WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 70 - MEMANFAATKAN NATHAN ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sesuai dengan ucapan Leonello kemarin, kini Putri sudah diantara oleh supir pribadi El menuju rumah sakit.


Karena kebohongannya kemarin yang mengatakan jika area miliknya merasakan kesakitan hingga tidak bisa melayani Leonello, membuatnya harus pergi ke rumah sakit untuk di periksa.


"Hah...." Putri menghela nafas panjang, sembari menatap keluar jendela. Sudah lama sepertinya dirinya tak merasakan udara segar.


Sejak kedatangan di Amerika lima bulan yang lalu tidak pernah dalam sehari pun Putri merasakan kebebasan. El benar-benar mengurungnya bagaimana burung dalam sangkar.


Beruntung ia dipekerjakan sebagai asisten Sandra, jadi setidaknya ia bisa kesana-kemari menikmati uang mereka meskipun di kelilingi oleh bodyguard.


Tak terasa mobil yang di tumpangi oleh Putri sudah memasuki area rumah sakit, Putri merapikan sedikit penampilannya sebelum keluar dari mobil.


"Nona sebentar," ucap supir saat Putri akan membuka pintu mobil.


"Ada apa, Aron ?" tanya Putri kepada sang supir bingung.


"Tuan El berpesan tadi untuk mengecek keseluruhan kondisi tubuh anda, terutama–ekhem–bagian intim," ucap Aron, supir El yang membuat wajah Putri memerah bak kepiting rebus. "Lalu tuan juga berpesan, karena nona di sini tidak didampingi oleh bodyguard jadi nona di minta agar berhati-hati," sambungnya.


Tanpa menjawab, Putri segera membuka pintu dan keluar dari mobil itu dengan wajah yang sudah merah padam.


Wanita cantik itu berjalan memasuki rumah sakit dengan tangan yang terkepal kuat. "Leonello sialan! Bisa-bisanya berpesan tak senonoh itu pada supir! Kenapa tidak langsung saja mengatakan kepadaku sih!" gumamnya merasa malu.


"Ja–jadi sopir itu tahu dong kalau aku simpanan El...." gumamnya lagi seraya mengigit bibirnya keras.


"EL KURANG AJAR!!" teriaknya kesal sembari menghentakkan kakinya di lantai. Putri tak sadar jika sudah menjadi pusat perhatian dalam rumah sakit itu.


...o0o...


"Wah, lihatlah ini, di begitu aktif dan juga sehat," ucap dokter sembari menggerakkan alat USG di atas perut Putri.


Putri tersenyum haru melihat perkembangan anaknya itu. Apalagi mendengar suara detak jantung anaknya, serasa tidak ada lagi beban hidup Putri.

__ADS_1


"Syukurlah dok, aku tidak tenang beberapa hari ini," jawabnya.


"Jangan memikirkan hal yang negatif, karena itu akan mempengaruhi kondisi calon anak kamu. Teruslah berpikiran positif, mengerti ?" tanya sang dokter sembari mencopot alat USG itu dari dalam Putri.


Para perawat dengan segera membersihkan gel pada perut Putri, lalu membantu wanita itu untuk berdiri dari posisi berbaringnya.


"Hihi, iya dok, tolong di maklumi. Ini anak pertamaku, jadi aku sedikit was-was takut terjadi apa-apa padanya," jawab Putri dengan cengengesan. Wanita itu duduk di depan meja kerja dokter.


Sang dokter menganggukkan kepalanya mengerti, sembari menuliskan resep obat, vitamin serta catatan-catatan kecil pada Putri.


Sang dokter menyerahkan catatan yang sudah ia tulis kepada Putri. "Ada vitamin tambahan, tebuslah di apotik," ucapnya yang diangguki segera oleh Putri.


"Sudah kelihatan jenis kelaminnya, mau tahu ?" tanya sang dokter.


Putri menggelengkan kepalanya cepat seraya berdiri dari duduknya. "Tidak perlu dok, biar jadi surprise saja," jawabnya dengan senyum lebar.


Ia menjabat tangan dokter itu lalu pamit untuk keluar dari ruangan dokter tersebut.


Ke dokter sudah, kini ia harus melancarkan aksinya kepada musuh keduanya. Nathaniel.


...o0o...


Putri tengah duduk di kursi kantin rumah sakit ini, beberapa saat lalu ia sudah menembus obat yang di sarankan oleh dokter kandungan itu.


Putri mendecih malas, rasanya ingin pulang saja dan merebahkan tubuhnya. Kenapa tampak terkesan ia yang menunggu sekali kedatangan Nathan ?


Padahalkan yang butuh saham itu dia!


