WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
EXTRA CHAPTER


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


HAPPY READING LAST CHAPTER


......................


KEMBALI KE NEW YORK 2021


Dinda menutup kedua matanya dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Ia tengah menikmati pijatan-pijatan yang di berikan para maid yang berjumlah empat orang ini pada setiap inchi tubuhnya.


Ya, saat ini Dinda berada di kamar mandi dan sedang berendam dengan air hangat yang di berikan essentials oil zaitun di tambah dengan wewangian buah-buahan yang ia minta pada para maid itu.



Di tambah lagi sekarang merupakan musim salju, beruntungnya maid yang ia tempati ini berdinding kaca tebal, sehingga ia dapat melihat salju yang turun di temani dengan pijatan-pijatan lembut yang di berikan para maid untuknya.


Dinda benar-benar sudah seperti ratu. Dia sangat menyukai ini.


Tak sia-sia ia meminta pada kakaknya sembari menangis untuk ikut ke New York, jadi ia bisa merasakan menjadi ratu seperti ini.


"A–apakah anda su–suka dengan pelayanan kita nona ?" ucap salah seorang maid dengan gerogi.


Senyum Dinda mendadak luntur saat mendengar suara maid itu yang terdengar bergetar ketakutan. Padahal kan pekerjaan yang mereka lakukan ini sudah benar. Kenapa malah takut begitu ? Dinda juga tidak akan memarahi jika mereka berbuat salah.


"Hey, kenapa suara terdengar bergetar begitu ? Apa aku menakuti kalian ?" tanya Dinda menatap satu persatu maid yang sedang melayaninya itu.


Para maid itu menghentikan pijatan mereka kepada tubuh Dinda sembari menundukkan kepalanya takut.


"Ka–kami mohon nona, jika anda tidak suka dengan pe–pelayanan kami tolong tegur kami nona..." ucap salah seorang maid lainnya.


Dinda semakin bingung dengan arah pembicaraan ini. Ia tetap diam menunggu salah seorang dari mereka berbicara lagi.


"Benar nona, kami belum menikah. Kami tidak ingin mati dengan tragis di usia kami yang masih muda ini," cicitnya takut.


"Hey! siapa yang akan membunuh kalian jika hanya berbuat salah saat melayani seseorang ? Jangan gila kalian!" jawab Dinda heran. Memang orang gila mana yang akan membunuh pelayan yang tidak becus mengerjakan perintah tuannya ?


Paling hanya akan di pecat. Tidak sampai di bunuh! Jika memang ada seseorang yang seperti itu, sudah pasti orang gila!!


Sebelum menjawab pertanyaan Dinda, keempat maid itu saling tatap lalu menunduk kepala mereka dengan serempak.


"Katakan saja! Apa kalian melihat kejadian itu di film ?" kata Dinda menahan tawanya. Sudah pasti maid ini melihat adegan pembunuhan di film. Memang di dunia nyata ada yang seperti itu. "Sudahlah, kalian ini jangan banyak berkhayal! Lebih baik kita lanjutkan saja sesi pemijatan ini ka–"


"Nona, salah satu seorang maid nyonya Putri sudah mati karena di makan panther hitam peliharaan tuan," ucap salah seorang maid memotong ucapan Dinda dengan tidak sopan.



Panther hitam (hewan peliharaan Leonello)


"Maid itu mati di makan hewan buas itu karena tuan Leonello menemukan sehelai rambut nyonya Putri yang rontok di sisir yang di gunakan maid untuk menyisir rambut nyonya Putri."


Mata Dinda bergerak mendengar ucapan maid itu. Apa mungkin jika kekasih kakaknya itu benar-benar melemparkan maid ke hewan buas yang sedang lapar ?


"Lalu ada kejadian tadi malam, saat nyonya Putri menolak untuk meminum susu ibu hamil. Tuan Leonello marah besar lalu memotong tangan maid yang mengantarkan susu hamil itu ke kamar nyonya Putri."


Dinda menelan salivanya susah payah. Seketika tubuhnya bergerak ketakutan.


