
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Sudah tiga hari sejak kepulangan mereka dari Las Vegas kemarin, dan tidak ada yang berubah. Semua masih sama seperti kemarin.
El masih sibuk dengan pekerjaannya dan Sandra yang setiap hari asik menelfon dengan seseorang yang Putri yakin itu adalah seorang laki-laki.
Karena setiap Sandra menelfon, selalu ada Putri yang mendampinginya. Jadi secara tidak sengaja Putri sedikit mendengar suara laki-laki itu.
Tidak asing di telinganya.
Berbeda dengan Putri yang entah mengapa semenjak insiden dia menguping pembicaraan El dengan Jeffery hari itu, ia menjadi sedikit murung.
"Aku tahu jika memang aku sangat tidak pantas mengandung anak dan menjadi seorang ibu. Aku hanya wanita malam, yang merangkak ke ranjang pria kaya untuk uang mereka," gumamnya tersenyum miring.
Ia saat ini berada di dalam kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi ia belum juga tidur.
"Ta–tapi jika memang Tuhan memberikanku seorang anak, aku tidak akan mungkin membunuhnya. Itu adalah suatu anugerah untukku."
Putri menjambak rambutnya kasar, ia terus mengingat kejadian malam itu. Secara langsung dan tanpa mikir panjang, El menolak jika dirinya hamil anaknya.
Bukankah itu sebuah penghinaan ?
Putri juga sama sekali tidak ingin mengandung anak dari pria kejam itu. Putri juga sama sekali tidak ingin belas kasih dari pria kejam itu. Apalagi sampai mengemis-ngemis meminta pertanggungjawaban dari pria itu.
BIG NO!!!
Lebih baik dia mati daripada harus bersujud di bawah kaki El yang sudah jelas-jelas menolak dirinya.
"Tapi aku belum tentu juga hamil," ucapnya tenang. "Dan aku sangat amat berharap jika aku memang tidak hamil," sambungnya cepat.
Ia meraba nakas di samping ranjangnya untuk mengambil ponsel miliknya. Ia membuka aplikasi pencarian dan mengetikan sesuatu di sana.
"Tanda-tanda wanita hamil." Ia mengetikkan itu di google.
Seperti biasa, banyak sekali artikel yang membahas mengenai masalah kehamilan. Dan Putri memilih untuk membuka website yang berada di paling atas.
Jarinya asik berseluncur menggulir layar ponselnya. Ia membawa dengan seksama 7 tanda yang ada di website itu.
"Yang pertama adalah muntah-muntah, aku bahkan sudah sangat lupa kapan terakhir aku muntah." Putri menggelengkan kepalanya untuk ciri-ciri kehamilan yang pertama. "Yang kedua itu pendarahan ringan yang berupa flek." Putri berfikir sejenak, apakah ia sudah pernah mengalami flek atau belum.
"Aku belum pernah deh ada flek, kayaknya aku gak hamil deh," sambungnya dengan senyum kecil.
Ia terus membaca ciri-ciri kehamilan itu dari nomer tiga, empat, dan juga lima. Tapi semua tanda tidak pernah ia alami sebelumnya.
Senyum Putri melebar seketika, ia jadi yakin jika dirinya tidak hamil. Karena dari ketujuh ciri-ciri kehamilan itu. Sudah lima ciri yang tidak ia alami.
__ADS_1
Berarti pertanda bagus bukan ?
Ia terus menggulir layar ponsel dan sampailah pada ciri-ciri keenam kehamilan. "Wanita hamil biasanya sering sekali buang air kecil." Mata Putri membulat terkejut saat membaca ciri yang keenam itu.
Karena memang sudah beberapa minggu ia seperti setrikaan yang bolak-balik ke toilet hanya karena ingin pipis.
"Mungkin hanya kebetulan...." cicitnya.
Putri menelan salivanya susah payah, dan menggeser layar ponselnya ke bawah. Ciri-ciri kehamilan yang terakhir.
"Terlambat datang bulan..." Putri membaca itu dengan suara bergetar.
Ia melempar ponselnya asal, dan segera berjalan menuju tanggalan yang ada di kamar miliknya.
Putri membalikkan halaman pada kalender itu asal, sudah 2 bulan ia tidak membalikkan halaman di kalender.
Karena setiap Putri mendapatkan tanggal merahnya, ia akan segera melingkari tanggal ia pertama kali mens dengan spidol merah.
Dan jika bulan depan ia mens, Putri akan segera membalikkan halaman kalender itu dan melakukan hal yang sama, yaitu melingkari tanggal dimana ia mens pertama.
Namun ini sudah dua bulan Putri tidak membalikkan halaman pada kalender itu.
"Kenapa masih bulan Maret ?" gumamnya kesal menatap kalender. "Bukankah sekarang bulan Mei ?" gumamnya dengan nada suara gemetar.
Putri segera berjalan kembali menuju ranjangnya dan menghubungi seseorang untuk meminta bantuannya.
...o0o...
Nathan saat ini berada di Las Vegas. Ia memang sengaja datang kemari karena ia mendapatkan informasi jika El akan datang ke casino itu lagi.
Dengan langkah tegasnya diikuti oleh Ash yang berjalan di belakangnya. Nathan berjalan untuk mendekati El yang sedang bercumbu dengan seorang wanita malam yang duduk di pangkuan El.
"Bisa aku ikut gabung bersama mu ?" ucap Nathan yang sudah duduk di salah satu kursi di meja yang sudah di pesan El.
Melihat Nathan yang semena-mena, Fred dan beberapa bodyguard El segera ingin menyingkirkan Nathan.
Namun tangan El yang semula menyelundup masuk ke dalam baju ketat dan bermain dengan pu***ti***ng wanita malam itu segera terangkat ke udara mengkode para anak buahnya untuk tetap diam di tempat.
"Ah, rupanya anak Vixton.." ucap El tenang sembari tersenyum kecil. Pria itu mengeluarkan cek kosong di dalam saku jasnya dan menuliskan beberapa angka di sana.
Dengan kasar, El melemparkan cek itu hingga terjatuh ke lantai bar itu. "Ambil itu dan cepat pergi dari hadapan ku!" ucap El sembari menatap wanita malam itu dengan jijik.
Sang wanita malam itu tersenyum dan segera mengambil cek yang terjatuh tepat di samping sepatu El dan mengambilnya. Namun El sepertinya ingin menggoda wanita malam ini, karena pria itu dengan sedari tadi menginjak cek itu dengan kuat, hingga wanita malam itu tidak bisa mengambilnya.
Mau di tarik, tapi takut cek itu sobek dan tidak bisa ia tukarkan dengan uang.
El tersenyum miring melihat bagaimana usaha wanita itu untuk mengambil ceknya. Setelah beberapa detik, El mengangkat kakinya hingga wanita itu terjatuh ke lantai.
BUGGHH...
El memukul kepala wanita itu keras dengan kakinya, hingga tulang hidung sang wanita mengeluarkan banyak darah.
Dengan tubuh gemetar, sang wanita malam itu segera berlari kecil untuk pergi dari hadapan iblis yang menjelma menjadi manusia ini.
__ADS_1
Dan semua kejadian yang barusan terjadi itu di lihat langsung oleh Nathan dan juga Ash. Kedua pria itu memang tahu bagaimana sifat Leonello, tapi baru kali ini mereka melihat langsung El menyakiti seseorang wanita.
"Maaf aku melupakan tamu ku, jadi ada apa kalian kemari ?" tanya El menatap sengit kedua orang itu. "Ingin mati seperti ayahmu ?" sambungnya sembari tertawa kencang.
Nathan mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya, ia ingin bangkit dari duduknya dan memberikan bogem mentah pada wajah pria itu.
Tapi Ash dengan cepat, menahan bahu Nathan agar tetap duduk. Dengan tangannya Ash mencoba untuk menenangkan sang tuan.
Nathan memejamkan matanya sejenak untuk menahan segala emosi yang rasanya ingin meledak dalam dirinya.
"Tenanglah, jika kau tidak menjadi seorang anjing seperti ayahmu. Aku tidak akan menyentuhmu."
El menyesap kembali minuman dengan kadar alkohol yang sangat tinggi itu. Ia menatap Nathan, anak dari musuh ayahnya dengan senyum mengejek.
Perusahaan Nathan tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan dirinya. El sudah benar-benar membalaskan dendam ayahnya hingga sampai yang paling dalam.
Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghancurkan kerajaan yang de Luca yang sudah ia bangun kembali.
"Tenanglah El, aku sekarang hanya bagaimana seorang rendahan di mata mu. Bagaimana jika kita lupakan dendam itu sejenak dan bermain dadu bersama ?" tanya Nathan dengan senyum kecil. "Aku dengar dari beberapa orang disini, kau membawa gadis dari Indonesia yang menjadi wanita malam di sini. Apakah dia nikmat ? Aku ingin mencobanya jika aku menang bermain dadu. Tapi jika aku kalah, aku berikan kau 5 Apartemen milikku."
Nathan memberikan tawaran yang besar untuk El jika dibandingkan dirinya yang hanya mendapatkan wanita milik El.
Sudah pasti El akan menerima tawarannya bukan...
Namun senyum Nathan hilang seketika saat El tertawa keras. Ia menatap bingung kearah El, apa yang lucu ? Bukankah itu penawaran yang bagus.
"Aku tidak ingin membuang waktuku berlama-lama dengan pecundang seperti mu." El berdiri dari duduknya, dan merapikan sedikit penampilannya.
"Lebih baik aku membagi malam yang menggairahkan bersama wanitaku," sambungnya setelah itu pergi meninggalkan Nathan yang menatapnya penuh benci. "Segera balik ke New York!" titahnya pada Fred dan beberapa bodyguardnya.
Dada Nathan bergerak naik turun menahan segala emosinya melihat kepergian El. "Dia benar-benar brengsek! Aku ingin merobek mulutnya yang sangat sombong itu!"
"Awas saja jika aku sudah mendapatkan saham dari Putri," ucapnya menggerakkan giginya kesal.
Baru saja akan berjalan untuk keluar dari kasino itu, tiba-tiba ponsel Nathan yang berada di tangan Ash berbunyi.
Segera Ash memberikan ponsel itu pada Nathan, agar pria itu bisa mengangkat telfon itu cepat.
"Dari nona Putri, tuan..." ucap Ash yang membuat emosi Nathan hilang seketika. Ia tersenyum memandangi ponselnya dan segera menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo, Put...."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
KALAU SUKA JANGAN LUPA LIKE KOMEN SAMA GIFTNYA KAKAK 🥺🥺
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA