
SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...
TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...
KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
...o0o...
El tengah berada dalam toko perhiasan terkenal yang ada mall ini. Brand yang sangat terkenal favorit istrinya.
Jika dulu saat pacaran El selalu membuntuti Sandra membeli perhiasan, kini ia yang tengah memilih-milih perhiasan.
Namun sayangnya bukan untuk Sandra, tapi untuk Putri yang saat ini berada di pikirannya. El tersenyum membayangkan wajah Putri yang tengah tersenyum mendapatkan hadiah darinya. Yang sangat ia ingat pada Putri, wanita itu sangat menyukai gelang, berbeda dengan Sandra yang menyukai cincin.
Sudah 2 jam lebih El berdiri di depan etalase yang memperlihatkan gelang-gelang berlapis berlian dengan harga yang fantastis.
Sudah 2 jam tapi tak ada satu gelang pun yang berhasil menarik perhatian El.
Sementara itu Fred di belakang tengah memperhatikan bosnya tak tampak berdebat dengan pegawai toko perhiasan itu.
Meskipun kakinya kebas karena kelamaan berdiri, tapi dirinya senang karena tuannya itu menaruh perhatian pada sang istri.
Fred berjalan mendekati tuannya, dan menepuk bahu kokoh El pelan. "Apa tidak ada yang cocok tuan ?" tanya Fred.
"Aku hanya bingung memilih, kau diam saja," jawab El ketus.
Melihat wajah serius El membuat Fred setengah mati menahan tawanya. "Sepertinya tuan sudah menjatuhkan hatinya pada nyonya. Setidaknya aku tak perlu mengkhawatirkan Putri lagi," batinnya senang.
...o0o...
Sudah ada 10 gantungan baju yang di pegang oleh Putri. Wanita cantik itu membuntuti Sandra yang berjalan ke sana kemari sembari membawa baju-baju yang Sandra pilih.
Sesuai dengan ucapan Sandra, wanita itu kini berada di dalam toko yang menjual gaun-gaun malam yang menerawang.
Saat pertama sampai di Mall ini, mereka berdua segera menuju salon untuk membuat Sandra tampak lebih cantik dan juga fresh.
Mereka berdua menghabiskan waktu 2 jam di Salon itu, dan dengan setia Putri menemani Sandra dan memberi masukan tentang penampilan baru wanita itu.
Setelah dari salon, Putri segera membawa Sandra mengunjungi toko gaun malam ini untuk memberikan Sandra beberapa referensi.
Dan di sinilah mereka, dengan Sandra yang memborong habis semua model gaun malam ini.
"Totalnya delapan puluh tujuh juta sembilan ratus ribu sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan rupiah, Bu... (Rp. 87. 999.990)" total belanjaan Sandra.
Mata Putri melotot karena tak percaya dengan apa yang terlihat di layar monitor itu. "Astaga wanita ini benar-benar kalap berbelanja. Bagaimana jika El tak menyentuh nyonya ? Bisa mati aku...." batinnya.
Setelah menyebutkan nominal yang harus ia bayar segera Sandra mengeluarkan kartu blackcard yang di berikan oleh El kepada sang kasir.
Setelah melakukan pembayaran, Sandra memasukkan kembali kartunya dan mengkode Putri untuk membawa seluruh kantong belanjaannya.
Sandra keluar dari toko gaun malam itu terlebih dahulu, meninggalkan Putri yang berjalan dengan membawa 17 kantong pakaian itu sendirian.
Diam-diam Putri mengumpati Sandra dalam hati. Baru beberapa detik kedua tangannya membawa kantung pakaian itu, tapi ia sudah merasakan keram yang amat sangat.
Putri berjalan menuju Sandra yang asik bermain ponsel di depan matanya.
"Nyonya, mari kita pulang," ajak Putri dengan memaksakan senyumannya.