"Jadi kami mohon dengan sangat, jangan adukan perilaku kami yang buruk pada tuan Leonello. Jika ada kesalahan tentang pelayanan kami tolong katakan saja pada kami! Segera kami akan memperbaiki pelayanan kami!" ucap salah seorang maid yang sudah berlinang dengan air mata.

__ADS_1


Lalu keempat maid itu berdiri dan bersujud pada Dinda. Tubuh mereka bergetar karena tangisan yang terdengar sangat keras. .


"Kami mohon nona..." ucap mereka kompak.


Sementara Dinda hanya diam saja, tak menjawab juga tak menolak. Otaknya serasa beku hingga tak bisa berfikir.


Maid ini tak mungkin berbohong kepadanya, karena saat mengatakan kejadian-kejadian itu, mata mereka bergetar dan nada suara mereka juga bersungguh-sungguh.


Mereka tidak berbohong. Dinda tahu pasti.


Itu berarti Leonello benar-benar seorang psychopath. Dan Dinda tahu jika dia dan kakaknya tidak akan mungkin pernah lepas dari sosok Leonello. Apalagi kakaknya yang sedang mengandung buah cinta mereka.


Buah cinta ? Biar Dinda ralat, mungkin buah cinta. Karena dalam pengakuan kakaknya, ia terpaksa melakukan hubungan itu hanya karena uang semata.


Tapi apapun itu, kakaknya benar-benar terperangkap ke dalam sangkar Leonello sekarang!


...o0o...


Putri benar-benar tak bisa bergerak sekarang, kini kedua tangan dan kakinya di ikut oleh El pada sisi-sisi ranjang.



Wanita hamil yang kini memasuki usia kehamilan 28 minggu atau bisa di sebut 7 bulan hanya bisa menangis meminta ayah dari anak yang ia kandung itu untuk melepaskan ikatan dirinya dari sisi-sisi ranjang ini.


Namun Leonello, hanya tersenyum menatap Putri yang menangis histeris sembari mengelus lembut kening wanitanya yang sedang berkeringat.


"Kenapa kamu berkeringat sih sayang ? Padahal 3 AC di kamar ini sudah menyala. Apa masih kurang, hm?" tanyanya.


Mendengar itu Putri menggeleng cepat, ia berkeringat bukan karena dingin tapi karena ketakutan.


"Le–lepas El, kumohon...." lirihnya dengan air mata yeng membanjiri wajahnya.


Melihat wanitanya memelas begini membuat El sungguh tidak tega. Tapi apa boleh buat, ini adalah hukuman yang harus Putri terima selama kurang lebih 3 jam mendatang.


Ia memeluk tubuh Putri erat, dan menyelusupkan wajahnya pada ceruk leher Putri. Ia menghirup wangi tubuh Putri yang benar-benar membuatnya nyaman.


"Ti–tidak El! Kumohon!!!" pintanya dengan amat sangat.


El menjauh dari ceruk leher Putri, dan menatap mata wanita itu dalam. Ia mencari kebohongan pada mata indah Putri tapi tidak ada.


Ia menghela nafas panjang lalu menganggukkan kepalanya. "Baiklah, tapi janji kamu tidak akan ke dapur lagi sampai buat masak sampai anak kita lahir !"


Mendengar itu Putri tersenyum puas, wanita hamil itu segera menghentikan tangisannya. "Tentu saja."


Saat El akan membuka ikatan pada tangan Putri, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk beberapa kali.


"Maaf menganggu, tuan muda, nyonya muda. Saya maid akan membawakan makan siang dan susu hamil untuk nyonya."


Mendengar itu El buru-buru melepaskan semua ikatan yang ada pada tubuh Putri dan sedikit merapikan penampilan wanita hamil itu.


Dengan telaten El menghapus sisa-sisa air mata dan juga ingus Putri dengan tisu. Ia tak merasa jijik atau malu saat melakukannya.


Begitupun dengan Putri, yang sudah terbiasanya dengan perlakuan El yang manis seperti ini.


Kemarin saja saat ia mengeluh perutnya kram dan tidak bisa berdiri dari kloset karena kelamaan duduk.


El dengan sigap membersihkan (membasuh) *********** dengan air dan tisu tanpa ada rasa jijik yang tercetak di wajahnya. Pria itu melakukannya dengan senyum dan sesekali mencium puncak kepala Putri.


Setelah merasa penampilan Putri sudah lebih baik, ia menggendong ibu hamil itu untuk duduk di kursi dan meja makan yang sudah El sediakan di dalam kamarnya.


Lalu ia membuka pintu, membiarkan maid

__ADS_1


itu untuk meletakkan makanan dan juga susu hamil pada meja di hadapan nyonya mereka.


Putri tersenyum sembari menggoyang-goyangkan badannya saat makanan favoritnya tersedia di depan mata.


Namun seketika senyumnya luntur saat melihat susu hamil yang di letakan di sisi piring makanya.


Melihat Putri yang lesu membuat para maid menahan nafas. Sembari bertanya dalam hati "Apa lagi kesalahan yang membuat nyonya Putri tidak suka kalian ini..." ia meramalkan doa agar nyawa mereka dapat selamat.


"Ada apa sayang ? Kamu terlihat tidak suka ?" tanya El.


Karena hormon hamil membuat Putri sensitif, ia menangis saat ada sesuatu yang tak sesuai dengan keinginannya.


"Susu hamilnya..." cicit Putri dengan air mata yang berlinang.


Tubuh para maid itu bergetar hebat, tidak tahukah nyonya jika ucapannya nyonya itu sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka.


"Kenapa susu hamilnya, sayang?" tanya El lembut, pria itu mendudukkan badannya di sebelah Putri sembari mengangkat segelas susu itu.


"Aku gak suka rasa vanilla, bau gak enak, apek! Aku maunya yang strawberry..." adunya.


Senyum miring muncul pada wajah tampan El, ia menatap kedua mata itu dengan tajam. Sedangkan yang di tatap hanya bisa menundukkan kepalanya takut.


"Siapa yang membuat susu ini ?"


Aura mencekam menguar di kamar serba hitam milik El ini. Dan kedua maid itu hanya bisa pasrah sekarang.


"Sa–saya tuan..." jawab seorang maid.


"Aku kan sudah bilang mau yang strawberry tadi pagi! Kenapa di kasih yang vanilla lagi sih?" Putri menggembungkan pipinya kesal.


"Ma–maafkan saya nyonya. Sa–saya lupa," jawab maid itu lagi bergetar.


"Penjaga!!!" teriak El dengan nyalang.


Tak membutuhkan waktu lama, dua orang bodyguard El segera memasuki kamar tuannya dengan terburu-buru.


"Laksanakan, tuan!"


"Bawa wanita dengan rambut kuncir itu ke tempat biasa," perintah El dengan senyum miring.


Maid itu hanya diam tanpa melakukan penolakan saat para bodyguard El membawanya keluar dari kamar El dengan perlahan.


Iya perlahan, karena di depannya masih ada Putri. Tapi jika sudah tidak berada dalam pandangan Putri, maid itu akan di seret dengan kejam menuju gudang rahasia El yang berada di samping pos satpam.


"Eh, El mau di bawa kemana maid itu ?" tanya Putri bingung.


El mengelus kepala ibu dari calon anaknya itu dengan sayang. "Mau di bawa ke bawah sayang, kan mau buatkan kamu susu strawberry."


Mendengar itu tangis Putri mereda dan tersenyum kearah El singkat. Lalu melahap makanannya dengan nikmat.


"Enak!" ucapnya yang membuat maid di depannya itu bisa bernafas lega.


Maid itu bernafas lega, karena setidaknya hari ini ia masih bisa menghirup udara segara. Tapi tidak tahu dengan hari esok.


Tuannya ini benar-benar sangat memanjakan calon istrinya. Semoga saja Putri betah di dalam mansion atau mungkin penjara yang mewah baginya ini.


Tapi meskipun tidak betah sekaligus. Putri akan selamanya terkurung dalam sebuah sangkar indah yang sudah Leonello buat semewah dan senyaman mungkin untuk Putri.


Pria itu membuat Putri terlena dengan semua perlakuan manis yang ia berikan. Hingga Putri tak bisa membedakan mana cinta tulus dan mana obsesi.


......................

__ADS_1


SEMOGA SUKA YA SAMA BONUS CHAPTERNYA 🥰


__ADS_2