
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Putri merapikan pakaiannya yang berserakan di lantai akibat permainan gila El yang dilakukannya 2 jam lalu.
Wanita itu melirik jam di atas televisi di kamarnya. "Masih pukul 8 pagi, sebentar lagi pasti nyonya bangun," gumamnya.
Tak akan lagi mengulang kesalahannya, Putri segera membersihkan tubuhnya karena benar-benar terasa lengket akibat cairan yang di keluarkan oleh El.
"Gila!" umpatnya sembari menyalakan shower yang membasahi tubuh tel***an****jangnya yang benar-benar teras sangat dingin. "Setiap hari aku apakah aku harus mandi pagi dua kali sehari ?" tanya kesal.
Putri menggosok tubuhnya dengan menggunakan shower puff karena ia benar-benar merasa jijik dengan tubuhnya.
Tapi memang apa yang bisa di lakukan ?
Setelah 15 menit membersihkan tubuhnya, Putri segera mengeringkan tubuhnya dan menggunakan pakaiannya.
Memakai sedikit riasan tipis dan mencatok rambutnya agar terlihat stylish dan tidak terbanting dengan penampilan Sandra yang tampak mewah.
Karena Sandra kemarin mengatakan padanya, jika hari ini Sandra memiliki acara dengan temannya. Dan Putri harus menemaninya.
Sandra juga bilang kemarin jika pertemuannya ini dengan temannya bersifat rahasia. Jadi tak ada satupun yang boleh mengetahuinya.
Hanya Sandra dan Putri.
Dan wanita itu juga mengancamnya jika ada orang lain yang tahu, itu justru malah membuat Putri semakin curiga. Rencana apa lagi yang akan wanita itu lakukan sebenarnya.
Namun Putri tak terlalu memikirkan itu, yang terpenting adalah uang dari El dan Sandra terus mengalir deras dalam rekeningnya.
Ia tersenyum senang melihat penampilan di cermin. "Pantas saja jika El selalu menginginkan, aku ternyata sangat cantik," bangganya sembari tertawa kecil.
Setelah puas dengan penampilannya, segera ia turun ke lantai bawah untuk mempersiapkan sarapan Sandra.
Nyonya maha benar.
Saat ia turun dari lift, ia kejutkan dengan kedatangan satu orang dokter dan juga 2 orang berpakaian perawat yang tengah memeriksa Sandra.
Putri membulatkan matanya terkejut, dan sedikit berlari menuju Sandra yang tengah di periksa di ruang keluarga itu.
"Astaga, nyonyaa!!!" teriaknya nyaring memenuhi isi ruangan.
Keempat orang yang ada di sana tentu saja kaget dengan teriakan orang yang tiba-tiba datang kearah mereka.
Sandra mendengus kesal dan melirik Putri dengan tajam. "Kau berisik sekali!" ucapnya dengan keras juga.
"Lanjutkan, dok!" pinta Sandra pada sang dokter yang tengah memasukkan alat ke dalam miliknya dan mereka semua melihat isi rahim Sandra di layar komputer atau apalah itu yang tergabung dengan alat yang masuk dalam milik Sandra.
__ADS_1
Sementara Putri yang melihat itu semua hanya bergidik mengeri melihat alat itu masuk ke dalam sana.
"Tidak ada masalah yang serius di sini, semuanya sehat. Rahim kamu sehat, ukuran sel telur kamu juga sempurna, dan yang paling penting jumlahnya juga banyak," jelas dokter itu yang membuat Sandra merekah kan senyumnya.
"Tidak ada kista yang hinggap pada rahim kamu, saya rasa tidak ada gangguan jika kamu ingin hamil."
Ucapan terakhir dokter itu membuat Putri mengerti sekarang. Ternyata Sandra kini tengah memeriksakan rahimnya.
Putri membasahi bibirnya yang ia rasa sangat kering. "Sepertinya nyonya, benar-benar ingin hamil. Baguslah kalau begitu...." batinnya tak perduli.
Setelah suster itu mengeluarkan alat itu dari dalam Sandra dan menghapus gel yang ada di atas perutnya. Sandra yang di bantu oleh Putri segera turun dari ranjang yang di sediakan sebelumnya, dan duduk di sofa yang sama dengan dokter itu.
"Bisakah dokter memberikanku jadwal kapan masa suburku datang ? Aku benar-benar ingin memiliki anak, dok..."
Dokter itu menganggukkan kepalanya kecil, namun masih fokus dengan apa yang ia tulis.
Sandra menatap Putri dengan senyum kecilnya, dan tentu saja secara spontan Putri juga tersenyum pada Sandra.
"Ini," ucap sang dokter menyerahkan 2 buah kertas pada Sandra. "Yang satu adalah perhitungan masa suburmu, dan yang satu lagi adalah obat yang harus kau tebus untuk membuat mu semakin subur."
"Saya berdoa, agar nyonya segera memiliki keturunan yang tampan. Agar penerus tuan El segera tiba di dunia ini," ucap dokter itu lagi dengan senyum manisnya.
Sandra membalas ucapan sang dokter dengan senyumannya. Mereka saling berbicara mengenai kehamilan.
Sandra bertanya dan dokter itu segera menjawab.
Berbeda dengan Putri yang sedari tadi diam mematung. Tanpa sadar ia memegang perutnya yang rata itu. "Hamil ya ? Aku tidak mungkin hamil juga kan ?" batinnya.
...o0o...
"Dia sangat cantik," gumamnya menatap foto Putri yang ada di dalam dokumen itu. "Pantas saja dia menjadi simpanan milik pria bre****ng***sek itu," sambungnya.
Sang tangan kanan yang sedari tadi berdiri di depan tuannya sejam satu jam lalu itu menganggukan kepalanya setuju.
"Benar tuan, dia berparas sangat cantik," ucap Ash, tangan kanan pria itu.
Nathan, sang bos melempar ponsel yang berada di atas mejanya ke arah Ash dengan keras.
Dugg....
Ponsel itu tepat mengenai dahinya dengan sangat keras. Kebiasaan dari tuannya, jika Nathan melempar sesuatu Ash sama sekali tidak boleh menghindar.
Harus tetap pada posisinya.
Sementara itu Nathan merasa tidak suka, saat Ash memuji kecantikan Putri. Karena menurutnya hanya dialah di sini yang bisa memuji Putri.
Entah mengapa ia bisa berfikir begitu.
"Aku menginginkan dia," gumam Nathan tanpa sadar tangan pria itu mengelus lembut pipi Putri yang berada dalam foto itu.
Ash menatap tuannya bingung, kenapa jadi ingin memiliki Putri ? Tujuan awal kan mereka ingin membunuh Putri agar membuat El kesal, karena mengusik pria itu. Sebagai langkah awal balas dendam mereka.
Lagipula Putri hanyalah wanita malam yang kini menjadi kesayangan El, pasti bagi El itu hanyalah mainan biasa, dan tidak akan. membuatnya marah, paling hanya sedikit kesal.
__ADS_1
Kenapa mereka tahu jika Putri adalah kesayangan El ? Karena mereka sudah memata-matai El sejak laki-laki itu melangsungkan pernikahannya.
Dan selama itu pula, jika El bermain bersama wanita selalu setiap hari berganti. Namun untuk yang satu ini membuat mereka heran, pasalnya wanita malamnya sampai di bawa ke rumah dan El sudah sama sekali tak pernah menyewa wanita lagi.
Sudah pasti jika Putri ini adalah kesayangan El kan ?
Kembali pada Nathan, kini Ash menatap pria itu heran. "Kenapa tuan menginginkannya ? Bukankah tuan ingin membunuh Putri."
Nathan tersenyum miring dan menutup dokumen yang memperlihatkan foto Putri itu perlahan. "Aku memiliki rencana lain, bagai–"
Kring....kring....kring....
Ponsel milik Ash berbunyi, dengan cepat pria itu merogoh saku jasnya dan menatap layar ponselnya.
"Dari Ben, tuan," beritahu Ash pada Nathan. Laki-laki itu menganggukkan kepalanya dan menyuruh Ash segera mengangkat panggilan telfon dari Ben (mata-mata pribadi Nathan) itu.
"Ya, halo."
"........."
"APAA?!?!?"
Nathan menatap Ash bingung, pria itu tampak sangat terkejut.
"....."
"Baiklah, kerja bagus Ben, cepat cari tahu informasi yang lainnya!"
Ash menutup panggilnya dan menjauhkan ponselnya dari telinganya. Kini Pria itu menatap tuannya dengan wajah terkejutnya.
"Apa apa ?" tanya Nathan penasaran.
"Tuan, Putri ternyata anak dari Edoardo Ricci tangan kanan dari Ayah tuan Mr. Vixton Marino Morelli. Ayah dari Putri dan juga ayah anda yang merancanakan pem**bu**nu**han terhadap Ayah El. Jangan bilang jika Putri berada di dalam mansion itu hanya untuk pembalasan dendam dari El ?"
Nathan menahan nafasnya saat mengetahui fakta ini. Ternyata Putri adalah seseorang yang ia cari selama ini.
Anak dari tangan kanan Ayahnya, yang selalu ia cari untuk membalaskan dendam mereka berdua pada El dan seluruh keluarga De Luca yang berani membunuh Vixton, ayah Nathan dan juga memutilasi nya dan dikirimkan kepada sang ibunda tercinta.
"Ki–kita harus segera bertemu dengan Putri, Ash!" ucap Nathan dengan gemetar. Tak ia sangka akhirnya ia menemukan anak dari Ed, tangan kanan sang ayah.
Jika begini sudah pasti mudah untuk membuat El hancur sehancur-hancurnya. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA