
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
...WARNING...
YANG DI BAWAH UMUR HARAP MENEPI DULU. HAPUS INI DARI DAFTAR FAVORIT 🤣🤣
...o0o...
"Hah....hah....hah...." Nafas El begitu memburu setelah ia menikmati mangsa yang sudah ia buat tewas tak berdaya di bawah tubuhnya.
Ia menjatuhkan tubuhnya tepat disebelah tubuh wanita yang sudah tak berdaya itu. "Nikmat sekali," desahnya penuh kenikmatan.
Entah karena wanita yang tertidur di sampingnya ini terasa sangat sem***pit atau karena ia menaruh dendam, sehingga saat ia mema****suki Putri, ia mengerahkan seluruh kekuatannya.
Tapi apapun alasannya, wanita di sampingnya ini benar-benar terasa sangat manis, hingga dirinya ingin lagi, lagi, lagi, dan lagi.
****! Jangan bilang jika saat ini dirinya mendapatkan kecanduan yang baru yang bisa membuatnya ketergantungan pada wanita yang tidur dengan sekujur tubuh basah karena keringat.
"Jangan sampai, aku harus bisa mengendalikan diriku! Jangan sampai dia merasa sangat aku butuhkan!" batinnya.
El tidur terlentang sembari menatap kearah langit kamar hotelnya. Dadanya bergerak naik turun, karena olahraga dahsyat yang ia lakukan.
Lalu tubuhnya menyimpang ke arah Putri, ditariknya tangan wanita yang entah pingsan itu masuk dalam rengkuhannya.
"Hari ini dan seterusnya, kau adalah budakku!"
...o0o...
Putri membuka matanya perlahan, lalu mengedipkannya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk dalam retina matanya.
"Argh....shhhh....." ringisnya saat merasakan bukan hanya satu bagian tubuh tapi seluruh bagian tubuhnya yang terasa remuk karena ulah lelaki itu.
Lelaki itu ?
Otak Putri kembali berputar, mengingat kejadian dimana ia di cambuk, di jambak, di kasari dengan lisan dan juga perbuatan dan juga di masuki secara brutal oleh lelaki itu.
__ADS_1
Eh tapi tunggu dulu....
Kenapa saat ini indra pengelihatannya hanya melihat kulit dan bulu ? Apa ini ? Tampak asing, tapi pernah ia lihat sebelumnya....
Putri mengerutkan dahinya bingung, ia mencoba menggerakkan tangannya berniat untuk memegang sesuatu yang berada tepat di depan matanya.
Namun, tak bisa. Iya tidak bisa! Tangannya tak bisa di gerakan, seperti ada seseorang yang menindih tangan kanannya.
Tak hilang akal, Putri kini mencoba menggerakkan tangan kirinya untuk memegang sesuatu yang tampak berbulu itu.
Ia meraba-raba, dengan paras wajah yang tampak bingung. "Apa ini ? halus bulunya," batin Putri.
Ia sedikit menarik bulu itu, lalu meremas sesuatu yang sedikit menarik perhatiannya. "Mirip squisy," gumamnya.
Sementara ia asik bermain dengan squisy itu, ada seseorang yang sedari tadi mengigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara-suara aneh.
Setengah mati ia menahan gejolak yang seharusnya ia pendam untuk saat ini. Ya meskipun yang di bawah sana sudah berdiri kokoh seperti tiang bendera.
"Ah sangat mengasyikkan...." ucapnya dengan senyum kecil bibirnya, tanpa sadar Putri memejamkan matanya sembari menikmati mainannya.
Nampaknya mainan baru milik Putri berhasil mengalihkan rasa sakit yang menyerang sekujur tubuhnya.
Dug....
Saat tanpa Putri sadari, dengkulnya menabrak sesuatu yang terasa keras seperti batu.
"Eh, apa ini ?" tanyanya.
Dengan mata yang masih terpejam, tangan kiri Putri bergerak untuk memegang sesuatu yang tampak keras di dekat dengkulnya itu.
Ia memegang, dan memainkannya benda itu naik turun. "Astaga, sangat panjang sekali ini," ucapnya takjub.
Gerakan tangan Putri yang semula pelan, kini menjadi semakin cepat karena ada sesuatu yang menarik.
Yaitu adalah, jika semakin cepat dimainkan maka semakin mengembangkan benda itu.
"Sial, aku sudah tidak bisa menahan lagi!" batin El.
Tak mau menunggu waktu lama, El menggulingkan tubuhnya kearah Putri. Dan kini posisi El berada tepat di atas tubuh Putri.
Sementara Putri masih kaget dan juga bingung dengan apa yang terjadi saat ini. "A–astaga tuan, a–apa yang terjadi ?" tanyanya.
Ah sial!! Dirinya lupa jika semalam ia sudah–
__ADS_1
Putri menutup mulutnya yang terbuka lebar itu dengan telapak tangan kanannya. Lalu ia mengangkat tangan kirinya yang basah oleh cairan......
"ARGHHHHHHHH!!!!!!" teriaknya nyaring.
Berbeda dengan El, yang menampilkan senyum miringnya. "Kau sengaja menggodaku jal****ng! Maka sekarang rasakan akibat perlakuan tadi! Aku akan me–"
Kring....
Kring.....
Kring....
Telfon milik El berbunyi nyaring, dengan wajah yang tampak begitu kesal, pria itu turun dari tubuh Putri untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.
Lalu keningnya berkerut, pertanda ia bingung dengan alasan pria itu menelfon dirinya. Karena Fred, tangan kanan El, akan selalu paham situasi.
Jika sedang berada di dalam kamar hotel dengan wanita sewaan. Maka Fred, sedetikpun tak akan berani menganggu El. Namun hari ini apa yang terjadi ?
"Halo Fred, apa ada ?"
"........."
"Apa ?? Bagaimana bisa ?? SI****ALAN!!!!"
".........."
"Pembantu baru ?" tanya El sembari mengetuk-ngetukkan jari tangan kirinya di atas nakas.
Namun beberapa detik kemudian, ia mengalihkan pandangannya kearah wanita yang masih tergelak mengenaskan di atas ranjangnya.
Lalu ia tersenyum miring, seolah-olah baru mendapatkan sesuatu ide yang menarik.
"..........."
"Baiklah Fred, kau tidak perlu mencari pembantu baru. Karena aku sudah mendapatkan pembantu untuk istriku...." jawab El sembari melirik Putri dengan sinis.
...o0o...
GAIS INI AKU KASIH SEDIKIT YAAAA....
SOALNYA BESOK KAYAKNYA RATU GAK UP DEH
TAPI DI USAHAKAN YA....
__ADS_1
KASIH RATU SEMANGAT DONG 🥺