
Mentari masuk di sela-sela hordeng. Berli mengeliat saat sinar mentari sedikit menerpa wajahnya. Berli mengucek mata agar terbuka. Berli melihat Alex sudah tidak ada di sampingnya.
Pintu kamar mandi terbuka. Alex keluar dengan handuk yang melilit di pinggang. Alex membuka hordeng jendela supaya sinar mentari masuk. Berli menutup matanya karena merasa silau.
"Sudah bangun, sayang!" ucap Alex.
Berli mengangguk lalu bangkit duduk dari tidurnya. "Pagi... Al!"
Alex mendekat pada Berli lalu mengecup bibir istrinya sekilas. "Morning kiss... ayo biar aku bantu untuk ke kamar mandi."
Alex tahu pasti istrinya itu masih merasakan sakit di intinya. Alex tidak ingat berapa kali tadi malam dirinya menghujam Berli. Bahkan saat Berli sudah tertidur, Alex masih melakukan aksi panasnya.
Alex sudah kecanduan akan tubuh Berli. Istrinya itu benar-benar menggoda. Pantas saja banyak sekali pria yang ingin memiliki Berli. Nasib beruntung berada di pihak Alex. Dirinya yang bisa menaklukan hati Berli.
Alex membawa Berli ke dalam gendongannya. "Biar aku yang memandikan kamu hari ini."
Berli tersenyum, suaminya sangat manis. "Kamu manis sekali hari ini!"
Alex berjalan dengan Berli di gendongan menuju kamar mandi. "Aku akan selalu bersikap manis padamu!"
Alex meletakan tubuh Berli di bathtub yang sudah dia isi dengan air hangat. Alex mengambil shampoo dan juga sabun cair. Alex membersihkan rambut dan juga tubuh Berli.
Alex mengosok punggung Berli. Alex menggerakkan tangan secara perlahan. Bagian depan tubuh Berli juga tidak luput dari jamahan tangan Alex. Berli merasa geli akan sentuhan tangan nakal Alex.
"Al... tanganmu jangan nakal," ucap Berli.
Alex berbisik di telingan Berli. "Kamu suka, kan?"
Tangan Alex mulai menyusuri bagian ba*ah istrinya. Berli mend**h merasa nikmat. Tanpa menunggu lagi Alex membuka handuk yang melilit pinggangnya. Alex ikut masuk ke dalam bathtub. Kemudian terjadilah ritual suami istri sekali lagi dalam kamar mandi.
Alex mengeringkan rambut Berli setelah mereka selesai melakukan percintaan panas. Alex juga menyisir rambut panjang istrinya. Berli bahagia mendapat perlakuan romantis Alex.
"Tasia... kita pergi honeymoon yuk!" ucap Alex.
Berli mengernyit. "Bukannya kemarin sudah, saat kita di pulau."
Alex mencebik. "Itu... bukan bulan madu namanya jika pergi beramai-ramai."
__ADS_1
Berli memutar mata malas. Alex lupa jika dirinya sendiri yang menyebabkan bulan madu mereka gagal. "Kamu lupa, siapa yang mengajak Rania?"
Alex diam. "Maaf... aku mohon, jangan lagi membahas Rania."
Berli mendekat lalu merangkulkan tangannya di leher Alex. "Maaf... kita lupakan masa lalu. Saat ini adalah masa kita. Kita ulang dari awal lagi."
Alex tersenyum seraya mengecup kening istrinya. "Jadi... ayo pergi honeymoon!"
Berli mengangguk. "Boleh!"
*****
Minggu ini Berli dan Alex akan pergi ke negara S untuk honeymoon. Sebulan lalu Alex sudah menyiapkan semua perlengkapan keberangkatan mereka ke luar negeri.
Kali ini mereka akan bulan madu yang sesungguhnya. Di negara S sedang musim dingin. Itu akan menambah suasana intim mereka saat berlibur di sana.
Alex dan Berli mengunakan pesawat pribadi untuk berangkat ke negara S. Pesawat itu punya fasilitas yang mewah. Sudah ada tempat tidur, sofa dan juga bar kecil.
Sepasang suami istri itu sudah berada di dalam pesawat yang mewah. Berli tidak heran dengan semua kemewahan ini. Orang tua Berli juga punya pesawat yang sama dengan Alex.
