WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 71 - BERITA TERHOT!


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sinar matahari mulai menyinari dunia, seorang wanita yang masih bergulung dengan selimut merasa sedikit terganggu dengan sinar matahari itu.


Ia menguap dan merenggangkan otot-otot tubuhnya dengan mata terpejam. Perlahan mata cantik itu membuka disertai dengan senyum lebar.


"Ahhh....sudah pagi rupanya," ucapnya sembari menyibak selimutnya lalu menggelung rambutnya dengan pita.


Hari ini adalah hari yang indah untuk Putri, karena semalam Nathan memberikan pesan padanya bahwa hari ini kurir suruhan Nathan akan mengirimkan paket yang sudah Putri tunggu-tunggu beberapa hari ini.


Apalagi kalau bukan identitas baru....


Putri tersenyum sumringah dan berjalan untuk memasuki kamar mandinya. "Siapa tahu habis mandi, orang suruhan Nathan sudah datang..." bayangannya sembari terkikik geli.


Namun saat beberapa langkah lagi sudah akan memasuki kamar mandi. Terdengar suara ketukan dari pintunya.


Senyum Putri hilang seketika, wajahnya menjadi kusut. Itu sudah pasti maid suruhan Sandra, tidak mungkin El. Karena pria itu semalam tak pulang, ia ada bisnis di Las Vegas.


Ceklek...


Putri memutar knop pintu dan memandang datar maid itu. Tak minat sama sekali mengobrol dengan maid itu.


Melihat tatapan Putri yang tak enak kepadanya, maid itu juga melototkan matanya kesal pada Putri.


"Ada paket diluar untukmu, ambil sendiri! Aku bukan babu mu!" ucapnya sinis lalu segera membalikkan badannya pergi menjauh dari kamar Putri.


Alih-alih marah Putri malah tersenyum senang, dan segera menuju lift untuk mengambil paket spesialnya. Dengan masih menggunakan baju tidurnya.


...o0o...


Wanita cantik itu keluar dari lift dengan bersenandung kecil, ia melewati ruang tamu yang berada di lantai satu itu.


Namun langkah kakinya berhenti saat melihat Sandra dengan tubuh gemetaran menangis mengangkat koran yang sedang ia baca.


Karena penasaran Putri menghampiri Sandra dan berdiri tepat dibelakang wanita itu. Sama seperti Sandra tubuh bereaksi sama, yaitu bergetar karena terkejut melihat isi headline koran itu.



Headline koran yang di baca oleh Sandra dan juga Putri.

__ADS_1


Ia menutup mulutnya yang terkejut, lalu di lihatnya Sandra yang sudah menangis tanpa suara.


Dengan cepat ia mengelus punggung Sandra, menenangkan wanita itu. "Tenang nyonya, jangan menangis..." ucapnya menenangkan.


Namun bukannya berhenti menangis, Sandra malah semakin menjadi dan memeluk tubuh Putri erat.


"Berita itu bohong Put! Bohong! A–aku tidak mungkin tidur dengan Thomas, dia kan paman El...hiks....hiks..."


Tidak ada jawaban dari Putri, wanita itu membalas pelukan Sandra dan semakin merapatkan tubuh mereka.


"I–ini anak El, aku–aku.....hiks.....hiks.....ini anak El...." yakinnya pada Putri.


Diam-diam Putri tersenyum miring lalu melepaskan pelukan mereka berdua, ia membiarkan Sandra menangis histeris hingga membuat para maid dan bodyguard mengelilingi mereka.


Para maid itu dengan sigap membawakan minuman untuk menangkan Sandra. Ada juga yang menatap Sandra dengan tatapan jijik.


Sedangkan Putri kini sudah memegang koran itu dan membacanya dengan seksama. "Nyonya tenang dulu, pasti nyonya hanya asal membaca judul beritanya. Biar saya bacakan semua isi beritanya ya nyonya..."


Tanpa menunggu jawaban Sandra, dengan cepat Putri membacakan inti dari berita yang tengah viral itu.


"Di duga Sandra de Luca, istri dari seorang pengusaha sukses dan kaya raya bernama Leonello de Luca menjalin hubungan terlarang dengan paman kandung Leonello yang bernama Thomas de Luca." Putri menghentikan bacanya untuk melihat reaksi puluhan maid yang mengelilingi mereka itu.


Berusaha mungkin ia tidak tertawa, saat maid itu memasang tampan penasaran yang cukup tinggi, menunggu kelanjutan cerita Putri.


"Beberapa hari yang lalu Sandra dan juga Leonello sudah mengumumkan kehamilan Sandra, namun netizen menduga itu bukanlah anak kandung Leonello, melainkan anak dari pamannya."


Putri membasahi bibir bawahnya yang kering, lalu kembali meletakkan koran itu di atas meja.


"SIALAN?!!! SIAPA YANG BERANI-BERANINYA MEMBUAT BERITA INI!!!" amuknya seperti seseorang yang tengah kesetanan.


Terdengar suara tawa dari depan mereka, segerombolan maid itu tengah menertawakan nasib buruk Sandra.


Sandra berdiri dari duduknya untuk keluar dari mansion, namun dengan segera Putri menarik lengan Sandra erat hingga wanita itu terduduk kembali di sofanya.


Sandra melototkan matanya kesal kepada Putri, karena berusaha menghalanginya. "KENAPA HA ??" teriaknya kencang. "AKU INGIN MEMBUNUH DENGAN TANGAN KU SENDIRI ORANG YANG SUDAH MEMBUAT GOSIP MURAHAN INI!" teriak Sandra dengan mata yang sudah ingin keluar.


Namun Putri sama sekali tak menghiraukan ucapan Sandra, wanita itu memeluk tubuh Sandra erat untuk menegakkannya.


Beberapa kali Sandra berontak, tapi tetap Putri setia memeluknya dan mengelus punggung Sandra lembut.


Hingga beberapa saat, tubuh Sandra mulai melemas karena kelelahan. Disaat itu Putri melepaskan pelukannya erat, dan kini menatap Sandra dalam.


"Apa nyonya tidak dengar apa yang saya katakan ?" tanya Putri. "Di koran itu tertulis bahwa yang menyebarkan foto anda dengan tuan Thomas adalah paparazi. Jadi sebaiknya anda memberi hukuman kepada seseorang yang sudah anda bayar untuk menjaga keamanan Anda...." sambung Putri seraya memanas-manasi Sandra.


Ia tersenyum miring saat tubuh Sandra mulai bereaksi setelah mendengar ucapannya. "Nyonya pasti tidak lupa kan dengan orang itu ?" tanya Putri lagi.


Tangan Sandra terkepal, ia menatap kearah depan dengan pandangan kosong. "Grevan, aku menyuruhnya untuk mengawasi paparazi saat aku melakukan hubungan itu dengan Thomas," jawab Sandra dengan tak sadar.

__ADS_1


Mendengar jawaban Sandra membuat para maid itu berbisik-bisik. Awalnya mereka mengira itu hanya omong kosong semata, karena nyonya terlihat sangat mencintai El. Tapi barusan mereka dengar sendiri pengakuan Sandra yang menyatakan jika dirinya tidur dengan El.


Putri tersenyum miring mendengar pengakuan Sandra, ia merebahkan tubuhnya ke sandaran sofa dan kembali menatap pandangan para maid yang kini menatap Sandra dengan pandangan mencemooh.


"Kalau begitu, balaskan saja dendam anda dulu pada Grevan, nyonya. Gara-gara dia Anda jadi ketahuan begini..."


Sandra menganggukkan kepalanya setuju, masih dengan tatapan kosong. ia berdiri dari duduknya untuk keluar dari mansion. Tapi kali ini Putri tak menghentikan langkahnya, malah ia senang melihat Sandra yang tampak akan membunuh teman baiknya itu.


Baru beberapa langkah berjalan, salah seorang bodyguard menghalangi jalan Sandra. "Maaf nyonya anda tidak bisa keluar. Karena ratusan wartawan sudah berhasil menghancurkan pagar mansion kita dan saat ini berada di halaman mansion," jelas bodyguard itu.


Brukkk....


"Arghhh....nyonya....." pekik seluruh maid dengan serempak.


Tubuh Sandra ambruk ke lantai, wanita cantik itu pingsan setelah mendengar ucapan bodyguard.


Salah satu bodyguard segera menggendong tubuh Sandra, dan membawa nyonya itu untuk masuk ke dalam kamarnya. Diikuti oleh para maid.


Kini tinggal Putri sendiri, wanita itu berjalan menuju sebuah kotak yang berada di dekat pintu mansion dan membukanya.


Ia tersenyum singkat saat melihat sebuah kotak paket berwarna putih yang di atasnya di beri namanya.


Dengan segera ia membawa kotak itu ke ruang tamu. Dan membukanya.


Kartu identitas baru.


Pasport baru.


Visa baru.


Dan beberapa dokumen penting lainnya.


Ia tersenyum kecil, seraya mengucapkan banyak terima kasih pada Nathan. "Aku bisa pulang ke Indonesia kapan saja kalau begini..." gumamnya senang.


"Terima kasih Nathan..."


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


Jangan lupa giftnya kakak 🤣🥰🤭


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2