
Braakkkk... !
Pintu ruang kantor Alex terbuka, Brian masuk membawa map di tangannya.
Brian langsung saja duduk di sofa ruang kerja Alex.
"Brian... kamu udah dapet apa yang aku minta?" tanya Alex. Yang langsung menghampiri Brian untuk duduk di sofa.
"Udah... nih kamu lihat aja berkasnya," sahut Brian. Seraya memberikan map kepada Alex.
"Kamu yakin nih Brian, gak salah, kan?" tanya Alex. Tak yakin akan apa isi tulisan di map yang telah di bacanya.
"Kamu mending jangan cari masalah deh sama tuh bocah. Aku aja dua jam baru bisa dapat informasi mereka. Aku yakin bentar lagi tuh bocah bakal serang balik aku." Saran Brian.
"Pantas saja... !
"Tasia tahu kalau aku punya pulau di Negara J. Aku yakin Tasia tahu semua aset yang aku punya, dia gak bakalan biarin aku kasih apapun pada Rania," gerutu Alex.
Alex kesal melemparkan map yang di pegang ke atas meja secara kasar.
"Kenapa memangnya?" tanya Brian.
"Shit... jadi kemarin malam aku ketemu Tasia ternyata dia tahu semua. Dan bodohnya aku ngejelasin perihal hubungan aku sama Rania. Pantes, raut wajah Tasia gak ada kaget-kagetnya," gumamnya.
"Yah... pasti taulah Alex, adeknya hacker informasi apapun tentang kamu bisa tuh bocah retas," ujar Brian.
"Tasia minta pulau pribadi yang rencananya pengen aku kasih pada Rania. Mana nanti sehabis aku resmi jadi suaminya, keuangan aku bakal dia yang atur," terang Alex kesal.
"Pufff... hahahaha rasain kamu, siap-siap jadi miskin deh kamu. Oh aku rasa kamu bakal jadi suami takut istri," Ejek Brian. Tertawa.
"Kasihan Rania... apa dong yang mesti aku lakuin. Rania sudah gak kerja sama aku sejak ayah suruh aku putus sama Rania. Hidup Rania semua tanggung jawabku," lirih Alex. Putus asa.
Tuts... tuts... tuts... !
Satu pesan chat masuk dalam ponsel Brian. Kening Brian mengernyit akan pesan chat yang baru saja di terimanya.
~Aku tunggu di cafe A jam 11 siang, from orang yang kamu usik.
Begitulah isi pesan dari seseorang kepada Brian.
"S**l!" umpat Brian.
"Alex... kamu temenin aku ke cafe A, adik ipar kamu ngajak aku ketemuan," ucap Brian. Yang gusar.
"Ish... tuh bocah cepat juga taunya," ucap Alex. Berdecak.
"Udah... kita temui dulu si Jo itu!"
******
Brian dan Alex sudah sampai di cafe A, disana Jo sudah duduk di pojok sudut cafe.
Brian dan Alex masuk ke cafe, Jo melambaikan tangan pada Brian juga Alex sesaat Jo melihat kedatangan mereka.
__ADS_1
Brian juga Alex menghampiri Jo lalu langsung duduk saling berhadapan tanpa permisi.
"Mr.B... !" tunjuk Jo pada Brian.
"Kamu sudah tau kan, kenapa aku ajak ketemuan. Ini pasti karna pria di samping kamu," ujar Jo datar.
"Yea... kamu usik sahabatku dan aku hanya balas itu saja, kita impas," ucap Brian.
"Cih... aku cuma melakukan apa yang harus aku lakukan. Bukannya bentar lagi sahabat kamu ini bakal jadi kakak iparku?"
Jo menatap Alex juga Brian dengan tatapan tajam.
"Tasia... sudah setuju kalo aku akan menjalani hidup bareng Rania," sahut Alex.
"Cih... !"
Jo berdecak.
"Aku kasih saran kalian berdua, jangan macam-macam denganku. Kalian berdua pasti tahu kebenaranku bukan. Dan satu lagi kakak ku bukan cewek yang sama sejak 3 tahun yang lalu. Ada yang lupa Aku sampaikan. Alex ingat saat Berli bisa masuk ke dalam apartemen dan kamu terciduk tidur bareng Rania. Itu aku yang bantu retas password kamar kamu."
