
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
...WARNING YAA...
...ADA ADEGAN YANG BAGONG 😂😭...
...YANG MASIH DI BAWAH UMUR, SKIP AJA YA SAYANG. DI JAMIN GAK BAKAL GANGGU ALUR CERITA KOK 🥰😍...
...o0o...
Kini jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Putri menunggu kehadiran seseorang yang sedari tadi menganggu pikirannya.
Ia terus saja menatap benda kecil ditangan kanannya itu gemetar. Pisau yang di bawa dari dapur itu terlihat sangat tajam.
Beberapa jam lalu Putri sudah mencari informasinya di google. Jika seseorang menusuk pisau ke arah jantung atau hatinya maka bisa menyebabkan kematian.
Di otaknya sudah tersusun berbagai rencana yang akan di lakukan untuk El. Dia harus membunuh pria yang sudah menghancurkan kehidupannya itu.
Tiba-tiba air matanya menggenang di pelupuk mata, ia tak takut jika harus di masukan penjara atau bahkan di bunuh karena telah membunuh Leonello. Ia malah akan bangga jika melakukan itu.
Tapi bagaimana dengan adiknya ?
Ahh, entahlah! Sekarang yang paling penting membalas dendamnya. Lalu mungkin jika ia sudah menusuk pisau pada bagian tubuh El dia akan bisa mentransfer seluruh uangnya untuk sang adik, lalu ia bisa bunuh diri.
Putri tersenyum membayangkan rencananya yang begitu sempurna menurutnya. "Ide yang bagus, jika aku sudah membunuh nya, aku akan segera mentransfer seluruh uangku pada Dinda. Aku sangat yakin jika ia bisa mengelola dengan baik uang-uang itu. Setelahnya aku bisa bunuh diri, dan meninggal dalam keadaan yang dalam."
Sempurna.....
Lagi-lagi ia melihat jam di dinding kamarnya. Lalu mendesah kecewa karena pria bajingan itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
"Sebaiknya aku lihat dari lantai bawah," ucapnya.
Wanita itu segera berdiri dari tidurnya, menyimpan pisau pada saku celana kirinya dan berjalan keluar kamar untuk menuju lift.
...o0o...
Sudah 2 jam Putri mondar-mandir di depan pintu mansion milik El itu. Ia sengaja keluar dari mansion untuk melihat situasi, apakah laki-laki itu sudah pulang atau belum.
Tapi nyata sudah 2 jam Putri menunggu, El tak kunjung datang. Mungkinkah El sekarang berada di Las Vegas dan bermain dengan wanita-wanita lain ?
Tangan Putri terkepal tanpa sadar, membayangkan El memadu kasih dengan wanita lain membuatnya kesal sekarang.
"Dasar pria tua mesum! tak senonoh!" umpatnya. "Awas saja, jika aku berhasil menusuk El, aku tak akan lupa untuk memotong salah satu bola kecil miliknya!" kesalnya.
__ADS_1
Jangan lupakan jika ia sendiri di sini, semua maid sedang tertidur. Hanya ada beberapa bodyguard yang menjada di seluruh keliling mansion dan juga di pos.
Namun jarak mereka sungguh sangat jauh. Itu yang membuat Putri menjadi takut. Belum lagi ada suara-suara seperti burung hantu dan juga jangkrik yang membuat tubuhnya merinding.
"Sudahlah, rencanaku akan aku lakukan besok saja. Mungkin benar pria itu senang bermain dengan wanita-wanita seksi," gumamnya, kalo boleh jujur hatinya sungguh tak rela membayangkan El bersama wanita lain.
Bukankah lebih baik jika El mati daripada harus bersama dengan wanita lain.
Saat akan memasuki mansion, langkah kakinya terhenti saat mendengar suara deru mesin mobil yang memasuki pekarangan mansion.
Mata Putri melebar tatkala melihat mobil El datang mendekat. Dengan secepat kilat ia kembali memasuki mansion dan segera menaiki lift untuk menuju kamarnya.
"Inilah saatnya!" gumamnya sembari tersenyum miring.
...o0o...
Saat sudah berada dalam kamarnya, Putri segera melepaskan seluruh pakaiannya dan berjalan dengan langkah panjangnya masuk dalam ke kamar mandi.
Dengan jantung uang berdebar, ia menempelkan tangannya di depan dada sembari berdoa.
Ia tahu jika dirinya bukan manusia suci dan banyak memiliki dosa. Tapi bisakah Tuhan kali ini mengabulkan doanya ?
"Tuhan, aku mohon lancarkan aksi gilaku ini. Biarkan aku membunuh pria itu dan hidup bahagian bersama mu setelahnya..." doanya.
Putri membuka matanya setelah mengamini sendiri doanya.
Jantungnya berdegup kencang, ia meletakan pisau yang ia bawa di arah yang berlawanan dengannya, agar El tak dapat melihat pisau itu.
Ceklek....
Terdengar suara pintu terbuka, mata Putri membulat terkejut. Ia bingung dengan apa yang dia akan lakukan.
Setelahnya ia menjentikkan jarinya di udara seraya tersenyum kecil, ia berjalan ke arah pintu kamar mandi dan membuka pintu itu lebar-lebar.
Lalu ia menghidupkan shower dan segera berdiri di bawahnya agar tubuhnya sepenuhnya basah dengan air.
Ia bergaya bak model foto dewasa yang tampak begitu menggoda. Dan memang itu ia buat-buat untuk menarik perhatian El.
Jantungnya kian melebar saat menyadari sesuatu berdiri di hadapannya. "El sudah mendekat lalu apa yang akan aku lakukan sekarang ?" batinnya.
Grepp....
Putri menggigit bibir bawahnya kuat-kuat saat El secara tiba-tiba memeluknya dari belakang, lalu dengan sengaja pria itu menggerakkan intinya ke arah bongkahan Putri.
"Kenapa mandi jam segini, hm?" bisik El sembari mengigit daun telinga Putri yang benar-benar sangat harum. "Kamu memang kelinci kecil yang nakal," sambungnya.
Dengan posisi yang seperti itu tangan kiri El memelintir puncak pada dada Putri hingga wanita itu tanpa sadar mengeluarkan suara-suara aneh, pertanda jika ia sedang merasakan kenikmatan dengan begitu kerasnya. Dan jari tangan El yang sudah berada pada inti Putri.
Namun Putri masih tetap membiarkan El melakukan apa yang dia suka. Biarkan El mengira jika dirinya memang menantikan ini.
Setelah puas, El membalikkan tubuh Putri dan mereka saling bertukar saliva satu sama lain. Putri mendorong tubuh El hingga membentur ke lantai dengan sedikit keras tanpa melepaskan apa yang mereka sedang lakukan.
__ADS_1
Wajah mereka mulai menjauh, dengan nafas yang masih ngos-ngosan, tangan Putri dengan lihai bermain dengan milik El, hingga pria itu mendesah karena ini benar-benar mengasikan untuknya.
"Iya begitu Put...shh...."
"Gerakan tangan mu lebih cepat Put....shhhh...."
"Benar begitu sayang...hmmm..."
Melihat El yang tampak berada di dunianya sendiri, membuat Putri segera bisa melancarkan aksinya.
Dengan tangan kirinya, ia mengambil pisau itu dan di arahkan ke jantung El yang masih nampak menikmati permainan Putri dengan mata yang tertutup.
"Ini saatnya!" gumam Putri.
Saat ia menjatuhkan pisau dan segera menusuk dada El, pria itu membuka matanya setelah pelepasan yang ia dapatkan.
Matanya terkejut melihat apa yang akan Putri lakukan, begitu juga Putri.
Dengan gerakan cepat, El memegang tangan Putri yang memegang pisau kecil itu, lalu mengarahkan tangan itu ke belakang tubuh Putri. El membalikkan posisi, dan kini ia mengurung tubuh Putri dengan kedua lengan kekarnya di dinding.
"Hahahaha....."
Suara tawa El menggema di dalam kamar mandi. Ia menatap remeh Putri, lalu menggeleng kepalanya melihat aksi bodoh yang Putri lalukan.
"Kau memang benar-benar membuatku berfikir jika kau memiliki ***** yang sama denganku. Dan aku juga berfikir jika kau sudah luluh kepadaku."
El membelai halus kepala Putri, dan merapikan anak rambut Putri yang menghalangi wajah cantiknya.
"Ternyata aku salah, kau malah ingin membunuhku," sambungnya. Wajah El mendekat ke arah telinga Putri. "Dalam mimpi pun kau tak akan bisa membunuhku! Apa lagi dengan menggunakan pisau ini," sambungnya sembari tertawa kecil.
ia mengecup daun telinga Putri, dan menjauhkan wajahnya dari wajah Putri.
"Kali ini aku maafkan perbuatan mu ini, tapi tidak untuk yang kedua, ketiga, atau beberapa kali lagi. Cukup yang ini," ucapnya sembari melepaskan kukungan tubuhnya pada tubuh Putri.
Sementara Putri sudah yang sudah sangat lemas, kini menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan badannya yang bergerak ketakutan.
"Ini permainan yang simpel Put, jika kau menurut kepadaku, aku akan memberikanmu segalanya. Tapi jika kau membangkang, aku maka hukuman yang akan kau dapatkan."
Setelah mengucapkan itu El, berjalan keluar dari kamar mandi, meninggalkan Putri yang tengah menangis histeris di bawa pancuran air shower.
...o0o...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA