WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 12 - RENCANA MADAM


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


“Jadi bagaimana sayang ? Apa yang membawamu ke tempat surga ini ?” tanya Madam Chie yang duduk di meja kebesarannya.


Putri memainkan jari-jarinya dibawah meja, matanya intens memperhatikan pakaian Madam Chie yang tampak begitu mahal. “Anda sudah tahu Madam, aku membutuhkan banyak sekali uang,” jawabnya.


Madam menganggukkan kepalanya mengerti, dan menatap Putri dengan seringainya. “Katakan pada Madam berapa nominal yang kau butuhkan!”


“Hah…” Putri menghela nafas panjang. “Sangat banyak Madam, itu yang membuatku pusing akhir-akhir ini. Dan bukan itu saja, aku harus membayar biaya rumah sakit Ibuku, belum termasuk obat-obatan dan biaya terapi,” sambungnya.


Senyum Madam Chie semakin melebar, entah mengapa mendengar penderitaan Putri malah membuatnya sangat senang. Karena itu artinya wanita muda itu akan melakukan apapun untuknya, termasuk menjadi budaknya.


“Astaga, aku sangat prihatin mendengar kisah sedihmu. Apalagi kau masih muda, tapi biaya yang harus kau tanggung sangat banyak,” jawabnya dengan suara yang dibuat-buat sedih.


“Sebutkan saja nominalnya sayang,” ucap Madam Chie.


“Dua puluh lima Milyar dan itu belum termasuk dengan seluruh biaya pengobatan Ibuku, Madam.”


Madam Chie menganggukkan kepalanya mengerti. “Baiklah katakana saja kau memiliki hutang sebesar 30 Milyar,” ucapnya yang diangguki oleh Putri.


“Aku bisa membayar semua hutangmu itu, saat kau bekerja untuk Madam, sayang. Kamu mengerti maksudku, kan ?”tanya Madam.


Putri menganggukkan kepalanya, tentu saja ia mengerti. Menjadi pekerja untuk madam berarti harus menyerahkan tubuhnya untuk wanita itu. “Ya, madam. Aku sangat mengerti,” jawabnya.


Tangan wanita paruh baya itu menepuk-nepuk diatas udara. Ia tertawa bahagia mendengar penuturan calon bunga pada Club malamnya ini.


Ia berdiri dari duduknya, dan memutari mejanya. Tangannya mengandeng tangan Putri. Menuntun wanita itu berdiri dari duduknya dan kembali duduk di sofa yang terletak di ujung ruangan itu.


“Saat kamu dulu menjadi pelayan di Club beberapa tahun lalu sebelum kamu berhenti. Banyak sekali pria muda dan juga CEO perusahaan kelas kakap di Indonesia yang ingin bermalam dengan mu,” ucap Madam Chie menatap Putri dengan senyum manisnya.


Putri yang sedari tadi menatap kearah lain, karena tak berani melihat wajah wanita paruh baya itu, seketika menatap Madam Chie heran.


“Kenapa bisa Madam ? Bukankah aku tidak pernah memakai pakaian yang seksi ?” tanyanya dan diangguki oleh Madam Chie.


Wanita paruh baya itu menatap Putri dalam. “Benar, kamu tidak pernah memakai pakaian yang terbuka. Bahkan baju yang kamu pakai itu terlihat usang dan menjijikan dimataku,” jawabnya. “Tapi coba pikirkan, kenapa para pria itu malah memilihmu ?” tanyanya.


Putri menggelengkan kepalanya, tak tahu. Ia menatap Madam Chie bingung. “Kenapa memangnya, Madam ?”


“Itu karena kecantikanmu dan juga auramu yang terlalu memikat. Itulah sebabnya mau pakaian apapun yang kau kenakan, jika auramu itu kuat maka para pria akan tertarik.” Madam Chie melepas pegangan tangannya dari Putri.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu mengalihkan pandanganya kearah lain. “Hah…” ia menghela nafas panjang. “Dan saat Madam menolak mereka, Madam dikatakan tidak professional dan mengancam akan menuntun Madam,” sambungnya.


