WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 25 - KEMANA ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


"Permisi tuan Fred, ini adalah wanita-wanita terbaik yang bisa saya berikan untuk Mr. Ello. Maafkan saya jika membuat anda lama menunggu, saya harus menyelesaikan dulu mereka," ucap Mr. Scoup tersenyum singkat pada pria yang di panggilnya Fred itu.


Fred menganggukkan kepalanya mengerti, ia menatap satu per satu wanita di sana dengan teliti.


"Ketiga wanita dengan dress hitam itu sudah sangat berpengalaman, dan saya yakin dapat memuaskan Mr. Ello, sedangkan yang memakai dress merah dan putih itu masih per**an. Mr, Ello bebas memilih mereka," jelas Mr. Scoup saat Fred meneliti para wanita yang ia bawa.


Mereka sangat cantik dan juga seksi. Sesuai dengan kriteria kesukaan dari tuannya itu. Fred sangat yakin jika tuannya akan memilih wanita dengan dress merah ini.


Fred menatap wanita dengan dress merah itu intens, daripada keempat wanita lain. "Entah mengapa firasat ku mengatakan jika wanita itu, akan menjadi favorit tuan nantinya," batinnya


"Kau sudah periksa mereka kan ? Tidak ada yang menggunakan obat-obatan terlarang, peminum alkohol, dan hal lain yang tak di sukai oleh tuan, kan ?" tanyanya menyelidiki.


Mr. Scoup menggelengkan kepalanya tegas. "Saya tidak akan bermain-main dengan Mr. Ello. Saya tahu batasan saya, tuan."


Karena memang para mucikari di sana sudah mengerti apa yang disukai maupun tidak di sukai oleh para kliennya.


"Aku percayakan padamu, jika terjadi sesuatu yang buruk, maka kepalamu yang akan menjadi taruhannya!" titah dan Mr. Scoup menganggukkan kepalanya cepat.


Kini tatapan Fred kembali jatuh pada kelima orang wanita di depannya.


"Kalian masuk ke ruangan, tuan sudah menunggu kalian," ucap Fred pada kelima perempuan yang berjejer di depan pintu ruangan VVIP milik tuannya itu.


Putri menatap pria yang menyuruhnya itu dengan teliti. "Pria ini sangat tampan, seandainya saja dia yang menjadi tuannya." batinnya. Ia memejamkan matanya sejenak sembari berdoa. "Semoga pria yang ada di dalam sana tidak gendut, bau, dan juga bau tanah," doanya dalam hati.


Dengan perlahan wanita berpakaian dress hitam itu memutar pintu ruangan. Putri berjalan paling belakang sembari menundukkan kepalanya takut.


Ia meramalkan doa dalam hati, semoga pria ini memilihnya. "Semoga aku yang terpilih!" batinnya.


"Hanya mereka ?"


Terdengar suara laki-laki yang cukup berat, Putri yakin ini bukanlah suara Fred. Ini pasti adalah suara dari seorang pria yang di panggil tuan oleh Fred.


"Untuk ketiga orang yang memakai baju hitam itu menurut Mr. Scoup adalah bintang di Club ini, tak ada satu laki-laki pun yang tak puas dengan layanan mereka."


Nah itu baru suara Fred, Putri sangat yakin.


"Lalu mereka berdua ?"


"Mereka berdua masih pera**n, tuan."


Dalam diam Putri menghela nafas lega, setidaknya pria ini tidak tua, ia tahu karena suara pria itu seperti suara pria dewasa berumuran 30 tahunan.

__ADS_1


"Aku tak butuh yang per**n, aku hanya perlu seseorang memuaskan ku hari ini," ucapnya.


Jantung Putri semakin berdebar saat mendengar suara langkah kaki menuju kearahnya. Pria itu tengah berjalan menghampirinya dan juga keempat wanita lain.


"Keluar! Aku tidak suka aroma tubuhmu!" usirnya dan Fred dengan segera membawa wanita itu keluar.


Putri mengigit bibir bawahnya sedikit keras, entah mengapa ia menjadi ragu akan bisa terpilih oleh pria arogan ini.


"Eh, tadi aku udah pakai parfum atau belum ya ?" batinnya panik.


Setelahnya pria itu menuju wanita kedua, ketiga, dan juga keempat. Lalu menyuruh mereka keluar dengan alasan yang sama.


"Bagaimana bisa mereka memakai parfum yang sangat kuno seperti itu, memabukkan!" ucapnya.


"****!!! Hanya tinggal aku di sini! Pria ini benar-benar sangat pemilih!" batinnya.


Putri sudah sangat pasrah jika dirinya tak terpilih oleh pria yang kata Mr. Jack adalah Billionaire terkaya di Las Vegas ini. "Hancur sudah harapanku untuk pulang ke Indonesia lebih cepat!" batinnya.


Saat asik bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba tubuhnya menegang saat pria kaya itu mencium puncak kepalanya.


Jantung Putri berpacu dengan cepat, seperti seseorang yang sudah tertangkap basah melakukan suatu kesalahan oleh orang lain.


"Astaga, lebih baik pria ini menyuruhku untuk keluar sekarang, daripada melakukan ini kepadaku!" batinnya.


Ia berusaha menahan gejolak aneh yang tiba-tiba menyerang dirinya. Ditambah lagi tangan pria ini yang bergerak dengan kurang ajar di leher Putri, hingga membuatnya meremang seketika.


"Keluar Fred!" titah pria itu.


"Siapa namamu ?" tanya pria itu.


"Pu–putri tuan," jawabnya gugup dengan suara yang bergetar ketakutan.


Tangan pria itu terus bermain-main dengan lehernya, hingga membuat Putri semakin menundukkan kepalanya.


Hingga kedua tangan pria itu sudah berada pada tulang pipinya. Dengan perlahan, pria itu mengangkat kepala Putri untuk diperlihatkan kepadanya.


Deg....


Mereka sama-sama terkejut, mereka sama-sama tak menyangka dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"LEO–LEONELLO ???" ucapnya dengan nada yang bergetar, ia menahan nafas karena sangking terkejutnya.


Sekuat tenaga Putri menahan dirinya agar tak menangis di hadapan pria yang sudah menemani masa-masa remaja dulu ini.


...o0o...


Cengkraman di pergelangan tangan kanan Putri terasa semakin kencang, ia sedikit berlari untuk menyamai langkah kaki pria yang menyeretnya ini.


Namun tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya untuk melawan pria ini. Tak ada penolakan yang ia lakukan, ini sudah menjadi resiko dari pekerjaan yang dia ambil.


"Masuk!" titahnya tak terbantahkan.

__ADS_1


Putri duduk di kursi samping kemudi, dengan Leonello yang menyetir mobil sport mahal itu.


Ia memainkan jari-jarinya takut, ia bingung harus berbuat apa. Belum lagi dengan bodohnya ia menerima tantangan pria yang dulu sangat di cintainya ini.


Takut-takut ia melirik pria yang duduk di sampingnya itu. Semuanya telah berubah.


Pria manis yang dulu selalu bersikap lembut padanya ini kini telah berubah, tak ada lagi senyuman yang dulu menghiasi wajahnya.


Pria manis yang dulu tingginya sama dengannya kini sudah berubah menjadi pria dewasa yang sangat tinggi dan berbahu lebar.


"Jangan lancang melihatku, jal*ng!" ucapnya dengan mata yang masih menatap jalanan.


Mendengar teguran yang sangat menyakiti hatinya itu, ia segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela sembari memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Jaga sikapmu!" ucap El kini melirik ke arah Putri. "Kau saat ini tidak lebih dari pengemis yang akan ku beri uang setelah kau menjual selang**ngan mu padaku!" sambung lagi.


Putri memejamkan matanya mendengar ucapan El. Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tak terjatuh.


"Ya, El aku tahu!" jawabnya dengan suara serak.


Citttt.....


Dug...


Mobil itu mendadak berhenti di depan hotel yang di tempati oleh Putri. Namun karena El yang mengerem mobil itu secara mendadak, membuat dahi Putri terbentuk ke dashboard mobil.


Pria itu melepaskan sabuk pengaman yang melekat pada tubuhnya dengan kasar. Lalu menatap Putri dengan sangat dingin.


"Apa yang tadi kau katakan, jal**ng ?" tanyanya.


Putri menatap El ketakutan, ada api kemarahan yang tergambar jelas di pelupuk mata pria itu. "A-apa ?" tanyanya bingung.


Seingatnya ia tak mengatakan hal yang salah, ia juga tidak menolak atau membantah sesuatu yang diucapkan oleh El.


"Oh, jadi kau tidak tau ?" tanyanya dan di jawab gelengan kepala oleh Putri. "A–aku tidak ta–tahu, El," jawabnya seraya meremas sabuk pengaman yang masih ia kenakan.


El tersenyum miring menatap wajah ketakutan Putri. "Lepas sabuk pengaman mu, dan ikut aku masuk ke dalam. Akan aku beritahu apa yang salah dari ucapan mu itu!" jawabnya.


Dan Putri tahu bahwa ada sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2