
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Hari ini akhirnya tiba juga, hari pertama Putri akan menyerahkan penghormatannya kepada laki-laki yang akan memberikan hartanya pada Putri.
Sejak tadi ia sudah sangat sibuk membongkar isi kopernya.
Padahal ini baru pukul 9 pagi, ia juga belum sama sekali menyentuh sarapan paginya yang dikirim oleh petugas hotel. Namun entah apa yang membuatnya menjadi bersemangat
"Pakai yang ini atau yang ini yah ?" gumamnya mengangkat 2 dress yang sudah ia bawa dari Indonesia.
Ada dua dress yang ia bawa ada yang berwarna putih dengan bahan kain satin, dan juga dress berwarna hitam dengan bagian punggung yang terbuka.
"Aku rasa lebih menarik yang warna hitam," cicitnya melirik dress itu. "Tapi bukankah dress putih ini juga sangat cantik ?"
"Lihatnya hiasan tali di punggungnya, benar-benar sangat elegan!" imbuhnya.
Ia menghela nafas panjang, harusnya ia membawa banyak dress untuk dapat ia pilih. "Ini seperti acara pesta dansa saja," cicitnya sembari tertawa kecil.
Membicarakan soal pesta dansa, ia jadi teringat dan kenangan pahit dan awal mula ia mengalami kejadian ini.
"Aku merindukan mu..." cicitnya tanpa sadar.
Wanita itu melempar dua dress yang ia pegang ke sembarang arah. "Entah lah aku mau pakai yang mana. Lebih baik aku makan dulu, agar otakku ini dapat berjalan lancar," ucapnya.
...o0o...
"Ah, sayang..." ucap seorang wanita menggunakan pakaian tidur itu dengan kaget.
Ia sungguh tak menyangka jika suaminya yang sudah hampir 5 hari tak pulang ke rumahnya, kini memasuki kamar mereka dan berdiri di hadapannya.
Dengan segera wanita itu, berjalan menghampiri suaminya dan memeluk tubuh pria itu dengan erat.
"El, aku benar-benar sangat merindukanmu," ucap wanita itu dengan lembut.
Ia memejamkan matanya, saat bau badan suaminya yang selama ini sudah lama tak ia rasakan memenuhi indra penciumannya.
__ADS_1
"Aku sudah sangat lama tak memeluk mu," cicitnya sedih dengan suara yang bergetar. Tangannya menyusuri dada suaminya dan bermain-main di sana. "Balas pelukan ku, El!" pintanya.
Sesuai keinginan istrinya, Leonello membalas pelukan istrinya. Tak ada niatan lain, hanya pelukan.
Sandra, melonggarkan sedikit pelukannya dan menatap mata suaminya penuh gair*h. "Aku mencintaimu, sayang...." ucapnya dengan sensu*l.
Dengan berani Sandra memulai aksinya dengan menc**m bib*r tebal Leonello Dan menghis*p kuat lid*h pria itu.
"Hmmmm....."
Mereka saling his*p, hingga suara decakan bib*r mereka terdengar di seluruh kamar ini.
Tangan Sandra dengan lihai membuka kancing kemeja suaminya, namun saat ini membuka kancing baju yang ketiga, tangan suaminya menghentikan pergerakannya.
Sandra menjauhkan wajahnya dari Leonello, dan menatap pria itu dengan heran. Bukankah mereka akan melakukan itu ? Kenapa El, malah menghentikannya ?
"Ke–kenapa ?" tanyanya, ia berusaha mati-matian agar tak mengeluarkan air matanya.
"Aku tak bisa hari ini, aku harus ke Las Vegas. Maafkan aku, Sandra."
Leonello memasuki walk ini closet yang ada di kamar setelah ia menolak keinginan istrinya.
Sandra terduduk lemas di tepi ranjang setelah mendengar penolakan suaminya. Ia mengepalkan tangannya di atas paha.
Beberapa menit kemudian, El sudah keluar dengan jas baru yang melekat tubuh kekarnya.
Cup...
Ia mencium kening istrinya lama. "Aku berangkat," pamitnya.
Tak perlu mendengar persetujuan istrinya, El segera berjalan keluar dari kamar meninggalkan istrinya yang menangis dalam diam itu sendiri.
"Sampai kapan El ? Sampai kapan aku harus menjadi pajangan mu tuan Leonello ?" isaknya.
Wanita itu memegangi dadanya yang berdenyut sakit. Lalu memejamkan matanya erat. "Entah apapun alasannya, hanya aku yang bisa melahirkan keturunan untuk keluarga De Luca!" batinnya.
...o0o...
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Putri baru saja selesai memakai masker wajah, dan memakai lulur pada setiap anggota badannya.
Jika ia hitung tadi, mungkin ia sudah menghabiskan waktunya sebanyak 3 jam di kamar mandi.
Kini ia sudah duduk di meja rias yang tersedia di hotel itu. Ia mengeluarkan tas make-up miliknya dan segera menyulap wajahnya ini menjadi lebih jauh dari sebelumnya.
__ADS_1
Meskipun faktanya, ia sudah sangat cantik.
Masih dengan menggunakan bathrobe yang menutupi tubuh polosnya, ia memoleskan step by step produk make up itu sesuai dengan tutorial video YouTube yang tengah ia tonton.
Tak memerlukan waktu lama, kini dirinya sudah sangat cantik dengan make up tipis ala Korea.
Kini ia beralih pada rambutnya, beruntung di kamar hotel nya di lengkapi dengan hairdryer dan juga catokan. Jadi ia bisa sedikit meng-curly rambutnya, untuk memberikan aksen elegan.
Ting...tong...
Saat tengah asik bermain dengan rambutnya, bel di kamarnya kembali berbunyi. Ia merapikan bathrobe yang ia kenakan dan pergi untuk melihat tamunya.
Ting...tong...
Dengan cepat Putri membuka pintu kamarnya. Seorang pelayan hotel datang dengan membawa kotak berwarna merah muda di tangannya.
"Kamar 113, dengan nona Putri ?" tanyanya dan Putri menganggukkan kepalanya cepat.
"Iya saya sendiri."
Pria itu menyerahkan kotak persegi panjang itu pada Putri. "Silahkan nona, itu untukmu!" jawabnya.
Tanpa menunggu jawaban Putri, ia segera pergi untuk melanjutkan kembali aktivitasnya.
Ia memasuki kembali kamarnya dan membuka kotak itu karena begitu penasaran. "Apa ini ? siapa yang mengirim ?"
Dengan perlahan ia membuka kotak itu, ada sebuah kartu ucapan di atasnya. "Pakai ini untuk nanti malam, ku rasa akan cocok untukmu, Jack."
Ia tersenyum senang membaca tulisan itu, ia menaruh karti ucapan itu dan mengeluarkan dress merah maroon dengan bahan satin yang berada dalam kotak itu.
"Benar-benar sangat cantik," pujinya.
"Aku sangat yakin akan mendapatkan banyak uang, aku harus segera menelfon Dinda dan memintanya untuk mendoakan keselamatan ku!"
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
__ADS_1
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA