WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 51 - MENDAPATKAN SEGALANYA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sudah hampir lebih dari tiga Minggu, kejadian dimana ia di telfon oleh Nathan, dan menceritakan semua hal yang ia rencanakan untuk membunuh El. Itu jug berarti Putri telah datang ke New York ini sudah 3 bulan lamanya.


Dan sampai detik ini Putri masih menuruti perintah Nathan. Sesuai instruksi pria itu, selama 3 Minggu ini Putri benar-benar memperlakukan El sepertinya orang yang ia cintai.


Begitupun dengan Putri, ia merubah sikapnya untuk El. Putri yang dulu pasti akan menatap El penuh benci dan dendam, kini berubah sayu dan penuh cinta saat menatap mata El.


Dan terima kasih Putri ucapkan untuk Nathan, karena benar apa yang di ucapkan oleh pria itu. Jika Putri memperlakukan El dengan tulus dan penuh kasih sayang. Pria itu akan senang hati menguras dompetnya untuk Putri.


Seperti saat ini, El tengah menyewa sebuah mall terbesar di New York selama seharian penuh, hanya karena Putri mengatakan jika dirinya bosan dan ingin keluar untuk berjalan-jalan ke Mall.


Tidak ada satupun pengunjung yang datang ke Mall, hanya mereka berdua dan juga puluhan bodyguard. Dan juga para pekerja Mall yang sudah di berikan peringatan tegas agar tidak membocorkan kejadian hari ini pada semua orang, ataupun media sosial.


"Astaga tuan, ini malah sekali," cicit Putri sangat mengetahui harga kalung yang saat ini ia gunakan.


Saat ini mereka berdua berada di toko perhiasan di Mall itu. Putri sedari tadi merengek ingin di belikan kalung yang berlogo kupu-kupu.


El tersenyum dan mengelus lembut kepala Putri dengan sayang. "Mahal darimana ? Itu hanya 10 juta dollar," jawabnya lembut.


Tanpa menunggu jawaban Putri, El mengkode sang penjaga toko itu untuk segera membungkus kalung mahal itu.


"Itu tetap saja mahal, tuan..." cicitnya dengan mengerucutkan bibirnya kesal.


Lagi-lagi El tersenyum kecil dan mengecup bi***bir manis favoritnya itu kilas. "Tidak ada yang lebih malah dari apapun di dunia ini jika dibandingkan dengan kamu."


Jawaban El membuat wajah Putri memerah seketika, tapi ia menggelengkan kepalanya cepat. Jangan sampai ia terlanjur terbawa perasaan dengan lakon yang sedang ia mainkan.


Dari tempatnya Putri melihat El yang tengah membayar semua perhiasan yang ia beli. Tentu saja tidak hanya kalung, Putri benar-benar menguras dompet El.


Cupp....


Lamunannya buyar saat El mencium keningnya lama. "Ngelamunin apa ?" tanya El dan Putri menggeleng kepalanya cepat sembari tersenyum manis menjawab pertanyaan El.


Mereka berdua berjalan keluar dari toko emas, sembari bergandengan tangan mesra. Benar-benar terlihat seperti suami istri yang harmonis.


"Kamu mau beli apa lagi ?"


Putri terlihat berfikir sebentar lalu menatap bodyguard El yang setia berjalan di belakang mereka. Ia meringis malu, saat melihat puluhan kantung belanjaan yang mereka bawa.

__ADS_1


"Astaga, aku beli sebanyak itu ?" batinnya tak percaya.


"Putri...." panggil Leonello lagi dengan lembut.


El menarik tangan Putri lembut dan memeluk tubuh wanita itu dari samping. Ia menghirup wangi rambut Putri sembari memejamkan matanya.


"Sangat menenangkan...." batin El.


"Sepertinya cukup, tuan. Aku sudah berbelanja terlalu banyak. Aku takut uang tuan habis..." jawab Putri cepat.


Mendengar ucapan wanitanya itu membuat El tertawa geli. Tak tahukah wanita ini jika ia tak akan jatuh miskin setelah membeli seluruh Mall yang tersebar di seluruh kepulauan Eropa ?


Bahkan untuk menghidupi seluruh orang di 3 benua saja tidak membuat El merasakan yang namanya kemiskinan.


"Memang jika aku miskin, kau akan meninggalkan ku ?" tanya El yang penasaran dengan jawaban Putri.


Mendapatkan pertanyaan menjebak seperti itu, tentu membuat Putri meremehkan El. Dengan sengaja ia menggoda El.


"Tentu saja tidak ada yang mau dengan pria miskin," jawab Putri cepat.


El tertawa kencang mendengar jawaban Putri, ia mengigit telinga Putri kuat-kuat hingga membuat wanitanya itu meringis keras.


"ASTAGA TUAN!!! SAKIT!?!!"


Ia melepaskan gigitannya dan menatap Putri sembari tersenyum miring. "Sampai mati aku tidak akan jatuh miskin, apalagi membuat mu hidup susah denganku!" sombong El.


"cih, sombong sekali! Kita lihat saja nanti!" batin Putri yang sudah tidak sabar melihat kehancuran El.


Mereka berjalan menuju eskalator, untuk turun ke lantai dasar. Karena Putri mengatakan jika dirinya tak ingin membeli sesuatu lagi, jadi mereka memutuskan untuk pulang kembali ke mansion.


Dengan sabar, El menggandeng tangan Putri dan menuntut wanita itu agar tidak terjatuh dalam tangga eskalator.


"Itu bukanlah sebuah pertanyaan yang memiliki jawaban. Tapi itu adalah pernyataan yang sudah terbukti kebenarannya. Kamu akan hidup denganku selamanya!" jawab El mutlak tak terbantahkan.


"Ta–tapi bukankah tuan mengatakan jika tuan akan membuang ku setelah tuan bosan dengan tubuh ini...." ucap Putri berpura-pura sedih.


Setelah berada di lantai dasar, dan saat El akan menjawab pertanyaan Putri. Ponsel El berbunyi nyaring.


Dengan segera ia mengambil ponselnya di saku celananya dan menerima panggilan telfon itu, tanpa melepas genggaman tangan mereka.


"Ada apa, Fred ? Kau lupa jika aku libur hari ini!" Aura menyeramkan mulai merasuki El.


"........."


Mendengar jawaban Fred, sukses membuat suasana muram tadi hilang seketika. El menatap Putri dengan senyum lebarnya.


Tanpa menjawab, El menutup panggilan telfonan. Dan memasukkan kembali ponselnya pada saku celana.

__ADS_1


"Ada apa ? Kenapa senyum-senyum begitu ?" tanya Putri penasaran.


"Fred sudah sampai di Indonesia sejak 4 jam yang lalu. Dan apartemen yang kau mau sudah aku beli. Totalnya aku membelikan mu 7 apartemen," jawab El.


Mata Putri membulatkan tak percaya dengan apa yang saat ini tengah ia dengar, spontan ia memeluk tubuh El dengan erat.


Bahkan Putri menangis terharu dengan apa yang baru saja ia dengar. "Terima kasih, tuan..."


El memeluk tubuh Putri dan memberikan beberapa kecupan di puncak kepalanya dengan sayang.


"Anything for you, Put," bisik Leonello tepat di telinga Putri.


Namun di balik tubuh El, Putri tersenyum miring tanpa lelaki itu lihat.


"Benar apa yang dikatakan Nathan! Sekarang El sudah masuk dalam perangkap ku!" batin Putri senang.


...o0o...


"Ahhh....shh.....ahh...."


Keringat bercucuran dengan deras di kedua tubuh sepasang manusia yang sedang melakukan penyatuan itu.


Suara *******, dan juga teriakan mengayun dengan lembut menemani aktivitas panas mereka yang terlihat begitu mereka nikmati.


Setelah sampai pada puncaknya, mereka saking tersenyum, dan sang pria memberikan kecupan singkat di kening sang wanita.


"Seperti biasa, selalu nikmat."


Sang wanita tersenyum malu, dan memeluk pria itu dengan lembut, tanpa melepas penyatuan mereka.


"Begitukah ? Dari banyaknya wanita yang tidur bersamamu, siapa yang paling pintar di atas ranjang ?"


Tanpa menunggu lama, dan dengan tegas sang pria menjawab. "Tentu saja kamu, sayang. Hanya kamu!"


Wanita senang bukan main, ia kembali mengecup bi****bir sang pria dan mengkode untuk melakukannya lagi.


"Baiklah sayang, jika itu maumu! Tapi jangan salahkan aku jika suami mu marah kepada mu!"


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


JANGAN LUPA LIKE + KOMEN + SAMA GIFNYA YANG KAKAK SAYANG 🥺


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2