WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 23 - MEMBUAT LUBANG KEMATIAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Putri berjalan dengan anggun dengan high heels yang ia gunakan di depan kaca besar di kamar hotel miliknya itu.


Ia benar-benar sangat gugup sekarang. Beberapa menit lalu ia sudah menghubungi adiknya, ia berniat untuk meminta adiknya itu berdoa agar selamat.


Iya, selamat sampai kembali ke kamar hotel ini lagi.


Namun bukannya mendoakan adiknya malah semakin curiga, dan menuduhnya akan mencuri di negri orang ini.


"Ngapain sih kakak minta doa biar selamat gitu ? Kakak mau nyopet ya ? Mau jadi pengemis ? Atau jangan-jangan kakak mau nyuri ya ?? BENAR-BENAR YA KAKAK IHH!! BIKIN MALU AJA! MANA PAKAI MINTA DOA SEGALA LAGI! Awas aja kalo sampai nyuri buat biaya rumah sakit ibu! Malu-maluin...."


Setelah menuduhnya macam-macam, adiknya malah mematikan telfon itu secara sepihak. Tanpa mendengarkan penjelasan kakaknya terlebih dahulu.


"Huft...." Putri menghela nafas panjang.


Sekali lagi ia menatap seluruh anggota tubuhnya dari cermin besar itu, seraya berkata, "aku bisa, pasti bisa, dan benar-benar bisa!"


"Okay Put, ini saatnya untuk keluar dari kamar ini," gumamnya.


Ia tak membawa barang apapun, tidak ponsel dan tidak uang sedikitpun. Karena menurut Mr. Jack sudah ada mobil yang akan mengantar jemput "mereka" dari hotel ke Club, begitupun sebaliknya.


Iya "mereka", tentu Putri tak sendiri. Ada banyak wanita penghibur yang berasal dari berbagai Negara yang tinggal sementara di hotel ini.


Ceklek...


Putri membuka pintu kamarnya dengan jantung yang berdebar. Entah mengapa nyalinya menjadi ciut begini.


Saat pintu itu terbuka, ada sekali banyak wanita yang berkerumun secara berkelompok dan ada juga yang baru keluar dari kamar, sepertinya.


Dilihatnya wanita cantik itu satu per satu, sudah pasti jika mereka adalah wanita penghibur juga. Menurut Mr. Jack juga lantai kamar hotel yang ia gunakan semuanya berisi wanita penghibur.


Rasa takut Putri semakin menjadi-jadi, diliriknya wanita yang asik mengobrol berkelompok itu, ada 4 orang di sana.

__ADS_1


Mereka sangat cantik, rambut mereka blonde seperti rambut Barbie, ada juga yang rambutnya berwarna merah terang.


Lalu di padukan dengan dress yang begitu cantik melekat pada tubuh mereka. Ditambah dengan make up yang benar-benar tebal, namun sangat sesuai dengan mereka.


Cantik, sangat cantik.


Ia jadi merasa tidak percaya diri, boleh dia di Indonesia atau lebih tepatnya di Club milik Madam Chie menjadi yang paling cantik. Tapi di sini, melihat para wanita yang berasal dari berbagai negara, ia jadi tak percaya diri.


"Hai!"


Suara dan tepukan pada bahunya yang terjadi bersamaan menghancurkan lamunan Putri. Ia segera membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menghampirinya.


Matanya berkedip beberapa kali saat melihat seorang wanita dengan mata sipit menghampirinya. Di melihat wanita itu dari atas sampai bawah.


Badan yang ramping, meskipun memiliki dada yang tidak berisi tapi lekuk tubuh wanita ini benar-benar bagus. Lalu di tambah dengan dres putih yang membuat kulit putihnya menjadi lebih bersinar.


"Hai ? Halo ?" sapanya lagi sembari menjentikkan tangannya di depan mata Putri.


"Ah iya, hai..." jawabnya cepat, ia meringis malu saat ketahuan memperhatikan detail wanita itu.


"Kamu anak baru, ya ?" tanyanya dan Putri menganggukkan kepalanya cepat.


Putri mengulurkan tangannya, berniat memperkenalkan diri. Tak ada salahnya jika ia memiliki teman di sini, toh juga dia yang akan mendapatkan untung.


Wanita bermata sipit itu membalas uluran tangan Putri cepat, sembari tersenyum manis hingga membuat matanya hilang.


"Aku Meichan, kamu bisa memanggilku Mei. Seperti dugaanmu, aku berasal dari China. Dan aku juga baru datang 3 hari yang lalu di sini," sambutnya.


Putri tertawa kecil mendengar candaan wanita itu. "Benar Mei, aku juga sejak pertama mengira mu berasal dari China," jawabnya.


Dan mereka pun tertawa bersama.


"Baru hari ini aku mengobrol dengan seseorang, sejak aku datang tak ada seorangpun yang berbicara padaku," ucapnya Meichan sedih.


Putri merangkul bahu Meichan dengan senyum lebar di wajahnya. "Aku pun begitu, beruntung aku juga tadi kamu menyapa ku, jadi aku punya teman mengobrol juga," jawabnya.


"Oh ya, tadi kamu mengatakan padaku baru datang 3 hari yang lalu, berarti baru 2 hari dong kamu kerja di Club itu ?" tanya Putri penasaran.


Baru saja akan membuka mulut, suara seseorang menginterupsinya.


"Baiklah, sekarang giliran lantai 13 untuk turun ke bawah. Cepat turun, dan naik mobil yang sudah menunggu kalian di depan!"

__ADS_1


Tak lama setelah itu, semua wanita yang berjumlah kira-kira 11 orang itu masuk ke dalam 2 lift yang tersedia di sana, termasuk juga dengan Putri dan Meichan, yang masuk dalam 1 lift yang sama.


"Iya dan tidak. Iya aku baru sampai di sini 3 hari yang lalu, tapi aku tidak bekerja 2 hari yang lalu. Tapi setelah datang ke sini mereka memintaku untuk langsung bekerja tanpa beristirahat," jawabnya sembari berjalan memasuki lift bersebelahan dengan Putri.


Mata Putri melebar sempurna mendengar penuturan Meichan, ia menatap wanita itu tak percaya. "Kenapa mereka jahat sekali ? Kenapa tak ada yang memberikanmu waktu istirahat ?" tanyanya bertubi-tubi.


Ting...


Pintu lift itu tertutup.


"Kau tahu Put, aku di sini bekerja mencari uang, dan aku juga gak bisa menawar dan membantah dengan segala perintah mereka. Bisa-bisa aku di depak dari kasino itu," jawabnya ia memaksakan senyumannya pada Putri. "Dan yang membawaku kemari adalah Mr. Neo," sambungnya.


Putri menganggukkan kepalanya mengerti, benar juga, jika nantinya ia tak menuruti perintah mereka ia juga akan di depak dari Club' itu. Beruntung ia di bawah oleh Mr. Jack.


Ia tersenyum dengan keberuntungan yang dia dapatkan, namun senyumannya luntur seketika saat mengolah kembali apa yang Meichan ucapan.


Ting...


Pintu itu terbuka, dengan segera para pekerja itu keluar dari lift dan berjalan keluar dari hotel untuk menuju mobil.


"Sebentar Mei, apa tadi kamu bilang ? Kasino ?" tanyanya heran.


Meichan tampak berfikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya mantap. "Iya, kenapa ? Kita kan akan bekerja di Kasino sekarang," jawabnya.


"Bu–bukannya kita akan bekerja sebagi wanita penghibur di Club ?" tanyanya gugup.


Wanita bermata sipit itu tertawa kencang mendengar ucapan Putri. "Bukan sayang, tapi kita akan berkerja di sebuah kasino. Tempat di mana para pria kaya berjudi, menggunakan barang haram, dan juga bermain dengan wanita. Bukan Club yang berisi pria hidung belang yang membutuhkan kehangatan ranjang," jawabnya.


"Banyak dari Billionaire itu adalah seorang CEO ternama, atau mungkin seorang mafia dari dunia gelap, tidak ada yang tahu. Maka dari itu teman-teman ku China selalu mengatakan kepadaku untuk tidak membuat salah satu Billionaire yang ada di sana jatuh cinta padaku, atau aku bisa mati di tangan mereka atau istri mereka," sambungnya.


Putri menelan ludahnya susah payah, tiba-tiba jantungnya kembali berdetak dengan hebatnya. "Astaga, tanpa sadar aku menggali lubangku sendiri!" gumamnya.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2