Mulut Putri terbuka sangking terkejutnya, hanya gara-gara dirinya Madam akan dijebloskan ke penjara ?


“Untung saja Madam berhasil menengangkan para CEO yang menginginkan mu itu, jika tidak mungkin saja Madam sudah berada di dalam penjara saat ini,” ucapnya lagi dengan sedih.


“Kenapa Madam tidak memberitahuku pada saat itu ?” tanya Putri yang sudah merasa tidak enak. Ia sedikit merasa bersalah setelah mendengar cerita tua itu. Bahaya juga jika Madam terjerumus ke penjara hanya karenanya. Pasti ujung-ujungnya dirinya yang akan disalahkan karena masalah itu nantinya.


Kini mata Madam kembali menatap Putri. “Kau hanya bekerja sebagai pelayan membawa minuman pada customer, bagaimana bisa aku memberikan mu pada mereka ? Aku juga punya hati sayang…”


“Kau tahu Roman Paris ?” tanya Madam Chie yang diangguki oleh Putri.


Hell, siapa yang tidak tahu dengan pengacara kondang Roman Paris ? Pria yang sudah berusia lima puluh tahun itu sudah sangat sukses membantai para musuhnya di meja pengadilan.


Dan karena kesuksesannya itu juga yang membuatnya menjadi incaran para wanita muda. Kekayaan pria tua itu sudah bisa membuat seluruh wanita bertekuk lutut padanya.


“Siapa yang tak tahu dia, Madam.”


“Ya, dia sangat terkenal. Dan dia pula yang pernah meminta pada Madam agar bisa bermalam denganmu. Roman Paris bahkan pada malam itu akan membayar mu 1 Miliyar hanya satu malam,” jawab Madam Chie yang membuat Putri terkejut.


Mata wanita cantik itu membulat seketika, ia menutup mulutnya terkejut. “A-apa benar itu Madam ?” tanyanya yang diangguki oleh Madam Chie.


“Bukan hanya itu, tapi suami dari artis dan penyanyi Syahrani, dan beberapa CEO juga pernah meminta bermalam denganmu tapi Madam tolak, karena madam menghargai kamu,” jawab Madam sembari tersenyum manis.


Meski sedikit kaget dengan ucapan Madam, ia tetap tersenyum membalas senyuman wanita tua ini. “Tapi sekarang Madam sangat senang karena kamu mau bekerja dengan Madam.”


“Madam berjanji akan menjadikan mu wanita yang paling mahal di club ini. Teman kamu tadi, Tamara, ia akan kalah dengan kepopuleran kamu!” janji Madam itu.


“Sama-sama sayangku, seharusnya Madam yang berterima kasih karena kamu memilih Madam yang menjadi Ibu peri mu,” ucapnya dengan senyum tipis.


Ia mendekatkan dirinya pada Putri dan menyentuh lengan Putri lembut. “Jadi kapan kamu bisa bekerja ? Malam ini ?” tanyanya dengan senyum lebar.


Putri menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, ia menundukkan kepalanya takut kepada Madam. Ia takut Madam akan mencampakkannya karena mengatakan ini. Karena mungkin permintaannya ini terlalu berlebihan.


Melihat respon tubuh Putri yang seperti menolak dirinya, membuat dirinya sedikit kesal dan tak mengerti maksud dari Putri. “Lalu kamu kapan mau kerja di sini ?” tanya wanita tua itu sedikit marah dan menjauh dari Putri.


“Kamu tidak benar-benar ingin kerja di sini ?” tanya Madam yang membuat Putri langsung menatap wajahnya dengan kaget. “Jika tidak serius, silahkan pergi dari sini, dan jangan membuang-buang wak−“


“Bukan begitu Madam!” potong Putri cepat.


“Yang ku maksud adalah aku tidak ingin bekerja di Club ini, tapi aku ingin bekerja di Club yang ada di Las Vegas, karena seseorang mengatakan jika kau bisa membawa wanita ke Club itu,” jelas Putri panjang lebar.


Mulut Madam Chie sedikit terbuka karena kaget, entah ia harus berekspresi seperti apa. Apa ia harus senang karena akan menukarkan Putri dengan segepok uang dari bos Mafia-nya di Las Vegas, atau sedih karena harus kehilangan calon bintang di club nya.


Jika wanita lain mungkin ia akan sangat senang, tapi jujur saja Putri adalah wanita tercantik yang pernah ia temui semasa hidupnya di Club ini.


“Bagaimana, Madam ?” tanya Putri.

__ADS_1


Melihat wanita tua itu diam, malah membuat Putri jadi tak enak hati. Apa harus yang sudah berpengalaman dulu yang bisa dibawa ke Las Vegas ? Atau harus ada seleksi khusus ?


“Ah ya sayang…” jawab Madam Chie.


Ia terlihat seperti memikirkan masalah yang berat, ia menimbang mana yang akan menguntungkannya.


“Bagaimana Madam ?” tanya Putri lagi.


“Sebentar sayang, biar aku pikirkan…”


Apa lebih baik Putri berada di Club ini, eh tapi Putri ini sudah pasti lolos seleksi menuju Club besar itu. Dan pasti ia akan mendapatkan banyak uang dari sang big bos. Saat para mafia itu sudah bosan dengan tubuh Putri, pasti ia akan melantarkan Putri.


Saat itu ia bisa mengambil Putri kembali, dan menjadikan wanita ini sebagai wanita penghibur di Clubnya.


Ya, itu adalah rencananya yang sempurna.


Madam Chie tersenyum tipis dan menatap Putri dalam. “Baiklah sayang, aku akan menghubungi big bos dan kamu bisa berangkat ke Las Vegas setelah itu,” ucap Madam dengan seringainya.


Putri tersenyum lebar, sembari memegang kedua tangan wanita tua itu. Ia mengucapkan banyak-banyak terima kasih.


“Tapi kamu harus ingat, bahwa siapa yang membawamu kesana. Jika kamu sudah kaya, kamu tahu kan harus kembali pada siapa…” sambung Madam Chie.


Putri menganggukkan kepalanya semangat. “Tentu Madam, sampai mati aku akan mengingat kebaikanmu ini.”


Diam-diam Madam tersenyum menyeringai, “hah…berapa banyak uang yang akan aku dapatkan nanti…” batinnya.


“Siapkan dirimu, aku akan mengurus paspor dan visa gelap untukmu,” ucap Madam Chie seraya berdiri dari duduknya.


Ia berjalan untuk ke meja kerjanya, ia membuka salah satu laci di meja kerja itu lalu mengambil amplop coklat yang sedikit menggembung.


Lalu ia berjalan untuk kembali duduk disamping Putri. “Ini adalah uang cash 100 juta, berikan ini pada keluargamu untuk biaya hidup mereka, aku tahu kamu adalah tulang punggung keluarga. Lalu katakana pada mereka, jika kamu memiliki pekerjaan di luar negeri dan akan mengirimkan uang pada mereka setiap kamu mendapatkan uang, maka dari itu buatkan keluargamu kartu ATM,” jelas Madam.


“Nanti Madam akan berikan ponsel dan alat lainya agar kamu bisa berkomunikasi dan mengirim uang pada mereka,” sambungnya.


Dengan perasaan haru ia memeluk tubuh wanita tua itu dengan erat. “Terima kasih Madam, terima kasih. Aku berjanji tidak akan mengecewakan mu, aku akan berusaha payah memikat pria paling terkaya yang ada di Club itu!” janji Putri.


Madam Chie tersenyum menyeringai dan membalas pelukan berliannya itu dengan erat. “Aku pegang janjimu, jadikan dirimu ratu di Club itu dan buat pria terkaya di sana tergila-gila padamu!”


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2