__ADS_1
Sandra mendongakkan kepalanya menatap Putri lalu kembali pada ponselnya. "Kau ke mobil dulu, aku ingin ke toilet sebentar," jawab Sandra dan Putri menganggukkan kepalanya patuh.
Mereka berjalan berlawanan arah, Putri berjalan untuk kembali ke lantai dasar, sedangkan Sandra menuju toilet yang terletak ujung lantai itu.
Ia berjalan sembari memainkan ponselnya. Berita mengenai dirinya kini sudah mulai membaik.
Sandra membaca komentar-komentar pada netizen di salah satu forum berita online yang kini banyak yang membela dirinya. Ia mengucapkan terima kasih pada El karena dengan sigap mengundang para awak media ke yayasannya.
Jadi setidaknya namanya tidak terlalu jelek di mata netizen.
Setelah puas membaca komentar netizen, ia memasukan kembali ponsel ke dalam tasnya dan meneliti keadaan Mall.
"Hah..." Sandra menghela nafas kecil sembari tersenyum kecil. "Sudah lama aku tidak ke sini, terakhir kali aku ke–"
Sandra tak bisa melanjutkan kalimatnya, dan tubuhnya juga ikut berhenti saat melihat seseorang yang sangat ia kenal berada dalam toko perhiasan favoritnya.
Kening Sandra berkerut dalam, "untuk apa dia ada di sana ?" gumamnya bingung. Ada Fred pula juga di sana. Haruskan ia menghampiri suaminya itu ?
Dinding yang bening membuat Sandra bisa melihat jelas kebingungan yang tercetak dalam wajah suaminya.
"A–apa dia akan membelikan ku perhiasan ?" gumamnya senang.
Pipi Sandra bersemu merah, jika benar El akan memberikannya perhiasan sudah pasti Sandra akan senang bukan main.
Tanpa ia sadari Sandra berjalan memasuki toko perhiasan itu, atau lebih tepatnya berjalan menuju kearah suaminya.
"Nyonya," sapa Fred membungkukkan badannya sopan saat menyadari Sandra berada dekat dengannya.
Mendengar teguran Fred membuat El membalikkan badannya cepat. Ia menatap Sandra heran. "Kenapa di sini ?" tanya El singkat.
"Tadi aku habis dari salon sama Putri," jawab Sandra singkat sembari tersenyum malu-malu.
Lagi-lagi Sandra tersenyum senang.
"Yang ini tuan ?" tanya pelan itu dan diangguki oleh El. "Iya," jawabnya.
Kini fokus El kembali pada Sandra. "Lalu kenapa kamu di sini sendiri ? Dimana Putri ? Dimana para bodyguard ?" tanya El beruntun.
Senyuman Sandra semakin melebar saat mendengar perhatian El. Apalagi pria itu menanyainya beruntun.
"Putri sudah kembali ke mobil, lalu aku tidak membawa bodyguard untuk masuk ke dalam Mall," jelas Sandra yang nampaknya membuat El kesal.
"Jangan di ulangi lagi, sangat berbahaya jika tidak ada bodyguard di samping mu. Seluruh dunia tau siapa kau, jadi jangan bertingkah aneh-aneh," jawab El dan diangguki cepat oleh Sandra.
"Iya sayang aku mengerti, kamu ga perlu khawatir. Baiklah aku akan kembali ke mobil sekarang." Sandra berjalan mendekati El dan memeluk pria itu sebentar lalu berpamitan.
Setelahnya Sandra keluar dari toko perhiasan itu dengan hati yang berbunga-bunga. Ia terus memandangi pergelangan tangannya, membayangkan jika gelang itu akan melingkar dengan cantik di sana.
...o0o ...
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka semua sudah makan malam. Dan ini saatnya untuk tidur.
Tapi tidak dengan Sandra wanita itu kini tengah menggunakan gaun malam berwana hitam yang membuat dirinya tampak se****ksi dan juga menawan.
Jantungnya berdetak kencang seperti seorang wanita yang menunggu malam pertama dengan suaminya.
Berkali-kali Sandra melihat kearah pintu kamar mandi. Ini adalah kebiasaan El, pria itu selalu saja mandi saat malam hari.
"Tenang San, everything gonna be fine!" ucapnya menenangkan diri.
__ADS_1
Sandra memejamkan matanya dan menghela nafas panjang sembari memegangi jantungnya yang berdegup kencang.
Ceklek....
Tak berselang lama, pintu kamar mandi itu terbuka. Ingin rasanya Sandra menghilang dari bumi karena rasa malu yang melanda dirinya.
"Jangan malu San, lagipula El kan sudah melakukan itu berkali-kali," gumamnya.
Sandra melirik suaminya yang tampak memasuki walk ini closet dengan handuk kecil yang melilit pada pinggangnya.
Dengan berani Sandra berjalan untuk masuk ke dalam walk in closet itu untuk mencegah El memakai pakaian.
Grap....
Sandra memeluk tubuh belakang El dari belakang. Jantung nya berdebar bukan main, apalagi saat mencium wangi tubuh suaminya yang khas.
El memegang tangan Sandra yang melilit di tubuhnya. "Ada apa, hm ?" gumamnya.
Melihat suaminya yang tampak tak menolak, Sandra semakin mempererat pelukannya. "Sayang jahat sama aku!" jawab Sandra dengan suara bergetar.
Bukan hanya suaranya tapi tubuh wanita itu tampak bergetar hebat. El tahu, jika wanita itu tengah menangis sekarang.
Dengan sedikit kasar, El melepaskan pelukan Sandra pada tubuhnya dan segera membelikan tubuhnya untuk memeluk wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu kembali.
"Aku memang jahat dari dulu kan ?" jawab El.
Berkali-kali El mencium puncak kepala Sandra, karena bagaimanapun dia adalah istrinya.
"Sayang gak pernah perhatian ke aku lagi, pulang ke rumah setiap 2 bulan hanya 2 atau 3 kali saja. Aku–aku....hiks....hiks.... merindukan sayang...." Pecah sudah tangisan Sandra, wanita itu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang El.
El memejamkan matanya karena sikap Sandra yang terlalu manja menurutnya. "Aku memang seperti ini, aku sibuk dan aku juga tidak pengangguran, San!" ucapnya sembari melepaskan pelukan Sandra kasar. "Kalau kau tidak suka dengan sikap ku lebih baik kita cerai saja!" ancamnya.
Pria itu berjalan untuk meninggalkan Sandra namun dengan cepat Sandra menarik tangan pria itu, lalu menjatuhkan tubuhnya seperti bersimpuh di depan El.
"Aku mencintaimu sayang, sangat amat mencintai mu....hiks....hiks..." Sandra menangis dengan keras di bawah tubuh El.
"Demi Tuhan El, jangan tinggalkan aku...hiks...jangan...." pintanya.
Sandra mengusap wajahnya kasar, dan berdiri dari duduknya. Wanita itu memegang kedua bahu El agar melihat ke wajahnya.
"Sayang pulang ke mansion ini sebulan sekali tapi aku tidak pernah marah, kita terakhir berhubungan suami-istri sudah beberapa bulan lalu, dan aku juga tidak pernah sekalipun marah saat kamu melakukanya dengan wanita lain...hiks...hiks..."
El mengalihkan pandangannya ke arah lain, merasa malas dan juga tak tega melihat tangisan Sandra yang ternyata membuat hatinya juga terasa sakit.
"Aku tidak marah sayang, karena aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan kamu...."
"Aku tahu mungkin karena tubuhku tidak membuatmu berselera. Tapi aku mohon jangan ceraikan aku, karena meskipun aku jelek dan juga membuat mu tidak bisa mendapatkan kenikmatan aku bersumpah akan setia seumur hidup denganmu !"
...o0o ...
GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?
YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....
TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...
BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.
SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH SEMUANYA