WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 47 - RENCANA GILA PUTRI


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o ...


Sandra mendengarkan dengan seksama penjelasan yang di ungkapkan oleh Grevan, sahabatnya itu.


Tadi sebelumnya wanita yang telah bersuami itu telah mengatakan apa yang terjadi padanya. Mengenai kondisi rahimnya, lalu kapan masa suburnya, dan juga obat-obatan yang sudah ia beli untuk menyuburkan rahimnya, menurut anjuran dokter.


"Kamu sudah mengerti maksudku kan San ?" tanya Grevan menatap Sandra sembari tersenyum kecil.


Sandra memilin-milin kain bajunya, ia bingung dan juga takut dengan rencana yang di berikan oleh Grevan. "A–aku takut, Van..." cicitnya.


"Hah...." Grevan menyugar rambutnya ke belakang, lalu menatap Sandra lagi. Kedua tangan Grevan menggenggam tangan Sandra yang berada di pangkuan wanita itu. "Dengarkan aku, San!" pinta Grevan, "hanya ini yang bisa kamu lakukan jika ingin mempertahankan suamimu."


"Percayalah padaku, ini tidak akan ketahuan." Grevan berusaha membuat Sandra percaya padanya. "Tatap mataku, San," pinta Grevan.


Segera ia menuruti perintah permintaan pria di hadapannya itu, menatap matanya dalam. "Ta–tapi kalau ketahuan bagaimana ?" tanya Sandra. "Aku takut dia curiga," sambungnya.


Lagi-lagi Grevan menghembuskan nafas panjang, melepaskan genggaman tangan mereka lalu kembali menyenderkan badannya pada sandaran kursi. "Terserah kau saja, tapi jangan menangis atau melakukan percobaan bu***nuh diri jika suamimu menceraikan mu dan menemukan cinta lain."


Tangan Sandra terkepal di pangkuannya. Secara tidak sadar ia menggelengkan kepalanya lemah. "Tidak aku tidak mau!" jawabnya cepat.


Ia menatap Grevan dengan semangat. "Kapan kita mulai rencana ini, Van ?" tanyanya dan Grevan tersenyum singkat.


...o0o ...


Sudah lebih dari 2 jam mereka berdua mengobrol, dan Sandra juga tidak bisa berlama-lama di sini.


Karena mungkin ada seorang wartawan atau bisa saja salah satu pekerjaan suaminya yang menciduknya di sini bersama dengan Grevan.


"Aku rasa sampai di sini dulu, Van."


Sandra berdiri dari duduknya diikuti oleh Grevan yang juga ikut berdiri. Pria itu berjalan menghampiri Sandra dan memeluk wanita itu.


"Ya, ini sudah lebih dari 2 jam kita mengobrol. Aku takut orang-orang milik Leonello akan membunuh ku karena terlalu lama berbincang dengan istrinya," goda Grevan yang membuat Sandra tersenyum. "Eh tapi ngomong-ngomong dimana asisten mu itu ?" tanya Grevan.


Ah ya! Sandra melupakan kehadiran Putri. Dimana wanita itu sekarang ? Bukankah tadi wanita itu hanya meminta ijin pergi ke toilet sebentar ?


Apa jangan-jangan dia kabur ? Jika benar di kabur, matilah Sandra di tangan El!


"Astaga, aku melupakan wanita itu, Van!" jawabnya sedikit panik.


"Hei, tidak perlu se-panik itu, mungkin dia masih ada di toilet," jawab Grevan santai.


Sandra melototkan matanya kesal kearah Grevan. "Apa tadi yang kau bilang ? Tidak perlu se-panik itu ?" tanyanya marah. "Kau kan tahu dia siapa, dia adalah wanita favorit El akhir-akhir ini. Jika aku menghilangkan wanita itu, bisa-bisa aku juga akan di hilangkan dari kehidupan El!" jawabnya dengan kesal.

__ADS_1


Grevan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dan menatap Sandra sembari meringis takut. "Ah ya, aku lupa. Maafkan aku," jawabnya cepat. "Kalau begitu, mari kita cari wanita itu, jika ia kabur, mungkin tidak akan terlalu jauh dari sini."


Wanita itu menganggukan kepalanya cepat, dan segera keluar dari ruangan itu, ikuti oleh Grevan di belakangnya.


Namun saat akan berpencar mencari Putri, tiba-tiba pintu ruangan VVIP di sebelah ruangan mereka terbuka, dan keluarlah Putri bersama dengan dua pria berjas hitam yang memiliki wajah tampan di belakang.


"Nyonya, Sandra...." teriak Putri seraya berlari ke arah wanita itu dan memeluknya singkat.


"Darimana saja kau! Ijin pergi ke toilet, kok malah berduaan, eh salah. Bertigaan dengan kedua pria itu ?" cerca Sandra.


Putri menggaruk kepalanya singkat, sembari tersenyum kikuk. "Saya memang pergi ke toilet nyonya, perut saya mulas tadi. Lalu ketika saya sudah selesai dan ingin kembali bersama dengan anda. Saya lupa ruangan Anda dimana," jawab Putri, wanita itu menatap Ash dan Nathan yang kini juga melihatnya. "Setelah ingat lantai ruangan ini, segera saya menaiki lift dan menuju lantai ini. Lalu saya salah masuk ruangan. Saya malah masuk ke ruangan kedua tuan yang sedang meeting ini," sambungnya sembari meringis malu.


Sandra memutar bola matanya malas, lalu menghampiri Ash dan juga Nathan sembari tersenyum kecil. "Maafkan kecerobohan asisten saya yang sudah membuat sedikit kekacauan," ucap Sandra dengan tulus.


"Silahkan di lanjut meeting-nya," sambung Sandra dan di angguki oleh Nathan. Lalu pria itu masuk kembali ke ruangannya.


Setelah itu, Sandra dan Putri berpamitan pada Grevan dan berjalan menuju lift untuk kembali ke mansion. "Malu-maluin!" ucap Sandra dan Putri hanya menyengir malu.


...o0o ...


Sandra menyantap makan malamnya dengan tenang. Berbeda dengan Putri yang masih memikirkan ucapan Nathan yang mengungkapkan fakta baru untuknya.


Sungguh, selama ini Putri memang yakin jika kesialan dari hidupnya ada campur tangan dari El.


Tapi ia mengira jika El marah kepadanya, karena masalah yang mereka alami beberapa tahun lalu, saat masih berpacaran.


Bukan malah, masalah tentang dendam yang keluarga El miliki dengan ayahnya dan juga ayah dari Nathan.


"Aku selesai!" ucap Sandra yang membuyarkan lamunan Putri.


Segera wanita itu bangkit dari duduknya yang mengalihkan piring kotor Sandra. "Selanjutnya anda ingin makan kue, puding, atau buah untuk pencuci mulut ?" tanya Putri yang dijawab gelengan oleh Sandra.


"Tidak, aku sudah kenyang," jawabnya. Sandra berdiri dari duduknya, lalu ia menatap Putri. "Tadi Fred mengatakan padaku jika El akan pulang ke mansion larut malam," ia menggantungkan kalimatnya. "Kau jangan tidur dulu, siapkan makanan untuk El nanti," sambungnya.


Putri menganggukkan kepalanya cepat untuk menjawab pertanyaan Sandra. "Baik, nyonya..."


Setelahnya Sandra segera berjalan menuju lift, untuk menuju kamar pribadinya. Meninggalkan Putri dan beberapa orang maid yang masih ada di dapur.


Putri membawa piring kotor Sandra dan juga miliknya menuju wastafel. Ia memberikan piring itu kepada maid untuk membersihkannya.


Tak lupa ia memerintahkan seluruh maid agar segera makan malam, dan menyuruh mereka menghabiskan seluruh makanan itu. "Tuan El ingin makan malam ? Maaf makanannya sudah habis," ia tersenyum mendengar suara hatinya. Sementara itu dengan senang hati para maid menghabiskan makanan yang berada di meja makan.


Kini Putri berdiri di dapur sembari menatap para maid memakan makanan mereka dengan lahap sembari tersenyum miring.


Setelah puas dengan itu, Putri berniat untuk kembali ke kamar dan bersiap tidur. Namun ia menghentikan langkahnya saat ada sesuatu yang berkilau mengalihkan perhatiannya.


Ia berjalan menuju benda itu dan mengambilnya sembari tersenyum miring. "Benda kecil ini, nampaknya akan berguna untuk menyambut kepulangan El..." gumamnya mengelus lembut pisau kecil yang ia pegang lalu berjalan kembali menuju kamar. Ia sangat yakin jika nanti malam El akan datang berkunjung ke kamarnya.


...o0o ...


Leonello sambil ke dalam mansion miliknya pukul 1 tengah malam. Tadi ia harus menyelesaikan beberapa projek dan juga merevisi ulang dokumen penting hingga harus membuatnya berlama-lama di kantor.

__ADS_1


Punggung terasa remuk, matanya terasa berat. Karena seharian penuh ia tak beranjak dari kursi kerjanya dan hanya menatap laptop.


Tadi ia juga sudah menyuruh Fred pulang, karena ia sudah pasti tahu. Pria itu juga pasti sangat kelahan.


Ia segera memasuki lift untuk menuju kamarnya. Ia harus segera meletakkan punggungnya pada kasur empuk.


Pintu lift terbuka, segera ia keluar dan berjalan menuju ke kamarnya.


Namun saat melewati kamar Putri, lampu di kamar itu masih menyala. Apa Putri belum tidur ?


El tersenyum miring, sepertinya bermain sedikit dengan Putri akan membuat tubuhnya merasa bugar kembali.


Ia melihat ke sekeliling, lalu masuk ke dalam kamar itu. El sudah tampak seperti seorang maling sekarang.


Ceklek....


Pintu kamar Putri terbuka, dan segera ia mencari keberadaan Putri. Lalu menutup pintu itu kembali.


Hal pertama yang ia lihat adalah ranjang Putri yang kosong. "Ini sudah jam 1 malam, tapi ia tidak ada di kamar, dimana dia ?" gumam El. .


Entah mengapa melihat Putri yang tak ada di sini, membuat El kesal. El ingin sekali melihat wajah terlelap Putri.


Namun terdengar suara shower menyala yang membuat seluruh perhatiannya tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka.


"Ahh...dingin sekali..." teriak Putri dari dalam kamar mandi.


Urat-urat wajah El yang semula menonjol segera menghilang saat mendengar suara dari dalam kamar mandi.


El menelan salivanya susah payah, tiba-tiba gairahnya naik seketika. Segera ia melepaskan seluruh pakaiannya, dan menyisakan ce**la***na dalam lalu berjalan memasuki kamar mandi.


Tempat di mana Putri berada.


Dari kejauhan terlihat bayang-bayang tubuh wanita itu yang semakin membuat hasratnya naik.


"Aku akan menghabiskan tubuh lezatmu..." batin El memasuki kamar mandi dan memandang tubuh po***los Putri dari belakang.


...o0o ...


Apakah Putri berhasil membunuh El atau malah ???


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2