Baru saja ingin pulang, dari sudut kantin datanglah seorang pria berjas mahal dengan diikuti oleh asistennya yang sudah sangat Putri hafal.


Dengan perlahan Putri kembali duduk, dan menyedot es jeruk yang tadi sempat ia ingin buang.


"Maafkan aku datang terlambat, tadi sangat macet," ujar Nathan dengan senyum tipis lalu duduk di depan Putri.


"Jadi bagaimana sahamnya ?" tanya Nathan cepat, namun segera Ash yang berada di belakang Nathan menepuk pundak pria itu singkat lalu membisikkan sesuatu padanya.


"Hahaha, aku hanya bercanda." Nathan berdehem sebentar lalu kembali tersenyum menatap Putri. "Maksudku adalah bantuan apa yang kamu perlukan ?" tanyanya lembut.


Setengah mati Putri menahan mata agar tak memutar bola matanya malas. Ia membalas senyum Nathan tak kalah lebar.


"Pertama, aku ingin meminta maaf karena selalu merepotkan mu, Nath!" sesal Putri sembari menundukkan kepalanya. "Apalagi bantuan terakhirmu yang mengurus semua pemakaman Ibuku. Itu benar-benar berarti untukku," sambungnya. "Meskipun aku tidak meminta," batinnya.

__ADS_1


Nathan menggenggam tangan Putri di atas meja, namun segera Putri tepis dan membawa tangannya ke pangkuannya.


"Kita memiliki kesamaan kan Put, sama-sama korban dari kejahatan Leonello. Jadi sudah sepantasnya jika saling membantu," jawabnya. "Kalau untung masalah mendiang ibumu itu memang aku melakukan banyak pengorbanan, mulai dari tiket pesawat, lalu anak buah yang mengawasi 24 jam full seluruh keluarga mu. Meskipun aku mengeluarkan banyak uang, tapi aku senang kok membantu mu," sambungnya.


Entah mengapa ucapan Nathan membuatnya seperti seseorang yang sangat membebani hidup pria itu. Padahal sama sekali tidak pernah Putri ucapkan untuk menyuruh pria itu mengawasi ibu dan adiknya apalagi 24 jam penuh.


Namun ada satu pertanyaan yang menyelinap masuk dalam otak Putri. "Benarkah Nathan mengawasi keluarga ku 24 jam penuh ? Bukannya mata-mata El yang mengawasi keluarga ku ? Jika memang Nathan menyewa mata-mata untuk keluarga ku sudah pasti orang dari El akan mengetahuinya kan ? Tapi kenapa El tidak membahas soal Nathan jika memang dia tahu dengan kedekatan ku dengan Nathan ? Atau mungkin Nathan–" batin Putri yang terpotong oleh ucapan Nathan.


"Hey Put..." Nathan melambai-lambaikan tangannya di depan muka Putri.


Putri mengedipkan matanya beberapa kali dan seketika membuyarkan lamunannya.


"Kenapa bengong ?" tanya Nathan.


Tak ada jawaban, Putri hanya menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum kecil kepada Nathan. "Tidak, kau hanya berfikir ternyata selama ini kau sudah banyak membantuku..." cicitnya.


"Namun bisakah kau membantuku sekali lagi ? Dan sebagai hadiahnya kali ini, aku akan memberikanmu seluruh saham tidak berguna itu."


Dan semangat Nathan menganggukkan kepalanya, ia menatap Putri dengan senyum lebarnya. "Katakan Put, aku bersedia untuk membantumu apapun itu!"


"Aku ingin pergi dari sini. Buatkan aku identitas baru, seperti KTP, visa, lalu pasport dan dokumen-dokumen penting lainnya. Agar aku bisa terbang dengan pesawat untuk menuju ke Indonesia."


"Berikan aku waktu tiga hari Put, dengan segera aku akan mengirimkan dokumen-dokumen itu ke mansion milik El. Dan aku jamin kamu bisa kembali pulang ke negaramu dengan selamat!" Nathan mengucapkan itu dengan nada yang sungguh-sungguh.


Putri tersenyum miring lalu menganggukkan kepalanya. "Tiga hari, lalu segera kirimkan ke mansion. Setelah aku mengecek dokumen itu, mungkin dua Minggu kemudian kita bertemu dengan seorang Notaris. Aku bersedia mendatangi surat pemindahan nama Saham."


Saat ini Putri jelas dapat melihat senyum lebar Nathan. Yang rasanya Putri ingin muntah saat melihat senyum itu.


Putri dan Nathan saling berjabat tangan lalu mereka berjalan beriringan keluar dari kantin untuk menuju mobil mereka masing-masing.


"Lelaki paling bodoh yang pernah aku temui!" batin Putri.


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2