
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
Mata cantik wanita itu mengerjap-ngerjap perlahan saat sinar matahari masuk ke dalam indera pengelihatannya.
Ia tersenyum kecil saat menyadari hari ini sudah datang, hari yang sangat ia tunggu-tunggu.
Namun saat ia akan bergerak untuk turun dari ranjang. Ada sepasang lengan kekar yang melilit pinggangnya dengan erat.
Putri menepuk jidatnya pelan, ia kemarin malam sampai hampir menjelang subuh di gempur habis-habisan oleh El.
Sekuat tenaga Putri membujuk El untuk menyudahi permainan gila mereka. Mulai dari menjambak rambut El, mengigit bahu pria itu, menepuk dengan kasar wajah tampan El, namun bukannya berhenti, El malah semakin bergairah.
Jadi terpaksa kemarin ia berpura-pura menangis di hadapan El. Sehingga laki-laki itu langsung sadar dan menghentikan aktivitasnya di atas tubuh Putri.
Beruntung Putri beberapa hari yang lalu saat check up dan meminta ijin penerbangan untuk ibu hamil, ia sempat bertanya pada dokter itu. Dan dokter itu mengijinkan Putri untuk mulai berhubungan lagi, karena sudah masuk trisemester kedua.
"El..." Putri membangunkan pria itu yang tertidur di ceruk lehernya dengan menggoyangkan tangan yang berada di pinggang Putri.
Bukannya terbangun El malah semakin mempererat pelukannya. "Masih ngantuk, emang kamu gak cape ?" tanya El dengan suara serak khas bangun tidur.
"Cape lah! Orang kamu gak mau berhenti, tunggu aku nangis dulu baru berhenti! Kalau aku hamil gimana coba!" jawabnya sedikit menggoda El, ia ingin tahu reaksi pria itu.
Kemarin kan dia bilang dengan ayahnya tidak memungkinkan anak dan juga dirinya. Bagaimana jika dirinya yang mengandung anak El? Apa reaksi El ?
Mendengar pertanyaan Putri membuat keheningan diantara mereka, sudah hampir semenit Putri menunggu tapi El tetap tidak menjawab.
Apakah pria itu tertidur lagi ?
Putri mengangkat bahunya, ia tidak perduli dengan jawaban El.
Saat akan bangun tidurnya, tiba-tiba El sudah bangun mendahului Putri. Wanita itu diam saja saat El berjalan mengelilingi ranjang untuk sampai ke dirinya.
El duduk di tepi ranjang, menatap Putri dengan intens. Setelah itu ia tersenyum dan mengecup singkat bibir Putri.
Cupp....
__ADS_1
"Jika kamu hamil, kita bisa gugurkan saja. Lagipula kan menstruasi kamu masih lancar. Setiap bulan kamu selalu beli pembalut baru kan ?" tanya El menyelidik.
Mau tak mau Putri harus menganggukkan kepalanya untuk mengelabuhi El. "Pasti aku beli pembalut, jika tidak siapa yang akan menampung darahku."
El menganggukkan kepalanya, lalu kembali mengecup bibir manis Putri singkat.
"Baguslah, lagipula jika kamu hamil nanti pasti tubuhmu akan terlihat gemuk, lalu dadamu akan menurun. Pasti tidak akan seksi lagi!" ucap El.
Tanpa sadar tangan Putri terkepal erat di balik selimut.
"Tapi itu benar juga, kalau kamu hamil pasti aku tidak akan tega membunuh anak kita. Apalagi dari anak yang kamu kandung. Jadi besok aku akan mengirimkan dokter untuk menyuntikkan KB padamu. Jadi kita bisa bersenang-senang tanpa takut kamu akan hamil," jelas El.
Lagi-lagi pria itu menempelkan bibirnya pada milik Putri dan kali ini lebih lama. "Tetaplah berada di sisiku, menurutlah. Dan kamu akan aku jadikan ratu..." bisik El tepat pada telinga Putri.
"Baiklah aku akan pergi sekarang untuk ke Las Vegas. Mengurus tikus yang berani-beraninya akan membunuhmu...." ucapnya sembari berdiri dari duduknya.
