
Mobil Alex telah sampai di bandara. Mereka bertiga turun untuk segera menuju jet pribadi milik Alex. Berli berjalan mendahului Alex dan Rania dengan membawa sendiri koper miliknya. Rania dan Alex berjalan secara beriringan.
Di dalam pesawat Alex dan Rania juga duduk bersama. Berli hanya diam memperhatikan mereka. Rania sengaja memperlihatkan kemesraannya bersama Alex. Tidak di pungkiri melihat suaminya bersama wanita lain, tentu menyakitkan. Tetapi Alex seolah tidak menyadarinya. Alex lupa apa yang di katakan Berli, jika istrinya itu akan membalas semua yang Alex lakukan padanya.
Setelah dua jam menempuh perjalanan udara dan laut. Mereka sampai di sebuah pulau pribadi. Berli sangat antusias saat menjejakkan kakinya untuk pertama kali. Mereka telah di sambut oleh para pelayan yang bertugas di resort itu.
Berli, Rania dan Alex telah masuk ke dalam penginapan. Rania ingin bersama Alex untuk malam pertamanya di pulau ini.
Rania secara terang-terangan meminta Alex untuk menemaninya malam ini. "Alex... kamu tidur di kamarku saja malam ini."
Alex sedikit ragu untuk menjawab, Alex menatap Berli seolah ingin meminta izin dari istrinya itu. Berli tahu apa maksud dari tatapan Alex padanya. Dari lamanya Alex menjawab permintaan Rania, sudah di pastikan Alex ingin bersama Rania malam ini.
"Terserah kamu Alex, ingin di kamar siapa," ucap Berli.
Alex tersenyum saat Berli memberinya sebuah pilihan. "Aku akan bersama Rania malam ini."
Alex dan Rania pergi menuju ke kamar mereka. Berli menatap sepasang kekasih itu dengan nanar. Berli tidak ingin berlarut di dalam kesedihan. Alex sudah terang-terangan berselingkuh di depannya. Berli akan melakukan hal yang sama pada Alex.
Waktu makan malam telah tiba, Alex telah mengirim pesan pada istrinya itu. Alex mengajak Berli makan malam bersama dengan dirinya dan Rania. Alex seperti ingin mendekatkan Berli dan juga Rania. Berli menerima ajakan dari suaminya itu.
Berli mengunakan gaun malam khas untuk makan malam di pantai. Gaun itu melekat sempurna di tubuhnya yang sexy. Alex dan Rania sudah duduk menunggu kedatangan Berli. Berli melangkahkan kaki ke meja Alex, Berli duduk berhadapan dengan sepasang kekasih itu.
"Cantik sekali kamu, Tasia," ucap Alex.
"Terima kasih Alex," jawab Berli
Rania cemberut Alex memuji Berli di hadapannya. Alex memesan makanan dan juga minuman untuk mereka. Alex heran saat Berli memesan makanan dua porsi untuk dirinya. "Kamu... bisa menghabiskan makanan itu semua?" tanya Alex.
Berli tersenyum manis. "Bukan hanya aku yang akan menghabiskannya, tapi ada seseorang yang akan memakan ini semua."
__ADS_1
Saat itu seorang pria tampan memanggil nama Berli. "Bee...."
Berli tersenyum mendengar suara yang memanggilnya. Pria itu Maxim, pria tampan yang tergila-gila akan cinta dari Berli. Berli sengaja mengajak Maxim untuk ikut setelah tahu Rania akan pergi bersama mereka.
Alex melotot Maxim juga ikut bersamanya. Alex menatap tajam Berli seolah ingin memakannya. Berli sudah membuktikan pada Alex, bahwa dia akan membalas segala yang Alex perbuat padanya.
Alex sudah bermesraan bersama Rania di hadapannya. Kali ini giliran Berli yang akan bermesraan di depan Alex. Maxim datang dengan mengecup pipi Berli. Maxim duduk di kursi samping Berli. Alex gusar melihat Maxim mengecup pipi istrinya.
"Bee... kamu cantik sekali, beruntung banget aku dapat kamu," ucap Maxim.
Berli tersenyum lalu mengecup pipi Maxim. "Malam ini milik kamu, sayang!"
Mereka berdua tersenyum, saling memuji satu sama lain tanpa menghiraukan dua pasang mata yang melihatnya. Alex mengepal tangan, darahnya sudah mendidih melihat kebersamaan Maxim dan Berli. Istrinya itu tidak peduli dengan apa yang di rasakan Alex. Berli dan Maxim saling suap-suapan makan, benar-benar pasangan yang romantis.
Selesai makan malam kedua pasangan itu kembali ke kamar mereka masing-masing. Di dalam kamar Alex merasa gusar, hatinya tidak tenang. Alex membayangkan istrinya itu akan bersama Maxim. Rania yang melihat itu juga kesal pada Alex.
"Alex... lupakan Berli, dia pasti bersenang-senang bersama Maxim. Kita juga harus bersenang-senang disini," ucap Rania.
Mendengar kata yang di ucapkan Rania, Alex bangkit dari duduknya lalu pergi keluar. Rania berdecak kesal Alex malah pergi meninggalkannya. Rania memangil-manggil nama Alex, tapi pria itu tidak mendengar.
Alex melangkah menuju kamar istrinya. Alex ingin mengetuk pintu kamar, tapi dia mengurungkan niatnya. Alex memutar knop pintu secara perlahan. Alex membuka sedikit pintu kamar Berli.
Alex melotot saat melihat apa yang terjadi di dalam kamar istrinya. Maxim dan Berli tengah berciuman panas. Bagian atas Maxim sudah polos dan istrinya itu memakai lingerie. Alex bahkan melihat betapa rakusnya Maxim. Alex mengepal tangan, dadanya terasa nyeri melihat kelakuan istrinya.
Alex mengetuk pintu kamar tetapi kedua insan itu tidak mendengar. Alex menendang pintu kamar, Maxim menghentikan kegiatannya bersama Berli.
"Alex... ada apa?" tanya Berli.
"Menganggu saja," ucap Maxim.
__ADS_1
Alex menatap tajam Berli. "Apa yang kamu lakukan, Tasia?"
Berli seolah tidak mengerti akan pertanyaan Alex. "Apa?"
"kamu sudah bersuami, tapi kamu bercumbu dengan pria ini," hardik Alex.
Alex menunjuk wajah Maxim. Ingin rasanya Alex melayangkan tinjunya ke pipi mulus Maxim.
"Hahahaha... apa yang kau katakan Alex, kau juga bersama Rania," ucap Berli.
"Tapi aku tidak bercumbu dengannya," ucap Alex.
Berli memutar mata malas, Alex sepertinya lupa akan sesuatu yang telah dia lakukan. "Kau bilang tidak bercumbu? biar aku ingatkan, kamu bermesraan bersama Rania di mobil dan di pesawat. Sekarang kamu ingat! bahkan kamu seolah melupakan diriku."
"Alex kau pergilah, kamu menganggu kami saja," ucap Maxim.
Alex menatap kesal Maxim. "Kamu yang pergi dari sini. Apa kamu tidak malu mengejar istri orang."
Maxim berdecak. "Kau juga seharusnya malu, sudah beristri tapi masih punya kekasih."
Alex merasa tersindir akan ucapan Maxim. Memang benar saat di mobil dan di pesawat, Alex seolah lupa akan keberadaan istrinya. Alex malah asik bercanda dan bermesraan si depan istrinya sendiri. Betapa perih hati istrinya itu saat melihat kebersamaannya bersama Rania.
Kini Alex juga merasakan, apa yang di rasakan Berli padanya. Alex merasakan nyeri di hatinya saat melihat istrinya itu bercumbu bersama pria lain. Apalagi saat Alex melihat Maxim yang seolah ingin melahap habis istrinya. Alex saja yang berstatus suami dari Berli, belum pernah melakukan sebegitu intimnya pada istrinya.
Alex keluar dari kamar meninggalkan Berli dan Maxim. Melihat Alex keluar dan sudah melangkah menjauh dari kamar mereka, Maxim menutup pintu dengan rapat. Berli dan Maxim saling pandang lalu mereka tertawa bersama.
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1