WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 66 - MELIHAT KEBAHAGIAAN MEREKA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Melihat kehamilan Sandra sudah menyebar luas, memang dengan sengaja Sandra menyebarkan berita bahagia ini kepada semua orang.


Dengan bangganya ia membagikan momen kehamilan yang sudah lama ia tunggu-tunggu ini kepada semua orang melalui media sosial Instagram pribadi miliknya.


Sandra de Luca




Sandra de Luca Mohon doanya yah, semoga lancar sampai persalinan 🤍🤰 @LeonelloXanderLuca


Berjuta-juta like dan juga ratusan ribu komentar membanjiri Instagram milik Sandra. Para Netizen mengucapkan selamat atas kehamilan yang memang sudah semua orang nanti-nantikan.


Pernikahan Lima tahun mereka yang membuat iri para wanita karena Sandra yang dianggap sebagai wanita paling beruntung kini sudah lengkap rasanya jika memiliki momongan.


Dan berkat kehamilan Sandra ini juga menghempaskan rumor-rumor tak sedap yang menimpa keluarga El.


Contohnya saja jika Leonello telah selingkuh dari Sandra, lalu ada juga yang mengatakan jika Leonello telah memiliki seorang anak dari wanita lain. Namun berkat kehamilan Sandra ini semua rumor-rumor itu sudah menghilang.


Kini Sandra dengan senyum manisnya tengah duduk bersama Leonello di halaman rumah mereka.


Sejak Sandra memosting foto USG di akun Instagram beberapa hari lalu. Setiap harinya banyak sekali wartawan yang datang kerumah mereka.



Salah satu reporter yang berada di depan mansion Leonello.


Dan karena Leonello merasa terganggu, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan konferensi pers.


"Bagaimana perasaan anda saat mengetahui jika anda sudah hamil ?" tanya wartawan kepada sepasang suami istri yang tengah berbahagia itu.


Oh ralat, maksudnya hanya Sandra yang menampakkan aura bahagianya. El sepertinya biasa muram dan fokus tanpa senyum.



Ilustrasi wartawan yang bertanya....


Sandra tersenyum sumringah menjawab pertanyaan itu. "Benar-benar sangat bahagia. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan." Wanita itu menatap suaminya, dan memegang tangan El lembut di atas meja. "Iya kan sayang..."


"Ya, kami memang sangat menantikan kehamilan Sandra," jawab El tanpa ekspresi.


Mendengar jawaban suaminya Sandra tersenyum lebih lebar, ia bahkan sampai meneteskan air mata karena terharu. "Tuhan, ternyata El juga menunggu kehamilan ku ini. Aku benar-benar sangat senang sekali..." batin Sandra.


Berbeda dengan seorang wanita yang berdiri tepat di belakang kursi Sandra, ia adalah Putri yang sedari tadi sibuk menyiapkan acara konferensi pers ini.


Hatinya sedikit sakit saat mendengar Leonello ternyata juga menantikan kehamilan Sandra. "Meskipun Daddy mu tidak menyukai mu dan mungkin akan membunuhmu jika dia tahu kamu sudah ada di dalam perut Mama, tapi jangan khawatir sayang, karena Mama akan selalu menjagamu dan tidak akan membiarkan Daddy mu untuk sampai membunuhmu..." batin Putri mengelus perutnya yang sengaja ia pakaikan korset agar tidak terlihat membuncit.


Sesi tanya jawab itu masih terus berlanjut, Sandra dan El benar-benar tampak bahagia sekarang.


Dan itu semakin membuat Putri muak dan ingin muntah. Melihat bagaimana Sandra membual tentang rasa cinta El padanya, lalu juga El yang terus memuji istrinya. Yang padahal Putri sangat tahu jika El sama sekali tak memiliki rasa pada wanita itu.


Ingin sekali rasanya Putri mengucapkan yang sebenarnya, tapi ia sama sekali tak memiliki wewenang untuk berbicara dan mengatakan pada para reporter.


Memangnya dia siapa ?


Memang ada yang mau mempercayainya ?

