WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 59 - SEORANG BAYI ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sandra menatap seorang bayi yang berada di dalam box bayi berwarna itu dengan tangis harunya.


Dari dua jam yang lalu ia sudah berada dalam yayasan miliknya bersama dengan Putri yang ikut menangis menyaksikan bayi itu tertidur dengan pulas setelah dimandikan oleh seorang perawat yang Sandra datangkan.


Sejak pagi tadi Sandra sudah di kagetkan dengan adanya berita pembuangan bayi laki-laki yang berusia 6 hari di sekitaran yayasan miliknya.


Ini semula ketika Eliza, salah satu pekerja di yayasan yang tugasnya mengurus tanaman sedang memotong batang-batang daun yang tubuh dengan tak aturan pada pukul lima pagi.


Lalu tanpa dia sadari sejak tadi terdengar suara bayi menangis dengan kencang. Karena penasaran, Eliza memfokuskan pendengarannya, hingga kakinya membawanya pada saluran got depan yayasan yang di dalamnya terdapat kardus kumuh tanpa alas berisikan bayi.


Dengan tangan yang bergetar hebat, Eliza segera mengangkat kardus kumuh itu dan membawa bayi itu untuk masuk kedalam yayasan.


Dan di sini bayi laki-laki itu sekarang, sudah mandi dan sudah di beri ASI formula oleh perawat yang datang.


"Keadaannya sudah jauh lebih baik, nyonya..." ucap perawat itu.


Sandra menghapus air matanya kasar, dan menghisap ingusnya sebelum menjawab pertanyaan bidan itu.


Slruupppp....


"Ke–kenapa ibunya jahat....hiks...hiks...sekali..." ucapnya memandang bayi tampan itu. "Banyak sekali...hiks...wanita yang tidak bisa memiliki anak, kenapa dia harus membuang bayinya ?" tanyanya lagi dengan tangisan.


Putri menganggukkan kepalanya setuju mendengar ucapan Sandra, tangannya terangkat untuk mengelus lembut wajah tampan sang bayi.


"Benar nyonya....hiks..." jawabnya.


"Kita sudah menemukan ibunya nyonya, dia kini sudah ada di kantor polisi," ucap salah seorang petinggi yayasan, Vivian.


"Benar, katanya sih dia membuang bayi ini karena ayah dari bayi itu tidak ingin anak itu lahir. Tapi sang wanita tetap kekeh mempertahankan kandungannya sampai melahirkan bayi tampan itu," ucap Debora, yang merupakan salah satu petinggi yayasan juga.


"Lalu, kenapa jika sudah melahirkan bayinya, malah bayi ini di buang ?" tanya Vivian.


Putri mengusap wajahnya kasar, dan kini menatap Debora. Benar apa yang di katakan Vivian, jika ibunya memang benar-benar ingin anak ini lahir, kenapa harus di buang ?


"Bayi ini bukan di buang dengan sengaja, tapi terpaksa. Sang pria mengetahui jika pacarannya ini tidak menggugurkan kandungannya. Dan ia terus mengancam akan membunuh bayi ini, karena takut bayinya di bunuh sang ibu terpaksa membuang bayi ini didekat yayasan. Dengan harapan bayi ini bisa tetap hidup di bawah tangan yayasan kita," jelas Debora final.


Deg....


Jantung Putri bergetar hebat mendengar penjelasan Debora, tanpa sadar ia memegang perutnya.

__ADS_1


Wanita itu mengigit bibir bawahnya kuat-kuat. "Sang pria mengetahui jika anaknya telah lahir, dan meminta untuk di bunuh..." batin Putri ketakutan.


"Astaga, apa yang aku pikirkan ? Aku kan tidak hamil.... Kenapa harus berfikir sejauh ini..." sambungnya sembari tersenyum kikuk, meskipun kini jantungnya berdebar dengan kencang.


Mendengar penjelasan Debora, membuat Sandra jadi tersenyum kecil. Ia berjalan menuju samping tubuh Putri dan mengelus kepala bayi itu dengan lembut.


"Tenanglah sayang, kita semua kini yang akan merawatmu..." cicitnya dengan tulus.


Kring.... kring....kring....


Ponsel Sandra berdering kencang, segera wanita itu mengangkat telfonnya. Tak mau membuat bayi tampan yang sedang tertidur itu terbangun karena ulahnya.


Ia sedikit menjauhkan diri bari box bayi itu. Lalu tersenyum singkat saat melihat nama seseorang yang tertera di layar ponselnya.


"Halo..."


"Kamu dimana ? Aku sudah hampir sampai."


"Aku juga sudah dalam perjalanan kok, tenang saja aku pasti yang akan datang lebih dahulu." Sandra terkikik geli mendengar ucapannya yang membual itu.


"Baiklah, sampai jumpa sweetheart..."


"Sampai jumpa.."


Tut...


Panggilan telfon itu terputus, segera Sandra memasukkan kembali ponselnya dan berpamitan pada para petinggi yayasan.


Mereka duduk dengan tenang di dalam mobil, dengan sesekali berbincang membahas mengenai bayi mungil tadi.


"Aku juga sangat heran Put, ternyata ada orang tua yang begitu bejat seperti itu..." Sandra mengingat wajah tampan anak laki-laki itu.


Mata Putri yang semula menatap ponsel, sesekali menatap Sandra dan membalas pembicaraan Sandra.


To : Nathan


Aku sudah dalam perjalanan


Kamu tunggu saja sebentar lagi


Terkirim.


...o0o...


Mobil Sandra dan Putri sampai masuk ke dalam bangunan hotel yang sangat mewah dimana Sandra sudah ada janji dengan seorang teman, kata Sandra pada Putri.


Begitupula dengan Putri, wanita itu tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan Nathan yang bisa membawanya untuk mengecek tentang rasa penasaran yang selama ini ia rasakan.


Sandra dan Putri duduk di salah satu sofa yang tersedia pada lobby hotel itu. Sandra sibuk dengan ponselnya, dan Putri sibuk melihat sekeliling ruangan itu untuk mencari keberadaan Nathan.

__ADS_1


Hingga matanya terkunci pada dua orang pria berjas hitam yang menggunakan masker wajah. Putri tersenyum manis seraya menganggukkan kepalanya, memberi kode bahwa dirinya sudah mengerti.


"Sebentar lagi temanku datang, kamu bisa tunggu di sini ? Atau kamu mau aku sewakan satu kamar untuk beristirahat ?" tanya Sandra.


Putri terlihat berfikir sejenak lalu kembali menatap Sandra. "Memang nyonya lama nanti ngobrolnya ?"


Sandra menganggukkan kepalanya cepat untuk menjawab pertanyaan Putri. "Iya, mungkin 3 jam..." Sandra terlihat berfikir sejenak lalu kembali menatap Putri, "kalau aku ketiduran mungkin bisa 5 jam. Yang pasti kita akan pulang sebelum El sampai rumah."


"Gak usah deh nyonya, saya mau jalan-jalan sekitar hotel. Tadi saya lihat ada restoran dan perpustakaan dekat sini."


"Saya mau makan sambil baca novel aja. Kalau nyonya sudah selesai bisa telfon saya aja," sambung Putri mantap.


Baru akan menjawab jawaban Putri ada dua orang pria dengan setelan jas mahal memanggil nama Sandra.


Dengan cepat Sandra mengalihkan pandangannya ke sumber suara. "Di sini Grevan," ucapnya sembari berdiri dan Putri juga ikut berdiri.


Grevan dan seorang pria di sampingnya berjalan menuju Sandra dan memeluk wanita itu secara bergantian.


Namun untuk pria yang ada di samping Grevan, bukan hanya memeluk, Sandra juga mengecup mesra bi****bir pria itu.


Putri membulatkan matanya terkejut dengan apa yang dia lihat. "Bukankah itu, itu–" batin Putri syok.


"Put, aku ke atas. Kamu bisa pergi kemana pun kamu mau.." pamit Sandra yang segera berjalan menuju lift dengan pinggangnya yang sudah di peluk rapat oleh pria itu.


Mulut Putri terbuka lebar melihat pemandangan itu, bulu kuduknya sampai merinding.


"Put..." panggil seseorang sembari menepuk bahunya singkat.


Segera Putri kembali menetralkan ekspresi wajahnya, dan tersenyum singkat pada Nathan dan juga Ash.


"Apa apa ? Kenapa kau terlihat begitu terkejut ?" tanya Nathan heran.


Namun Putri segera tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak ada apa-apa, bagaimana jika kita langsung saja ke rumah sakit ?" tawar Putri sembari tersenyum.


Nathan tersenyum singkat, dan menganggukkan kepalanya. "Ya, aku sangat penasaran dengannya."


Mereka bertiga berjalan beriringan keluar dari lobby hotel untuk menuju rumah sakit yang terdekat di sini, guna memastikan apakah Putri hamil atau hanya telat datang bulan saja.


"Gila sekali Sandra, kenapa bisa dengan dia ?" batin Putri yang kembali mengingat sosok yang Sandra cium tadi.


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2