
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Suasana tegang menyelimuti ball room hotel yang sengaja El sewa untuk melakukan acara yang tak berguna ini–bagi El.
Para wartawan yang berjumlah ratusan dari berbagai macam stasiun TV, media koran, dan juga wartawan dari berita online berbondong-bondong menghadiri klarifikasi terbuka yang keluarga de Luca lakukan.
Tidak ada hiasan bunga atau dekorasi-dekorasi lain yang menghiasi ball room hotel ini. Hanya ada kain putih sebagai penghias yang memiliki arti kejujuran.
Dimana dalam klarifikasi nanti, Sandra di minta untuk mengatakan yang sebenar-benarnya. Tanpa ada kebohongan.
Dan di sini lah mereka, keluarga de Luca dan keluarga Sandra berkumpul. Di mulai dari yang duduk di paling ujung kiri ada kakek El, Risa–bibi El, lalu Thomas–Paman El, di tengah ada El,Sandra, dan juga Grevan, lalu di sebelahnya ada kedua orang tua Sandra, Peter dan juga Lily.
Sementara Putri asik duduk di belakang podium bersama dengan Fred menikmati makanan yang sudah tim persiapkan. "Waktunya mendengar si pendongeng handal..." batin Putri sembari mengunyah makanannya senang.
"Baiklah, perkenalkan saya Irene sebagai MC di sini," ucap Irene memperkenalkan dirinya.
Irene menatap Sandra yang kini juga menatapnya, dari mata mereka berdua mengobrol.
"Sebelum melakukan sesi tanya jawab, saya akan menjelaskan sedikit akar permasalahan ini," Irene menepi untuk memperlihatkan para wartawan tentang berita perselingkuhan Sandra yang terpampang di layar TV.
Para wartawan menyorot Irene dengan penuh sekarang. "Berita ini mencuat sekitar 3 Minggu yang lalu. Di dalam berita ini menjelaskan jika Sandra yang merupakan istri sah Leonello yang di nikahinya pada 5 tahun yang lalu melakukan hal gelap yang tidak bermoral. Yaitu adalah berselingkuh dengan paman kandungnya sendiri. Yang bernama Thomas de Luca," jelas Irene di samping layar yang memperlihatkan berita Sandra.
"Sekarang yang lempar ini kepada nyonya Sandra untuk menjelaskan semua Berita ini kepada kita." Irene menatap Sandra dengan tegas. "Apa benar nyonya Sandra mempunyai hubungan terlarang dengan tuan Thomas ?" tembak Irene langsung.
Sandra mengambil mic yang berada di atas meja. Lalu tersenyum ke setiap kameranya yang mengarah kepadanya.
"Terima kasih Irene, sebelumnya saya ingin mengucapkan permohonan maaf saya kepada seluruh masyarakat yang kecewa dan perbuatan saya akhir-akhir ini yang kurang berkenan untuk masyarakat," ucap Sandra menahan air matanya mati-matian.
Karena ingin mendapatkan empati, El tersenyum miring lalu mengelus-ngelus lembut punggung istrinya–berusaha menenangkan emosi wanita itu.
Riuh ramah para wartawan saat melihat aksi manis yang di lakukan oleh El. Senyum El semakin melebar ia makin terlibat baik di mata publik.
"Ah, terima kasih suamiku..." ucap Sandra menatap El dengan senyum harunya.
"Lanjut lagi, saya akan menjawab pertanyaan Irene sekarang. Saya mohon wartawan mendengar ini dengan baik." Sandra menghela nafas panjang dan kembali meletakkan mic ke depan bibirnya. "Saya bersumpah jika saya tidak pernah memiliki hubungan dengan paman suami saya. Dan anak yang saat ini saya kandung merupakan anak Leonello–suami saya!" ucap Sandra lantang dengan sekali tarikan nafas.
"Tapi kenapa kok ke hotel berdua dengan paman anda ?"
"Bohong!! bukan sekali dua kali dia ke hotel! Tapi sering!"
__ADS_1
"Aku dengar ada salah satu karyawan hotel yang melihat Sandra dan Thomas memasuki kamar hotel dan mereka berdua keluar dari kamar hotel itu dengan keadaan pakaian yang kacau!"
"Ada paparazi yang memfoto Sandra berpelukan dengan Thomas!".
"Bohong!!"
"Bohong!!"
"Semuanya di mohon untuk tetap diam dan sopan! Jika tidak sopan silahkan keluar dari acara klarifikasi nyonya de Luca!!" ucap Irene dengan tegas saat mendengar bisikan para reporter itu.
Melihat tubuh Sandra bergetar karena teriakan para reporter yang menyudutkannya, Grevan meraih mic di tangan Sandra dan mulai bersuara.
"Semuanya di mohon tenang!" ucap Grevan yang seketika menghentikan cuitan para reporter itu. Kini semua kamera memfokuskan dirinya pada Grevan.
Grevan menatap Irene, lalu menganggukkan kepalanya. "Tolong di lihat layar TV itu!" titah Grevan.
Pada layar itu terlihat foto selfi Grevan, Sandra dan juga Thomas di kamar hotel. "Itu adalah foto kami yang sedang akan melakukan pembicaraan penting mengenai kerja sama dengan yayasan milik Sandra."