__ADS_1


Memang jika ia mengatakan yang sebenarnya, apa yang akan ia dapat ? El akan menikahinya lalu menceraikan Sandra ?


Memang ia seberharga itu ?


Tentu saja tidak!


Putri tertawa kecil melihat nasibnya yang begitu hancur. Keluarga yang hanya tinggal adiknya saja, lalu sekarang ia hamil di luar nikah, benar-benar aib yang luar biasa.


...o0o...


Setelah siang tadi Sandra dan juga El melakukan konferensi pers yang begitu melelahkan.


Kini mereka tengah berkumpul di taman bunga milik Sandra bersama dengan keluarga besar de Luca dan keluarga Sandra untuk merayakan hari penting ini.



"Bersulang untuk kehamilan anakku dan calon penerus perusahaan de Luca!" ucap Peter–Ayah Sandra sembari mengangkat gelas yang berisikan wine.


Semua orang yang berada di meja makan itu mengangkat gelas wine mereka dan bersulang diiringi gelak tawa.


"Bersulang!" ucap Theo–Kakek El, Jeffery–Ayah El, Thomas–Paman El, Risa–Bibi El, dan juga Lily–Ibu Sandra secara bersamaan.


Setelahnya mereka minum hingga tandas gelas berisi wine itu. "Terima kasih atas kehadiran kalian semua," ucap Sandra sembari tersenyum manis penuh haru.


"Ah, jangan menangis sayang. Tentu saja kami semua akan datang untuk memberikan ucapan selamat padamu," ucap Thomas secara berdiri dari duduknya untuk memeluk istri keponakannya itu.


Cup...


Cup...


Thomas memberikan kecupan hangatnya di kepala dan juga bercanda yang masih rata.


"Tidak mungkin kita tidak datang di acara ini sayang, inikan yang sudah kita tunggu tunggu. Anak darimu dan juga cucuku, El," ucap Theo dengan tawa kecil.


Mendengar ucapan Theo yang seperti menyudutkannya membuat Sandra menghilangkan senyumannya seketika.


"I–iya grandpa..." jawab Sandra.


"Aku sangat tidak sabar melihat anak kalian," ucap Peter menatap Sandra dan El secara bergantian.


El yang ditatap oleh mertuanya itu hanya tersenyum kecil tanpa ada niat menjawab pertemuannya.


"Sudah jelas akan sangat mirip dengan El," jawab Lily yang melingkarkan tangannya pada lengan suaminya manja.


"Pasti akan mirip dengan El!" seru Jeffery yang sedari tadi memperhatikan perbicangan hangat keluarga ini.


"Tentu saja!"


"Kalau tidak mirip dengan El, sudah jelas bukan anak El....hahaha...." jawab Theo sembari tertawa kencang.


Seluruh orang disana tertawa dengan candaan kakek dari El itu, kecuali dengan Sandra dan juga Thomas yang hanya tersenyum kikuk.


"Bukan begitu Sandra ?" tanya Theo.


Tidak menjawab, Sandra hanya tersenyum kecil menatap Thomas.


...o0o...


Putri kini melebarkan telinganya untuk menguping perbincangan Ayah dan anak itu. Karena ia pasti sangat yakin jika mereka berdua kini tengah membicarakan dirinya.


Bukan kepedean tapi ia sangat yakin jika Jeffery akan meminta El untuk segera mengusirnya dari rumah.


"Jadi kapan kamu akan membawa wanita ular itu pergi ?" tanya Jeff pada sang anak.


Putri tersenyum miring, nah kan! Apa dia bilang, sudah pasti mereka akan merencanakan sesuatu. "Aku harus mendengarkan rencana busuk mereka!" batin Putri.


"Tidak tahu," jawab El menatap Ayahnya datar.

__ADS_1


Terdengar suara helaan nafas dari Jeffery, ia nampak frustasi dengan sang anak yang begitu pembangkang.


"Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah El, sampai kapan kamu mau terus bermain-main dengan wanita ?"


"Aku tahu Dad, jika aku bosan sudah pasti aku akan membuangnya!"


Jeffery memijit pangkal hidungnya, karena rasa pusing yang tiba-tiba menyerang kepalanya. "Berikan pasport dan visa wanita itu, sudah pasti kamu yang membawa dokumen penting itu kan ?"


El memutar matanya mendengar pertanyaan Jeff. "Tentu saja, aku tidak ingin dia kabur."


"Berikan pada Daddy sekarang! Aku akan membawanya pulang ke Indonesia!" ucap Jeffery tak terbantahkan.


Sementara Putri di balik tembok itu kini tengah tersenyum lebar. "Baguslah jika aku di buang, aku bisa kembali ke Indonesia.." batinnya memekik senang.


Namun beberapa detik kemudian senyumnya itu layu setelah mendengar jawaban dari El.


"Tidak akan pernah Dad, aku belum bosan!" jawab El dengan tegas.


"Kamu tahu beberapa hari yang lalu ibunya telah tiada ?" tanya Jeff. .


Tubuh Putri menegang mendengar pertanyaan Jeffery pada El. Dia semakin merapatkan tubuhnya pada dinding, dan membuka telinganya lebar-lebar.


Jantung wanita itu berdebar dengan kencang entah mengapa.


El menatap Ayahnya dengan tatapan menyelidik. "Aku tahu. Tapi kenapa Daddy bisa tahu ? Dad yang membunuhnya ?" tanya El curiga.


Jeffery melototkan matanya kesal kepada sang anak angkat, ia meraih kotak tisu di atas meja itu lalu melemparkannya pada El. "Meskipun Daddy tahu jika Putri adalah anak dari pembunuh tuan Regan dan juga seorang wanita yang berhasil membuat anakku mengalami patah hati yang sangat dalam,"


"Aku sama sekali tidak akan pernah membunuh seorang wanita. Aku mengetahui ibu Putri telah tiada dari mata-mata ku, semenjak kamu berhubungan dengan Putri lagi, Daddy menyelidiki keluarga Putri dan menaruh mata-mata untuk mengawasi perbuatan mereka," sambung Jeffery menatap anaknya dalam. "Malah aku berfikir jika kamu yang membunuhnya atas nama dendam ayahmu dan juga sakit hatimu pada Putri," selidik Jeffery.


El memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya pada sandaran sofa. Lalu ia membuka matanya dan menatap Jeffery dengan tegas.


"Aku bersumpah atas nama Tuhan tidak pernah membunuh Ibu Putri, bahkan untuk merencanakan pembunuhan itu saja tidak. Malah aku sempat berfikir Sandra yang melakukannya, tapi setelah aku selidik ternyata bukan Sandra yang merencanakan pembunuhan itu!" jawab El dengan tegas.


Deg....


Putri menutup mulutnya yang terbuka lebar karena terkejut dengan tangan kanannya. Bukankah kemarin Nathan menelfonnya dan mengatakan jika El yang membunuh ibunya ?


Bahkan pria itu juga memberikan bukti yang berupa percakapan El dengan Fred yang memintanya untuk membunuh ibu Putri.


"Ya Tuhan apakah Nathan kini berbohong padaku ?" tanyanya. "Lalu siapa yang membunuh Mommy ?"


Putri ingin menguping lagi perbincangan Ayah dan anak itu, tapi ketukan pada bahunya membuatnya mengalihkan fokusnya pada seseorang itu.


"Apa ?" tanya Putri frustasi menatap maid itu dengan tidak suka.


"Kau di panggil nyonya Sandra di kamarnya sekarang. Dia meminta mu untuk membantunya membuka kado-kado!" ujar maid itu.


Putri menjambak rambutnya frustasi lalu segera berlalu dari tempatnya untuk menuju Sandra yang berada di kamar wanita itu.


Di dalam lift Putri berfikir kembali tentang ucapan El tadi. "Aku dengar sendiri tadi El mengatakan jika ia bersumpah atas nama Tuhan tidak membunuh Mommy, aku yakin dia tidak akan mungkin berbohong karena ia menyebut nama Tuhan..."


"Lalu siapa ??? Perlukah aku menyelidiki ini ?"


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2