WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 9 - AKU AKAN KEMBALI !


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


"Hah…” sang dokter menghela nafas panjang dan membalikkan badannya kearah kakak beradik itu.


“Ibu anda mengalami trauma yang mendalam, nona,” ucapnya menatap mata Putri dalam.


“Hiks….hiks….hiks…” isak sang adik lagi. “Kenapa begini hidup kita kak ? Daddy meninggalkan kita, Mommy sakit seperti ini. Aku−aku….hiks…”


Sang dokter mengeluarkan tisu dari sakunya dan memberikannya pada Dinda. “Silahkan,” ucapnya.


“Tapi apa ibu saya bisa sembuh dengan sendirinya, dok ?” tanya Putri.


“Kalau dengan sendirinya, yang dimaksud dengan nona adalah tanpa melakukan perawatan dan obat-obatan itu cukup mustahil, ya. Karena pada dasarnya akan lebih mudah menyembuhkan luka fisik daripada luka psikis atau mental seseorang.”


Putri menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan dokter ini. Luka mental memang akan terus dikenang dalam memori, dan itu berdampak buruk untuk kesehatan jiwa ibunya. “Lalu bagaimana dok? Apa yang harus saya lakukan ?”


Lagi-lagi dokter itu menghela nafas panjang. “Ibu anda harus dirawat efektif di rumah sakit dalam jangka waktu yang panjang, menjalani pelatihan dengan psikologi dan juga harus meminum berbagai macam obat,” jelasnya.


“Kira-kira berapa biaya-nya, dok ?”


“Kalau itu saya rasa bukan kuasa saya untuk menjawab, tapi mungkin 1 bulan bisa sampai puluhan juta,” jawabnya.


Putri menundukkan kepalanya bingung resah. Harus darimana ia mendapatkan uang ? Berapa banyak lagi uang yang harus ia keluarkan. Sedangkan 7 hari lagi rentenir itu akan datang untuk menagih hutang.


“Apa tidak bisa jika Mommy dirawat di rumah saja ?” tanya Dinda pada sang dokter polos. “Kami tidak punya uang dok, Daddy baru saja meninggal dan kakakku harus membayar hutang pada ren−“


“Din…” tegur Putri. Tak seharusnya Dinda menceritakan masalah keluarganya kepada orang lain. Remaja itu menundukkan kepalanya takut.


“Maafkan adik saya, dok.” Putri tersenyum lembut dan terlihat begitu cantik meskipun aura kesedihannya masih mendominasi.


Sesaat dokter itu tersihir dalam senyuman manis Putri.


“Dok…dok…” panggil Putri beberapa kali.


Dokter itu mengedipkan matanya beberapa kali dan kembali fokus kepada dunia nya. “Maaf, tadi saya berfikir sesuatu,” jawabnya sembari meringis malu dengan wajah memerah.


Putri tertawa kecil dan menganggukkan kepala mengerti, dokter pasti sibuk dengan banyak hal. Tak mungkin hanya memikirkan keluarganya. “Dokter bisa pergi kok. Kamu akan berjaga di sini.”


Terlihat raut wajah tak suka dari sang dokter. “Apa tidak boleh saya berlama-lama bersama kamu ?” tanyanya spontan. “Maksudnya dok ?” tanya Putri bingung.


“Ah tidak apa, kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku,” jawabnya cepat dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus. Namun baru beberapa langkah berjalan, ia kembali membalikkan badannya. “Oh ya, ruangan ku berada di 5 kamar dari kanan. Jika ada apa-apa kalian bisa langsung ke ruangan ku,” jelasnya lalu menghilang dari pintu setelah berpamitan lagi.

__ADS_1


Pintu itu tertutup, kini hanya ada mereka bertiga yang ada didalam kamar. “Sebaiknya kamu pulang, Din. Biar kakak saja yang akan menjaga Mommy.”


Dinda menggelengkan kepalanya cepat lalu menatap kakaknya dengan tidak terima. “Tidak mau, aku akan bersama dengan Mommy!” jawabnya tegas.


“Besok kamu harus sekolah, kakak akan pesankan taxi online!” ucap Putri tegas tak terbantahkan.


Lagi-lagi Dinda merengek tak ingin pulang. “Plis kak, aku mohon. Aku gak mau sekolah, aku mau jaga Mommy saja!”


“Din−“


“Lagipula aku selalu sendiri saat berada di sekolah, tidak ada satu orangpun yang mau berteman denganku. Mereka selalu mengatakan jika aku adalah anak koruptor,” cicitnya sedih.


Putri menarik tangan adiknya kedalam pelukannya. Tak terasa air matanya menetes, tak terbayang bagaimana tidak nyamannya Dinda belajar di sekolah.


Berbeda dengan dirinya dulu saat Ayahnya masih jaya. Putri populer dengan kecantikan wajahnya, ia juga memiliki pacar yang sangat tampan, dan tentu Putri memiliki banyak sekali teman.


“Maafkan kakak ya, ini semua salah kakak.” Putri memejamkan matanya saat insiden 8 tahun lalu. Ia difitnah oleh seseorang dan pacarnya memutuskannya. Dan dari hari itu kejadian sial selalu menimpa dirinya dan keluarga.


“Ini bukan salah kakak. Cuma kakak yang terbaik,” jawab adiknya.


Putri menghela nafas panjang lalu melepaskan pelukannya. Ia tersenyum lembut kearah sang adik. “Kakak jangan nangis,” ucapnya sembari menghapus jejak air mata sang kakak dengan tangannya.


“Kamu tunggu di sini, kakak akan belikan makan untuk kamu. Dan mulai besok kamu tidak akan bersekolah di sana. Kakak akan mencarikan sekolah dekat-dekat rumah sakit, agar kamu bisa leluasa menjaga Mommy saat kakak bekerja,” ucap Putri final.


Dinda bersorak senang dan memeluk tubuh kakaknya dengan erat. “Kakak memang yang terbaik. Dinda sayang kakak banyak-banyak!”


Ia tersenyum kecil. Nasi padang dengan lauk rendang adalah masakan kesukaan sang adik. Sudah terbayang bagaimana senyum terpatri pada wajah sang adik.


Setelah 10 menit mengantri kini gilirannya untuk makan. “Nasi lauk rendang satu aja, buk. Dibungkus!” ucapnya.


“Cantik sekali kamu, nak,” ucap sang penjual nasi Padang itu dan Putri hanya tersenyum malu.


“20 ribu.” Sang penjual memberikan bungkusan makanan itu dan Putri menyerahkan uangnya.


Ia kembali berjalan memasuki rumah sakit itu, adiknya sudah pasti lama menunggu.


Namun saat akan sampai pada pintu kamar ruang inap Ibunya terdengar suara tangisan yang taka sing ditelinganya. “Ini bukannya suara Dinda ?” gumamnya.


Apa yang terjadi ?


Ia memfokuskan telinganya untuk mencari sumber suara. Hingga kakinya berhenti diruangan yang memiliki pintu berbeda dengan ruang inap lain.


Eh, ini bukanlah ruang inap melainkan ruang dokter. Dokter Abraham Mikail, nama yang tertera pada papan diatas pintu itu.


“Hiks…hiks….bagaimana Dok ?” tanya seseorang dari dalam ruangan.


“Saya juga tidak bisa membantu banyak, Dinda.”


Nah tak salah lagi, ini adalah suara Dinda, adik dari Putri. Tapi untuk apa dia keruangan dokter ini ? Apa Ibu mereka sadar dan kembali hilang kendali ?

__ADS_1


“Saya mohon dok, ambil organ tubuh saya!”


Deg…


Putri membulatkan matanya terkejut dengan ucapan sang adik, jantungnya juga ikut berdebar tak beraturan.


“Din, kamu tidak bisa. Usia masih 15 tahun, itu illegal.”


“Lalu aku harus bantu apa Dok ? Tabungan kakak pasti akan habis cepat atau lambat, dan saat ini kakak hanya bekerja sebagai pelayan di restoran. Aku tidak ingin Mommy sembuh….hiks….hiks….”


“Mommy kamu pasti sembuh kok, kamu harus banyak-banyak berdoa sama Tuhan.”


“Dan lagi aku sangat yakin jika kakak tidak akan mampu membayar rentenir itu. Dan sudah pasti rumah kumuh kami akan mereka sita. Lalu aku, kakak dan juga Mommy akan jadi gelandangan. Tolong dok, jual saja organ tubuh ku!”


Putri yang mendengar percakapan adiknya dan dokter itu menjadi sakit hati. Ia adalah penyebab ini semua terjadi, kenapa adiknya yang harus sampai melakukan itu.


“Tidak Din, tidak akan aku biarkan kamu melakukan itu!”


Dengan tangan gemetar ia mengambil ponselnya disaku celananya dan menghubungi seseorang. Tepat pada nada dering ketiga, panggilan itu dijawab.


“Tamara, ini aku Putri.”


“Hai sayang, kenapa tiba-tiba menelfon ?”


Putri menjauhkan ponselnya dari telinganya karena Tamara tengah berada di tempat yang ramai. Putri bisa tebak saat ini wanita itu tengah berada di club.


“Apa bisa jika aku kembali ke club ?”


“Tentu saja sayang, club ini adalah milikmu. Kebetulan juga tadi ada satu pelayan yang mengundurkan diri. So, bawa saja lamaranmu kemari, dan besok kamu bisa mulai bekerja!”


“Tamara….”


“Ya ?”


“Aku ingin bekerja bukan sebagai waiters, tapi sebagai wanita penghibur dan bergabung bersama Madam Chie….”


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2