WANITA RAHASIA CEO

WANITA RAHASIA CEO
CHAPTER 45 - TERKEJUT ? KERJA SAMA ?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...


TAPI SEBELUM MEMBACA, AKU MINTA KALIAN UNTUK LIKE DAN VOTE DULU YA...


KASIH AUTHOR BINTANG LIMA, BAGI YANG BELUM.


SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.


...o0o...


Sesuai rencana Sandra, hari ini ia dan juga nyonya besarnya itu akan mengunjungi teman Sandra itu.


Putri terdiam termenung di dalam mobil, pikirannya masih tertuju dengan dokter kandungan itu.


Pria tua itu mengatakan pada Sandra jika wanita memiliki mas subur yang berbeda-beda tanggalnya. Dan jika melakukan hubungan si saat kita ovulasi, maka kemungkinan hamil akan sangat besar. Bisa mencapai 98%.


Wanita cantik itu memikirkan kapan terakhir kali dirinya mengalami menstruasi ? Ia saja tak pernah mencatat hal itu. Bagaimana ia tahu kapan masa suburnya.


"Pokoknya mulai bulan depan saat aku menstruasi, aku akan mencatat tanggal haid ku itu. Dan menghitung kapan aku ovulasi!" gumamnya.


Ia tersenyum memikirkan ide cemerlang. Sudah Putri putuskan untuk tidak akan mengandung anak dari El seumur hidupnya.


"Lagipula, tak mungkin hubungan ku dengan El beberapa kali bisa langsung menghasilkan anak. Wanita yang sudah menikah juga banyak yang belum di berikan momongan bertahun-tahun, jadi aku aman," batinnya lagi senang.


Sementara Putri yang tampak melamun bingung, Sandra malah terlihat sangat ceria duduk di samping Putri. Sungguh ia tak sabar bertemu dengan Grevan dan membicarakan apa yang di katakan dokter padanya.


...o0o...


"Kau yakin jika Putri akan berada dalam restoran itu ?" tanya Nathan yang kini tengah berjalan menuju mobilnya.


Ash yang berjalan di belakang Nathan menganggukkan kepalanya cepat, meskipun tak terlihat oleh tuannya itu.


"Iya tuan, mata-mata kita yang berada di sana telah menguping pembicaraan mereka semalam. Sandra meminta Putri untuk menemaninya menuju restoran untuk bertemu dengan teman Sandra."


Ash dengan cepat berjalan mendahului Nathan dan membukakan pintu untuk tuannya itu.


Setelah pintu tertutup, kini gilirannya untuk masuk ke dalam mobil. Dan segera berjalan untuk menyusul Putri yang menurut perkiraan mereka sudah dalam perjalanan ke restoran itu.


Nathan mengkode kepada sang supir untuk berjalan dengan cepat menuju restoran itu, dirinya harus bisa sampai lebih dahulu daripada Putri.


"Bayar mata-mata itu 3 kali lipat lebih besar, aku sekarang mau mendapatkan berita tentang gerak-gerik Putri mulai dari pagi hari hingga wanita cantik itu menutup matanya!" titahnya pada Ash.


"Baik, tuan!"


Setelah mengendarai mobilnya selama 20 menit, akhirnya Nathan dan juga sekretarisnya sampai ke restoran itu.


"Selamat datang, apakah tuan sudah melakukan reservasi ?" tanya seorang pelayan wanita sopan dengan senyum manisnya.


Tak ingin membuang waktu yang panjang, Nathan segera keluar untuk mencari posisi yang pas di dalam restoran.


Sementara Ash kini tengah membalas senyuman sang pelayan sembari menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, tapi apakah nyonya Sandra de Luca sudah sampai kemari ? Saya tamu dari nyonya Sandra dan pemilik restoran ini," ucap Ash berbohong.

__ADS_1


"Ah, ternyata anda undangan tuan Gervan juga," jawabnya yang membuat Ash bingung, siapa itu Gervan ? Tapi ia tetap menganggukkan kepalanya saja untuk mempersingkat percakapan mereka.


"Mohon di tunggu ya pak, nyonya Sandra belum juga datang. Ada bisa menunggu ke ruangan VVIP yang sudah tuan Gervan pesan untuk kalian," sambung wanita itu dengan senyum manisnya. "Mari saya antar," tawarnya.


Namun Ash menggelengkan kepalanya cepat, menolak tawaran wanita itu. "Ah tidak, aku sudah tau. Hanya ingin menanyakan Sandra saja," jawabnya.


Setelah itu ia segera pergi dan menuju tuannya yang tampak sedang mencari seseorang.


"Dia belum datang tuan," ucap Ash yang membuat Nathan bernafas lega. "Bagus jika ia belum datang, kita bisa memantau mereka."


Tak berselang lama, ada seorang wanita yang berpakaian serba bermerk datang dengan seorang wanita cantik berkulit sedikit gelap namun terlihat sangat cantik jika di bandingkan dengan wanita di depannya itu.


Mata Nathan dan Ash bertemu lalu tersenyum singkat. "Mereka datang," bisik Ash pada tuannya itu.


Arah pandang mereka terus mengikuti langkah kaki mereka berdua yang menuju lift untuk menuju ke lantai atas.


"Mereka tak membawa bodyguard, ini benar-benar mulus, tidak seperti yang ku bayangkan," ucap Nathan senang.