Jo terkekeh geli.
Bren***k ternyata dia, umpat Alex dalam hati.
Saat mereka bertiga berbincang, seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.
"Jo... Alex, kalian disini," sapa Mama Rita.
"Mama...."
"Tante... duduklah, kita sedang ngobrol saja," ucap Alex.
"Kalian ternyata sudah akrab, Mama senang!"
"Siapa pria ini?" tanya Mama Rita. Menunjuk Brian.
"Tante... ini Brian sahabatku, Tasia juga mengenalnya," sahut Alex. Tersenyum.
"Ya sudah... kalian lanjutkan saja acara kumpul barengnya. Mama pergi dulu," ucap Mama Rita beranjak pergi.
******
Berli bersiap-siap untuk kencan buta yang sudah di atur oleh Jo.
Berli memakai dress selutut tanpa lengan berwarna hijau tosca.
"Deg-deg'an aku," gumam Berli.
Berli melajukan mobil membelah keramaian jalan kota.
Berli menuju ke restoran mewah yang sudah di pesan oleh Jo.
"Yang mana nih cowok, cari yang paling ganteng aja kali ya. Kata Jo cowok itu ganteng."
__ADS_1
Berli celingak-celinguk mencari pria tampan yang di bilang Jo.
"Itu kali... kenapa aku lupa tadi minta foto tuh cowok. Kebiasaan aku nih ceroboh," gumam Berli. Merutuki kecerobohannya.
"Halo... aku, Berli pasangan kencan buta kamu," ucap Berli. Tersenyum manis.
Nih cewek siapa sih, pasangan kencan buta apa-an tapi boleh juga cakep, batin Maxim.
"Aku Maxim, ayo duduk!" ucap Maxim.
Gila si Jo, cari cowok ganteng banget. wajahnya kayak idola k-pop, kalo begini mah aku juga mau kalau jadi ceweknya beneran, gumam Berli dalam hati.
Maxim Sylvestone, seorang model Internasional yang tengah naik daun. Wajah rupawan dengan dua lesung pipi, berkulit putih, tubuh tinggi tegap atletis.
"Adikku... udah kasih tau kamu, kan? bahwa aku minta kamu jadi pacar pura-pura aku," ujar Berli.
Salah orang nih cewek, pacar pura-pura atau pacar beneran aku mau pokoknya. Bodo amat kalau aku bukan teman kencan bayarannya, gumam Maxim dalam hati.
"Ehmmm... !"
Maxim cuma garuk-garuk kepala menandakan dirinya tidak mengerti gadis ini sebenarnya.
"Kalo kamu gak ngerti, aku bakal kasih tahu tugas kamu," ujar Berli.
Berli menjelaskan semua permasalahan dirinya dengan Alex.
Maxim mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti akan situasi Berli saat ini.
"Oh... oke, aku bakal lakuin semua perintah kamu, buat jadi pacar pura-pura kamu," ucap Maxim.
"Ini... nomor ponselku, kamu miscall aja nomor kamu ke ponselku," ucap Berli. Memberikan ponselnya kepada Maxim.
"Sekarang... ubah panggilan kita, Bisa buat panggilan sayang mungkin," goda Berli.
"Harus semesra mungkin!"
"Aku... panggil kamu Bee aja gimana," ucap Maxim.
"Bee?" Berli nampak berpikir.
"Bee... maksudnya baby di ubah saja biar keren," ucap Maxim.
"Boleh juga, bee," ucap Berli.
"Kamu cantik bee, boleh gak kalo pacarannya gak usah pura-pura.
Maxim menggoda Berli, dalam hati Maxim mudahan aja Berli mau.
Wajah Berli merona malu, Maxim sangat pandai merayu hanya kata cantik saja dari bibirnya sudah membuat jantung Berli berdetak cepat.
Aku mau kalo cowoknya ganteng gini, batin Berli.
Tbc
__ADS_1
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.