WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 57 - KETAHUAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sandra sedari tadi menggerutu kesal karena suaminya yang tak kunjung keluar dari dalam mansion milik keluarga de Luca itu.


Sudah hampir 30 menit dan El belum saja keluar, tak tahu dia jika tubuh Sandra benar-benar terasa remuk dan harus segera berendam air hangat.


"IHH!! Lama banget!" cicitnya kesal menatap pintu mansion yang di jaga oleh dua orang bodyguard.


"Sabar sebentar lagi nyonya, mungkin ada hal sangat penting yang dibicarakan oleh tuan Jeff," jawab Fred mencoba untuk menangkan Sandra yang berada di depan tempat duduknya.


Terdengar suara decakan tidak terima dari mulut Sandra. "Bahas apaan sih ? Tapi waktu di dalam gak diomongin. Sekarang sudah mau jam 3 pagi gini malah diajak bicara. Aku kan capek!" pekiknya kesal.


"Maaf, nyonya." Tidak ada lagi yang bisa Fred ucapkan selain permintaan maaf.


Sementara Putri yang dari tadi senyum-senyum tak jelas karena sudah terbebas dari Jeff, memberanikan dirinya untuk berdiri dari duduknya dan berjalan menuju bangku El yang berada di sebelah Sandra.


Lalu ia mendudukkan dirinya pada kursi itu. Sandra melirik malas ke arah Putri yang tersenyum kearahnya.


"Nyonya capek ya ?" tanyanya dengan senyum manis.


Sandra memutar bola matanya malas. "Kau lihat saja bagaimana penampilanku yang sudah acak-acakan begini," jawabnya sinis.


Putri meraih tangan Sandra yang berada di paha wanita itu lalu memijitnya perlahan.


"Besok kita ada jadwal menyantuni anak yatim di Greenwich village," ucap Putri perlahan. "Hm," jawab Sandra yang sudah mengetahui jadwalnya.


Melihat respon Sandra yang tenang membuatnya melebarkan senyumannya.


"Bagaimana sepulang dari Greenwich village kita salon sebentar nyonya, saya ingin pijat dan nyonya bisa perawatan tubuh agar terlihat lebih menarik di mata laki-laki," ajak Putri, ia sengaja membujuk Sandra karena jika dirinya yang meminta ijin keluar pada bodyguard, sudah pasti tak ada yang mau mengantarkannya.


Jika Sandra yang ingin pergi kan sudah pasti mereka semua tidak ada yang berani mengabaikan permintaan Sandra.


"Bukankah kita tiga hari yang lalu sudah pergi ke salon ? Besok kamu mau minta ke salon lagi ?" tanya Sandra heran.


Putri menganggukkan kepalanya cepat sembari tersenyum manis. "Iya nyonya, badan saya pegal-pegal. Kemarin nyonya tidak ingat jika saya membawakan belanjaan nyonya yang sangat banyak ?" adunya sembari memijit-mijit tangannya sendiri. "Lagipula jika nyonya pergi lebih sering ke salon kan...." Putri menggantungkan kalimatnya.


Ia mendekat kearah wajah Sandra dan membisikkan sesuatu di telinga wanita itu. Sesudahnya ia menjauhkan lagi wajahnya.


Sandra tersenyum kecil mendengar bisikan Putri, lalu ia menganggukkan kepalanya setuju dengan ide Putri yang mengajaknya untuk pergi ke salon.


Putri bersorak senang dan memeluk tubuh Sandra singkat dari samping.


Itu semua tak luput dari perhatian Fred, ia tersenyum miring melihat kedekatan nyonya dengan Putri. "Nyonya hanya belum tahu, siapa Putri itu yang sebenarnya...." batinnya menatap Putri sinis.


...o0o...


"ASTAGAAA?!! SUDAH SATU JAM!!" teriak Sandra kencang di dalam mobil.


Putri menutup telinganya dan berjalan untuk duduk di bangku yang berada di samping Fred seperti tadi.

__ADS_1


Wanita yang sudah menahan ingin buang air kecil itu sedari tadi juga ingin meninggal rasanya karena El yang terlalu lama mengobrol dengan Jeffery.


"Nyonya, saya ingin buang air kecil.." ucap Putri yang sudah tak tahan dan ingin segera mengeluarkan isi kandung kemihnya yang telah penuh.


"Astaga kau lagi Put!! Tadi didalam kau sudah ijin ke kamar mandi 3 kali. Sekarang ingin buang air kecil lagi ?" tanya Sandra heran.


Wanita itu membalikkan tubuhnya dan menatap wajah pucat Putri karena heran.


"Ijinkan say–"


"Tidak! Tahan itu!" jawab Sandra cepat memotong ucapan Putri. Bisa jadi semakin lama jika Putri ingin masuk lagi kedalam mansion itu.


Putri mendesah kecewa, dan mencoba mengalihkan rasa ingin buang kecilnya ini dengan menutup matanya.


Sementara Sandra sudah tak menghiraukan lagi ucapan Putri yang meringis ingin ke toilet itu. Ia membuka tasnya dan mengambil cermin berukuran sedang.


Ia merapikan sedikit penampilannya, jadi jika El datang kemari dia bisa terlihat tetap cantik dan segar. "Siapa tau nanti El mau minta jatah sebelum tidur," gumamnya pelan sembari tertawa kecil.


Namun saat ia sudah menghapus sepenuhnya lipstik yang ia gunakan dan bermaksud untuk memakai lipstiknya lagi. Malah lipstik itu sudah tak ada dalam tasnya. Ia sudah mengeledah isi tasnya untuk mencari benda kecil itu tapi tidak ada.


"Ah dimana lipstik ku ?" tanyanya padi dirinya sendiri. "Astaga Sandra, itu kan lipstik keluaran terbaru merk Dior!!" sambungnya kesal pada dirinya sendiri, karena lipstiknya itu sangat mahal harganya.


"Ada apa nyonya ?" tanya Fred yang langsung peka saat melihat nyonya-nya kebingungan.


Sandra melihat Fred sebentar lalu kembali menggeledah isi tasnya. "Lipstikku hilang, pasti tertinggal di mansion!" ucapnya penuh dengan penyesalan.


"Baik kalo begitu biar saya yang am–"


"Biar Putri saja yang mencari nyonya, sekalian saya ijin pergi ke kamar mandi!" jawabnya cepat.


...o0o...


Putri tersenyum senang saat sudah mengeluarkan isi perutnya. "Hah....lega.." cicitnya.


Ia segera membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi untuk mencari lipstik mahal milik Sandra.


Namun saat kakinya ingin melangkah menuju pelataran tempat acara keluarga berkumpul tadi.


Terdengar suara dua orang pria dewasa yang nampaknya tengah berbisik-bisik. Karena rasa penasarannya yang tinggi, ia menyampingkan dahulu misi pencarian lipstik Sandra dan memilih untuk menguping pembicaraan mereka berdua.


Aku dengan wanita itu hanya bermain-main saja, Dad."


Tubuh Putri menegang saat mendengar ucapan itu. "Inikan suara milik El..." cicitnya, kakinya terus berjalan mendekati ruangan yang berada di dekat toilet tamu yang baru saja ia pakai itu.


"Berjanjilah untuk tidak menceraikan Sandra!"


"Itu suara Daddy Jeff." Putri tengah menebak jika sepasang ayah dan anak itu tengah membicarakan Sandra.


"Aku berjanji!"


"Suara El, lagi." Entah mengapa perasaan Putri menjadi tak enak. Apa Jeffery berfikir jika kedatangannya kesini akan merebut El dari Sandra ?


"Lalu bagaimana jika sampai wanita malam mu itu hamil ?"


Hening beberapa saat, tidak ada yang membuka suara lagi. Putri juga penasaran dengan jawaban apa yang akan di berikan oleh El.


"Aku akan mengugurkannya..."

__ADS_1


Deg....


Entah mengapa hati Putri merasakan sakit yang teramat sangat saat mendengar ucapan El. Padahal ia tidak tahu arah pembicaraan mereka.


Daripada membiarkan hatinya terluka tanpa sebab, Putri memilih untuk pergi dan mencari barang Sandra.


Namun saat akan pergi, ia mendengar namanya di sebut. Dan tubuhnya terasa di tusuk tombak dari belakang mendengar ucapan El.


"Itu janjiku padamu Dad. Jika sampai Putri hamil, aku berjanji akan mengugurkannya. Hanya Sandra yang akan melahirkan penerus bagi keluarga de Luca. Jadi kumohon biarkan Putri tetap di sisiku."


Tak terasa air mata Putri menetes dari sudut matanya. Hatinya terasa begitu sakit mendengar ucapan El. Memang dia adalah perempuan hina, tapi apakah sebegitu tidak pantasnya kah dirinya untuk hamil ?


Segera ia berlari kecil keluar dari mansion dan segera memasuki mobil Limousine milik El. Per***se***tan dengan lipstik Sandra yang berharga jutaan itu.


Brakkk....


Putri membanting pintu mobil itu dengan keras, setengah mati ia menahan air matanya untuk tidak menetes.


"Mana lipstik ku ?" tanya Sandra.


"Ma–maaf nyonya, saya sudah mencari sampai ke sudut-sudut tapi lipstik anda tidak ada. Sepertinya sudah diambil oleh salah seorang pelayan yang membersihkan ruangan itu," alibi Putri.


Sandra mendengus kesal dan menyumpah serapahi para maid yang berada di mansion itu karena kesal.


Namun beberapa detik kemudian, El keluar dari mansion yang membuat wajah kesal Sandra hilang seketika.


"Akhirnya..." cicit Sandra senang.


Berbeda dengan Putri yang menundukkan kepalanya, ia menangis dalam diam. Tanpa sadar ia mengelus perutnya perlahan.


"Aku harus meminta bantuan Nathan, aku harus mengecek terlebih dahulu apakah aku hamil atau tidak. Jangan sampai El mendahului ku dan menghancurkan semuanya...." batinnya mantap.


...o0o ...


MANSION MILIK THEO



MOBIL LIMOUSINE PUNYA ABAH EL 🤗



ABAH EL...



GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE+GIFT yaa...


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2