WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 73 - RENCANA KEDUA


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Melihat kepergian suaminya dan juga Putri membuat tangis Sandra kembali terdengar. Wanita itu melempar semua benda kaca yang ada di ruang makan itu.


Hampir semua maid menatap kearah Sandra dengan pandangan sinis. Menurut mereka majikannya itu benar-benar tak tahu malu.


"Dia yang salah, dia yang ngamuk."


"Benar! Dasar ja****la***ng tidak cukup satu ke**la***min saja!"


"Wanita gatal!"


"Tuan El kan perkasa, masa sih gak bisa memuaskan wanita gatal itu ?"


"Bisa-bisanya dia berselingkuh dengan paman dari suaminya sendiri..."


Tanpa sengaja saat akan berjalan menuju lift Sandra mendengar bisik pada maid itu yang membuatnya kembali tersulut emosi.


Ia menghapus wajahnya kasar, lalu membalikkan badannya menatap segerombolan maid yang berada di ujung dapur.


Langkah kaki tegas Sandra membawanya ke segerombolan maid dan dengan kasar tangannya terangkat untuk menjambak dua rambut maid dari belakang.


"Arghhhh....."


"Ahh.... lepaskan!!!"


Maid yang tidak menyadari kehadiran nyonya nya itu hanya bisa berteriak kesakitan karena rambutnya benar-benar di tarik dengan sangat kencang oleh Sandra.


"APA YANG KALIAN KATAKAN HA ???"


"BABU SEPERTI KALIAN MEMANG HARUS DI BERI PELAJARAN!" teriak Sandra dengan mata melotot.


Kedua maid itu teriak kesakitan, sementara 7 maid lain yang bergerombol itu hanya bisa menundukkan kepalanya takut.


"PENJAGA!!!!" teriak Sandra sangat keras berulangkali.


Beberapa detik kemudian datanglah lima orang bodyguard berpakaian serba hitam dan berkepala plontos menghampiri Sandra dengan tergesa-gesa.


Tanpa melepaskan jambakan tangannya dari kedua maid itu, Sandra menolehkan kepalanya sedikit menghadap sang bodyguard.


"CEPAT BAWA KESEMBILAN MAID INI MENUJU GUDANG YANG BERADA DI SAMPING POST SATPAM!" ucapnya sembari menarik rambut kedua maid dan menghempaskan ke bawah kaki sang bodyguard.


Dengan sigap pria bertubuh besar itu mengunci gerakan maid agar tidak bisa bergerak. Satu bodyguard membawa dua orang maid di sisi kanan dan kirinya.


"AMPUN NYONYA...." ucap mereka serempak. .


Sandra tersenyum miring lalu menatap bodyguardnya dengan dagu diangkat. "Panggil setidaknya 20 orang penjaga untuk menggilir tubuh para babu ini."


"Tidak nyonya...."

__ADS_1


"Ampuni kami...."


"Saya mohon lepaskan kami nyonya..."


Sandra menutup telinganya tak menghiraukan ucapan para maid itu. "Videokan kegiatan panas itu lalu sebar ke internet. Pastikan orang tua mereka melihat aksi gila anaknya!" titah Sandra yang di angguki oleh bodyguard itu.


Dengan senyum lebar Sandra melihat bagaimana para bodyguard itu menyeret tubuh maid itu seperti tidak memiliki harga.


"Para ja***la**ng memang harus sedikit di beri pelajaran," ucap Sandra.


Namun beberapa detik saat tubuh maid itu menghilang dari pandangannya, Sandra menghilangkan senyumnya. Ia kembali mengingat rumor buruk yang menimpanya.


"Aku harus segera menghubungi Grevan dan meminta bantuan padanya. El hanya memberikanku waktu satu minggu!"


...o0o ...


Tubuh Putri menegang saat mendengar nama yang diucapkan oleh Fred melalui panggilan telfon itu.


Sungguh tak menyangka jika orang yang sudah banyak membantunya itu ternyata adalah pelaku utama dari pembunuh ibunya.


Tanpa sadar Putri menangis tanpa suara, dengan sigap El menarik tangan Putri halus lalu mendekap tubuh rapuh itu dalam pelukannya, erat.


"Kamu yakin, Fred ?" tanya El pada Fred dalam panggilan telfon.


"Atas nama ibu saya, saya bersumpah pada tuan. Pelakunya adalah Nathan Marino, yang merupakan anak sulung dari Vixton Marino. Musuh bebuyutan anda..."


"Kau sudah melakukan penyelidikan ?"


"Tidak tuan, saya tidak melakukan penyelidikan. Karena polisi di Jakarta sudah menangkap orang yang menabrak ibu Putri lebih dulu daripada saya. Saat ini saya berada di dalam kantor polisi. Sudah 8 jam pelaku di introgasi oleh penyidik. Dia mengaku sendiri telah di suruh oleh Nathan, dia juga memberikan bukti berupa pesan yang Nathan kirimkan, lalu dia koper berisi uang tuan dan juga rekaman CCTV saat Nathan dan asistennya menyuruhnya untuk membunuh ibu Putri di apartemen milik sang pelaku yang menabrak ibu Putri."


"Sudah kamu konfirmasi kebenarannya ?" tanya El lagi.


"Sudah tuan, bahkan anak buah saya juga berhasil mendapatkan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kepulangan Nathan saat di Indonesia. Dan itu semua benar dan sudah terbukti dengan valid jika Nathan adalah orang yang membunuhnya atas bantuan pria itu."


"Kenapa Nathan bisa tahu tentang Putri ? Apalagi sampai menyakiti ibunya ? Bukankah musuhnya adalah aku ?"


"Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya tuan, karena penyidik belum sampai ke pertanyaan itu. Saya akan segera menghubungi anda jika ada informasi lain."


"Baiklah, kerja bagus Fred. Akan aku tambahkan bonusmu bulan ini."


Tut...


Tanpa menunggu jawaban Fred, segera El mematikan sambungan telfon itu dan melemparkan ponsel dengan kasar ke arah sofa yang berada di dalam kamar Putri itu.


"Tenanglah, aku akan membalaskan dendam itu untukmu..." ucap El menenangkan Putri.


Pria itu bermaksud untuk menghentikan tangisan Putri. Namun bukannya berhenti tangisan Putri malah semakin menjadi-jadi.


Putri merasa dikhianati oleh Nathan. Bukankah mereka selama ini melakukan simbiosis mutualisme ? *hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.


Tapi kenapa malah Nathan membunuh ibunya ? Apa salah Putri ? Jika memang ia ada salah dengan Nathan kenapa malah ibunya yang menjadi sasaran pria itu ?


Putri akui jika selama ini ia telah merepotkan Nathan dengan segala permintaan. Namun bukankah Putri juga membantu Nathan ? Putri atas perintah Nathan membuat El menandatangani dokumen yang menguntungkan Nathan. Lalu saat ekonomi pada perusahaan Nathan melemah, Putri mengirimkannya sejumlah uang yang tentu saja tak sedikit.


"Kamu mengenal Nathan ?" tanya El yang membuyarkan lamunan Putri.


Wanita cantik itu menghapus air matanya kasar, lalu menatap wajah El dengan takut-takut. Ia tidak mungkin berbicara jujur jika selama ini ia merencanakan untuk pergi dari Leonello dengan meminta bantuan Nathan kan....

__ADS_1


"Ak–aku ti–dak mengenalnya....hiks...hiks..." jawabnya gugup di sela-sela tangisannya.


El menganggukkan kepalanya mengerti, ia kembali mendekap erat tubuh wanitanya itu.


"Nathan adalah seorang anak dari musuh ayahku. Ayahnya dan juga tangan kanannya membunuh ayahku. Jadi aku membalaskan dendam kedua orang tuaku dan membuat perusahaan keluarganya Marino hancur. Namun aku dengar beberapa tahun belakangan anak sulungnya memulai dari nol lagi bisnis keluarga sama sepertiku dulu. Nathan membenciku karena aku membunuh ayahnya dan menghancurkan perusahaan."


"Lalu dia membenciku dan melakukan segala upaya agar perusahaanku bangkrut. Aku dengar beberapa kali dia juga berencana membunuhku. Padahal jika dilihat lagi apa salah jika aku membalaskan dendam kedua orang tua ku ? Dari usia 7 tahun aku kehilangan orang tua, apa salah jika aku menaruh dendam terhadap keluarga mereka ?" lanjut El.


Penjelasan El membuat Putri menegang. Satu fakta yang Putri tahu, ucapan Nathan benar saat mengatakan pria itu memiliki dendam dengan keluarga Leonello.


"Mungkin Nathan tahu jika aku beberapa bulan ini dekat denganmu. Jadi dia sedikit mengusikmu. Tapi kamu tenanglah. Aku tidak akan membuat Nathan menyentuh mu atau adikmu. Mulai sekarang aku akan menjaga kalian..." ucapnya lagi.


Untuk menjawab ucapan El, Putri hanya menganggukkan kepalanya singkat.


"Ini bukan tentang mu El, tapi aku dan Nathan. Sepertinya pria itu mulai bermain-main denganku. Baiklah jika itu yang Nathan inginkan. Jika dia bisa membunuhku maka aku juga bisa membunuh Nathan dengan kecerdikan otakku," batin Putri dengan senyum miringnya. "Nathan malaikat pencabut nyawamu sudah datang....."


Beberapa saat kemudian terdengar suara dengkuran halus dari samping tubuh Putri. Nampaknya Leonello sudah tertidur pulas.


Perlahan tapi pasti Putri melepaskan tangan kanan El yang melingkar pada pinggangnya, lalu menjatuhkan tubuhnya dari El.


Wanita cantik itu mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, lalu mengetikkan sesuatu dengan senyum kecilnya.


To : Nathan Marino


Kita bertemu besok


di Hotel Atmadja.


Nyonya Sandra akan bertemu


dengan temannya. Jadi kita


bisa ngobrol dan aku akan


memberikan saham itu


kepadamu.


Jangan lupa datangkan


seorang notaris 😊👍


Terkirim.


...o0o ...


Lanjut lagi gak ?? Jangan lupa like komen giftnya kakak 🥰🤭


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2