Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 70 S2


__ADS_3

Malam telah tiba, jam menunjukan pukul 8 malam. Mobil Jo melaju membelah jalanan kota. Jo akan pergi menemui Hera di apartemennya. Dia akan membuat perhitungan pada Hera.


Jo langsung saja menuju lantai flat Hera, setelah dia sampai di gedung apartemen. Jo menekan kode sandi pintu apartemen Hera. Masih sepi, itu artinya Hera belum kembali.


Jo berdecak karena Hera tidak berada di dalam apartemen. "Ck ... kemana dia?"


Jo masuk ke dalam kamar Hera. Dia merebahkan diri di atas ranjang kasur. Hera baru saja sampai di gedung apartemen. Dia baru kembali dari rumah orang tuanya.


Hera menekan kode sandi untuk masuk ke dalam. Jo yang mendengar pintu terbuka segera bersembunyi di balik pintu kamar tidur Hera.


Hera masuk ke dalam kamar tanpa menutup pintunya lagi. Hera melempar tas jinjingnya ke atas kasur. Dia membuka pakaiannya untuk berganti dengan pakaian rumah.


Jo menikmati pemandangan itu. Tidak lupa ponsel miliknya merekam tubuh polos Hera. Jo bersiul menikmati pemandangan itu. Hera kaget karena Jo tiba-tiba berada di dalam kamarnya.


Hera terbata-bata. "Jo ... a-apa yang kamu lakukan disini?"


Hera menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian yang baru saja di ambil. "Kamu sungguh tidak sopan. Cepat keluar dari kamarku!" bentak Hera.


Jo malah terkekeh. "Kenapa ... aku hanya mengunjungi calon tunanganku saja. Minggu depan kita tunangan, kan?"


Hera berjalan mundur dan berlari menuju kamar mandi. Tetapi sayang, Jo sudah lebih dulu menangkapnya. Jo memeluk Hera dan membuang pakaian Hera.


"Bre***k kamu, Jo!"


Hera beralih ke tempat tidur mengambil selimut. "Pergi ... keluar dari kamarku!"


Jo tertawa. "Untuk apa kamu menutupinya. Aku sudah pernah melihatmu yang benar-benar polos. Buka, aku ingin sekali melihatnya."


Jo mulai naik ke atas ranjang menyusul Hera. Hera sangat takut dia melempar apa saja yang ada di depan matanya pada Jo. Tas, bantal semua Hera lempar kepada Jo.


Jo tersenyuk smirk, lemparan Hera sama sekali tidak mengenai dirinya. Jo mengeluarkan ponsel miliknya dari saku. Jo mulai memutar video Hera yang baru saja dia ambil.


Hera kaget bukan main. Dia melihat dirinya tengah berganti pakaian. Jo tertawa akan wajah kaget dari Hera. Jo menyimpan ponselnya di atas meja lampu tidur.


Hera yang melihat ponsel Jo berada di atas meja samping tempat tidur, segera meraihnya. Jo hanya membiarkan Hera mengutak-atik ponsel miliknya.

__ADS_1


Hera semakin kesal karena ponsel Jo memakai kode. Hera ingin melempar ponsel Jo ke dinding. Sebelum itu terjadi, Jo sudah menghentikannya.


"Meskipun ponselku kamu hancurkan, aku masih bisa punya video itu."


Hera menghunuskan tatapan tajam. Percuma saja dia merusak ponsel Jo. Masuk apartemennya saja Jo bisa. Apalagi hanya dengan memuat kembali data-data yang berada di ponsel, sudah pasti Jo sangat lihai.


Hera melempar ponsel yang berada di tangannya pada Jo. "Mau apa kamu dengan video itu. Kamu tidak malu, telah berbuat tidak senonoh padaku?"


Jo kembali meletakan ponselnya di meja lampu tidur. Jo membuka jacket yang melekat di tubuhnya. Jo membuka sepatu serta baju kausnya. Dia naik ke atas tempat tidur berhadapan dengan Hera.


"Buka selimutmu, turuti apa yang aku inginkan. Kalau tidak, video itu akan tersebar. Kamu pernah membuatku malu di hadapan semua siswa. Bagaimana kalau aku berbuat hal sama dengan menyebar video itu," tutur Jo.