Layar di lift itu terlihat angka 5, sudah pasti mereka berdua akan naik ke lantai 5. "Ayo segera ikuti mereka!"


...o0o...


Sandra dan Putri berjalan menuju ruang VVIP yang sudah Grevan pesankan untuknya. Tak henti-hentinya Sandra tersenyum sepanjang perjalanan menuju ruangan itu, membuat Putri benar-benar bingung dengan perubahan sikap Sandra ini.


"Ini nyonya, ruangannya!" ucap Putri saat melihat nomor ruangan yang sama dengan apa yang dikatakan Sandra sebelumnya.


Wanita itu menganggukan kepalanya cepat, dan segera membuka pintu, lalu langsung masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Putri dari belakang.


"Hai, sweetheart..." balas Grevan.


Sementara di depan pintu, Putri diam mematung melihat interaksi Grevan dan juga Putri yang menurutnya sangat berlebihan itu.


Eh tapi, ia tak boleh lupa jika ia ada di Amerika. Sesuai ucapan Mr. Jack dulu, jika ci***um***an adalah hal yang sangat wajar di sini.


Tapi apa jika wanita yang sudah menikah bisa dengan wajar ber***ci****um***an dengan laki-laki yang bukan suaminya.


Ah, entahlah.


Putri berjalan menghampiri Sandra dan menepuk bahu wanita itu yang tengah mengobrol asik dengan temannya.


"Nyonya..." panggil Putri.


Sandra membalikkan badannya dan menepuk dahinya, ia melupakan Putri. "Astaga," cicitnya. "Van kenalkan dia Putri, asisten ku sekaligus–" Sandra menggantung kalimatnya dan menatap Grevan dengan misterius.


Grevan yang mengerti segera mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Putri. "Grevan, sahabat Sandra."


"Putri," ucapnya sembari membalas uluran tangan Grevan sembari tersenyum.


"Kau benar-benar sangat cantik," puji Grevan dan hanya di balas senyum kikuk oleh Putri.


Kini mata Putri segera kembali fokus kepada Sandra. "Nyonya apa boleh jika saya ke kamar mandi ? Saya sudah tidak bisa menahannya," ucapnya sembari menampilkan wajah melas.

__ADS_1


Sandra menganggukkan kepalanya cepat, dan mengkode Putri untuk segera keluar dari ruangan itu.


Putri pun keluar dari ruangan itu, entah mengapa perasaannya tak enak saat melihat mata Grevan.


Seperti mengatakan jika pria itu tidak baik untuknya dan untuk nyonya Sandra. "Mungkin nanti aku akan membicarakan ini dengan nyonya Sandra," ucapnya.


Ia berjalan menuju lift untuk turun di lantai bawah.


Namun langkah terhenti saat ada seseorang yang memanggil namanya. Ia membalikkan badan dan menatap kedua orang asing itu bingung.


"Bagaimana kau tahu namaku ?" tanyanya sengit.


Mereka berdua berjalan mendekati Putri, dan reflek Putri memundurkan badannya. "Si–siapa kalian ?" tanyanya lagi.


"Kau Putri Ricci kan ?" tanya pria berjas itu lagi.


Kening Putri berkerut, bagaimana pria di hadapannya ini bisa tahu marga keluarganya ? Sedangkan ia sama sekali tidak tahu siapa kedua pria itu.


"Kalian siapa ha? Penculik kan ?" tubuh Putri dengan tubuh bergetar.


Namun pria yang berjalan kearahnya itu menggelengkan kepalanya cepat dan tersenyum kecil ke arah Putri.


Ia mengeluarkan ponsel yang berada di saku jasnya dan memperlihatkan foto yang tertera pada layar ponsel itu.


Putri membulatkan matanya terkejut. Ia menatap pria itu bingung. Di layar ponsel itu ada seorang anak kecil yang di gendong oleh pria dewasa. Dan pria dewasa itu adalah ayahnya. Edoardo Ricci, ayah kandung Putri.


"Si–siapa kau? Kenapa anak itu berfoto dengan ayahku ?" tanyanya.


"Anak kecil itu adalah aku. Dan dulu Ed, ayah mu bekerja sebagai tangan kanan Ayahku yang bernama Vixton. Namun karena suatu hal ayahnya harus di pindahkan ke Indonesia."


Otak Putri serasa ingin meledak mendengar penjelasan tak masuk akal pria di hadapannya ini.


"Aku kemari bukan untuk apa, tapi untuk menawari mu kerja sama. El yang telah membunuh Ayah kita berdua, aku ingin kita bekerja sama untuk membalas kejahatan El," sambung Nathan cepat.


Tubuh Putri menegang saat mendengar pernyataan Nathan. "Ba–bagaimana bisa ?" tanyanya.


"Mari kita berbicara di ruangan VVIP sebelah Sandra nyonya, kami akan menjelaskan secara rinci permasalahan ini mulai dari awal," ucap Ash di belakang tubuh El.


...o0o...


GIMANA ? SERU GAK CHAPTER HARI INI ?


YUK LANGSUNG NEXT KE CHAPTER SELANJUTNYA....


TAPI SEBELUMNYA JANGAN LUPA MASUKKAN CERITA INI KE FAVORIT YA...


BANTU AUTHOR VOTE+KOMEN+LIKE.


SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT NULISNYA 🥰


TERIMA KASIH SEMUANYA

__ADS_1


__ADS_2