
Cean akhirnya kembali sibuk dengan urusan pekerjaannya. Sebulan yang lalu mereka sudah mengunjungi Bali untuk berbulan madu. Tidak cuma seminggu, melainkan sebulan penuh mereka menetap di pulau Dewata.
Cean amat senang bisa mewujudkan keinginan kecil istrinya. Dia semakin menyayangi gadis itu seiring waktu kebersamaan mereka.
Cean juga sangat bersyukur, sebab Neska benar-benar seorang istri yang bisa menerimanya dan garis bawahi jika Neska juga sangat sederhana.
Neska telah banyak melewati cobaan hidup di separuh umurnya, begitulah yang Cean ketahui.
Cean juga dapat menilai jika hidup Neska sudah terbiasa ditempa, maka dari itu Cean bertekad untuk bisa membahagiakan Neska dikedepan hari. Setidaknya, dia mau menyusun kembali puzzle kebahagiaan gadis itu yang sempat berserak akibat lamanya menanggung hidup yang sulit.
Cean mau dia yang dapat mewujudkan semua keinginan Neska dan membuat gadis itu memiliki alasan untuk selalu bertahan dengan segala sikapnya.
Sementara untuk Neska, dia tak memiliki apapun yang berharga untuk sang suami selain dirinya sendiri serta cintanya yang luar biasa. Dia berharap Cean akan selalu merasa kurang dengan cinta yang dia berikan, agar pria itu terus menagih cinta darinya disetiap hari. Neska tak akan membiarkan Cean merasa puas, Cean harus terus merasa kurang hingga itu menjadikan alasan bagi Neska untuk terus memberi rasa itu kepada suaminya.
Mau bagaimana lagi, memang hanya perasaan tulus lah yang Neska punyai untuk dicurahkan terus menerus untuk suaminya. Jadi, dia tidak mau Cean sampai pada titik puas hingga akhirnya tidak membutuhkannya lagi.
Yang Neska inginkan adalah Cean selalu ketergantungan padanya, hingga tak bisa meninggalkannya.
"Sayang, aku kerja ya, hari ini."
Neska tersenyum lembut kepada suaminya yang sedang berpamitan.
"Iya, nanti pulangnya jam berapa?" tanya sang istri sembari sedikit merapikan dasi yang Cean kenakan.
"Mungkin agak malam, aku udah terlalu lama cuti, kan?"
Neska mengangguk. "Hati-hati ya, Sayang."
Cean mengerling nakal mendengar panggilan mesra istrinya.
__ADS_1
"Bye, Honey." Cean berlalu setelah Neska mencium tangan pria itu dengan takzim.
Baru saja Neska melihat Cean yang sudah menyentuh handle pintu mobilnya, tapi pria itu kembali ke hadapan Neska dengan berujar pelan,
"Ada yang ketinggalan," paparnya.
"Apa?" Neska kebingungan.
"Ini yang ketinggalan." Cean berujar sembari bertindak. Dia mengecup puncak kepala Neska, kemudian mencium bibir istrinya dengan durasi yang cukup lama.
Neska menepuk pelan pundak Cean yang merasa jika ciuman itu terlalu berlebihan, apalagi mereka masih tinggal dikediaman orangtua Cean, tentu saja Neska sungkan jika sampai ada yang melihat perilaku Cean itu.
Cean menyengir saat melihat Neska merona, tak lama pria itu mengusap bibir Neska yang basah karena ulahnya.
"Sorry, ya, aku suka kelepasan kalau udah nyium kamu," tutur Cean terus terang.
Neska hanya mengangguk dengan rasa gugup luar biasa. Entah kenapa dia masih saja malu jika Cean menggodanya dan berlaku intens padanya padahal mereka sudah seringkali melakukan yang lebih daripada ini.
Neska kembali mengangguk, dia kira Cean akan pergi, tak tahunya pria itu masih berdiri dihadapannya. Neska sudah tau alasannya, dia mengadah pada pria tinggi yang sudah menjadi suaminya itu.
"Udah sana, jangan disini kalau masih mau meledek cegukan aku," kata Neska sambil mencebik dan ya, cegukannya lagi-lagi keluar disaat itu.
