
Pesawat mendarat sempurna di landasan udara. Sepasang pengantin baru tidak sadar jika mereka telah sampai di negara tujuannya. Alex dan Berli tertidur selepas berolahraga.
Pramugari datang mengetuk pintu kamar yang tertutup. Alex terbangun akan ketukan pintu kamar. Alex memakai pakaiannya kembali dan beranjak membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Alex.
Pramugari itu menunduk sopan. "Maaf Tuan... kita sudah sampai."
"Baiklah... kami akan segera turun," ujar Alex.
Alex menutup kembali pintu kamar setelah Pramugari itu pergi. Alex membangunkan istrinya tetapi Berli masih terlelap. Alex memakaikan kembali pakaian di tubuh Berli.
Alex membawa tubuh istrinya ke dalam gendonganya. Alex membawa Berli turun dari pesawat. Kepala Berli di benamkan di dalam dada bidangnya. Pelayan dan supir yang melihat Alex mengendong Berli segera membukakan pintu mobil.
Dengan perlahan-lahan Alex masuk ke dalam mobil agar istrinya itu tidak terbangun. Kepala Berli di letakan di atas pangkuannya. Alex terkekeh geli, istrinya itu tidak sadarkan diri saat di gendong.
Berli sangat kelelahan karena hampir setiap hari mereka melakukanya. Alex akan berhenti jika Berli berhalangan. Untung saja bulan ini halangan Berli sudah lewat. Itu artinya bulan madu kali ini akan berjalan lancar.
Alex sengaja melakukannya setiap hari agar bisa secepatnya punya anak dari Berli. Alex sudah tidak sabar untuk memiliki keluarga yang lengkap. Alex membayangkan jika mereka akan punya anak pasti anak mereka akan cantik dan juga tampan.
Alex mengelus rambut Berli agar istrinya itu semakin terlelap tidur. Alex membelai wajah, hidung dan juga bibir istrinya. Alex tersenyum mengingat bibirnya itu sudah menyentuh setiap inchi dari tubuh istrinya.
Mobil sudah sampai di sebuah hotel bintang lima yang Alex pesan. Alex sudah memesan kamar khusus untuk paket bulan madu. Alex membangunkan Berli yang masih tertidur.
"Sayang... ayo bangun," ucap Alex.
Berli masih saja belum bangun. Alex mencubit hidung Berli agar terbangun. Berli mengeliat dan memegang hidungnya. Alex terkekeh atas kelakuan jahilnya.
"Ayo bangun... kita sudah sampai," ucap Alex.
Berli kaget karena dirinya sudah berada di dalam mobil. "Koq... aku sudah di dalam mobil?"
"Kita bahkan sudah sampai di depan hotel," ucap Alex.
Berli semakin kaget, dirinya tidur begitu lelap. Alex mengajak Berli keluar dari dalam mobil. Barang bawaan Berli dan Alex sudah di bawa oleh petugas hotel. Alex dan Berli langsung saja menuju kamar mereka setelah check in.
Alex membuka pintu kamar dengan kartu di tangannya. Berli menatap kagum hiasan kamar yang Alex pesan. Langsung saja Berli merebahkan diri di kasur empuk itu.
Alex membongkar koper bawaan mereka dan menyusun pakaian ke dalam lemari. Pakaian Berli juga telah dia susun. Alex membiarkan istrinya itu tiduran di kasur. Setelah selesai dengan pekerjaannya, Alex beranjak membersihkan diri.
__ADS_1
Alex menghentikan langkah kakinya. Ide mesum muncul di dalam otaknya. Alex mendekati Berli yang masih berbaring itu. Alex ikut berbaring bersama Berli dan memeluknya.
Berli semakin meringkuk di dalam pelukan hangat suaminya. Alex membisikan sesuatu di telinga Berli. "Mandi bersama, yuk!"
Memang saat di pesawat tadi mereka belum membersihkan diri dari olahraga panas. Karena sekalian mau mandi, jadi Alex ingin lagi melakukannya lagi.
Berli mencubit perut Alex. "Aku gak mau!"
Alex semakin erat memeluk Berli. "Kenapa?"
"Aku lelah Alex, biarkan aku istirahat," ucap Berli.
"Gak mau mandi dulu?" tanya Alex.
"Aku... mandi sendiri saja biar cepat," ujar Berli.
"Tapi ak-"
Belum selesai Alex bicara, Berli sudah mengambil handuk di lemari dan masuk ke kamar mandi. Alex hanya menghela, acara mandi bersama gagal.
Berli berendam dalam bathtub yang telah di isi air hangat. Berli menghirup aroma therapy yang dia tuang ke dalam air. Tubuhnya menjadi rileks dan lelahnya sedikit menghilang.
Alex membuka lemari menyiapkan pakaian ganti untuk istrinya. Kali ini Alex yang akan melayani istrinya itu. Alex juga telah memesan satu meja untuk makan malam romantis bersama Berli.
Alex mengecup pipi Berli. "Bersiaplah, kita pergi makan malam."
Berli mengangguk. "Oke...."
Alex masuk ke dalam kamar mandi. Berli mulai bersiap untuk ke acara makan malamnya. Di negara S sedang musim dingin. Alex sengaja memilih musim dingin sebab dirinya hanya ingin di kamar saja.
Alex selesai dengan ritual membersihkan diri. Berli sudah siap untuk pergi hanya menunggu Alex saja. Alex bersiap untuk segera pergi ke restoran yang telah dia pesan.
Keduanya telah siap lalu keluar dari kamar. Alex mengandeng tangan Berli secara posesif. Alex menarik kursi untuk Berli duduk. Restoran mewah itu berada di dalam hotel tempatnya menginap.
Restoran ini hanya untuk pasangan yang ingin berdua saja. Tempatnya begitu private, benar-benar di buat untuk suasana romantis. pelayan membawa makanan yang telah mereka pesan. Berli dan Alex makan dengan di selingi beberapa obrolan ringan.
"Alex...."
Seorang wanita terlihat memanggil Alex. Berli dan juga Alex menoleh ke sumber suara itu. Alex mengernyit berusaha mengingat wanita yang saat ini telah berada di depannya. Wanita itu tersenyum manis melihat Alex.
__ADS_1
"Kamu lupa... aku Clara, mantan pacar kamu saat SMA," ujar Clara.
Alex tidak begitu ingat, mana mungkin dirinya punya kekasih. Kekasih yang di anggapnya hanya Berli. "Oh... maaf, tapi aku tidak pernah punya kekasih saat SMA."
Clara begitu malu saat Alex tidak mengakui dirinya. Clara hanyalah wanita yang dulu mengejar-ngejar Alex. Karena Alex merasa risih terus di dekati oleh Clara jadinya Alex menjadikannya pacar.
Anehnya mereka berpacaran, tetapi tidak pernah sekali pun Alex mengajaknya jalan. Istilahnya pacar yang tidak di anggap. Hanya di sekolah saja mereka berstatus pacaran. Jadi wajar saja Alex tidak mengingatnya.
"Kita hanya sebentar saja pacaran. Aku teman satu sekolah denganmu," ujar Clara.
"Benarkah... maaf aku tidak ingat kalau kamu teman sekolahku," ucap Alex.
Clara tersenyum. "Tidak apa-apa!"
"Clara kenalkan... ini Berli istriku," ucap Alex.
Berli mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. "Berliana istri dari Alex!"
Clara menerima uluran tangan Berli. "Aku... Clara mantan Alex." Clara sedikit gugup dan mengulang perkataanya. "Eh... ma-maksudku teman sekolah Alex.
Aih... calon pelakor nih cewek, batin Berli.
Cantik sekali istri Alex, dan Alex juga semakin tampan. Aku tidak bisa melupakan kamu Alex, batin Clara.
"Aku permisi dulu, maaf telah menganggu acara kalian," ujar Clara.
Berli tersenyum. "Tidak apa-apa."
Clara berlalu meninggalkan meja Berli. Terlihat Alex makan dengan lahap tanpa mengubris kepergian Clara.
"Al... kamu kenal wanita tadi?" tanya Berli.
Alex menatap wajah Berli. "Aku tidak kenal, tapi dia bilang teman sekolahku, kan?"
"Sebenarnya kamu hanya mengingat siapa sih? teman satu sekolah dan mengaku pacar saja kamu tidak ingat," tutur Berli.
"Aku hanya ingat kamu sebagai kekasihku dan juga cintaku. Tidak ada wanita yang lain," tutur Alex.
Alex memang tidak mengingat Clara. Banyak wanita yang dekat dengan Alex. Tetapi Berli lah satu-satunya kekasih Alex. Bagi Alex para wanita itu hanyalah penghias saja.
__ADS_1
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.