Hera memukul-mukul dada bidang Jo dengan satu tangannya. Bibirnya terus mengeluarkan umpatan untuk Jo. Hera meneteskan air matanya. Jo memutar mata malas akan drama yang di perlihatkan Hera.


Jo memegang tangan Hera yang masih terus memukulnya. "Diam!" bentak Jo.


Hera terdiam, dia masih menangis lirih. Jo membuka selimut yang membungkus tubuh Hera. Dia lalu membaringkan Hera di atas bantal.


Jo lalu membuka semua kain yang masih melekat pada Hera. Sekarang Hera sudah polos. Jo memulai kegiatan panas itu. Hera hanya pasrah saja akan kelakuan Jo.


Hera masih tidak mau membalasnya. Jo berbisik di telinga Hera. "Aku sudah bilang turuti kemauanku. Kamu mau, besok pagi video itu tersebar?"


Hera membalas ciuman itu. Jo sangat puas akan hal itu. Saat kekasih hatinya berada jauh, dia bisa memanfaatkan Hera. Dia bisa bermain-main bersama calon tunangannya.


Tidak usah lagi mandi air dingin. Datang saja ke apartemen Hera. Maka Jo akan terpuaskan. Meski hanya making out, tetapi itu sudah sangat membuatnya puas.


"Hentikan, Jo," lirih Hera.


Jo masih asik bermain-main. "Sebentar ... aku masih belum puas."


Jo terkekeh kecil saat melihat karya yang dia buat. Suara lirihan Hera sama sekali tidak dia dengar. Jo malah semakin menjadi, menurut Jo suara Hera terdengar indah di telinganya.


Jo menyentuh tanda yang dia buat pada tubuh polos Hera. "Aku akan buat tanda ini pada pacarku. Sebentar lagi aku akan pergi menemuinya."


Hera menarik rambut Jo kuat. "Baj**n ... kamu menjadikan aku bahan percobaan, huh?"

__ADS_1


Jo menekan bagian sensitif Hera dengan kuat. Hera memekik kesakitan dan melepas cengkraman tangannya di rambut Jo.


"Berani sekali kamu berbuat kasar padaku. Aku tidak akan mengampunimu malam ini."


Jo mengambil ponsel miliknya dan mulai mengutak-atik untuk menyebarkan video Hera. Melihat itu, Hera menjadi panik. Hera bangkit dari tidur dan memeluk Jo dari belakang.


"Maaf ... aku mohon jangan. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan."


Jo tersenyum licik. "Tadi kamu menarik rambutku dengan kuat. Sekarang giliranku menarik rambut panjangmu ini."


Jo mengelus rambut Hera. "Tenang ...."


Hera berasa takut akan tangan Jo yang membelai rambutnya. Dia takut Jo akan menjambak rambutnya. Jo tidak melakukan itu, dia malah mencium kening Hera.


Hera tentu saja kaget. Jo kembali merebahkan Hera di tempat tidur. "Aku lebih suka menikmatimu dari pada menjambak rambut indahmu."


"Malam ini, kamu milikku."


Jo kembali melakukan aksinya. Rasanya dia belum puas melakukanya pada Hera. Ingin sekali Jo melakukan hubungan yang sebenarnya. Tetapi dia hanya ingin melakukanya pada Jessica.


Jo ingin Jessica yang mendapatkan tubuhnya pertama kali. Jo akan melakukanya setelah menikah dengan Jessica. Tetapi keadaan malah bertambah rumit.


Jangankan menikahi Jessica, kini dia harus bertunangan bersama Hera. Mantan kekasih yang sangat dia benci. Jo malah akan memanfaatkan keadaan Hera sebagai calon istrinya.


Jo akan membuat Hera sebagai pengganti Jessica saat mereka berjauhan. Contohnya seperti saat ini. Saat Jo tidak bisa bersentuhan dengan Jessica maka dia akan pergi menemui Hera.


Puas bermain, Jo tertidur dengan membawa Hera di dalam pelukanya. Hera melepas pelukan itu dan hendak bergeser menjauh.


"Jessica ... jangan menjauh dariku. Tidur dalam pelukanku," ucap Jo.


Dengan mata yang terpejam, Jo menyebut nama Jessica. Jo kembali meraih tubuh Hera agar mendekat padanya. Hera hanya bisa menangis karena ulah Jo.


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

__ADS_1


__ADS_2