
Alex tiba di mansion setelah menemui sahabatnya. Alex berjalan gontai menaiki anak tangga menuju kamar istrinya. Alex sedang di terpa kebingungan di hatinya. Alex menyadari mungkin ini adalah karma yang harus dia terima. Alex akan berusaha kembali merebut hati istrinya.
Alex membuka pintu kamar, terlihat istrinya itu sedang berberes pakaian. Alex dan Berli rencananya akan pindah besok ke apartemen yang sudah siapkan Alex untuknya.
"Tasia... apa perlu bantuan?" tanya Alex.
"Kamu, dari mana?" tanya Berli.
Bukannya menjawab pertanyaan Alex, malah Berli balik bertanya. Alex duduk di tepi ranjang di samping koper besar milik Berli yang di letakan di tempat tidur.
"Bertemu Brian dan Vino," jawab Alex.
"Tasia... bisakah kamu tidak pergi menemui Maxim lagi. Bisakah kita memulai ini dari awal lagi," ujar Alex.
"Aku tidak ingin membahas hal ini, Alex," ucap Berli.
"Maaf... maafkan aku," ucap Alex.
"Apa kamu ingin di maafkan?" tanya Berli.
Alex mengangguk. "Tentu saja... sayang!"
"Biarkan aku tidur dengan pria lain," ucap Berli.
Alex mendelik mendengar kata terakhir istrinya. Bagaimana mungkin Alex merelakan istrinya di sentuh pria lain. "Apa itu cara agar aku bisa di maafkan."
Berli mengangguk. "Aku... ingin kamu juga merasakan sakit hati seperti yang aku rasakan. Bukannya kamu juga suka tidur dengan banyak wanita."
Alex melotot, Tasia mengungkit masa lalunya. "Tasia... sebelum aku pacaran denganmu, aku sudah bermain pada wanita. Tetapi semenjak bersamamu, aku sudah tidak lagi bermain-main."
Berli berdecak. "Mungkin waktu itu kamu sudah berubah, tapi setelah itu kamu selingkuh dengan Rania."
"Aku tahu, aku salah telah menyakiti kamu. Tetapi apa aku salah juga bercinta bersama Rania yang statusnya kekasihku," ujar Alex.
"Lalu, apa aku salah juga tidur bersama kekasihku?" tanya Berli.
__ADS_1
"Tasia... kamu sudah bersuami, apa kamu ingin selingkuh?" tanya Alex.
"Kamu juga berselingkuh Alex," jawab Berli.
Alex terlihat emosi, Berli sangat sulit untuk di luluhkan hatinya. "Terserah kamu, jika kamu ingin tidur dengan pria lain."
Alex meninggalkan Berli masuk ke dalam kamar mandi. Dia harus mendinginkan kepala dan hatinya yang panas. Mungkin Alex harus merelakan istrinya di sentuh pria lain. Alex harus merasakan karma dari perbuatannya di masa lalu.
Berli malah terkikik geli setelah mengatakan hal itu pada Alex. "Aku... tidak semurah itu Alex. Mana mungkin aku tidur dengan pria lain yang bukan suamiku."
Alex keluar kamar mandi setelah mendinginkan diri. Alex mengambil pakaian ganti yang telah di siapkan istrinya. Alex diam tidak bicara pada Berli.
Dering ponsel Alex berbunyi dan itu panggilan dari Rania. Berkali-kali dering ponsel itu berbunyi tapi tidak sedikit pun Alex mengangkatnya.
"Alex... itu Rania yang telepon, cepat angkat," kata Berli.
Alex meraih ponsel lalu mematikan ponselnya itu. Alex tidak ingin Rania menganggu dirinya saat bersama Berli. Alex naik ke atas tempat tidur lalu memejamkan matanya.
Berli mendekati Alex yang tengah tertidur itu. Berli membelai wajah Alex tak lupa mendaratkan ciuman penghantar tidur di kening suaminya. Berli mengambil ponselnya terdapat sebuah pesan chat dari Rania.
Berli naik ke atas tempat tidur menyusul Alex yang sudah tertidur lebih dulu. Besok untuk yang pertama kalinya setelah tiga tahun, Berli akan bertemu kembali dengan mantan sahabatnya.
*****
Rania sudah datang ke cafe tempat pertemuannya dengan Berli. Rania menunggu kedatangan mantan sahabatnya itu. Rania memainkan ponselnya dengan mencoba menelepon Alex.
Rania kesal sepertinya Alex telah mengabaikan dirinya. Alex terlalu lama membalas pesan darinya dan sama sekali tidak menjawab panggilan telepon dari Rania.
Rania yakin jika ini semua gara-gara Berli yang sudah mulai menguasai Alex. Rania tidak akan membiarkan Berli menang untuk kali ini. Apa pun akan Rania lakukan agar keadaan seperti semula.
Rania geram mengapa Berli kembali lagi ke dalam kehidupan Alex dan dirinya. Rania juga sangat membenci ayahnya Alex yang telah menjodohkan Alex dan Berli. Menurut Rania, ini adalah salah dari Alex dan Berli. Jika ke dua orang itu tidak menerima perjodohan mereka maka tidak ada yang namanya pernikahan.
Rania tidak menyadari, jika dirinya lah yang masuk ke dalam kehidupan Alex dan Berli. Jika pada waktu itu Rania masih memandang Berli sebagai sahabat, maka Rania tidak akan berselingkuh dengan Alex. Salahkah Rania, dia juga punya cinta untuk Alex. Hanya cinta Rania yang salah sasaran. Mencintai pria yang sudah mempunyai seorang kekasih.
Berli masuk ke cafe tempatnya janjian bertemu Rania. Berli menghampiri Rania setelah melihatnya duduk di sebuah meja dekat vas bunga besar. Berli langsung saja duduk, tanpa menyapa terlebih dahulu wanita di hadapannya.
__ADS_1
Rania memasukan kembali ponselnya ke dalam tas, setelah Berli duduk tepat berhadapan dengannya.
"Aku mau kamu untuk tidak mengatur kehidupan Alex," ucap Rania.
Rania langsung bicara pada intinya tanpa basa-basi lagi. Melihat wajah Berli membuatnya kesal saja. Ingin rasanya Rania mencabik wajah Berli yang semakin terlihat cantik itu.
Berli berdecak. "Cih... siapa kamu, berani sekali memberiku perintah."
Ingin sekali Berli mencabik wajah Rania yang memasang tampang sok polos itu. Wanita di depannya ini begitu tidak tahu malu.
"Dengar Berli... Alex hanya mencintai diriku. Dia sudah lama melupakan kamu," ucap Rania.
Berli tertawa. "Hahaha... seharusnya kamu sadar diri Rania. Itu bukan perasaan cinta tapi rasa kasihan dan saling membutuhkan.
Rania akan perkataan Berli. "Alex... mencintaiku Berli, Alex sudah melupakan cintanya padamu. Hanya aku yang ada di hatinya."
Berli tersenyum sinis. "Jika Alex mencintai kamu, sudah pasti dia akan menikah denganmu dan bukan dengan diriku."
Rania mulai marah, dadanya sudah seperti terbakar. "Itu karna perjodohan konyol kalian."
Berli mengelengkan kepala. "Apa... selama Alex bersama denganmu, pernahkah Alex mengajakmu menikah?"
Rania terdiam, Alex memang tidak pernah sekali pun mengajaknya untuk menikah. Bahkan untuk punya anak dari Rania saja, Alex masih tidak menginginkannya. Alex hanya mengatakan nanti jika Rania menginginkan pernikahan.
"Kamu baru sadar, kamu itu hanya sebagai pengganti saja Rania. Dari awal kamu hanya pengganti saja. Jika aku menjadi kamu, lebih baik mundur saja. Kamu akan menderita jika masih menginginkan Alex," ujar Berli.
Rania menatap tajam Berli. "Dengar Berli, kamu jangan mencoba untuk membodohi diriku. Alex mencintai aku dan bukan kamu. Selama ini aku yang ada di sisinya dan bukan kamu."
"Aku kasihan padamu Rania, tapi terserah padamu. Aku sudah memberimu sebuah pilihan, untuk tidak menjadi simpanan lagi. Tapi kau ingat ini Rania, sekarang aku adalah istri Alex. Hidupmu dan hidup Alex ada di genggaman tanganku," ucap Berli.
Rania terdiam, wanita di depannya ini terlihat menakutkan. Berli pergi setelah bicara pada Rania.
Aku yang mengatur segalanya Rania, batin Berli.
Tbc
__ADS_1
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.