
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Kini Putri dan juga Sandra sudah berada di yayasan milik Sandra. Yang di gadang-gadang akan menyaingi UNICEF yang merupakan organisasi terbesar di dunia yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang pada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.
Sama halnya dengan yayasan amal milik Sandra yang terdiri dari beberapa artis dan juga orang berkuasa di dunia bisnis.
Sesuai dengan perkataan Sandra, El telah menghadirkan para awak media untuk membantunya meluruskan permasalahan yang terjadi pada yayasannya.
Bagaimana pun, yayasan yang ia bentuk dari hasil keringatnya sendiri ini harus tetap berjalan untuk membantu yang membutuhkan.
"Jadi begitu teman-teman, saya harap kalian semua mengerti tentang permasalahan ini," ujar Sandra yang didampingi oleh 4 orang petinggi yayasan termasuk Putri.
"Seperti yang di katakan nyonya Sandra, saya akan mengulangi lagi pernyataan beliau," ucap Putri yang geram melihat ada beberapa wartawan yang masih tidak percaya.
Semua kamera awak media kini menyoroti Putri penuh. Ada beberapa orang di sana yang menganggumi kecantikan alami Putri.
"Yang pertama, nyonya Sandra tidak menggunakan uang dana bantuan untuk kepentingan pribadi, karena ada seseorang yang berhasil memasukan dana pribadi itu masuk ke dalam rekening pribadinya."
"Yang kedua, nyonya Sandra akan menggantikan semua dana yang hilang akibat perbuatan pelaku sebesar 3 kali lipat lebih besar dari sebelumnya."
Putri menatap kamera yang menyoroti nya penuh dengan kebencian. Seolah-olah kamera itu adalah pelaku yang membuat nama baik Sandra menjadi tercemar.
"Dan yang terakhir, tuan El mengatakan jika bukan hanya pelaku saja yang akan mendapatkan hukuman. Tapi seluruh keluarga dan komplotan pelaku akan di hukum karena memakai uang yayasan itu," ucap Putri final.
Wanita itu kembali mendudukkan tubuhnya pada kursi dengan dada yang naik turun mendadak ia tengah tersulut emosi.
Di sebelahnya Sandra tersenyum puas, ia menepuk bahu Putri singkat. "Kerja bagus!" ucapnya. "Kau tampak sangat emosi, Put," bisiknya lagi.
Putri melirik Sandra sekilas sembari tersenyum kecil. "Tentu saja, nyonya. Apapun untuk anda, sesuai janji saya," jawabnya cepat.
Jawaban Putri membuat Sandra senang, semakin dia mendapatkan kepercayaan Putri maka semakin sungkan pula wanita itu untuk merebut suaminya.
Begitu juga dengan Putri, semakin pula Sandra senang dengan perilakunya. Maka hidup keluarganya akan terjamin tanpa harus menjadi wanita malam.
Sungguh simbiosis mutualisme bukan ? mereka berdua terlihat sangat menguntungkan.
"Ibu Sandra, siapakah wanita yang berada di sebelah mu itu ? Bisa kau perkenalkan pada kami ?" tanya seorang wartawan.
Sandra tersenyum menawan, ia memperlihatkan lesung pipinya. Semua kamera kembali menyoroti kedua wanita cantik itu.
Tangan Sandra menggenggam tangan Putri di atas meja. "Perkenalkan semuanya, dia adalah Putri Sabrina. Mulai hari ini di adalah asistenku yang sudah aku anggap seperti adik sendiri," jelasnya melihat satu persatu kamera yang ada di sana.
Putri tersenyum kikuk, ia melirik Sandra di sampingnya dengan bingung. "Adik ? kenapa aku merasa hubungan ini akan rumit ?" batinnya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu para awak media tampak bersautan bertanya mengenai Putri. Mulai dari dimana pertama kali bertemu, siapa yang membawa Putri, dan lain-lain.
Perlahan Sandra menjelaskan siapa Putri, tapi tentu tidak mengatakan yang sebenarnya. Sandra menabur sedikit kebohongan untuk membuat baik nama Putri pada masyarakat.
"Ah, aku rasa perbincangan kita cukup sampai di sini. Terima kasih untuk kalian semua yang sudah hadir!" ucap Sandra tersenyum manis sembari berdiri dari duduknya.
Setelah itu Sandra berjalan keluar dari ruangan itu diikuti oleh beberapa orang bodyguard milik El. Meninggalkan Putri dan para petinggi yayasan yang harus masih membersihkan dokumen yang berserakan di meja.
Para awak media juga masih berada di sana, banyak di antara mereka yang merapikan barang bawaan mereka.
Hingga satu persatu dari para petinggi itu memberi salam pada Putri untuk pamit pulang, meninggalkan Putri sendiri bersama awak media.
"Wanita yang menjadi adik angkat ibu Sandra itu terlihat sangat cantik," ucap seorang wartawan yang masih bisa Putri dengar.
Mendapatkan pujian, membuat pipi Putri bersemu merah. Setelah merapikan dokumen dokumen itu, Putri turun dari atas podium untuk menyusul Sandra.
Namun ucapan salah satu wartawan yang terdengar di telinganya menghentikan langkah kakinya.
"Jika sampai wanita itu berselingkuh dengan tuan Leonello, sudah sangat bisa dipastikan bahwa dia akan dihujat habis-habisan oleh publik," ucap wartawan itu.
"Tentu saja hal itu akan terjadi, sudah di anggap adik sendiri malah tidur dengan suaminya," jawab wartawan satu lagi.
Lalu mereka tertawa terbahak-bahak dengan lelucon mereka. Berbeda dengan Putri yang tampak gelisah di atas podium.
"Sial, aku telah terjebak!"
...o0o ...
Namun, bukan fokus pada permasalahan istrinya, maupun wajah tegang istrinya. El malah memfokuskan dirinya pada Putri yang tampak serius berbicara dengan lantangnya.
Diam-diam ia tersenyum kecil, wanita itu tampak tangguh sekarang. Dulu El sangat ingat jika Putri sangat malu saat akan lomba membaca puisi.
Sekarang wanita itu tampak tenang, santai, dan juga berapi-api dalam menyampaikan pendapatnya.
"Hah..." El menghela nafas panjang.
Lalu ia berdiri dari duduknya, dan merapikan sedikit penampilannya. "Sepertinya aku harus memberikan hadiah kecil untuk wanita malang itu," gumamnya sembari berjalan keluar dari ruang kerjanya itu.
Melihat pintu kerja tuannya terbuka, segera Fred menutup laptopnya dan menghampiri tuannya yang berjalan menuju lift.
"Tuan, anda ingin pergi makan siang ?" ucap Fred yang ikut masuk ke dalam lift.
El melihat Fred sekilas lalu tersenyum manis. "Aku baru saja melihat konferensi pers yayasan itu. Dia melakukannya dengan baik, aku akan pergi ke mall untuk membelikan kado untuknya," jelas El yang membuat Fred tampak senang.
Bagaimana tak senang, jika akhirnya tuannya mengapresiasi kehadiran Sandra untuk pertama kalinya.
Senyum mereka menghiasi wajah Fred, ia sungguh senang dengan inisiatif dari tuannya itu untuk istrinya.
"Saya akan membantu tuan memberikan jadi yang terbaik. Ini adalah kali pertama anda memberi kado," jawab Fred dengan semangat.
"Ini bukan pertama kalinya Fred, dulu waktu aku masih berpacaran dengannya. Aku sering memberikannya kado," sengit El.
__ADS_1
Fakta baru yang di ketahui Fred, ternyata tuannya sering memberikan kado untuk Sandra. "Saya rasa, anda sudah tahu seleranya, tuan," jawab Fred dan diangguki dengan sombong oleh El.
"Tentu saja!"
...o0o ...
Mobil yang ditumpangi oleh Sandra dan juga Putri Kimi melaju dengan kecepatan sedang menuju mall yang akan mereka singgahi.
Berbeda dengan tadi perjalanan berangkat mereka, Putri tampak bersemangat dan terus saja berbicara.
Kini perjalanan pulang mereka, Putri terlihat tampak lesu. Dan Sandra menyadari perubahan sikap Putri itu.
"Ada apa ? Kenapa kau terlihat begitu tak bersemangat ?" tanya Sandra bingung.
Putri yang diam memikirkan sesuatu, lantas terkejut dengan ucapan Sandra yang tiba-tiba dan mengagetkannya.
"A–ah, saya tidak apa-apa nyonya," jawabnya cepat dan memaksakan senyumannya.
Namun Sandra tentu saja tak percaya dengan ucapan Putri. Sedetik kemudian ia tersenyum miring menatap Putri remeh.
"Aku tahu, apa karena kau tidak ingin membantuku untuk mendapatkan hati El kembali ?" tanya Sandra menuduh.
Secepatnya Putri menggelengkan kepalanya mendengar tumbuhan Sandra. Ia menggenggam erat kedua tangan Sandra.
"Jangan begitu nyonya, aku hanya memikirkan ibuku. Tapi adik saya bilang beliau tidak mau makan," jawab Putri berbohong, karena faktanya menurut Dinda ibunya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tampaknya Sandra percaya dengan ucapan Putri. Dan ini dimanfaatkan Putri untuk semakin membuat Sandra percaya dengan segala ucapannya.
"Sekarang kita akan ke mall, dan saya akan membawa nyonya menuju salon dan saya juga akan memilihkan baju-baju nakal untuk nyonya," ucap Putri lagi. "Dan saya pastikan tuan tidak akan menolak anda," bisik Putri tepat di telinga Sandra.
Seketika tawa Sandra meledak mendengar godaan Putri padanya, ia membalas genggaman Putri, dan merebahkan kepalanya pada bahu wanita itu.
"Terima kasih, Put," gumamnya sembari menutup mata.
...o0o ...
VOTE NYA JANGAN LUPA KAKAK 🥺
JUDULNYA UDAH GANTI YA 🤣
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1