WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
EXTRA CHAPTER II


__ADS_3

KARENA ADA YANG MINTA BUAT UP


LAGI EXTRA CHAPTER-NYA


JADI RATU KASIH 1 LAGI NIH


SEMOGA SUKA YAA


INI EXTRA CHAPTER TERAKHIR 🙏


......................


...MENGANDUNG UNSUR DEWASA...


...YANG DI BAWAH UMUR TOLONG SKIP YA...


......................


Putri kini mendudukkan dirinya di sofa kamarnya. Ia benar-benar sangat kelelahan berjalan-jalan mengelilingi toko-toko sembari membawa anak yang di kandungnya ini.


Tentu saja sebenarnya Putri sangat ingin tidur di rumah saja, daripada harus berkeliling membawa bola yang berada di perutnya ini. Namun bagaimana lagi, ia harus menyiapkan pesta pernikahannya yang akan di adakan 1 bulan setelah kelahiran anak mereka.


Sebenarnya Leonello sudah mengajak Putri menikah saat pertama kali mereka bertemu kembali di perusahaan pria itu. Tapi Putri menolaknya dengan cepat.


Hell! Siapa juga yang mau berdiri menyalami para tamu undangan selama berjam-jam dalam keadaan hamil besar ? Bisa-bisa kakinya akan bengkak keesokan harinya.


Secara Leonello kan seorang pengusaha, sudah pasti banyak relasi yang akan dia undang untuk acara pernikahannya.


"Hah...." Putri menghela nafas karena kelelahan. Ia mengelus janin yang ada dalam perutnya yang sudah berusia 8 bulan. "Tinggal 6 minggu lagi kamu lahir, nak. Semoga kamu sehat terus ya, mama gak sabar mau lihat kamu, sayang..." monolognya kepada sang calon bayi.


Tok...tok...tok...


Tak berselang lama dari pintu di ketuk, Leonello masuk dalam kamar mereka, dengan wajah garangnya, lalu berusaha mendatarkan wajahnya saat melihat wanitanya.


Ia menutup pintu dengan sedikit keras hingga membuat Putri terkejut, mau tak mau wanita itu melihat kearah ayah dari anaknya itu yang kini sudah berjalan ke arahnya.


"Ada apa El ? Kenapa kamu terlihat marah ?" tanya Putri penasaran.


Pasalnya saat akan berangkat untuk mengunjungi toko-toko itu El terlihat bersemangat dan sempat bercanda gurau dengan Dinda. Meskipun adiknya itu masih sangat ketakutan dengan El.


Tapi sekarang pria itu nampak marah, terbukti dari dada pria itu yang naik turun dan tangan yang terkepal kuat hingga urat-uratnya tercetak jelas.


"Ada apa sayang ?" tanya Putri lagi, sembari menarik tangan El hingga terduduk di atas pangkuannya. "Katakan sayang..." desak Putri.


Pria itu tak menjawab namun memeluk tubuh Putri erat sembari mengigit-gigit kecil daun telinganya.


Tangan Leonello pun masuk pada kaos Putri dan meremas dengan kencang sesuatu yang kenyal pada diri wanita itu.


"Ahh....hmmmm....say...ahh...yang..."


Suara-suara yang Putri keluarkan akibat perbuatannya membuat El semakin bersemangat.


Ia melepaskan pengait pelindung dada Putri lalu menariknya dari bawah, setelah dapat, ia melemparkan dengan asal pelindung itu.


Tangan kanannya memilin-milin puncak dada Putri, lalu El menghisap dada kiri Putri yang kasih terbungkus kaos seperti seorang bayi yang kehausan.


Tak perduli jika kaos Putri basah karena air liurnya. Ia tetap meminum benda itu dari luar kaos Putri.


Sementara Putri sudah tak bisa lagi menahan. Ia melepaskan pelepasan pertama, hanya dengan permainan kecil ini.

__ADS_1


"Lemah kamu, sayang.." bisik El sensual saat melihat tubuh Putri bergetar hebat.


Putri hanya diam, sebenarnya ia mati-matian menahan bau El karena badan pria itu benar-benar bau anyir sekarang.


Tanpa menghentikan aksi El yang masih menyusu, ia memberanikan diri untuk bertanya. "Kamu bau darah sayang, habis bunuh siapa lagi ?" tanyanya dengan berani.


Wanita itu meringis saat kaos yang ia pakai penuh dengan liur sekarang.


El menghentikan aksinya lalu berdiri dari duduknya dan menatap Putri tajam.


"Bunuh 3 orang pria di toko baju pengantin itu!" jawabnya lantang dengan dada naik turun.


Mendengar itu Putri tercekat, ia ingat saat akan memberikan desain gaun yang akan di gunakan pada desainer pada toko itu. Ia melihat ada sebuah gaun cantik berwarna ungu muda yang menarik perhatiannya.


Karena suka, ia meminta untuk mencoba gaun itu. Namun sayang, karena pegawai wanita sangat sibuk.


Jadi ia meminta tolong pada pegawai pria yang sedang lenggang. Tanpa sadar Putri melakukan sentuhan fisik, tidak lebih dari sekedar salaman tangan dan pria itu yang tanpa sengaja menyentuh bahu polos Putri.


Tapi sepertinya itu cukup membuat El panas.


"Gila kamu El! sampai kapan kamu mau bunuh orang terus ?" tanya Putri dengan suara tingginya.


"Sampai kamu sadar kalau aku gak bisa berubah! Aku gak bisa buat gak bunuh orang! Apalagi kalau dia dengan berani menyentuh apa yang sudah jadi milik aku! Aku gak bisa! Ini aku Put, kamu harus terima aku apa adanya!"


Putri menggelengkan kepalanya menatap dalam mata El. Ia berdiri dari duduknya dan memegang kedua tangan pria itu erat.


"Bisa El! Pasti bisa kamu berhenti untuk bunuh orang. Kamu bahkan belum pernah co–"


"Sudah Put, sudah beberapa kali bahkan aku ke psikolog! Tapi gak bisa, ini gak semudah seperti apa yang kamu ucapkan! Hasrat aku untuk membunuh gak bisa aku pendam!" jawabnya nyalang.


Putri diam tak menjawab lagi, sejujurnya ia ingin muntah karena bau anyir yang menguar pada tubuh Leonello ini.


Saat El, berjalan mendekat kearahnya Putri berjalan mundur, bukan karena tidak ingin tapi bau darah pada pria itu.


Melihat Putri yang mundur, membuat El segera memegang kedua sisi pinggang Putri dan membawa tubuh ibu hamil itu untuk ia dekap dengan erat.


"Aku masih belum puas, selama seminggu ini aku hanya membunuh 7 orang saja," bisik El tepat di telinga Putri.


Mendengar itu membuat Putri menelan salivanya susah payah. "Apa maksud pria itu ? Apa dia ingin membu–"


"Hanya kamu put, yang bisa menuntaskan hasrat ini," sambung El lagi membuyarkan lamunan Putri.


"Ba–bagaimana ?" tanya Putri takut-takut.


El tersenyum miring dan segera menggendong Putri untuk di taruhnya di atas ranjang.


Setelahnya ia menalikan tangan kiri dan kanan Putri pada kepala ranjang. Lalu membuka lebar-lebar kaki Putri setelah itu ia borgol pada sisi ranjang.


Ia menjauh dari ranjang untuk mengambil kuncir rambut Putri dan menguncir rambut Putri seperti ekor kuda.


Pria itu merobek dengan tangan kaos Putri dan menggunting rok panjang yang saat ini wanita itu kenakan hingga tubuh ibu dari calon anaknya itu sudah polos tanpa sehelai kain pun.


Berulangkali El mengecup perut hamil Putri dengan sayang.


"El a–aku mohon ja–jangan kasar..." pintanya. Keringat dingin mulai membahasi pelipisnya. Ia tahu apa yang akan di lakukan pria itu.


El tersenyum miring mendengar permintaan sang kekasih. Ia duduk di atas paha Putri dan tersenyum menatapnya.


"Tentu sayang, aku juga tidak akan menyakiti anak kita," jawabnya dengan senyum miring.

__ADS_1


Pria itu mendekatkan wajahnya pada telinga sang kekasih. "Asal kamu tidak melanggar peraturan!"


"Peraturan pertama dilarang mendesah!" ucap El dengan lantang sembari memposisikan dirinya dengan tegak berdiri di atas paha Putri dengan tangan yang berlipat di depan dadanya.


"Kedua dilarang menjerit!"


"Ketiga dilarang menyebut nama ku!"


"Keempat dilarang bergerak! Kamu harus terus diam seperti patung!"


Putri memejamkan matanya tak mengerti dengan jalan pikiran pria ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ia sama sekali tidak ada pilihan untuk menolak.


Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya setuju dengan permintaan sang kekasih. Lebih baik ia memberikan El kepuasan di ranjang daripada harus membiarkan El memuaskan hasratnya untuk membunuh orang lain.


Melihat Putri setuju, membuat El senang. Kekasihnya itu benar-benar sangat pengertian.


"Jika melanggar maka kita akan melakukannya di di dapur dan di saksikan para pelayan!"


Setelah itu El memulai kegiatan panas mereka yang hanya berisikan suara El saja. Karena Putri hanya bisa diam sembari mengigit bibir bawahnya kuat-kuat agar tidak menimbulkan suara.


Dalam hati ia berdoa agar setelah kelahiran anak mereka nanti, El dapat lebih bijak lagi. Tidak ada El yang sepertinya iblis lagi, semoga dengan kelahiran anak mereka kelak sifat kebapakan akan hadir pada diri El.


...o0o...


SUDAH YAA


SEMOGA KALIAN SUKA SAMA BONCHAP-NYA


JANGAN LUPA GIFT+VOTE YAAA...


RATU MASIH MIKIR ALUR CERITA TAWANAN RANJANG, KALIAN TUNGGU YA READERS 🥰🥰


NEXT CERITA


MOHON DUKUNGANNYA 🙏😘



Rania Ayu Widadari adalah seorang wanita cantik kembang desa yang secara tidak sengaja memikat sebuah pengusaha kaya dari ibu kota dengan paras kecantikannya yang begitu luar biasa.


Rania, nama panggilannya, bukan hanya cantik, tapi bentuk badannya benar-benar sangat aduhai, hingga membuat mata pria melirik kearahnya dua kali setiap berpapasan.


Mata tak jarang banyak yang menyukai Rania, termasuk pengusaha kaya yang ingin membeli tanah di desa itu. Mereka tak sengaja bertemu dan pria super kaya raya itu langsung melamar Rania.


Melihat latar belakang pria kaya itu yang sempurna, membuat kedua orang tua Rania langsung menyetujui lamaran yang ditujukan kepadanya anaknya, tapi bertanya dulu kepada Rania.


Pernikahan pun terjadi, dan mereka hidup berbahagia hingga dikarunia seorang anak perempuan yang cantik, begitu mirip dengan sang ayah.


Tapi keharmonisan rumah tangga mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun seketika retak karena sesuatu hal.


Takdir memaksakan pasangan romantis dan saling mencintai itu untuk berpisah.


Lalu bagaimana kah nasib janda kembang cantik Rania saat ia pulang kembali ke desa ? Apakah ia akan menikah lagi ?


Lalu si pengusaha kaya raya itu juga bagaimana ? Apakah ia mampu mendapatkan sang mantan istri kembali ? Atau ia pasrah dengan takdir hidupnya, dan hidup bahagia bersama anaknya saja ?


Yuk, ikuti terus kisah Ratu Yaa......


Jangan lupa Klik ❤️ (masukkan kedalam favorit)

__ADS_1


LIKE + KOMEN + VOTE SAMA GIFTNYA...


CERITANYA AMAN UNTUK YANG SEDANG BERPUASA, TIDAK PERLU KHAWATIR 💘💘


__ADS_2