaga-jaga. Jo mengecup kening Hera lalu kening Jason.


"Aku mencintai kalian," ucap Jo.


__ADS_2