"Jika kalian bertanya kenapa kami melakukan rapat di hotel ? Itu karena kami sudah bersahabat lama, jadi El pun menyetujui jika kami melakukan rapat di hotel. Jadi kalian jangan salahkan Sandra, dan di foto Thomas dan Sandra itu sebenarnya adalah editan saja, karena aslinya itu ada saya di sana. Bukan hanya mereka berdua saja," jelas Grevan.
Salah seorang wartawan tunjuk tangan, ingin mengajukan pertanyaan, segera Irene mempersilahkan reporter itu.
"Saya Izra, dari NCF News. Saya ingin tanya dengan tuan El, apa benar jika anda menyetujui jika istri anda melakukan rapat di kamar hotel bersama dua pria ?"
Grevan segera memberikan micnya pada El, dan segera pria itu menerimanya. "Hm, saya tidak akan berbohong dan akan berbicara dengan jujur...."
"Semua ini sudah berlangsung hampir 3 bulan yang lalu. Sandra telah berubah, tidak sama seperti dulu," ucap El yang membuat tubuh ketiga orang itu memegang.
El menundukkan kepalanya, seolah-olah merasakan sakit yang teramat sangat pada dirinya.
"Katakan saja yang sebenarnya Mr. El...."
"Beberkan semua faktanya pada kita..."
Teriakan pada reporter itu membuat senyum miring El semakin mengembang. Ia mengangkat kembali wajahnya dan menatap seluruh kamera yang menyala itu dengan penuh kesedihan.
"Setiap harinya Sandra selalu bermain ponsel bahkan saat ada aku di dekatnya. Sikap Sandra juga jauh lebih dingin sekarang. Ak–aku merasa di abaikan dan tak di hargai..." cicit El.
Sandra menatap El dengan wajah bingungnya, "sayang apa yang kamu katakan, ini banyak kamera sayang..." ucap Sandra memaksakan senyumannya.
"Dan semua yang di bilang oleh Grevan adalah kebohongan. Sekalipun Sandra tak pernah meminta ijin pada saya jika ingin bertemu dengan Uncle Thomas..." Tubuh keluarga El dan juga Sandra mendengar penuturan dari El itu.
"Jika memang ijin, tentu saja tidak akan saya ijinkan. Meskipun itu adalah paman saya sendiri, tapi dia adalah seorang laki-laki. Dan apakah pantas seorang wanita yang sudah memiliki suami bisa berduaan dengan pria lain di kamar hotel ?" tanyanya pada para wartawan.
Terdengar bisikan-bisikan yang tak mengenakan pada Sandra, Thomas dan juga Grevan. Muka mereka benar-benar pucat pasi sekarang.
"Dan sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin saya katakan. Selama 3 bulan ini saya selalu memakai pengaman jika berhubungan dengan Sandra. Jujur saja, saat ini saya belum memiliki keinginan untuk menjadi seorang ayah. Tapi aku dengar jika Sandra hamil aku benar-benar sangat kaget..."
__ADS_1
BOOOMMM!!!?
Mulut para wartawan terbuka karena benar-benar terkejut mendengar pengakuan El. Bahkan ada salah seorang wartawan yang menjatuhkan kameranya karena terkejut dengan apa yang di ucapkan El.
Brak.....
Meja itu di gebrak oleh Theo–kakek El yang sedari tadi diam mendengarkan penjelasan cucunya.
"BENARKAH ITU EL??? KENAPA KAU MENGAKUI ITU ANAKMU JIKA MEMANG KAMU TIDAK MENARUH BENIHMU DALAM SANDRA ?" tanya Theo mengamuk.
El menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Theo. "Maafkan cucumu kek, aku hanya ingin membuat nama baik Sandra tetao terjaga. Aku tidak mengapa di jadikan tumbal dan harus mengakui itu sebagai anakku karena aku sangat mencintai Sandra. Tapi apa mau di kata, berita ini sudah mencuat..." ucap penuh sesal. Setengah mati pria itu menahan tawanya agar tak meledak.
Mencintai Sandra ? Menjaga nama baik wanita itu ? Yang benar saja! El sangat najis dengan Sandra!
Brakk....
Tubuh Sandra jatuh pingsan ke lantai seketika mendengar pengakuan dari suaminya.
"SANDRA WANITA JAL****NG!! SEKARANG AKU UMUMKAN KEPADA KALIAN SEMUA EL BUKAN LAGI SUAMI SANDRA! AKU YANG AKAN MENGURUS PERCERAIAN MEREKA! THOMAS BUKAN LAGI BAGIAN DARI KELUARGA DE LUCA! AKU AKAN SEGERA MENCORET NAMA THOMAS DARI KARTU KELUARGA!!" tekan Theo kepada seluruh wartawan, agar menjadi saksi.
Tamatlah sudah riwayat Sandra sekarang....
...o0o...
MAMPIR YUK KE CERITA KEDUA AKU...
KARENA CERITA PUTRI MAU TAMAT, JADI AKU BAKAL LANJUT KE CERITA DUA INI YA...
mohon dukungannya kakak 🥰🥺🥺
SEPERTI BIASA UDAH HARI SENIN–VOTE DULU YAAA 🥰
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA