WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 62 - PENYERAHAN DAN PEMERIKSAAN


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o ...


Tepat 2 Minggu setelah Putri mengucapkan keinginan gilanya pada Leonello, dan dengan tidak ia juga pria itu mengabulkan keinginannya.


Hari ini Putri tengah tersenyum memandangi dokumen yang berada di depan matanya. Beberapa lembar yang berisikan perpindahan tangan dari saham milik El padanya.


Di sana tertera jika Leonello memiliki saham 38%, lalu pamannya Thomas 14%, istri Thomas, Risa juga memiliki saham sebesar 7%, dan terakhir Theo, kakek El yang menaruh saham di sana sebesar 11%. Dan sisanya adalah para pengusaha yang membeli saham di perusahaan de Luca.


Diam-diam Putri tersenyum senang, ternyata Leonello memiliki saham lebih banyak daripada saudaranya yang lain. Dan fakta mengejutkan lainnya yang baru ia tahu adalah Sandra tidak mendapatkan 1% pun Saham ini.


Entah apa alasannya, tapi Putri senang mendengar kabar baik itu. Karena paling tidak setelah ini posisi Putri akan lebih tinggi dari wanita itu.


"Sekali lagi saya tanya kepada tuan Leonello, atas dasar kesadaran dan tidak terpengaruh oleh minuman atau obat-obatan terlarang. Benarkah tuan akan memberikan 14% saham milik anda pada nyonya Sabrina Putri Ricci ?" tanya Joseph, notaris resmi keluarga de Luca.


Jantung Putri berdetak lebih cepat menunggu jawaban El. Ia sangat takut jika laki-laki itu akan merubah pikirannya.


El menatap Putri yang duduk di salah satu dosa di ruang kerjanya itu singkat dan menganggukkan kepalanya yakin.


"Iya, saya Leonello de Luca secara sadar dan tidak di pengaruhi oleh siapapun dan apapun menyerahkan 14% saham milik saya pribadi kepada Sabrina Putri Ricci secara langsung!" jawabnya tegas dan tidak terbata-bata.


Sang notaris menganggukkan kepalanya mengerti lalu mendatangi selembar surat. "Saya sudah tanda tangan, silahkan tuan Leonello dan setelahnya nyonya Putri untuk tanda tangan di atas materai yang tersedia di atas nama kalian."


Leonello menerima Akta Saham itu dan menandatanganinya dan menyerahkan kepada Putri untuk di tandatangani juga.


Putri menerima Akta itu dengan perasaan haru, lalu menyoretkan tinta di atas materai dengan tangan yang bergetar.


"Baiklah kalau begitu, secara resmi saya umumkan Nyonya Sabrina Putri Ricci adalah pemilik saham perusahaan ini dan sudah sah di mata hukum," ucap Notaris itu sembari menjabat tangan Putri dengan senyum kecil.


Leonello terus memperhatikan senyum yang tercetak jelas pada wajah cantik wanitanya, tanpa sadar ia juga ikut tersenyum.


Setelah itu sang notaris berpamitan untuk pergi menemui kliennya yang lain. Meninggalkan Putri dan Leonello berdua dalam ruangan kerja milik El itu.


Brak...


Pintu tertutup rapat, pertanda sang notaris telah pergi dari ruangan El. Segera Putri beranjak dari posisinya untuk menuju El yang terus saja menatapnya.

__ADS_1


Cupp....


Tanpa malu Putri mengecup bibir El singkat dan tersenyum lebar ke arah pria itu. "Terima kasih, tuan."


El mendekap Putri erat dan mencium beberapa kali puncak kepalanya wanitanya dengan sayang. "Sudah berapa kali kau ucapkan terima kasih hari ini ?" tanya El memberengut tak suka.


Putri tertawa kecil dan semakin erat memeluk tubuh El. "Lalu aku harus apa untuk berterima kasih padamu ?" tanya Putri dengan wajah menggoda.


Ia memainkan dasi milik El.


"Puaskan aku!"


Setelahnya Putri di gendong secara bridal style dan di jatuhkan dengan kasar pada kasur yang berada di ruangan pribadi milik El.


"ARGHH...." teriaknya.


El tersenyum miring lalu membuang jasnya asal, dan dengan gerakan perlahan ia membuka sabuknya.


"Hari ini aku mau bermain sampai benar-benar puas!"


...o0o ...


Nathan kini tengah tersenyum bahagia saat beberapa detik lalu ia menerima telfon dari seseorang yang sudah ia tunggu-tunggu beberapa hari ini.


"Kita berhasil tuan!" ucap Ash yang berdiri di hadapan tuannya dengan senyum lebar.


Nathan menganggukkan kepalanya cepat dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya. Ia menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya.


"Tentu saja, belakang ini Leonello tanpa tergila-gila pada Putri, dan faktanya jika seorang sedang jatuh cinta. Dia akan melakukan apapun untuk membuat pasangannya senang. Dan inilah yang terjadi pada Leonello, pria itu sudah bertindak bodoh hanya karena rasa cintanya.


Ash menganggukkan kepalanya setuju dengan tuannya. Jika dirinya jadi Leonello, tak mungkin ia akan memberikan saham yang sangat berarti kepada wanita malam.


"Cinta membuat bodoh. Jika tidak siap untuk menjadi bodoh, jangan jatuh cinta!" sambung Nathan dengan senyum miringnya. Ia masih tak percaya, pria dengan pemikiran matang seperti Leonello akan melakukan hal gila ini.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang tuan ?" tanya Ash.


"Tentu saja segera mendesak Putri untuk memberikan seluruh sahamnya pada kita!"


...o0o ...


"Wah, ini sudah sangat terlihat nyonya..." ucap seorang dokter wanita itu sembari menatap layar USG.


Sandra tersenyum senang mendengar ucapan sang dokter. "Sudah terlihat janinnya dok ?" tanyanya bersemangat.

__ADS_1


Wanita itu menggenggam tangan seorang pria yang menemaninya hari ini untuk melakukan pemeriksaan pada kandungannya.


Sang pria juga tak kalah bahagianya dengan Sandra, matanya tak lepas memandang layar alat USG itu yang menampilkan keadaan rahim Sandra yang sudah terlihat berisi sesuatu yang berbentuk seperti batu.


"Maaf nyonya, bukan janin hanya kantung," ucap sang dokter yang membuat senyum Sandra dan juga sang pria luntur seketika.


Mata pria itu kini dengan nyalang menatap sang dokter. "Tadi anda bilang sudah terlihat, lalu sekarang tidak ada janin! ANDA INI KENAPA SANGAT BODOH ???" umpat sang pria, berteriak dengan keras.


Untuk saja saat ini merek ada di mansion milik Leonello, tentu saja itu atas kemauan Sandra. Wanita itu tak cukup gila untuk datang ke rumah sakit dengan seorang pria asing menuju bagian ibu dan anak.


Bisa-bisa ada seseorang yang memfotonya dan gosip tidak mengenakan akan datang padanya. Dan reputasinya juga akan rusak.


"Tenang sebenar tuan, biar saya jelaskan." Dokter itu memperbaiki letak kaca matanya dan menatap kedua pasangan yang menatapnya dengan nyalang itu dengan senyum terbaik yang dokter itu miliki.


"Di dalam rahim nyonya Sandra masih tidak ada janin, tapi di dalamnya sudah ada kantong janin yang siap untuk di tinggali oleh calon janin."


"Kondisi kantong janin itu masih kosong karena janin masih dalam proses pembentukan. Jadi kita bisa lihat beberapa hari lagi, apakah janin sudah ada atau belum. Jika lebih dari sebulan kantung janin masih tetap kosong, maka anda tidak hamil." jelas sang dokter.


"Bagaimana cara mengeceknya ?" tanya Sandra dengan suara melembut.


"Anda bisa melakukan dengan menggunakan anak testpack, nyonya," jawabnya.


Sandra dan pria itu saling bertatap.


"Tenanglah nyonya, jika sudah begini biasanya hampir 87% kemungkinan hamil akan lebih besar."


Mendengar itu membuat senyum yang sempat hilang di wajah sepasang manusia itu kembali datang.


Ini merupakan peluang yang baik bukan.


Lagi-lagi Sandra dengan haru menatap layar yang memperlihatkan isi rahimnya itu. Matanya tertuju pada satu titik itu. "Cepat datang ya nak, Daddy El pasti akan sangat senang," batinnya sedih.


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2