
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Matahari bersinar terang, membangunkan seorang pria tanpa busana itu dari tidur lelapnya.
Badannya terasa sangat amat segera, berbeda dari hati-hati sebelumnya. Ia tersenyum kecil mengingat hal gila yang ia lakukan kemarin malam.
Padahal niatnya hanya bermain melepas gairahnya saja yang tak ia dapatkan dari Sandra. Tapi malah berujung melakukan beronde-ronde sampai wanitanya itu tertidur karena kelelahan.
Dan yang lebih parahnya lagi, ia melakukannya tanpa persetujuan Putri. El tertawa sembari menggelengkan kepalanya heran dengan tingkahnya sendiri.
"Hahahaha...." tawanya menawan. "Aku sudah seperti pemer****ko***sa saja," ucapnya.
Ia menghentikan tawanya namun senyumannya masih bertahan si wajahnya. Sampai ia melirik wanita yang tertidur pulas di sebelahnya, seketika senyumannya hilang.
Rasa marah dan juga kesal masih menghantui El, bisa-bisanya ia di tolak oleh wanita.
Dalam sejarahnya, El tak pernah di tolak sekalipun saat ingin melakukannya. Tapi Sandra malah menolaknya, apalagi El sampai memohon-mohon kepada wanita itu.
Harga diri El tergores, ia benci saat di tolak. Dan apalagi oleh seseorang yang memintanya melakukannya.
Tak ingin memikirkan Sandra, El segera bangkit dari tidurnya untuk menuju kamar mandi. Badannya benar-benar terasa lengket.
"Badanku masih saja bau wangi tubuh Putri," gumamnya dengan senyum kecil.
...o0o...
Putri terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang kram dan sakit yang luar biasa pada daerah intimnya.
Namun rasa sakit ini masih bisa ia tolerir daripada saat pertama kali ia melakukannya dengan El.
Dengan sekuat tenaga, ia mendudukkan dirinya untuk bangkit dari posisi tidurnya. "ARGHH......" ringisnya.
Air matanya luruh karena rasa sakit ini. "Aku benci kamu, El!" ucapnya. Putri mengusap wajahnya kasar saat ia mengingat kejadian kemarin malam.
Kemarin ia merasa seperti ada gempa yang melanda kamarnya. Karena kasurnya terasa bergerak dengan cepat.
Namun saat dia membuka matanya, Putri langsung membulatkan matanya kaget dan seketika merasakan sakit yang teramat sangat di daerah intimnya saat El tanpa berperasaan menggerakkan miliknya dengan begitu kasar dan brutal di dalam Putri.
"Kenapa dia begitu jahat kepadaku ?" gumam Putri.
Wanita itu mencoba untuk berdiri dan menuju toilet di kamarnya. Ini waktunya mandi dan dia harus menyiapkan sarapan untuk pria bej*****at itu.
Karena mau bagaimanapun, meskipun Putri sudah berjanji untuk tidak melakukan itu lagi dengan El. Tapi Putri terikat kontrak dengan El yang mewajibkannya untuk mengurus pria itu di rumah.
"Maafkan aku nyonya Sandra," gumam Putri penuh penyesalan sebelum memasuki toilet.
...o0o...
__ADS_1
El berjalan keluar dari lift rumahnya menuju meja makan. Sekuat tenaga ia menahan senyumnya saat melihat Putri tengah menyusun piring dan alat makan lainnya di meja makan itu.
Dan lihatlah cara berjalan Putri yang terpincang-pincang itu, wajahnya juga beberapa kali meringis.
El terdiam sebentar di sana, tak melanjutkan langkah kakinya. Ia tersenyum sumringah melihat tingkah wanita itu karena ulahnya.
Kini fokus El menyoroti mulut Putri yang tampak komat-kamit dari kejauhan, El tahu bahwa saat ini Putri pasti menyumpah serapahinya.
"Hahahaha...." ia tertawa senang.
Namun beberapa detik kemudian, ia merubah wajahnya kembali dingin. Setelah itu berjalan menuju meja makan.
Sementara Putri di sana masih mengelap piring yang akan digunakan tuannya untuk makan sembari mengumpat.
"Awas aja pokoknya dia, aku aduin ke nyonya!" ancam Putri. "Padahal kemarin malam aku melewati kamar tuan dan nyonya secara tak sengaja kemarin malam, dan mendengar nyonya mendesah dengan keras," ucapnya mengingat kejadian semalam.
Kemarin malam memang ia tak sengaja mendengar suara-suara aneh itu. Karena ia harus membersihkan ruang kerja El yang berada di sebelah kamar tidur sepasang suami itu atas perintah Fred.
Namun saat akan memasuki ruang kerja milik El, kupingnya secara tak sengaja mendengar suara-suara yang seharusnya tak ia dengarkan.
Pipi Putri bersemu merah saat itu, ia juga merasa senang karena nyonya Sandra akhirnya berhasil menaklukkan ego El dan menidurinya.
Ia juga merasa senang, karena setidaknya malam kemarin, El tak menganggunya dan ia bisa tidur dengan tenang.
Namun ternyata dugaannya salah, El malah melakukannya dengan nyonya Sandra dan juga dirinya.
"Rasanya pengen banget aku gunting punya dia!" ucapnya lagi dengan kesal.
Grappp....
Jantung wanita itu berdebar dengan kencang, dari wangi tubuhnya ia tahu pria ini siapa.
Sontak Putri menatap sekeliling, karena pasti para maid akan melihatnya dan mengadukan hal ini pada Sandra.
Namun ia lagi-lagi terkejut karena tak melihat satu orang pun di ruangan ini. "Dimana mereka semua ? Bukankah tadi ada banyak orang di sini ?" batinnya bingung.
"Kamu cari apa, hm?" tanya El yang beberapa kali mencium leher jenjang Putri yang begitu wangi menurutnya.
Cup....
Cup....
Cup....
Putri mengigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara-suara aneh. Pria di belakangnya ini sungguh tampak bringas membuat tanda kepemilikan pada leher jenjang miliknya.
"Gak ada orang di sini, hanya ada kira berdua," bisik El lagi dengan senyum miring.
Buluk kuduk Putri terasa berdiri. Ia sungguh merinding mendengar suara El yang besar tepat di telinganya.
"Ja–jangan tuan...." mohon Putri dengan jantung yang berdebar, kalau Sandra melihat ini pasti ia sudah mati di tangan wanita itu.
"Kau melupakan perjanjian kita ?" tanya El. Kini tangan pria itu sudah melancarkan aksinya menjelajahi bagian tubuh Putri.
Kepala Putri menggelengkan kepalanya cepat. Ia bagai kucing yang menuruti dua majikan. "Bu–bukan begitu tuan, hanya saja saya takut nyonya akan melihat kita," jawabnya.
__ADS_1
"Dia masih tertidur dan akan bangun pukul 8 pagi. Jadi kita masih ada waktu satu setengah jam untuk bermain," bisiknya lagi.
Putri memejamkan mata sembari menahan rasa yang tak enak pada tubuhnya saat tangan El bergerak maju pada intinya.
Tanpa aba-aba El membuka rok pendek yang di pakai Putri dan melakukannya dengan sekali hentakan.
Tangan El membekap mulut Putri agar tak berteriak.
Cekrek....
Cekrek...
Tanpa El dan Putri sadari ada seorang wanita berpakaian maid yang sudah menjepret foto mereka berdua yang tengah bermesraan itu.
"Tuan, pasti senang aku berhasil mendapatkan foto ini," gumamnya menatap layar ponselnya.
...o0o...
Setelah melakukan aksi gilanya El menaikan lagi resleting celananya dan memperbaiki penampilannya.
Ia menghampiri Putri yang terduduk lemas di lantai dengan tubuh yang bergetar hebat. Lalu ikut berjongkok untuk menyetarakan tingginya dengan wanita itu.
"Terima kasih, kamu memang benar-benar sangat lezat," ucap El dengan jujur.
Pria itu nampaknya benar-benar kecanduan dengan apa yang ada pada diri Putri.
Berkali-kali El mencium kening Putri, lalu menggendong wanita itu ala bridal style menuju kamar Putri.
Dengan perlahan El menurunkan tubuh Putri di atas ranjang. "Tidurlah sebentar lalu usahakan mandi lagi. Sandra mungkin akan bangun 40 menit lagi," jelas El dan Putri hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.
El mengangkat tangan kiri Putri kearah arah pandang Putri. Mau tak mau Putri menatap tangan kirinya dengan mata yang membuat terkejut.
"Cantik sekali, Tuhan..." puji Putri menatap indahnya gelang yang tak ia sadari sudah melingkar cantik di pergelangan tangan kirinya.
El tersenyum senang, karena nampaknya ia tak salah pilih hadiah untuk Putri. "Ini aku berikan untukmu karena kau sudah hebat bisa berbicara dengan lancar di depan banyak sekali kamera," jelas El namun Putri terus saja menganggumi gelang mahal itu.
Cup....
Sekali lagi El mengecup kening Putri lama lalu berdiri dari duduknya. "Aku sudah mentranfer uang untukmu, dan Sandra juga sudah mengirim uang. Cepat transfer ke keluargamu," perintah El yang ditanggungki cepat oleh Putri.
"Baik, tuan."
"Baiklah aku berangkat kerja sekarang!"
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA