Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 69 S2


__ADS_3

Berli memijit pangkal hidungnya. Dia begitu bingung saat ini. Berli bak memakan buah simalakama. Di satu sisi ada papanya dan di satu sisi lagi ada Jo. Alex yang melihat raut wajah bingung istrinya itu segera bertanya.


"Sayang ... kamu kenapa?"


Berli menghela. "Hah ... tadi papa kesini. Papa ingin menjodohkan Jo dengan anak temannya."


"Lalu ... kenapa kamu yang pusing?"


"Papa ... menyuruhku untuk membujuk Jo agar bertunangan minggu depan. Kamu tahu sendiri, kalau Jo itu sudah punya kekasih," tutur Berli.


Alex mengangguk mengerti. "Bujuk saja, Jo. Suruh saja adikmu itu menikah dengan pilihan papa dan memutuskan hubungannya bersama Jessica."


Alex hanya mengetahui nama pacar Jo yaitu Jessica tetapi dia belum pernah bertemu. Berli yang mendengar penuturan Alex berdecak kesal. Alex bicara seenak jidat saja. Dia seakan tidak mengerti akan kegalauan hati Berli.


Alex mengelus punggung belakang istrinya. "Sudahlah sayang, jangan di pikirkan. Bicarakan saja dulu pada Jo."


Tangan Alex sudah menjelajah kemana-mana. Berli semakin kesal, jika sudah begini maka mereka akan berolahraga.


"Alex ... tanganmu, jauhkan dariku," kata Berli.


Alex tidak mengubris perkataan Berli. Dia langsung saja melakukan aksinya. Anak mereka sudah tidur. Alex akan melakukanya sampai pagi. Berli hanya pasrah dengan kelakuan mesum suaminya.


****


Berli telah bersiap untuk berangkat ke kantor Jo. Hari ini dia akan mencoba untuk berbicara pada adiknya. Berli melajukan mobilnya menuju gedung kantor Wijaya corp.


Sesampainya di kantor, Berli langsung saja masuk ke dalam lift menuju ruangan Jo. Berli langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Jo kaget akan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba.


"Kak ... tumben, gak telepon dulu."


Berli langsung saja duduk di sofa. "Jo ... ada yang ingin kakak bicarakan."


Jo menyusul Berli duduk di sofa. "Apa ada hal yang penting?"


Berli mengangguk. "Iya ...."


Berli menarik napasnya. Dia begitu gugup untuk memulai pembicaraan. Jo masih menunggu kakaknya untuk bicara. Berli menatap Jo, rasanya dia tidak kuat untuk menyampaikan perihal ini.


Jo memperhatikan raut wajah Berli yang gugup. Tidak seperti biasanya, kakaknya itu bersikap seperti itu. Jo menatap menyelidik.


"Kenapa diam saja?" Jo sedikit kesal, dari tadi Berli hanya diam. "Katakan saja, apa masalahmu?"

__ADS_1


"Ini tentang kamu," ucap Berli.


Kening Jo berkerut. "Memangnya, aku kenapa?"


"Papa ... ingin kamu bertunangan minggu depan."


Berli menarik napas lega. Akhirnya kata-kata itu terucap juga. Jo mendelik akan penuturan Berli. Itu artinya, papanya benar-benar akan menjodohkan dirinya dengan Hera.


Jo menghela. "Papa ... benar-benar serius akan menjodohkanku dengan Hera."


Berli mengernyit, rasanya dia pernah mendengar nama itu. Jo pernah bercerita tentang mantan kekasih yang mempermalukan dirinya.


"Hera ... apa Hera mantan kamu yang di jodohkan papa?"


Jo mengangguk. "Iya ... wanita itu yang papa jodohkan padaku."


"Koq bisa?" tanya Berli.


Jo lalu menceritakan semuanya pada Berli. Pertemuan orang tua mereka lalu acara makan malam bersama Hera. Berli mengangguk mengerti. Ternyata Hera seorang Dokter. Pantas saja, papanya sangat ingin Jo menikahi Hera. Papanya memang ingin punya mantu Dokter.


"Jo ... jadi bagaimana? 'apa kamu mau bertunangan?" tanya Berli.


Berli mengerti akan keadaan Jo. Papanya tidak bisa di bantah. "Jo ... maaf, aku tidak bisa menolongmu. Kamu coba bicara sama mama."