...***...
Beberapa bulan setelah pernikahan mereka, Neska dan Cean mendapat kabar bahagia dari dokter saat Neska memeriksakan diri akibat merasa tidak enak badan. Ya, Neska positif hamil dan itu semakin melengkapi kebahagiaan mereka.
"Makasih sayang, aku bakal jadi Papa."
Cean berlari-lari memasuki rumah saat tiba dikediaman orangtuanya. Dia ibarat pemain sepakbola yang baru saja mencetak gol dan memenangkan piala dunia.
__ADS_1
Neska dan yang lainnya sampai geleng-geleng kepala melihat betapa antusiasnya Cean saat mendengar kehamilan sang istri.
Tepat saat kandungan Neska menginjak usia 7 bulan, Cean memberikan Neska hadiah kehamilan berupa rumah baru untuk keluarga kecil mereka.
Berhubung Neska sedang hamil, jadi mereka dilarang untuk pindah kesana dalam sementara waktu, tapi Neska sudah bersyukur ternyata Cean memiliki kepedulian terhadap hunian keluarga mereka nantinya. Apalagi rumah itu benar-benar sesuai dengan selera Neska yang sederhana dan tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.
"Makasih ya, Sayang. Rumahnya bagus banget. Kok bisa sesuai sama selera aku ya?" tanya Neska saat Cean menunjukkan rumah itu pada sang istri.
"Aku kan udah tau rumah impian kamu, jadi aku berusaha mewujudkannya."
"Makasih ya, Sayang." Neska memeluk Cean dengan erat, sejak hamil dia juga semakin senang jika berada didekat sang suami.
"Sama-sama. Apa yang aku berikan sama kamu sampai hari ini, tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu berikan sama aku. I love you," ujar Cean sembari mengusap rambut lurus milik sang istri.
"I love you, too..."
Tidak ada yang paling membahagiakan daripada hidup bersama orang yang tepat. Terutama jika dia adalah orang yang kita cintai dan juga mencintai kita. Apalagi, kadang cinta itu sering membutakan, mengalahkan logika hingga menstimulus otak dan membuat seolah-olah tidak akan ada orang lain yang dapat menggantikan seseorang yang namanya sudah terpahat di dalam hati yang terdalam. Maka, berbahagialah bagi yang dapat menemukan dan membersamai pasangan yang benar-benar diinginkan, pun sangat menginginkannya.
Berterima kasihlah pada pasangan yang membersamaimu sampai hari ini. Mungkin kamu lupa atau nyaris tidak pernah mengucapkan rasa terima kasih. Padahal dia adalah orang yang paling menerima kamu apa-adanya kendati dia tidak sempurna---sama seperti kamu pula. Dia yang menerima segala sikap menyebalkanmu, juga sepahit apapun sambutanmu saat dia sedang membutuhkan uluran sikap hangatmu.
*Yang paling penting, dia yang telah mengorbankan banyak hal buat kamu tapi kamu terus merasa kurang. Kamu patut mensyukuri keberadaannya yang hadir dalam hidup kamu.
Perlu diingat, sesuatu akan terasa berharga saat kita benar-benar kehilangannya. Hanya itu*.
...___Tamat___...
Nah, akhirnya tamat deh novel ini. Semoga kalian puas dengan endingnya ya. Ntar kalau othor sempat bakal dikasi bonus Chapter deh. Tapi, gak janji ya. Ingat, gak Janji.🙏🙏🙏
Makasih banyak yang udah menyempatkan diri utk baca novel ini. terutama yang baca sampai part ending dan gak berhenti ditengah jalan. Othor sangat menghargai kalian para Readers setia othor. Dan lagi bagi pendukung yang udah ngasih gift, vote dan selalu tinggalkan komentar, othor doakan semoga kalian mudah terus rezekinya. Aamiin.
__ADS_1
Insha Allah, kalau gak ada halangan, othor bakal terus up novel Aura ya (Dijebak Di Malam Pengantin). Sampai ketemu disana ya, semoga kita semua sehat selalu dan dilancarkan segala urusannya. 🙏🙏❤️❤️❤️❤️