WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 63 - NATHAN ???


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Putri mengelus perutnya yang membuncit dengan lembut, wanita itu memejamkan matanya menikmati udara segar yang berada di taman belakang.


Tepatnya di taman bunga milik Sandra.


Tidak seperti ibu hamil pada umumnya, yang biasanya akan malas bergerak karena perubahan mood yang begitu drastis ataupun mual-mual karena mencium sesuatu yang mengganggu indera penciumannya, Putri justru tampak biasa-biasa saja. Benar-benar tidak menunjukkan ciri-ciri kehamilan seperti wanita lain.


Cuma yang berbeda darinya sekarang adalah ***** makannya yang bisa sampai tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya. Dan juga perutnya yang memasuki bulan ke-2 ini juga lebih besar jika dibandingkan dengan ibu hamil yang umur kehamilannya sama dengannya.


Maka dari itu Putri, sejak beberapa hari yang lalu ia mengetahui bahwa dirinya hamil, segera ia meminta Nathan untuk mengirimkan beberapa pakaian longgar untuknya.


Flashback On...


"Astaga, banyak sekali pakaian ini..." cicitnya menatap kurang lebih 20 kantong plastik dengan merek pakaian ternama.


Para maid menatap penuh iri dengki pada Putri, ia tahu jika selama beberapa bulan belakangan ini Putri mendapatkan perhatian lebih dari tuan mereka. Tapi jika setiap hari Putri mendapatkan barang-barang mewah itu, kan mereka juga iri.


"Dari siapa ini, Tia ?" tanya Putri kenapa maid yang membawakan seluruh belanjaan ini untuknya.


Maid itu tidak menjawab pertanyaan Putri namun segera memberikan sepucuk surat dengan amplop berwarna merah muda pada wanita itu.


Para maid yang lebih Tia memberikan amplop pink itu pada Putri menjadi semakin panas. Tatapan tak suka semakin terpancar jelas pada wajah mereka.


"Sudah jadi simpanan tuan, sekarang udah nambah lagi aja sugar daddynya..."


"Paling juga rekan bisnis tuan El, dia kan sering ikut pergi ke kantor tuan. Dengan pakaian yang sangat minim dan ketat!"


"Eh iya ya! Kenapa Putri setiap pulang dari kantor tuan selalu ada saja pakaian yang sobek ?"


"Jangan-jangan bukan di tiduri sama rekan kerja tuan..."


"Terus siapa, dong ?"


"Yah paling udah di sekap di gudang sama satpam, terus office boy, sama tukang bersih-bersih..."


"Hahahaha..."


Telinga Putri memanas mendengar cuitan para pembantu gak tahu diri itu. Tapi Putri tentu saja tidak akan menjatuhkan harga dirinya kepada para wanita nyinyir itu.


Ia harus terlihat kalem dan juga berkelas.

__ADS_1


Tak mau mempedulikan lagi maid itu, segera Putri membuka amplop itu dan membaca isi suratnya.


Dari : Nathan


Sesuai keinginan tuan Putri


Aku sudah membelikan 30


potong baju hamil untukmu


Didalam kantong plastik berwarna hitam


ada korset yang bisa kau


gunakan untuk menekan perutmu


agar kehamilan mu tak terlihat.


Putri tersenyum senang melihat bagaimana Nathan yang begitu perhatian padanya. Ia merasa mempunyai teman yang bisa diandalkan.


Karena ingin segera melihat-lihat baju yang di belikan Nathan. Dengan bantuan Tia, ia segera membawa seluruh kantong belanjaan itu menuju kamarnya.


Flashback off


"Aku tak akan melupakan orang-orang baik yang sudah mau membantuku...."


Saat ia menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya. Ponsel miliknya berdering dengan kencang. Seseorang kini menelfonnya.


"Ada apa, Nath ?"


"Aku sudah sangat lama menunggu kabar darimu. Jadi bagaimana ?"


Putri mengigit bibir bawahnya takut. Sejak saat ia memberitahu Nathan jika dirinya sudah mendapatkan saham itu, secara terus-menerus Nathan menerornya dan mengatakan jika ingin segera mengambil saham itu. .


Ia tahu jika Nathan sangat berjasa dalam hidupnya sejak mereka pertama kali bertemu beberapa bulan lalu.


Bukan tak mau memberikan saham itu, tapi rasanya Putri ragu dengan Nathan. Jika bisa digantikan dengan uang. Putri ingin mengganti kebaikan Nathan dengan seluruh uangnya.


Tapi jika saham...


Jujur saja Putri masih ragu.


"Kenapa diam saja ? Kau berjanji untuk memberikanku saham itu. Jangan lupakan kerja sama kita!" nada suara Nathan terlihat lebih tinggi dari sebelumnya.


"Ya Nath, aku tahu! Tapi ini tak semudah itu. Aku takut jika El segera mengetahui rencana kita." Alibi Putri tentu saja, karena sejak hari itu tidak ada pembahasan apapun yang El ucapkan mengenai saham itu.


"Dia tidak akan mengetahuinya. Cukup berikan Akta Saham itu lalu kau hanya perlu tanda tangan satu kali. Dan saham itu sudah berpindah tangan ke padaku!"


Hening, Putri tampak berfikir. Ia tidak tahu jawaban apa yang harus ia berikan pada Nathan.

__ADS_1


"Siapa yang memberitahu mu tentang pembunuhan ayahmu ? Siapa yang membantu mu untuk membuat El semakin jatuh dalam pesona mu ? Siapa yang membantu mu untuk mengecek kehamilan mu ? Siapa yang membantu mu untuk merawat janin itu ?"


"Aku put!!! Aku!!"


Putri memejamkan matanya mendengar teriakkan Nathan yang begitu kencang. Ia menjauhkan ponsel dari wajahnya lalu mendekatkannya lagi saat Nathan sudah tak berteriak padanya.


"Aku tahu, kau sudah membantuku banyak. Tapi aku masih perlu berfikir matang tentang pemindahan saham ini. Aku akan menghubungi mu jika aku sudah memutuskan akan memberikan saham ini atau tidak!"


Tut...


Tanpa menunggu jawaban Nathan, Putri segera mematikan telfon itu secara sepihak.


"Maafkan aku Nath, tapi saham ini juga berharga untukku dan anakku ini kelak."


...o0o...


Byarr....


Nathan membanting telfonnya hingga hancur berkeping-keping berhamburan di lantai. Ash menundukkan kepalanya takut saat melihat tuannya marah begini.


Pria itu berdiri dari kursi kebesarannya menuju barisan lukisan cantik yang berada di ruangannya.


Secara brutal ia mengambil dan melemparkannya secara asal, hingga lukisan dengan harga yang fantastis itu juga ikut hancur.


Bukan hanya lukisan, tapi beberapa miniatur dan juga guci ikut hancur di tangan laki-laki yang sedang tersulut emosi itu.


"BRENGSEK!!!!" teriaknya kencang.


"Bisa-bisanya dia mengabaikan perintah ku! Sudah aku tolong, tidak ada terima kasihnya!" sambungnya dengan kesal.


"Aku yang membuat wanita bajingan itu di sayang oleh El. Aku yang membawanya perawatan ke salon, membelikannya parfum, pakaian. Aku yang membiayai dia dan juga janinnya!!!!"


Dadanya bergerak naik-turun karena emosi yang benar-benar sudah tak bisa ia kontrol lagi.


"Apa yang anda inginkan sekarang, tuan ?" tanya Ash. Ia tahu apa yang ada di otak tuannya itu, tapi ia harus menunggu konfirmasi dari Nathan sebelum melakukannya.


"Bunuh ibunya !"


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


KALAU SUKA CERITA KU JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN SAMA GIFTNYA YA KAK 🥰🥰


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2