"Sudahlah ... aku akan terima perjodohan ini. Papa akan marah pada mama, jika aku menolak. Papa akan menyalahkan mama yang terus memanjakan aku," tutur Jo.


"Lalu Jessica, bagaimana?"


Jo mengedikan bahu. "Aku tidak tahu, nanti saja aku pikirkan."


"Kemarilah," ujar Berli.


Jo mendekati Berli dan memeluknya. Berli mencium pipi Jo tanda sayang kakak pada adiknya. "Kamu yang sabar. Pasti cinta akan datang pada waktunya. Lupakan masa lalu Jo."


Hera ... ini semua karena kamu. Peringatan waktu itu ternyata tidak membuatmu jera. Aku akan membuatmu menderita, batin Jo.


Jo melepas pelukan kakaknya dan menampilkan senyum bahagia. Jo akan membuat perhitungan pada Hera malam ini. Jo sudah peringatkan agar Hera menjauh dari keluarganya.


Tetapi sekarang, malah akan bertunangan. Hera memang sudah gencar untuk menjadi calon istri Jo. Setelah menyampaikan pesan dari papanya mengenai pertunangan, Berli pamit pulang pada Jo.


******

__ADS_1


Jo sampai di mansion kediamannya. Kepulangannya ternyata sudah di tunggu oleh Tuan Wijaya. Jo hanya memutar mata malas. Pasti papanya itu akan membahas masalah pertunangan yang di sampaikan Berli.


"Jo ... apa kakakmu sudah memberitahumu sesuatu?" tanya Tuan Wijaya.


Jo menarik sudut bibirnya untuk tersenyum. Meski di dalam hatinya kesal akan sikap dari papanya. "Sudah ... aku setuju untuk bertunangan."


Betapa bahagianya Tuan Wijaya mendengar perkataan Jo. Anaknya setuju akan rencana yang dia buat. Mama Rita yang kebetulan mendengar itu menatap iba pada anaknya. Mama Rita tahu, Jo pasti terpaksa.


Jo masuk ke dalam kamarnya. Jo menghela dan menghempaskan tubuhnya di kasur. Mama Rita menyusul Jo yang masuk ke dalam kamar. Dia mengetuk pintu kamar Jo.


Tok ... tok ... tok ... !


"Jo ... boleh mama masuk?"


"Masuk saja, Ma," pekik Jo.


Mama Rita masuk ke dalam kamar Jo. Dia duduk di samping Jo yang terbaring. Jo langsung saja merebahkan kepalanya di pangkuan sang mama. Mama Rita mengusap lembut puncak kepala Jo.


"Sayang ... kamu yakin akan melakukan pertunangan ini?"


"Apa papa bisa di bantah, tidak kan?"


Benar apa kata Jo, suaminya tidak bisa di bantah. Percuma saja kalau Jo menolak. Ujung-ujungnya Jo tetap akan menikah dengan pilihan suaminya.


"Ma ... elus saja kepalaku. Aku ingin tidur," ucap Jo.


"Tidurlah, Mama akan mengelus kepalamu hingga kamu tertidur," ucap Mama Rita.


Mama Rita mengelus puncak kepala Jo. Tidak berapa lama Jo mulai memejamkan mata dan tertidur. Mama Rita memindahkan kepala Jo ke atas bantal. Tidak lupa dia mendaratkan ciuman di kening Jo. Selepas itu mama Rita keluar dan menutup pintu kamar Jo.


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.


Catatan


Kisah Jo dan Hera, Author buat ulang di season 2 ini. Author buat awal perkenalan antara mereka berdua. Mungkin di season satu ada yang bilang kalau Jo dan Hera sudah mengenal. Author sengaja memasukan Hera di part season 1 tetapi part itu hanya sedikit saja. Istilahnya Author hanya mengenalkan tokoh Hera sebagai mantan dari Jo. Jadi saat season 2 ini di buat kalian tidak bingung lagi siapa itu Hera.


Jadi kisah Jo dan Hera benar-benar baru. Tokoh-tokoh yang lainnya juga tidak mengenal siapa itu Hera.


Jika kalian bertanya mengapa tidak di buat dalam novel yang baru. Alasanya karena ceritanya hampir mirip yaitu sama-sama terpaksa menikahi mantan.

__ADS_1


__ADS_2