Terpaksa Menikahi Mantanku

Terpaksa Menikahi Mantanku
Bab 40


__ADS_3

Acara pernikahan bersatunya dua keluarga longlomerat sebentar lagi akan dimulai. Semua tamu undangan telah hadir. Kerabat, kolega bisnis serta para sahabat baik dari orang tua maupun dari kedua mempelai juga turut hadir.


Mama rita membuat pernikahan putrinya dengan tema garden party. Meskipun terkesan sederhana tapi tidak meninggalkan kesan mewah.


Tuan William dan juga Alex sudah hadir di taman belakang mansion tempat di selenggarakan acara. Alex mengenakan Tuxedo yang membuatnya semakin tampan saja.


Di dalam kamar rias Berli sudah mengenakan gaun pernikahan. Gaun putih yang berbalut swarovski berpotongan dada rendah melekat sempurna ditubuh indahnya. Rambutnya yang panjang sudah di sanggul rapi dengan sedikit menyisakan anak rambut di sekitar telinga.


Tuan Wijaya dan mama rita masuk kedalam kamar rias untuk menjemput sang mempelai wanita. Mama Rita tersenyum bahagia tak kala melihat begitu cantik putrinya ini begitupun juga Tuan Wijaya.


"Sayang... lihatlah dirimu, kau begitu cantik persis seperti putri raja," ujar Mama Rita.


Berli beranjak berdiri dari duduk memeluk mamanya. "Makasih Mama... Mama juga cantik."


Mama Rita meneteskan airmata, bukan airmata sedih tapi bahagia. Sebentar lagi putrinya akan menjadi seorang istri dan tentunya akan berpisah dari mereka. Putri yang dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Berli yang melihat mamanya meneteskan airmata menjadi kaget. "Mama... kenapa bersedih, apa Mama tidak bahagia akan pernikahanku?"


Mama Rita menggeleng lalu menghapus airmatanya. "Tidak sayang, Mama bahagia ini adalah airmata kebahagian. Akhirnya kau menikah, sekarang putri Mama akan menjadi seorang istri."


Tuan Wijaya yang melihat momen terharu itu juga turut meneteskan airmata. Berli bergantian memeluk kedua orang tuanya.


Jo masuk kedalam kamar rias menyusul kedua orang tuanya. Jo heran kenapa semua pada menangis. "Kenapa semua pada menangis?" tanya Jo.


Mereka yang sedang berpelukan itu sontak melihat kedatangan Jo.


Mama Rita membawa Jo ikut masuk kedalam pelukan, jadilah mereka berempat berpelukan. Jo semakin heran ada apa sebenarnya, pikiranya sudah melayang kemana-mana.


"Ma, Pa kalian kenapa, apa pernikahannya batal?" tanya Jo.


Berli langsung menoyor kepala Jo. Disaat situasi haru begini Jo malah bicara yang tidak-tidak. "Dasar kau ini, kami semua terharu tau."


Tuan Wijaya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan kakak beradik itu. "Sudah segera hapus airmata kalian. Acara sebentar lagi akan dimulai tinggal menunggu kedatangan pengantin wanita saja."


Mama Rita menepuk jidat awalnya mereka datang ke kamar rias untuk menjemput Berli tapi malah asik saling berpelukan. "Oh... astaga, hampir saja lupa kalau tujuan kita kesini untuk membawa Berli turun ke bawah."


Jo melihat penampilan kakaknya yang begitu cantik itu. "Kak... kau seperti putri hari ini pasti Alex akan terpesona denganmu."


Berli tersipu malu. "Terima kasih Adikku, kau juga kelihatan tampan."


Mama Rita dan Jo turun dulu dari atas lalu disusul Tuan Wijaya dan Berli.


*********


Dengan membawa sebuket bunga di tangan. Berli melangkah berjalan ke depan altar pernikahan dengan di iringi Tuan Wijaya sebagai pendamping. Semua tamu undangan berdiri melihat kedatangan mempelai wanita.

__ADS_1


Di depan altar Alex sudah berdiri tegap menunggu calon mempelainya.


Alex mengulurkan tangan menyambut sang mempelai wanita. Tuan Wijaya tersenyum memberikan tangan putrinya pada Alex.


Acara pengucapan janji suci telah dimulai. Alex dan Berli saling mengucapkan janji suci masing-masing. Alex menyematkan cincin berlian pink di jari manis Berli.


Alex mencium bibir Berli dengan sedikit lu**tan. Berli terkejut Alex ternyata mencium bibirnya dan bukan kening bahkan Alex melu**t bibirnya sebentar.


Semua para tamu undangan bertepuk tangan menyaksikan kedua mempelai yang sangat serasi itu. Acara pengucapan janji suci telah selesai kini saatnya para tamu mencicipi hidangan yang telah tersedia. Para orang tua sibuk menjamu para tamu yang hadir.


Daniel datang bersama Indri dengan membawa hadiah. "Berli sayang... selamat yah," ucap Daniel.


"Selamat sayang... nanti kami menyusul setelah ini," ucap Indri.


Berli terkekeh geli lalu merangkul Daniel dan Indri. "Terima kasih, Kak Daniel, Indri."


Daniel mengecup kening Berli lalu memberi hadiah pernikahan. "Sayang... ini hadiah untukmu dari kita berdua."


Berli menerima hadiah itu dengan senyuman. "Terima kasih Kak, tapi apa hadiah ini. Koq berat banget?"


Indri meraih hadiah itu lalu meletakannya di tempat penyimpanan hadiah. "Nanti setelah acara ini kamu buka," ucap Indri.


Daniel dan Indri lalu beralih ke arah Alex. "Alex... selamat yah, jaga adikku jangan buat dia menangis," ucap Daniel.


"Alex... selamat yah," ucap Indri.


"Terima kasih... Indri," ucap Alex.


Para tamu bergantian memberi selamat kepada sepasang pengantin baru itu. Berli meringis kakinya sakit karna terlalu lama berdiri apalagi dengan sepatu high heel yang dipakainya saat ini.


Alex yang memperhatikan Berli kesakitan lalu bertanya. "Tasia... apa kakimu terasa sakit?"


Berli menoleh lalu mengangguk. Alex membawa Berli untuk duduk, lalu mengangkat sedikit gaun untuk melihat kaki Berli yang sakit itu.


Berli terkejut mendapati perlakuan Alex. "Al... jangan sentuh kakiku!"


Alex tidak menghiraukan perkataan Berli. "Kakimu pegalkan?"


"Biar, aku pijat sebentar dan sepatu ini lepaskan saja lagian tidak akan tampak jika kau bertelanjang kaki karna gaunnya panjang."


Berli menganguk. "Baiklah... lepaskan saja sepatunya, tapi aku tidak mau jika harus bertelanjang kaki."


Alex terkekeh lalu memencet hidung Berli.


"Aku akan menyuruh seseorang mengambilkan flatshoes untukmu."

__ADS_1


Berli yang di pencet hidungnya meringis sakit. "Ish... kau suka sekali memencet hidungku. Ini sakit hidungku bisa merah."


Cup... !


Alex mencium kecil hidung Berli.


"Sekarang... sudah aku cium jadi tidak sakit lagikan?"


Sontak Berli terkejut akan ucapan Alex. Begitu juga dengan Alex kenapa bisa dia berbicara seperti itu.


Kenapa aku merasa Dejavu, batin Berli


Kenapa juga harus mengulang masa lalu, batin Alex


Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Alex dan Berli asyik dengan pemikiran mereka sendiri. Suara seorang Pria membuyarkan lamunan mereka.


Brian dan Vino datang menghampiri pasangan pengantin baru itu. "Ehem... apa kalian sedang melamun karna memikirkan masa lalu?" tanya Vino.


Vino koq bisa tahu kalau aku lagi melamunkan masa lalu, batin Alex


"Eh... Kak Vino dan Kak Brian, makasih Kak sudah datang," ucap Berli kikuk.


Brian dan Vino tersenyum. "Selamat yah... Tasia dan kau juga Alex," ucap Brian dan Vino bergantian.


Alex memeluk Brian dan juga Vino bergantian


"Terima kasih bro," ucap Alex.


Brian memberikan kotak segi empat yang di bungkus kado untuk Alex.


"Nih... hadiah dari kita berdua, nanti malam saja kamu bukanya," ujar Brian.


Kening Alex berkerut menatap hadiah pemberian Brian dan Vino. "Apa isinya, koq berat?"


"Udah... nanti malam saja kamu lihat, ini spesial dari kita berdua," ucap Vino.


Alex menerima hadiah itu dengan senyuman.


"Makasih yah," ujar Alex.


Brian dan Vino terkekeh geli. Entah apa yang diberikanya kepada Alex.


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

__ADS_1


__ADS_2