Berli masuk ke dalam kamar yang ada di dalam pesawat. Kamarnya cukup besar jadi cukup untuk mereka tidur bersama. Berli merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk itu.
Alex datang dengan membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan. Alex meletakan nampan itu di atas meja kecil. Alex mengeleng saat melihat Berli yang berguling-guling di atas kasur.
"Kamu... seperti tidak pernah tidur di kasur saja," ujar Alex.
"Entah, aku merasa nyaman tidur di kasur ini. Seprai kasurnya lembut," ucap Alex.
"Aku membawakan kamu minum dan juga cemilan. Ayo bangun dulu dan makan," ucap Alex.
Berli bangkit dari rebahannya lalu menyusul Alex duduk. Berli bukannya duduk di samping Alex malah duduk di pangkuan suaminya. Alex melingkarkan tangannya di pinggang Berli.
Berli mengambil buah anggur di piring kecil. Berli meletakan anggur itu di bibirnya. Berli mendekatkan anggur itu agar Alex juga bisa memakannya. Alex mengigit anggur itu sedikit-sedikit begitu juga Berli. Sampai bibir mereka saling menempel.
Alex mencubit hidung Berli. "Kamu mulai nakal!"
"Ish... jangan mencubit hidungku," ucap Berli.
__ADS_1
Alex mencium kecil hidung Berli. "Sudah aku cium, jadi tidak sakit lagi."
Berli tertawa. "Hahaha... kamu selalu melakukan hal itu saat mencubit hidungku."
Alex juga tertawa, itu sudah menjadi kebiasaannya saat mencubit hidung Berli. Alex akan mencium kecil hidung Berli saat Berli meringis sakit. Jika sudah di cium, hidung Berli jadi tidak sakit lagi.
Mereka saling tatap, Alex memegang belakang kepala Berli. Alex dan Berli mulai berciuman. Ciuman itu begitu dalam dan semakin mendalam.
Tangan Berli mulai bergerak membuka kancing kemeja yang Alex pakai. Alex juga mengelus punggung Berli. Kancing kemeja Alex sudah terbuka sempurna. Berli melepas kemeja Alex.
Tangan Alex mulai masuk ke dalam baju milik istrinya. Alex mulai membuka peng*it penghalang ditubuh Berli. Bibir mereka masih berbe*it satu. Alex membawa tubuh Berli untuk pindah ke atas kasur.
Alex membaringkan tubuh Berli lalu membuka semua pakaian istrinya. Alex juga membuka habis pakaian miliknya. Keduanya sudah polos, Alex mulai menindih istrinya dan terjadilah pertempuran panas itu.
"Tasia... aku mencintaimu," bisik Alex.
Berli terus mengeluarkan suara sexy di tengah pesawat yang terbang tinggi. Hentakan yang Alex berikan membuat istrinya itu seraya melayang.
"Al... lebih cepat lagi," ujar Berli.
"Seperti yang kamu pinta, sayang," ucap Alex.
Alex menpercepat hentakan miliknya. Suara sexy dari keduanya keluar saat mereka sudah sampai pada puncaknya. Alex berbaring di samping Berli seraya mengatur napasnya.
Alex masih tersengal-sengal. "Tasia... kamu sangat nikmat!"
Berli tidak mengubris perkataan Alex. Berli bangkit dengan polosnya. Berli mengambil minuman yang di bawa Alex tadi. Berli belum sempat meminum minuman itu. Berli akan meminumnya tapi dengan cara berbeda.
Berli menumpahkan minuman itu ke dada polos Alex. Minuman itu langsung saja di hirup Berli. Alex sangat kaget akan perilaku Berli. Istrinya itu berubah menjadi sangat nakal.
Berli begitu pintar menggoda. Alex sudah tidah tahan lagi. Pertempuran panas itu terjadi lagi. Alex merasa semakin kagum pada istrinya. Istrinya pandai dalam segala hal.
Bagaimana Berli tidak nakal, Brian suka mengirimkan video pada Berli. Bahkan saat di pulau, Brian sudah banyak mengirim video panas untuk Berli. Brian sengaja mengirim video itu, agar Berli belajar menjadi nakal menggoda Alex.
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.
__ADS_1