
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Putri berjalan di sepanjang lorong untuk mencari kamar yang di tepati Sandra, saat kepalanya menengok ke kiri terlihat para bodyguard El keluar secara bersamaan dari kamar Sandra.
Putri diam di depan lift, tak ada niat untuk masuk ke dalam kamar hotel yang di tempati oleh Sandra itu.
Dilihatnya para bodyguard yang melempar koper dan barang-barang milik Sandra secara kasar. Putri tersenyum kecil saat melihat Sandra yang sudah siap meledak di tenangkan oleh Thomas.
"Wanita bodoh!"
Beberapa menit berlalu, Putri tetap asik berdiri menonton dan mendengarkan teriakan-teriakan Sandra.
Sampai suatu adegan Sandra meneriaki para bodyguard itu lalu membanting pintunya.
"ENYAHLAH KALIAN SEMUA!! PECUNDANG!!" teriaknya sembari mengacungkan kedua jari tengahnya pada ketujuh bodyguard itu.
BRAKKK....
Pintu di banting dengan keras, ketujuh bodyguard itu berjalan untuk memasuki lift karena tugas mereka sudah selesai dan akan kembali ke mansion.
Melihat ketujuh bodyguard berjalan kearahnya, Putri mulai memainkan perannya, ia pura-pura berlari kearah bodyguard itu.
"Hah..hah...." nafas Putri terlihat seperti seseorang yang sudah lari maraton. "Maafkan aku terlambat, tadi resepsionis itu bawel sekali! Aku di tanyai beberapa macam pertanyaan!" adunya.
"Apa sudah selesai ?" tanyanya pada seorang bodyguard.
"Sudah, kami sudah meletakkan semua barang wanita itu di dalam. Saatnya kita pulang sekarang!" jawabnya.
Putri menggigit bibir bawahnya, sembari mengeluarkan amplop yang berisi dokumen dari dalam tasnya.
"Kalian pulang saja dulu. Aku akan meminta Sandra untuk menandatangani surat cerai ini. Tuan El yang memintaku untuk melihat sendiri Sandra mendatangi surat cerai ini. Kalian pulang saja, dan minta supir untuk menjemput ku nanti malam," ucap Putri sembari menatap satu persatu bodyguard itu. "Jangan melawanku! Karena ini perintah tuan dan aku yang di utus tuan untuk menangani Sandra!" sambung Putri.
Secara kompak para bodyguard itu menganggukkan kepalanya setuju. Karena mereka semua sudah tahu bagaimana intimnya hubungan Putri dan juga El di belakang Sandra.
Melihat para bodyguard itu menurutinya seketika Putri memekik senang.
Ting...
Pintu lift itu tertutup, para bodyguard sudah turun ke bawah. Seketika Putri lompat-lompat kegirangan.
Ia mencium dokumen yang berada di tasnya itu. "Beruntung aku tidak mengeluarkan dokumen saham ini dari tas! Jadi bisa aku jadikan bahan untuk membodohi para bodyguard itu!!!"
Putri menunggu dengan senang hati di lantai itu. Setelah sepuluh menit, ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah dan mengambil koper yang sudah ia titipkan.
"Ini koper Anda, nona Luna..."
__ADS_1
Dengan senang hati Putri menerima kopernya lalu berjalan keluar dari hotel dengan wajah yang berseri-seri.
"Aneh sekali wanita itu, sudah membayar kamar hotel tapi tidak di tempati..." ucap salah seorang resepsionis menatap Putri yang berjalan riang keluar dari hotel.
"Namanya jug orang kaya..." jawab rekannya.
Putri menyetop taxi yang berada di sekitar hotel lalu memasukinya.
"Kemana nona ?" tanya sang supir.
"Bandara pak!"
...o0o...
"ARGHHH!!!!" teriak Ash untuk yang terkahir kalinya.
Saat ini El sangat yakin jika tangan kanan Nathan itu sudah benar-benar tidak bernyawa dengan hiasan 4 paku payung yang ter*tan**cap pada mata kanannya.
Tak lupa El juga memotong kup!ng kiri Ash dan memakunya tepat di kening Ash. Kini Ash tak bernyawa dengan keadaan tubuh yang aesthetic.
"PSYCHOPATH GILA!!!!" teriak Nathan dengan kedua tangan yang sudah di borgol. Air matanya tak bisa untuk tidak mengeluarkan air mata.
Kini pria tampan itu harus mengikhlaskan kedua kakinya yang sudah dip0t0ng dengan gergaji mesin oleh El.
"BUNUH SAJA AKU SEKARANG BRENGSEK KAU!!! NERAKA AKAN MENGHANTUI MU!! KAU AKAN MASUK NERAKA JAHANAM!!! teriak Nathan sekali lagi.
Di kanan dan kirinya ada dua jenazah, yaitu jenazah notarisnya yang sudah tidak berbentuk lagi. Dan juga Ash yang seluruh tubuhnya di hiasi paku payung.
"Tentu aku akan membunuhmu Ash, wanitaku ingin kepalamu..." jawab El dengan seringainya.
Mendengar wanitanya di hina, El tersulut emosi, ia mengambil pedang samurainya dan segera mengayunkannya ke lengan kiri Nathan.
"ARGHHHH!!??"
Lengan itu putus seketika, hanya dengan sekali pukulan.
"JANGAN BERBICARA BURUK TENTANG PUTRI!!!!" teriak El tidak terima.
"Dengarkan aku El! Dia licik! Dia rubah!"
"ARGHHHH!!!!" teriak Nathan untuk yang sekian kalinya.
Kali ini El memotong lengan kanan Nathan. Dan ya tubuh pria itu buntung sekarang. Tidak ada kaki, tidak ada tangan.
"JANGAN BICARA BURUK PADA KEKASIHKU!" peringat El sekali lagi.
Namun Nathan tak memperdulikan ucapan El, mau di bunuh pun silahkan. Yang terpenting adalah ia harus memberitahu niat busuk Putri.
Agar ia tak mati sendiri, Putri juga harus mati di tangan El.
"Dia merencanakan untuk kabur darimu!! Percayalah padaku! Dia juga yang menghasut istrimu agar berselingkuh dengan pria lain agar cepat hamil! Dia busuk El! Dia juga memintaku untuk memberikan iden–"
"AARGHH–—".
__ADS_1
Sekali tebas kepala yang sedang berbicara itu menggelinding ke bawah kakinya.
"Berisik!" ucap El sembari membuang asal samurainya.
Pria itu membuka jasnya yang terkena cipratan darah ketiga orang itu.
"Bungkus kepalanya, aku akan memberikan pada Putri. Setelah itu kita akan ke Club! Aku ingin berj**u**d**i!" titahnya pada Fred.
"Baik, tuan..."
...o0o...
Putri kini sedang duduk di waiting room yang berada di salah satu terminal hotel dengan was-was.
Sudah satu jam ia duduk di sini, tapi tidak ada tanda-tanda pengumuman pesawat yang ia naiki akan lepas landas.
"Tuhan, berikan aku kelancaran...." doanya di dalam hati.
Putri memakai masker, topi dan juga kacamata hitam. Ia takut sekali bertemu dengan salah satu anak buah El yang berada di sekitaran bandara.
"Perhatian, para penumpang pesawat New York Air dengan nomor penerbangan IDN2202 tujuan Indonesia dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu D12."
Mendengar maskapainya di sebut, dengan tubuh bergetar Putri berdiri karena sudah ada panggilan untuk boarding.
Ia berjalan memasuki pesawat dengan jantung yang bergetar hebat.
Dia bisa ?
Identitas palsu itu berhasil ?
"Silahkan duduk pada kursi anda nona, beberapa menit lagi kita akan landing," ucap seorang pramugari.
Dengan gemetaran Putri menganggukkan kepalanya singkat dan mencari kursinya. Ia mencocokan dengan boarding pass yang ia pegang.
Setelah ketemu ia duduk dengan tenang.
"Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan New York Air IDN2002 dengan tujuan Indonesia. Penerbangan ke Indonesia akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 23 jam dan 47 menit, dengan ketinggian jelajah 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan New York Air ini adalah tanpa asap rokok, sebelum lepas landas kami persilahkan kepada anda untuk menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka dihadapan anda, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela. Atas nama New York Air kapten Jacob dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat menikmati penerbangan ini, dan terima kasih atas pilihan anda untuk terbang bersama New York Air." Pramugari itu tersenyum manis setelah mengatakan penjelasan itu.
Tak lama pesawat ini mulai bergerak, semakin lama semakin cepat. Hingga tak terasa saat Putri melihat kearah jendela, ia bisa melihat awan di sampingnya.
Putri tersenyum lebar.
"Indonesia aku datang...."
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA