WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 67 - RENCANA PERTAMA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Nathan tersenyum miring menatap layar televisi yang kini sedang menampilkan konferensi dari Sandra dan juga Leonello.


Ia bahagia mendengar kabar kehamilan Sandra, bukan karena ia ikut senang dengan kehadiran penerus bagi Leonello, tapi ia akan bisa lebih mudah untuk menghasut Putri memberikan apa yang dia inginkan.


"Sandra telah hamil tuan..." ucap Ash sembari mematikan layar televisi di hadapan mereka.


Nathan menganggukkan kepalanya, "kita sudah mengurus pemakaman Ibu Putri. Dia akan semakin sungkan untuk menolak permintaan ku yang meminta saham darinya,"


"Belum lagi ada kabar Sandra hamil, sudah pasti dia akan berencana untuk pulang ke Indonesia. Dan tentu saja dia akan meminta bantuanku untuk kembali ke tanah kelahirannya, karena Putri akan semakin merasa jika keberadaannya di sana sudah tak di perlukan lagi," sambungnya tersenyum licik.


Ash tersenyum mendengar penurunan Nathan. Putri sudah di tolong beberapa kali oleh tuannya, tapi wanita itu masih saja belum memberikan saham pada Nathan.


"Benar sekali tuan, semua proses pemakaman ibu Putri sudah tuan atur. Dan tentunya Putri akan meminta bantuan tuan untuk menemui adiknya di Indonesia. Dan saat itulah tuan mengajukan banding," jawab Ash cepat.


Alis Nathan bertautan saat mendengar jawaban tangan kanannya. "Maksudnya ?" tanyanya bingung.


"Saat Putri meminta bantuan untuk pulang ke Indonesia saran saja sebaiknya tuan menolak. Lalu tuan mengatakan pada Putri, jika tuan bisa membantunya asalkan memberikan saham itu terlebih dahulu...."


Senyum kecil terbit pada wajah Nathan, ide tangan kanannya ini memang luar biasa. "Trik tarik-ulur ya...." ucap Nathan sembari mengusap dagunya.


"Saya rasa sedikit bermain dengan Putri tidak masalah tuan, karena posisi wanita itu sudah tersudut sekarang. Dan pasti akan menyerahkan saham itu pada tuan..."


"Tentu saja, karena hanya aku yang bisa mengembalikannya ke Indonesia," jawab Nathan dengan percaya diri.


Mereka terus mengobrol membahas mengenai Putri. Bahkan Nathan yang notabenenya belum melakukan serah terima secara hukum mengenai saham Putri saja, sudah membicarakan trik-trik untuk menghancurkan Leonello.


Ting...


Saat asik-asiknya mengobrol dengan Ash, ponsel milik Nathan berdering. Menandakan ada notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya.


Segera ia menyambar ponselnya yang berada di atas meja kerjanya dan tersenyum lebar saat mengetahui siapa yang mengirimkan pesan padanya.


Sabrina Putri Ricci


Bisa kita bertemu Nath ?


Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan


Jika bersedia, kita akan bertemu dua


minggu lagi.


Karena hari ini aku harus menemani


Sandra untuk menemui kliennya.


"Sudah aku bilang, dia akan meminta bantuan dariku!"

__ADS_1


...o0o...


Sejak seminggu setelah Sandra dan El melakukan konferensi pers mengenai kehamilannya. Mereka berdua tak henti-hentinya menjadi buah bibir dari netizen.


Semua sosial media pasti selalu membicarakan mengenai pasangan paling goals yang selalu menjadi impian para wanita itu.


Dan sampai sekarang para wartawan juga masih memantau keadaan mansion Leonello untuk mendapatkan update dari kehamilan Sandra yang baru saja memasuki Minggu ke-4 ini.


Tentu saja, wartawan itu sangat menganggu aktivitas El dan juga Sandra. Seperti saat ini Sandra akan berjumpa dengan seseorang. Ia bingung harus bagaimana keluar dari mansion tanpa ketahuan oleh para reporter.


"Ini sudah 1 jam lebih kita berada di dalam mobil nyonya..." ucap Putri sembari mendesah kesal. "Kapan kita akan jalan ? Pasti teman nyonya juga sudah menunggu kedatangan anda," sambungnya.


Punggungnya sudah terasa sangat sakit karena lebih dari satu jam duduk. Jika ia tidak hamil, mungkin ia bisa tahan meskipun berjam-jam duduk di dalam mobil.


Tapi kini perutnya yang sudah membuncit itu membuat seluruh tubuhnya pegal hingga ke sendi-sendi saat tubuhnya lama tak di gerakan.


Sandra melirik Putri tajam, "coba kamu lihat itu!" tunjuk Sandra pada ponselnya yang sudah terhubung dengan CCTV halaman depan mansion. "Ada banyak orang, bagaimana kita bisa lewat ?" tanya Sandra.


"Jika ada mobil keluar mereka juga pasti akan segera bubar nyonya. Tidak mungkin kan jika ada mobil lewat di depan mereka, tapi para wartawan itu tidak minggir. Bisa mati ketabrak dong," jawab Putri dengan polos.


Tuk....


"Ahh....shh..." ringis Putri.


Sandra menjitak dengan sedikit kencang kepala Putri, karena kesal dengan jawaban yang diucapkan wanita itu. "Yang mau mati juga siapa bod**h! Maksudku adalah, jika mobil kita keluar sudah pasti kita akan di buntuti oleh para paparazi itu! Aku jadi tidak punya privasi!" jelas Sandra.