"Bunuh dia untukku El," pinta Putri.
El menganggukkan kepalanya semangat. "Pasti sayang, akan aku bawakan kepala Nathan untukmu besok sore..."
...o0o...
Secara diam-diam Putri membawa dua koper besar pribadi miliknya masuk kedalam mobil yang berisi koper-koper milik Sandra.
Usia kandungan Putri kini sudah menginjak lima bulan, ia tak tega jika harus terus-menerus memakai korset untuk menutupi perut buncitnya.
Belum lagi jika berhubungan dengan El, Putri meminta dimatikan lampunya, padahal El sangat suka jika lampu di hidupkan.
Kemarin mungkin ia akan terima jika melakukan dengan keadaan gelap. Tapi untuk selanjutnya apakah ia mau menuruti Putri untuk berhubungan tanpa ada cahaya sedikitpun ?
"Bagaimana Put ? Sudah masuk semua koper-koper milik Sandra ?" tanya Lia, salah seorang maid padanya.
Putri menatap Lia yang berdiri di sampingnya lalu menganggukkan kepalanya singkat. "Lima belas koper besar ditambah 7 koper kecil. 3 tas besar dan juga 1 brangkas. Semua sudah aku masukkan kedalam mobil."
"Siapa yang akan mengantarkan ini semua ? Apakah aku ?"
"Ah tidak Lia, ta–tadi tuan El menyuruh untuk membawa koper-koper ini ke hotel yang di sewa oleh Sandra dan juga Thomas," jawab Putri dengan gugup.
Lia menganggukkan kepalanya mengerti. "Berangkatlah! Dia pasti sudah menunggu seluruh hartanya ini..."
...o0o...
Mini bus yang di tumpangi oleh Putri dan 7 orang bodyguard itu sudah sampai pada hotel yang di tempati oleh Sandra dan juga Thomas.
__ADS_1
Para bodyguard El termasuk dengan Putri berbondong-bondong keluar dari mini bus yang sangat besar itu lalu membuka bagasi.
Setiap orang membawa 3 koper atau tas yang besar. Berbeda dengan Putri yang sudah memegang erat dua koper miliknya pribadi.
"Mari kita masuk!" ucap salah seorang bodyguard.
Mereka masuk berbondong-bondong ke dalam hotel yang sudah pasti menjadi pertunjukan menarik pada seisi hotel.
Untuk apa pria berbadan atletis, dengan kepala botak dan memakai pakaian serba hitam itu masuk ke dalam hotel dengan membawa koper yang sangat banyak ?
"Kalian masuk saja dulu ke kamar Sandra, aku akan ke resepsionis dulu, sepertinya mereka kebingungan melihat kita yang datang dengan membawa banyak barang begini..."
Tanpa menunggu jawaban para bodyguard El, Putri segera berjalan menuju resepsionis dengan langkah cepat.
"Ada yang bisa di bantu nyonya ?" tanyanya.
"Kemarin aku sudah booking hotel atas nama Luna Marie, aku juga sudah membayarnya lewat aplikasi," jawab Putri cepat.
Sesekali ia melihat kebelakang, takut ketahuan oleh seorang bodyguard El.
"Ah iya benar nona Luna, ini kunci kamar anda, silah–"
"Begini, aku sedang sibuk saat ini, biasakah kalian menyimpan koperku dulu di sini ? Aku harus mendatangi kamar temanku, dia sedang ada masalah dengan suaminya. Setelah beberapa menit aku akan mengambil koper ini, lagipula aku sudah membayar bukan..."
Kedua resepsionis itu saling menatap dengan bingung. "Jika sedang sibuk, bisa pegawai kami bawakan koper ini ke kamar anda."
Putri menggelengkan cepat untuk menjawab pertanyaan resepsionis itu. "Tidak!! Di sini saja, karena setelah itu aku akan ke bandara. Aku titip ke kalian saja! Tolong jaga koperku sebentar!!"
"Baiklah kali begitu, nona Luna."
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
TERIMA KASIH SEMUANYA
__ADS_1