WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 32 - ADA 2 PEKERJAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Tak henti-hentinya Putri memandang takjub pemandangan kota Las Vegas menuju New York lewat jendela helicopter itu. Ini adalah pertama kalinya ia menaiki kendaran udara ini.


Tentu saja Putri tak akan menyia-nyiakan momen langkah tersebut, sejak tadi ia sibuk mengabadikan dirinya di dalam helikopter ini.


Ia tak perduli jika semua pasang mata kini melihat ke arahnya, Putri terus saja memotret dirinya.


"Aku akan tunjukkan foto ini ke Dinda," gumamnya.


Putri tersenyum melihat dirinya yang begitu cantik di layar ponselnya itu. Dan itu justru membuat Fred menatapnya geli.


"Sungguh aku tak menyangka jika wanita ini yang akan menjadi asisten nyonya," ucapnya tak melihat ke arah Putri.


Merasa dirinya tengah di sindir, Putri mengalihkan pandangannya dari ponsel ke arah Fred.


Putri menghela nafas panjang dan memasukkan kembali ponsel miliknya dalam tas. "Maafkan aku," ucapnya.


Sebaiknya Putri memilih untuk diam, daripada berdebat dengan tangan kanan Leonello itu. Takut-takut pria itu akan menjelekkannya di depan El.


Dan ya, kini suasana di dalam helicopter itu menjadi sepi, tapi ada lagi suara tawa dan juga suara potret dari ponsel milik Putri.


Diam-diam Fred melirik Putri yang kini tengah diam melihat ke arah jendela. "Bagaimana bisa, tuan ?" batinnya. "Aku harus menyelidiki wanita ini!"


...o0o...


Helicopter itu berhenti tepat di rooftop mansion milik El. Putri, Fred, dan keempat bodyguard itu segera menuruni helicopter.


"Wow...." Putri terkesan dengan lebarnya mansion milik El ini. "Ini bukanlah sebuah rumah, tapi ini adalah kerajaan!!!" ucapnya histeris.


Ia sungguh tak menyangka jika El mampu membeli rumah mewah, eh ralat, tapi benar-benar mewah dan juga megah.


"Seandainya aku pemilik rumah ini, pas–"


"Ehem...."


Ucapan Putri terpotong oleh deheman suara Fred, pria itu nampaknya tidak suka dengan kalimat yang sempat Putri ucapkan.


Putri melipat bibirnya, ia sadar telah salah berbicara.


"Mari ikuti saya," ucap Fred yang berjalan menaiki lift.


Mau tak mau, Putri harus masuk ke dalam lift yang sama dengan Fred berdua. Karena keempat bodyguard tadi telah masuk ke dalam lift yang berbeda dengan Fred.


Ting...


Pintu lift tertutup, dan Fred segera memencet salah satu tombol di sana.


"Saya ingatkan anda satu hal nona," ucap Fred tanpa melihat Putri.

__ADS_1


Perlahan Putri menggerakkan kepalanya menghadap Fred. "Jangan pernah berharap lebih dengan tuan, apalagi ingin menguasai harta yang dimiliki tuan."


"Tuan El hanya untuk nyonya Sandra, begitu juga dengan sebaliknya. Saya mohon, anda sadar diri. Karena kalian berdua tidak mungkin bersama. Tuan hanya bermain-main dengan anda," sambungnya telak.


Ting...


Pintu lift terbuka, dengan segera Fred keluar dari lift meninggalkan Putri yang diam membeku dalam lift.


Deg...


Putri memegang jantungnya yang terasa sakit sembari tersenyum penuh kepedihan. "Tenang saja, aku cukup tahu diri Fred. Sesuai ucapan El, aku akan pergi setelah pria itu bosan bermain denganku.


...o0o...


"Mana dia ?" tanya El saat melihat Fred datang ke ruang kerjanya seorang diri.


Fred membungkukkan badan kepada tuan dan juga nyonya-nya yang berada dalam ruangan itu. "Dia ada di belakang saya, tuan," jawab Fred.


El mengetukkan jarinya di meja kerjanya, menatap Fred dengan nyalang. "Ini terkahir kalinya kamu berjalan mendahului dia, lain kali biarkan dia berjalan di depanmu!" titah El tak terbantahkan.


Fred mengangkat kepalanya dan menatap El dengan heran, lalu sorot matanya beralih menatap Sandra yang kini duduk dengan gelisah menatap suaminya bingung.


"Baik, tuan."


Tak berselang lama, Putri memasuki ruangan itu dengan perlahan sembari membawa kedua kopernya.


Pandangannya terkunci menatap El yang tampak gagah hanya dengan menggunakan pakaian tidur itu.


Lalu ia secara cepat mengalihkan perhatiannya saat El membalas tatapan matanya tadi. Kini pandangan matanya bertemu dengan wanita cantik yang menatapnya dengan mata sendu.


"Sepertinya dia adalah istri El," batinnya.


"Perkenalkan dirimu!" ucap El memerintah Putri.


Putri tergugup di tempat. Semua pasang mata kini menatap ke arahnya. Ia melepaskan pegangan kedua tangannya pada koper itu dan membenarkan sikapnya.


"Nama saya Putri, dan saya berasal dari Indonesia, tuan. Saya berumur 25 tahun saat ini," ucapannya dengan jantung yang berdebar kencang karen gugup.


El tersenyum melihat wajah pucat Putri, ia melirik istrinya yang tampak gelisah di sofa. Lalu pandangan turun ke jari-jari tangan istrinya yang sedari tadi tak bisa diam.


"San," panggil El, dan Sandra segera mengalihkan pandangannya ke arah El sembari tersenyum kaku.


"I–iya sayang ?" jawabnya gugup.


"Dia yang akan menjadi asisten mu, kalian bisa mengobrol besok pagi!" perintah El.


Dan Sandra menganggukkan kepalanya cepat, lalu kembali menatap Putri. "Segera masuk ke kamar mu dan istirahat. Dia harus menandatangani surat perjanjian terlebih dahulu," sambung El.


Tak mau menunggu lama, Sandra segera berjalan keluar dari ruangan itu. Entah mengapa hatinya sama sekali tak tenang jika harus berlama-lama di ruangan itu.


Saat akan keluar, ia melewati Putri yang kini tersenyum canggung kearahnya. Sandra membalas senyuman itu tak kalah canggung.


Setelah istrinya keluar, El juga memerintahkan Fred agar keluar dari ruangan kerjanya ini.


Namun berbeda dengan Sandra, saat melewati Putri ia sama sekali tak melirik ke arah wanita itu. Padahal Putri kini telah memberikan senyum terbaiknya pada Fred.


Brak...

__ADS_1


Pintu ruangan itu tertutup, El tersenyum miring melihat Putri yang kini tak berani menatapnya. Wanita itu menundukkan kepalanya takut.


"Kemari dan tanda tangani ini," perintah El.


Putri mengangkat kepalanya dan menatap El yang tengah memegangi dokumen pada tangan kanannya.


Dengan segera Putri berjalan menuju meja kerja El dengan jantung yang berdebar kencang.


Saat sudah berada di meja kerja El, pria itu kini meminta Putri untuk mendekat ke arahnya. Dan tentu saja Putri mengikuti perintah El.


Kini posisi Putri berada di samping kursi kerja El, namun El masih tampak tak puas dengan posisi Putri.


"Kau sekarang sudah menjadi wanita tuli ya ?" tanyanya sarkas.


Dengan berani Putri menatap El yang kini menatapnya nyalang. "Sesuai perintah tuan, saya sudah sangat dekat dengan tu–"


"ARGHH....." teriak Putri terkejut saat tangannya di tarik untuk duduk di pangkuan El. "Ini maksud ku dengan kata 'dekat' bod***oh!" bisiknya tepat di telinga Putri.


Brrrr.....


Sekujur tubuh Putri merinding saat bi*****bir El menyentuh daun telinganya.


"Baca ini lalu tanda tangani!" ucapnya lagi berbisik.


Putri memegang dokumen yang berisikan 3 lembar kertas itu lalu membacanya dalam hati dengan perlahan dan juga teliti.


Sembari membaca itu, tangan El tak bisa diam masuk dalam pakaian Putri.


Berulangkali Putri menelan salivanya karena tak kuat oleh godaan El. Berkali-kali juga ia harus menahannya saat tangan El dengan sengaja menyentil pun******cak dadanya yang kini tengah meninggi.


"Errr....El...shhh...." desahnya tanpa sadar.


Melihat mangsanya yang mulai masuk dalam perangkapnya, El malah semakin menjadi-jadi. Bukan hanya menyentil kini El juga memutar kedua benda kecil itu hingga Putri dibuat le****mas olehnya.


"Su.....suddashhh....sudah...." desaknya.


Dengan sekuat tenaga Putri menahan tangan El yang akan masuk kedalam in*****tii tubuhnya. "Sa....saya mohon...shhh...jangan....."


Namun bukan El namanya jika akan menurut dengan Putri. Tanpa aba-aba ia memasukan ja******rinya dan membuat Putri tak berdaya.


"Banjir....." ucapnya terkekeh geli.


"Mulai sekarang ada 2 pekerjaan mu di rumah ini. Yang pertama adalah menjadi asisten istriku, yang kedua menjadi mainanku!"


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2