"Ahh...begitu rupanya..." jawab Putri yang mengerti dengan pertanyaan Sandra.


Ia diam sebentar untuk memikirkan cara agar keluar tanpa ketahuan oleh wartawan. Bukan ingin menolong Sandra, tapi Putri ingin cepat-cepat mobil ini berjalan, dan ia bisa keluar dari mobil.


"Aha!" Putri menjentikkan jarinya di udara. "Aku ada ide nyonya!"


"Kita biarkan saja, 1 mobil kosong keluar dari mansion menuju ke mall. Pasti para wartawan akan mengikuti mobil kosong itu kan. Lalu setelah para wartawan pergi, giliran kita yang pergi untuk menuju ke teman nyonya..."


Sandra tersenyum senang mendengar ucapan Putri. Segera ia meminta satu orang supir untuk menjalankan mobil keluar dari mansion.


Dan benar saja, ia melihat dari CCTV jika para wartawan segera bubar dan menaiki kendaraan mereka untuk mengikuti mobil kosong itu.


"Sudah bubar mereka nyonya! Ayo jalan!" pekik Putri senang. "Akhirnya! Pegal semua badanku ini..." batinnya mengelus perutnya lembut.


...o0o...


Mobil Sandra terparkir dengan cantik di salah satu hotel mewah. Saat salah satu bodyguard Sandra mengatakan jika tidak ada satupun wartawan yang berada di sini. Segera ia dan Putri berjalan mengendap-endap masuk ke dalam hotel.


Mereka masuk menuju waiting room yang tersedia di lobby itu. Sandra yang memakai kacamata hitam dan juga masker untuk menutupi wajahnya itu segera mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang.


"Nyonya itu," tunjuk Putri pada seorang pria paruh baya yang sedang membaca koran.


Sandra tersenyum singkat di balik maskernya, lalu mengalahkan kakinya untuk menuju pria tua itu.


Sementara itu, Putri berjalan di belakang Sandra dengan senyum miringnya. Dengan sedikit rencana yang berada di kepalanya.


"Sayang..." ucap Sandra yang membuat pria tua itu segera melipat kembali korannya dan mengalihkan pandangannya ke arah Sandra yang berdiri tepat di sampingnya.


Sandra membuka masker wajahnya, dan mengecup singkat bibir pria tua itu. Dan memeluknya, "aku merindukanmu..." ucapnya manja.


"Aku juga sayang, bagaimana keadaan anak kita ?" tanya sang pria mengelus perut rata Sandra.

__ADS_1


"Dia sangat nakal! Aku sudah makan tapi terus saja merasa kelaparan! Ini semua gara-gara anak kamu!" ucap Sandra merengek manja pada pria tua itu.


Pria itu tertawa mendengar ucapan Sandra, tak henti-hentinya ia mengecup perut rata kekasihnya itu.


Sementara di sana, Putri bergidik ngeri melihat pemandangan itu. "Sangat menggelikan! Bisa-bisanya Sandra bernafsu dengan pria keriput itu..." batin Putri.


"Put, seperti biasa. Kamu tunggu di sini. Dan jangan kemana-mana!" titah Sandra menatap Putri tajam.


Putri menganggukkan kepalanya mengerti dan tersenyum singkat kepada Sandra dan juga kekasihnya itu.


"Tentu saja nyonya.."


"Tunggu ya Put, aku ingin menghukum anak nakal ini," ucap pria tua itu mengelus perut Sandra.


"Baik, tuan Thomas!" jawab Putri dengan senyum kikuknya.


Thomas dan Sandra berjalan beriringan menuju lift dengan tangan yang saling bertautan. Meninggalkan Putri yang sudah duduk manis di waiting room.


Ide kecil muncul pada otaknya segera ia membuka ponselnya dan menghubungi seseorang yang berperan penting dalam rencananya ini.


Kring.... kring...


Alunan dering telfon itu kini terdengar begitu merdu di telinga Putri. Dengan sabar ia menunggu sang penerima telfon mengangkat panggilannya.


"Hallo, Put..."


Putri tersenyum lebar, saat telfonya sudah diterima.


"Hallo tuan, apakah sekarang tuan sedang sibuk ?"


"Hanya ada rapat kecil dan mengurus dokumen tak berguna. Ada apa ?"


Senyum Putri menghilang seketika. Sepertinya Leonello sedang sibuk sekarang.


"Ah begitu rupanya, ya sudah tutup saja telfonya tuan El."


"Ada apa ? Kau membutuhkan sesuatu ?"


"Tidak, hanya saja aku sendirian sekarang. Nyonya Sandra sedang berbicara dengan temannya. Dia meninggalkanku sendirian di hotel ini. Jadi aku menelfon tuan untuk mengajak mu makan siang, dan ternyata tuan sibuk. Jadi aku rasa tidak perlu, maaf apabila aku menganggu. Tuan bisa melanjutkan pekerjaan tuan."


"Sudah waktunya makan siang ya ? Cepat katakan di hotel mana kamu berada. Aku akan ke sana dalam 25 menit!


Senyum Putri kembali terbit, ia segera mengatakan nama Hotel ini pada El lalu menutup telfonnya.


Dua puluh lima menit lagi El akan datang. Itu artinya kebusukan Sandra akan terungkap sebentar lagi.


"Goodbye, Sandra...."


...o0o ...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.

__ADS_1


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2