TETANGGA MERESAHKAN

TETANGGA MERESAHKAN
66. Mengembalikan nama baik


__ADS_3

Karel harus menerima kehancurannya karena telah berani mengusik kepunyaan Cean. Pemuda itu tidak bisa berbuat apa-apa saat rektor kampus mengeluarkannya sebagai mahasiswa disana. Padahal dia sudah memasuki jenjang akhir dan tak lama lagi dia bisa dinyatakan sebagai lulusan S1 setelah semua perjuangannya untuk menyelesaikan study.


Sikap buruk Karel yang akhirnya diketahui oleh Rektor kampus, menjadi pemicunya. Karel di DO dari kampus karena turut andil menyebarkan foto-foto Neska, dan menjadi tangan kanan Jelita dalam menjebak Neska. Untung saja berita tentang ditangkapnya Jelita sedang santer di liput media, sehingga rencana Cean untuk membuat Karel dikeluarkan dari kampusnya-- menjadi kenyataan.


Karel bahkan menjadi bully-an teman-temannya karena dia dianggap paling bersalah dalam pencemaran nama baik Neska, meskipun dia hanya disuruh oleh Jelita.


Kampus dimana Karel berkuliah, tidak menerima mahasiswa yang terjerat benang merah dengan kasus kriminal yang sedang dihadapi Jelita, sehingga Karel diminta untuk keluar dan mencari kampus yang lain untuk mengulang jenjang perkuliahannya.


Karel tidak bisa menyanggah semua tuduhan yang dialamatkan padanya. Lagipula, ini adalah konsekuensinya yang telah berurusan dengan Cean dan sudah dengan bodohnya dimanfaatkan oleh Jelita. Karel masih bersyukur karena saat itu dia tidak melakukan yang lebih dari sekedar memotret Neska, jika dia sampai melakukan tindakan yang sebenarnya sudah terlintas dikepalanya, mungkin sekarang dia bernasib sama dengan Jelita. Mendekam di penjara.


...***...


Pemberitaan mengenai Neska yang memajang foto jual diri di sebuah situs, perlahan-lahan mulai redup dan tidak terlalu diperbincangkan. Ini semua karena saat Karel masih di Singapore, dia diminta membuat video pengakuan oleh Cean dan Rion. Dimana didalam video itu Karel mengakui bahwa itu bukan salah Neska melainkan salah Kakak sepupunya, Jelita.


Di video itu juga dijelaskan oleh Karel bahwa berita yang beredar tidak benar dan dia dapat menjamin kalau Neska adalah gadis baik-baik. Karena itikad Karel yang meng-upload sendiri video itu dan menyebarkannya ke Instagram asli kampus Neska, maka Cean dan Rion membebaskannya.


Setelah video itu Karel kirimkan dalam bentuk pesan ke medsos kampus Neska, mulai banyak tagar dan pemberitaan disana jika Neska menjadi korban fitnah. Dari sanalah, mereka yang sempat menjadikan Neska bulan-bulanan mulai merasa bersalah. Namun ada pula yang tetap percaya pada berita yang sempat beredar itu.


Ya, bagi Neska semuanya memang tidak bisa dipaksakan. Termasuk pendapat orang-orang yang memang selalu ada pro dan kontra.


Akan tetapi, Neska cukup bersyukur karena nama baiknya mulai pulih meski tidak seperti sedia kala.


Neska mulai menjalani kehidupan kuliahnya dengan tenang saat Cean pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia terkait pekerjaan.


Mereka kembali harus menjalani hubungan jarak jauh dan berkomunikasi via sambungan seluler.


Untuk urusan pekerjaan Neska sendiri, lebih sering Marko dan tim yang mendatanginya di Singapore. Ini semua diperintahkan khusus oleh Cean sebab dia belum mau Neska menginjakkan kaki di Indonesia. Hanya untuk berjaga-jaga saja, siapa tau masih ada orang yang terkait dengan Jelita hingga ikut tidak senang dengan Neska.


"Kak, kenapa aku gak boleh ke sana?" Neska bertanya pada Cean lewat sambungan video call.


"Nanti ada saatnya kamu kesini."


"Kapan?"


"Saat kita menikah."


Neska tertawa pelan akibat ucapan Cean yang dianggapnya hanya guyonan.


"Serius! Untuk saat ini kamu jangan dulu datang, ya."


"Kenapa? Emangnya Kakak gak mau ketemu aku?" Neska terlihat mencebikkan bibirnya.


"Bukan gitu, sayang. Tentu aku mau banget ketemu kamu. Tapi keadaan disini belum kondusif. Aku takut Jelita meminta orang untuk mencelakai kamu karena dia belum terima sama hukumannya dipenjara."


Neska mengangguk, sekarang dia paham ketakutan Cean. Meski Jelita sudah berada dibalik jeruji besi, bukan tidak mungkin wanita itu akan berbuat nekat dengan membayar orang lain, mungkin. Jadi, Cean hanya mau memproteksi gadisnya.


"Jadi, sampai kapan aku gak boleh kesana?"


"Mungkin sampai kita nunggu keputusan pengadilan dulu. Kasus Jelita akan segera disidangkan, jadi setelah dia mendapatkan hukuman yang pantas baru kita bisa tenang. Seenggaknya, dia udah gak punya aset atau uang lagi untuk bayar orang yang bisa membahayakan kita."

__ADS_1


"Iya, Kak. Aku ngikutin apa kata kakak aja."


"Yakin?"


Neska menganggukkan kepalanya membuat Cean tersenyum cerah. Andai dia ada didekat gadis itu, pasti dia akan membuat Neska cegukan lagi. Membayangkan saat Neska cegukan justru membuat Cean mengulumm senyuman.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Neska penasaran.


"Gak, gak apa-apa, kok."


"Terus itu kenapa?"


"Gak ada." Cean masih saja mau menyanggahnya.


"Bilang, Kak. Aku juga pengen tau."


"Oke, oke. Kamu mau tau kenapa aku senyum-senyum gak jelas?"


"Iya."


"Aku lagi ngebayangin wajah kamu pas cegukan, lucu ..."


Wajah Neska langsung memerah mendengar penuturan Cean. "Ih, kok malah bayangin wajah aku pas cegukan, sih?" protesnya.


"Abisnya lucu. Jadi gak sabar mau buat kamu cegukan lagi," goda Cean.


Cean terkekeh diposisinya. Menggoda Neska sudah menjadi hobinya akhir-akhir ini. Sikapnya yang polos selalu berhasil membuat Cean bahagia. Padahal dulu dia tidak tertarik pada gadis seperti Neska tapi kenapa sekarang tidak bisa jika tidak memikirkan gadis ini, pikirnya.


"Kuliah kamu lama lagi selesainya ya?"


"Lama lagi, Kak. Kan udah aku bilang dua tahun lagi."


Cean mendesis sebal.


"Emang kenapa sih?" Neska sudah bisa menebak kenapa Cean selalu memburu-burunya agar cepat selesai kuliah seperti ini.


"Nikah, yuk!"


Neska hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ajakan itu untuk kesekian kalinya.


"Ada gitu ya, orang ngajak nikah kayak begitu," olok Neska tak sepenuhnya serius.


Cean kembali terkekeh. Dia mengakui jika dirinya yang memang kurang romantis dalam hal semacam ini.


"Kasi aku kesempatan, dilain waktu aku pasti ngelamar kamu dengan cara yang lebih pantas," batin Cean yang tidak mengutarakan kata-katanya itu.


...***...


Berita mengenai Jelita yang memposting foto Neska di situs open B.O akhirnya turut menguak siapa Neska sebenarnya termasuk hubungannya dengan Cean yang adalah bos tempat dimana Neska bekerja.

__ADS_1


Hal itu turut menjadi pembahasan antar tim yang mengenal Neska, tak terkecuali Zain dan yang lainnya.


Saat mereka kembali mengunjungi Neska di Singapore untuk sesi pembuatan iklan yang sudah disetujui konsepnya. Zain tidak kuasa untuk berbicara pada gadis itu terkait hal ini.


"Aku gak nyangka ternyata kamu punya hubungan sama Pak Cean. Awalnya aku kira kamu pacaran sama Pak Marko," katanya memulai.


Neska ingat saat pertama kali Zain memang menganggapnya memiliki hubungan dengan Marko. Hal ini pula yang membuat Zain curiga karena Neska bisa memasuki tempat sebagai BA tanpa harus melakukan seleksi.


Neska tidak tau entah ucapan Zain ini berniat menyindirnya atau hanya ingin tau lebih jelas terkait berita yang telah beredar di kalangan karyawan di perusahaan milik Cean.


"Iya, Kak. Sebenarnya aku dan Kak Cean memang punya hubungan." Neska lebih memilih jujur ketimbang mengelak. Toh,. berita tentangnya dan Cean pasti sudah ramai diperbincangkan, jadi tak ada gunanya dia menyangkal hal itu.


"Setelah kamu menjadi BA atau sebelumnya?" tanya Zain kemudian.


Neska hanya tersenyum kecil, baginya pertanyaan Zain terlalu mendalam dan dia urung untuk menjawab hal itu.


"Aku udah kenal Kak Cean sejak aku SMA, Kak. Jadi bukan karena aku jadi BA di perusahaannya lalu kami menjalin hubungan," papar Neska. Dia lebih memilih menceritakan perkenalannya dan Cean ketimbang membahas kapan awal mulanya dia dan Cean menjalin hubungan yang lebih dari sekedar atasan dan bawahan.


"Oh," sahut Zain datar. "Jujur, aku sempat tertarik sama kamu, Nes. Makanya aku sekedar pengen tau aja." Pemuda dengan rambut gondrong itu tersenyum tipis. "tapi kayaknya kita emang dituntut untuk kerja sama secara profesional," tambahnya lagi.


Neska menipiskan bibir, dia tidak menyangka mendapat peryataan itu dari Zain apalagi setelah pemuda itu jelas-jelas mengetahui hubungannya dengan Cean.


"Ya, mau gimana lagi, kan? Aku juga gak mungkin bersaing dengan Pak Cean untuk mendapatkan kamu." Zain meringis keki, sehingga Neska ikut melemparkan senyum ke arahnya.


"Maaf ya, Kak." Entah kenapa Neska justru mengucapkan kata itu.


"Kamu gak salah, kenapa minta maaf?"


"Ya, siapa tau aku udah buat kakak sakit hati tanpa aku sadari."


"Gak lah, Nes. Lagipula kita masih bisa berteman. Aku cuma gak menyangka aja kalau kamu dan Pak Cean menjalin hubungan yang serius."


"Tapi kenyataannya memang begitu, Kak."


"Ya, dan aku cukup dewasa untuk menerimanya jadi kamu gak perlu meminta maaf segala, Nes. Semoga kamu dan Pak Cean langgeng ya," ujar Zain tulus.


"Makasih ya, Kak. Aku juga doain biar Kakak menemukan pasangan yang tepat."


Tiba-tiba Farah menyela diantara percakapan mereka berdua. "Tenang aja, Zain udah ada eyke, kok," katanya sambil mengerling nakal pada pemuda itu.


Zain langsung berlagak muntah. "Ogah, gua masih normal kali," katanya sambil bersungut-sungut.


Akhirnya Neska tertawa, kadang kehadiran manusia seperti Fahri alias Farah justru bisa mencairkan suasana yang terasa canggung dan serba salah.


"Kita semua dukung yey sama Pak Cean, Nes. Serasi banget tau, kalian itu." Farah pun cengengesan dengan antusiasnya. "Ih, gumush pokonya liat kalian berdua. Kapan-kapan eyke mau ngintip kalian pacaran ah," lanjutnya disertai gestur tubuh yang lucu seperti meliuk-liukkan badan.


...Bersambung .......


Info ya, guys. Novel ini bakal tamat di akhir bulan ini. Makasih ya buat yang udah mendukung🙏

__ADS_1


__ADS_2